author-banner
Faiz Achmad
Author

Novel-novel oleh Faiz Achmad

Ikrar Dendam

Ikrar Dendam

Kematian Anita meninggalkan luka yang begitu dalam bagi Abram. Seminggu menjelang acara pertunangannya, Anita ditemukan tergeletak di pinggir sawah milik salah satu warga. Ia meninggal beberapa menit setelah tubuhnya dibawa ke rumah orang tuanya. Anita mati karena dibunuh. Namun yang lebih menyakitkan hati adalah dia diperkosa sebelum menghembuskan nafas terakhirnya. Sejak saat itu, sikap Abram mulai berubah. Dia jadi lebih pendiam dan tertutup. Dendam yang tertanam di jiwanya membuatnya gelap mata. Ia mulai memburu pelaku yang telah membunuh calon tunangannya dan berniat menghabisinya.
Baca
Chapter: Bab 54 - Proyek Kabut
Malam itu, hujan turun perlahan membasahi kaca gedung tua yang berdiri megah di tengah kawasan industri yang sepi. Dari luar, bangunan itu tampak seperti gudang biasa yang sudah lama tidak digunakan. Namun di balik pintu baja tebalnya, tempat itu menjadi salah satu pusat operasi Kapak Hitam.Raven melangkah menyusuri lorong panjang dengan wajah tanpa ekspresi. Sepatu kulitnya memantulkan suara langkah yang bergema di ruangan kosong. Dua pria bersenjata yang berjaga di depan sebuah pintu besi segera menundukkan kepala saat melihatnya."Beliau sudah menunggu," kata salah satu penjaga.Raven tidak menjawab. Ia hanya membuka pintu itu dan masuk. Ruangan di dalam cukup luas, namun penerangannya redup. Di ujung ruangan terdapat meja panjang dari kayu hitam. Seorang pria paruh baya duduk di sana sambil menikmati secangkir teh hangat.Rambutnya mulai memutih di bagian pelipis. Ia mengenakan setelan sederhana, jauh dari kesan seorang pemimpin organisasi kriminal. Namun semua orang di Kapak Hit
Terakhir Diperbarui: 2026-06-22
Chapter: Bab 53 - Berita Kematian Fardan
Keesokan paginya, kabut tipis masih menyelimuti jalanan pinggiran kota ketika sebuah mobil patroli berhenti mendadak di tepi jalan yang sepi. Dua orang polisi yang sedang melakukan patroli rutin turun setelah melihat sesuatu tergeletak tidak jauh dari bahu jalan."Pak... ada seseorang di sini!" seru seorang polisi muda dengan nada tegang.Mereka segera mendekat. Tubuh seorang pria terbaring tak bergerak dengan pakaian berlumuran darah. Dari kondisi luka di tubuhnya, jelas terlihat bahwa pria itu menjadi korban penembakan."Hubungi tim identifikasi dan ambulans. Cepat!" perintah polisi yang lebih senior.Beberapa menit kemudian, lokasi itu dipenuhi garis polisi. Tim identifikasi mulai bekerja, memotret setiap sudut tempat kejadian perkara dan mengumpulkan barang bukti yang tersisa."Korban laki-laki, usia sekitar tiga puluh lima hingga empat puluh tahun," ucap salah satu petugas forensik."Terdapat tiga luka tembak. Dugaan sementara, korban meninggal beberapa jam yang lalu."Seorang pe
Terakhir Diperbarui: 2026-06-11
Chapter: Bab 52 - Semakin Jelas
Setelah melalui kejadian yang cukup menegangkan, akhirnya mobil yang dikendarai Guntur tiba di sebuah rumah yang terletak di tempat yang sepi, jauh dari kerumunan. Rumah itu adalah milik teman Edwin yang kini mereka tinggali secara gratis. "Kita sudah sampai." Ucap Guntur. "Dimana ini?" Tanya dokter Maya. "Ini adalah tempat persembunyian kami." "Apa kalian dapat dipercaya?" Sejenak dokter Maya Ragu. "Selama berpihak pada kami, kami akan menjaga Bu dokter. Ingatlah, aku tunangan Anita. Aku sudah sejauh ini hanya untuk membalas kematian kekasihku." Jawab Abram dingin tanpa basa-basi. Ia kemudian masuk ke rumah itu. "Jangan diambil hati. Semenjak Anita mati, sifatnya berubah drastis. Dia hanya ingin menemukan orang yang membunuh kekasihnya, tidak lebih." Edwin menjelaskan. "Baik. Aku percaya pada kalian." Jawabmya pada akhirnya. Semua sudah berada di dalam rumah yang sebenarnya cukup besar, hanya saja tidak ditempati dan dibiarkan begitu lama hingga membuat warna temboknya mulai
Terakhir Diperbarui: 2026-06-08
Chapter: Bab 51 - Balasan yang Setimpal
Tiga pasang lampu mobil itu semakin mendekat dengan cepat, membelah gelapnya jalan sepi. Suara mesin mereka terdengar keras, seolah tidak lagi berusaha menyembunyikan keberadaan. Abram langsung mengambil keputusan."Kita pergi sekarang.""Bagaimana dengan dia?" tanya Edwin sambil melirik Fardan yang masih terikat. Abram menatap Fardan sesaat."Dia tetap di sini."Wajah Fardan langsung pucat. Ia seolah sudah tahu apa yang akan terjadi padanya jika mereka tahu dirinya dalam keadaan seperti itu. Fardan sudah pasti curiga Fardan membocorkan sebuah rahasia."Tidak! Jangan tinggalkan aku! Mereka akan membunuhku!"Abram tidak menjawab. Ia hanya berbalik menuju mobil. Baginya, Fardan bukan korban. Pria itu telah mengakui pembunuhan terhadap Susi."Please, Abram! Tolong!"Suara Fardan terdengar panik. Namun Abram tetap berjalan. Beberapa detik kemudian, mobil yang mereka tumpangi melaju meninggalkan lokasi. Dari kaca belakang, Fardan terlihat masih berteriak meminta bantuan. Lima menit kemudi
Terakhir Diperbarui: 2026-06-06
Chapter: Bab 50 - Penjelasan Fardan
Fardan menundukkan kepalanya. Keringat dingin mengalir di pelipisnya meski udara malam terasa dingin. Pengakuan itu akhirnya keluar dari mulutnya sendiri."Aku memang membunuh Susi..." ucapnya lagi dengan pelan. Abram menatapnya tanpa ekspresi."Tapi aku tidak melakukannya sendirian."Kalimat itu membuat suasana kembali tegang. Tentu semua yang ada di dekatnya penasaran siapa saja yang terlibat dalam kejadian waktu itu."Siapa?" tanya Edwin cepat.Fardan terdiam beberapa detik sebelum menjawab. Ia tampak ragu untuk mengatakannya, seolah ada tekanan yang tak kasap mata."Kapak Hitam.""Nama?" Tanya Abram singkat.Abram sudah menduga Fardan akan mengatakan kapak hitam. Namun dia butuh nama yang lebih detail lagi."Aku tidak tahu semua nama mereka. Aku hanya mengenal satu orang yang sering menghubungiku.""Siapa?" tanya Guntur."Pria yang dipanggil Raven."Abram mengingat nama itu, nama yang beberapa kali dikaitkan dengan kasus-kasus kriminal termasuk kematian Susi. Dia adalah eksekutor
Terakhir Diperbarui: 2026-06-05
Chapter: Bab 49 - Pembunuh Susi Terungkap
Malam semakin larut, angin malam berhembus dingin, menabrak jaket Abram yang menutupi tubuhnya. Ia berdiri di samping pohon menunggu sebuah mobil melaju, mobil yang dicurigai mengikuti mobil yang dikendarai oleh Guntur."Aku tahu kamu siapa." Gumam Abram pelan.Mobil yang dikendarai Guntur sengaja terus berjalan pelan-pelan untuk memancingnya terus mengikuti di belakangnya. Tak lama kemudian mobil itu mulai melintas."Itu dia." Ucap Abram. Ia langsung mengeluarkan ponsel dari sakunya untuk menghubungi Guntur. "Tur, berhenti." Ucapnya. Guntur langsung berhenti, mobil yang mengikuti di belakangnya juga ikut berhenti.Abram mulai berjalan menyusuri sisi jalan dengan pelan-pelan menuju mobil hitam yang berhenti mengikuti mobil yang dikendarai Guntur. Dia tidak tahu Abram kini sudah berada di samping mobilnya."Keluar dari mobilmu sekarang!" Ucapnya Abram sambil menodongkan pistol ke arahnya."Abram!" Ia kaget tiba-tiba Abram berada di sebelahnya."Cepat turun!" Ucap Abram mengulangi. Ter
Terakhir Diperbarui: 2026-06-04
Anda juga akan menyukai
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK
SEPEDA TUA WARISAN KAKEK
Lainnya · Anna Janitra
36.4K Dibaca
Wanita Hamil di Restoran Suamiku
Wanita Hamil di Restoran Suamiku
Lainnya · Azzgha Fatih
35.8K Dibaca
NAFKAH DARI ADIK IPAR
NAFKAH DARI ADIK IPAR
Lainnya · Yulistriani
32.3K Dibaca
Salah Sebut Nama Panggilan
Salah Sebut Nama Panggilan
Lainnya · Nisa Noor
30.0K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status