Chapter: Bab 210. SibukGama mendesah kasar saat melihat Dito datang dengan siapa. Baru saja Gama tiba sudah dibuat bete dengan adanya wanita yang sangat dibenci olenya. Pria itu melangkah masuk ke dalam kantor tanpa menyapa keduanya hingga Dito buru-buru menyusul nya. "Pagi, Tuan." "Siang!" sahut Gama tanpa menoleh ke arah Dito. Gama dengan gagah melangkah dan melirik Dito yang terus membuntuti. "Katamu pendarahan tapi kamu bawa dia ke kantorku. pendarahan dimana maksudmu? Di ranjang?" tanya Gama dengan nada sewot dan Asisten Dito menggaruk keningnya. "Tapi memang kami habis dari rumah sakit, Tuan. Tidak keburu jika saya harus mengantarnya pulang dulu." "Saya tidak mau tau. Dia tidak boleh naik ke lantai saya! Suruh wanitamu itu menunggu di lobby!" perintah Gama sebelum masuk ke dalam lift dan Dito menghentikan langkahnya kemudian berbalik menatap Sena yang sedang mengikuti pria itu. Dito terpaksa tidak ikut masuk ke dalam lift bersama Gama karena Gama juga tidak sudi dengan adanya Sena.
Last Updated: 2025-11-05
Chapter: Bab 209. Urusan Kelamin"Bicaramu, Mas! Tidak ada filternya sama sekali. Ayo aku bantu rapikan dulu!" Zoya pun merapikan penampilan suaminya. Dari pakaian sampai rambut pun Zoya manjakan. Gama benar-benar terima jadi saja. Pria itu sangat beruntung sekali memiliki istri yang sangat perhatian. "Jadi aku beneran di rumah sama Bibi?" tanya Zoya lagi. Entah hawanya ingin ikut saja tetapi di rumah nanti malam masih ada pengajian. Pastinya akan ada persiapan juga walaupun bisa pesan tetapi tetap saja harus dikerjakan dan segera dirapikan. "Iya, Sayang. Aku tidak ingin kamu lelah." Gama mengecup kening sang istri kemudian duduk dan mengenakan sepatu sedangkan Zoya segera mengenakan pakaiannya. Zoya memberikan.sedikit make up di wajahnya agar lebih fresh kemudian mendampingi Gama untuk sarapan. Terlihat ada Bibi Santi yang nampak sedang sibuk menyajikan makanan untuk mereka. "Bibi jangan repot-repot! Maaf Zoya baru turun, Bi." "Tidak apa, Nak. Ini Bibi sudah biasa. Ayo sarapan dulu!" ajak Bibi de
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 208. Pecah PerjakaPagi ini di kediaman rumah Atmanegara. Gama terjaga lebih dulu dari pada sang istri. Yang dilakukan pria itu pertama kali adalah mengecup kening sang istri seraya mengusap perut Zoya. Gama beranjak dari sana kemudian melangkah menuju kamar mandi. Namun sebelum langkah Gama masuk, notifikasi pesan membuat pria itu menghentikan langkah dan meraih ponsel tersebut. [Saya hari ini ke kantor agak telat, Tuan. Maaf...] "CK, bisa saja kelakuannya. Dia yang enak dia juga yang semaunya." [Meeting pagi ini tidak bisa ditunda. Sebelum aku sampai kamu sudah harus tiba di kantor. Jangan sibuk dengan wanitamu saja! Apa kejadian semalam membuatmu pecah perjaka hingga tak bisa jalan? Jangan seperti perempuan kamu, Dito!] Send Dito. Setelah itu Gama pun kembali meletakkan ponsel di atas nakas dan masuk kamar mandi. Di saat pintu tertutup, Zoya membuka mata dan mulai menggeliat dari tidurnya. Zoya mengucak kedua mata kemudian melirik keberadaan Gama di sampingnya tetapi tidak dia temukan pria
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 207. Aku Tidak TahanDito yang dulu bisa menahan sekarang lagi mampu membendung rasa inginnya. Dito tetaplah pria yang memiliki sejuta hasrat. Sayangnya Dito hanya bergairah pada Sena. Wanita pertama dan satu-satunya yang dianggap paling cantik. Maka malam ini, Sena ada dalam genggaman Dito yang begitu sangat menginginkan. Wanita itu dibuat meringis dan kesakitan saya masuknya Dito di saat sudah sama-sama menginginkan. "Kamu masih perawan, Sena?" "Kamu pikir aku sudah bermain terlalu jauh?" "Tidak mungkin wanita sepertimu belum pernah." "Pernah, tetapi tidak sampai seperti ini dan kamu yang pertama. Kamu yang membuat aku meminta, Dito!" kata Sena dengan suara yang terdengar manja dan wajah sangat ingin memicu hasrat Dito untuk melakukan lebih. "Jangan ditahan! Lepaskan saja! Kamu pantas mendapatkan ini semua, Sena." "Benar begitu, Dito? Maka aku akan membuat diriku menjadi satu-satunya yang kamu mau. Jangan gila dengan wanita lain, Dito! Kamu sudah mengacak-acak aku!" "Tidak asal k
Last Updated: 2025-11-03
Chapter: Bab 206. Lebih Dalam +++ "Nanti dulu! Jangan rusuh, Dito! Akh.... Tangan kamu astaga..." Sena sudah tak bisa diam. Tubuh wanita itu menggeliat kala bagian paling sensitif disentuh dan dipermainkan oleh Dito. Pria itu belum pernah tetapi sangat pro sekali membuai wanita. Terbukti dengan Sena yang dibuat tak berdaya sampai desahan yang keluar dari mulut wanita itu terdengar semakin liar. "Akh yess, lebih dalam. Enak Dito." Lama -lama candu juga. Tubuh Sena seperti gelombang yang beraturan kala merasakan jemari Dito bergerak sangat nakal. Akh suka! Itulah yang Sena selalu gumamkan dan di setiap kata yang terucap selalu keluar kata sensitif yang membuat Dito semakin horny. "Ssttt...." "Suka?" "Munafik jika tidak. Kamu membuatku tambah tidak waras, Dito. Aku minta tolong jangan hentikan!" Dito menyeringai mendengar permintaan dari Sena. Laki-laki mana yang tidak menginginkan lebih jika melihat wanitanya tidak mau dilepas begini. Sena semakin membuka kaki hingga tak perduli akan apapun. Sena me
Last Updated: 2025-10-31
Chapter: Bab 205. Memainkan Jarinya +++Brugh Dito mendorong Sena hingga ambruk di ranjang. Pria itu menyeringai menatap Sena yang menatap was-was. Kedua tangan Sena meremas sprei dengan kuat dan bergerak mundur. "Dito aku belum siap melakukan itu lagi! Jangan ganggu aku!" kata Sena membuat Dito menyeringai mendengar itu. Dito pun membuka ikat pinggang kemudian naik ke ranjang. Kedua kaki mengkukung tubuh Sena dan mengunci pergerakan wanita itu. "Apa kamu tidak merindukan sentuhanku Sena?" "Kamu menjelma seperti singa jika berdua bersamaku, Dito!" Benar, Dito berubah menjadi seperti singa kelaparan saat bersama dengan Sena. Entah ada daya tarik apa pada wanita itu tetapi sejak awal bertemu, memang Sena yang mampu meluluhkan hati Dito. Terlebih Dito yang belum pernah memiliki kekasih dan tidak pernah mencintai seorang wanita. Hal pertama memang hanya Sena yang memberikan tantangan dan godaan, maka jangan heran jika Dito begitu sangat tak tahan jika melihat Sena. "Karena kamu yang pertama." Kedua mata Sena
Last Updated: 2025-10-29
Chapter: Bab 21. Live Streaming"Sakit, Bejo!" "Diam, Mila! Kamu jangan berisik!Bejo sedang berusaha menyembuhkanmu," sahut Saka setelah mendengar rintihan dari Mila. Wanita itu pun auto bungkam mendengar ucapan Saka yang terdengar sewot. Mila menatap Bejo dengan kedua alis menukik penuh permohonan sedangkan dia hanya diam dan menjawab dengan gerakan. Bejo kembali memberikan sentuhan yang memabukkan agar Mila lebih tenang. Bejo sengaja mempermainkan Mila, tapi bukan untuk mempermaiy hati wanita itu tetapi agar Saka melihat jika apa yang di katakan tadi benar-benar adanya. Mila masih belum bisa dia kunjungi sehingga Mila pun terbebas dari Saka yang sudah sangat tidak sabar. "Lakukan lagi, Bejo! Masukan lagi! Ayo jangan kalah dengan rintihannya!" perintah Saka dan Bejo tidak sama sekali menuruti apa yang pria itu lakukan. Bejo mengikuti isi hatinya, pikirannya dan tubuhnya. Bejo menunduk melihat milik Mila yang begitu kaku. Tadi sengaja jari Bejo masuk tetapi Mila lagi-lagi merintih kesakitan. Sekarang
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 20. Mana Tahan"Sialan! Kebanyakan nonton bokep makanya begini. Udah kehabisan cara dia buat bininya sembuh makanya fantasinya main." Bejo tidak menanggapi. Mereka menunggu Mila keluar dari kamar mandi. Sialnya lagi, pesona Mila membuat dua lelaki yang kini menunggu kehadirannya itu dibuat tertegun akan penampilan Mila. "Alamaaaaakkkk... Cakep banget bini orang!" Bejo menggelengkan kepala melihat penampilan Mila yang aduhai. Lingerie merah membalut tubuh putih yang seksi dengan dada menyembul yang hanya ditutupi dengan kain tipis pilihannya tadi. Belum lagi kain segitiga bertali di kedua sisi pinggang Mila dan bagian belakang yang hanya diselipkan saja di sela bokong wanita itu begitu sangat menggoda. Bejo menelan kasar salivanya. Tontonan macam apa ini? Mila menjadi bintang di dalam imajinasinya. Si Juki langsung berdiri tegak melihat ini. Dia melirik Saka yang kini tersenyum puas melihat penampilan Mila. Sementara Bejo malah adem panas tak karuan. Hanya saja sebisa mungkin Bejo me
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 19. Bersenang-senangKetukan pintu membuat keduanya melepaskan diri. Mila memejamkan kedua mata seraya membuang muka dan kedua tangan terkepal sedangkan Saka mendesah kasar kemudian menoleh ke arah pintu kamar dengan tatapan tajam. "Sial! Siapa yang datang?" gumam Saka kemudian melangkah menuju pintu kamar. Setelah pintu terbuka, terlihat Bejo yang berdiri di sana. Bejo pun nampak diam memperhatikan Saka yang memandangnya dengan wajah memerah. "Mau apa kamu ke sini? Tidak lihat ini jam berapa?" sentak Saka padanya. "Maaf Tuan, iya ini masih jam sembilan empat lima. Saya hanya ingin memberikan tas belanjaan Nyonya yang tadi belum sempat dibawa." Bejo menjawab dengan lugas dan memberikan tas belanja itu. Pandangan mata Bejo bukan hanya tertuju pada Saka tetapi juga pada wanita yang ada di belakang pria itu. Di sana ada Nyonya rumah tengah memperhatikannya dengan kedua mata yang memerah. Ada air mata yang menggenang di pelupuk mata. Kedua alis Bejo pun menukik melihat itu. Dalam hati dia bertany
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: Bab 18. Memantau Kalian Bercinta"Mas..." Mila masuk dengan Bejo yang melangkah di belakang wanita itu. Di sana sudah ada Saka yang menunggu. Saka berdiri dengan kedua tangan menyilang di dada. Tatapan mata Saka pun terlihat tajam memperhatikan. Bejo pun tak bersuara. Dia hanya memperhatikan kedua majikannya yang bertemu setelah ada hubungan mereka yang tak wajar. Bejo melirik Mila melangkah mendekati Saka. "Katamu malam ini tidak pulang, Mas?" tanya Mila dengan suara yang lembut. "Kenapa memangnya kalau aku pulang?" tanya Saka terlihat tak senang dengan pertanyaan Mila. Bejo pun memilih untuk masuk kamar saja. Dia ingin berganti pakaian tetapi barang belanjaan milik Mila masih ada di tangannya. Terpaksa menunggu sampai ada waktu untuk bicara dengan Mila. "Nggak apa-apa, Mas. Aku senang, hanya saja aku pikir kamu menginap lagi. Tadi kamu bilang begitu Mas." "Aku ingin pulang cepat dan...." Saka meliriknya dan dia tertegun memperhatikan. Tatapan mata mereka bertemu dan Bejo tidak sama sekali meng
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 17. Obat Kuat"Anjiiiiirlah! Tengsin gue. Untungnya nggak ada Edo sama Didi. Kalau ada mereka, mau taro dimana muka gue. Abis kena bully mereka." Bejo menggaruk kepalanya. Dia bingung saat semua karyawan malah melihat ke arahnya. Belum lagi ada beberapa contoh yang benar-benar disodorkan kehadapannya. "Ada yang best sellernya dan ada yang model barunya, Mas. Silahkan mau yang mana. Ini sudah berikut dengan lingerie yang ada di sana!" tunjuk karyawan tersebut dan Bejo mengangguk setelah mengikuti arahan dari wanita itu. "Hah? Oh i... Iya." Bejo seperti terjebak dalam situasi yang sangat tidak dia inginkan. Bejo melirik Mila yang ada di sebelahnya, diam, menunggunya dengan kedua tangan bersilang di dada. Bejo berdecak melihat Mila yang malah santai. Ini sengaja membuat malu dirinya atau gimana? Kenapa malah jadi dia yang kena? Apa bersama dengan Saka, Mila pun seperti ini? Bisa jadi semua pakaian dalam Mila, Saka yang memilihnya. "Yang ini aja!" tunjuk Bejo asal. Jawaban yang ngaw
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: Bab 16. Bebas"Saya anak yatim piatu, Nyonya." Deg Bejo melirik Mila yang duduk di belakang sana mendadak linglung mendengar jawabannya. Sementara Bejo sendiri sudah terbiasa dengan pertanyaan itu. Hanya saja memang Bejo tidak menunjukkan kesendirian dan kesedihannya. "Tidak usah merasa nggak enak, Nyonya. Aman aja!" kata Bejo lebih dulu mendahului ucapan Mila berikutnya. Bejo sudah tau apa yang akan Mila katakan setelah ini. Sudah banyak pengalaman begitu jadi Bejo seolah hafal dengan tanggapan orang-orang setelah tau dia tidak lagi memiliki keluarga. "Maaf ya, Jo." "Santai! Namanya manusia, ada matinya. Kalau hidup terus barang antik namanya," jawab Bejo santai dan fokus pada jalan sedangkan Mila meringis mendengar jawaban dari Bejo. "Kamu nggak sedih, Jo?" "Hidup terus berputar, Nyonya." Singkat saja jawaban Bejo yang membuat Mila mengangguk membenarkan. Ya memang benar, hidup terus berputar. Kalau sedih terus, gimana cara Bejo melanjutkan hidup? Namun jawaban Bejo se
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: Bab 177. TamatDada Naomi naik turun kala dirinya mendarat di ranjang. Mana kamar utama yang ingin dia lihat? Saat ini, seolah bukan itu yang menjadi hal utama karena Brilly tengah berada di atas tubuhnya, mengkukungnya dengan posesif. Mungkin penampilan Naomi pun sudah tak beraturan lagi sekarang. Namun rupanya Brilly tak memikirkan itu. Tatapan mata penuh cinta dan rasa ingin dapat Naomi lihat dengan jelas dari kedua mata Brilly. "Kak kamu mau apa? Katanya mau mengajakku melihat kamar? Kenapa malah posisinya begini?" tanya Naomi lirih kemudian menggigit bibir bawahnya. Perasaan Naomi tak menentu. Jantung semakin berdebar kencang dan nafas mulai memburu kala kecupan dari Brilly dia rasakan di lehernya. Naomi mendongak mendapati itu. Kedua matanya terpejam dan tubuhnya melengkung menantang. "Aku merindukanmu, Sayang." "Apa itu tidak buru-buru namanya, Kak?" "Tentu saja tidak, kamu sudah menjadi milikku sekarang. Melihat kamar dan room tour bisa nanti tapi yang ini sudah tidak bisa
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 176. SAH"Saya terima nikah dan kawinnya Naomi binti......" Kalimat sakral itu menggetarkan hati Naomi dan membuatnya berdebar hingga jantung tak karuan rasa. Naomi sesak nafas mendengar kalimat tersebut. Brilly dengan lancar mengucapkan kalimat itu. Semua terasa begitu cepat dan berpihak padanya. Ya Tuhan.... Ikhlas mana yang Kau kabulkan hingga memberikan pengganti dengan mudahnya? Di masjid besar ini, Naomi terduduk dengan jarak yang cukup jauh dari pria yang kini tengah mengucapkan kalimat sakral untuknya. Air mata kebahagiaan keluar tanpa bisa dia hindarkan. Genggaman tangan Naomi begitu kuat memegang telapak tangan Mami. Dia memejamkan kedua mata dan menunduk. Rasa syukur terucap kala kata sah menggema. "Alhamdulillah...." "Alhamdulillah," ucap Naomi kemudian menganggukkan kepala dan mengambil ujung tisu untuk menahan air matanya. "Selamat ya, Nak. Mami doakan kamu bahagia, Sayang." Naomi menoleh kemudian memeluk Mami. Semua di luar dugaan. Naomi pikir akan ada aca
Last Updated: 2026-06-10
Chapter: Bab 175. MendadakApa yang dikatakan oleh Brilly itu benar adanya. Sebuah perkataan Brilly yang akan menikahi Naomi besok. Hal itu sangat membuat Naomi terkejut. Dia tidak pernah berpikir kalau akan menikah diwaktu yang sangat amat cepat . Naomi diberikan waktu menjanda benar-benar hanya dalam waktu hitungan bulan. Hanya untuk menuntaskan masa iddah saja. Memang sejak awal, percintaannya dengan Brilly sangat mendadak. Semua yang berkaitan dengan Brilly selalu mendadak. Mendadak jadi dekat, mendadak dibela, mendadak diperhatikan, mendadak disayang, mendadak ditinggal, sampai mendadak dilamar dan sekarang mendadak pula dinikahinya. Naomi yang merasa baru saja terpejam sudah harus kembali terjaga kala suara ketukan di pintu kamarnya begitu sangat mengusik raga. Naomi yang semula masih bergelut dengan mimpi tiba-tiba harus bangun karena panggilan dari seseorang. "Iya, sebentar!" seru Naomi dengan suara yang terdengar lemas. Naomi beranjak dari tidurnya. Dia masih sangat mengantuk sekali. Langk
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: Bab 174. Melamar"Kamu diajak jalan-jalan? Kenapa nggak ikut?" Deg Naomi terkejut, baru saja keluar dari kamar mandi, sudah diteror pertanyaan dari seseorang yang selama ini mengganggu pikirannya. Naomi mengusap dada kemudian melangkah menuju lemari pakaian. Dia lebih dulu mengambil pakaian ganti seraya memikirkan dari mana Brilly tau tentang pesan itu. "Aku nggak mau buat kamu cemburu. Kenapa sich, Kak? Harusnya kamu lebih tenang. Eh iya, tau dari mana?" tanya Naomi kemudian berbalik menatap Brilly. Kedua alisnya menukik memeluk pakaian ganti. Namun tidak ada jawaban dari Brilly membuat Naomi memutuskan untuk kembali masuk ke dalam kamar mandi. "Mau kemana?" "Pakai pakaianku dulu, Kak." "Kenapa jauh-jauh? Di sini saja bisa." Naomi menoleh dan menghentikan langkahnya setelah mendengar apa yang Brilly katakan. Dia menggelengkan kepala dan kembali melangkah masuk kamar mandi. "Nggak mau ah! Kamu lagi mode gragas soalnya." BRAAAKK Naomi menutup pintu kamar mandi dengan rapat
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 173. Lamar Aja!"Naomi..." "Mami..." Naomi memeluk Mami sesampainya dia di rumah. Rumah yang biasa sepi mendadak ramai kembali. Bahagia sekali Naomi melihat keberadaan Mami, Daddy dan tentunya Brilly. Sepertinya bukan hanya dia saja yang bahagia tetapi Gwen pun sama. Gwen terlihat amat sangat bahagia sekali hingga tak ingin lepas dari Daddy. "Maafkan Mami ya, Nak. Mami bukannya nggak mau mengabari kamu tapi katanya Brilly mau ngasih kejutan. Ya sudah Mami nurut aja." "Iya nggak apa-apa, Mi. Kejutannya berhasil kok, Mi. Ngejut banget pokoknya, Mi. Kak Brilly sukses buat aku menangis setiap malam. Nggak nyangka aku juga kalau Kak Brilly sampai begitu." Naomi merenggangkan pelukannya pada Mami dan menoleh ke arah Brilly yang hanya diam memperhatikannya dengan kedua tangan menyilang di dada. "Kalau begitu pantasnya aku ambekin atau gimana, Mi?" tanya Naomi yang kemudian berdecak mendengar itu. "Kalau kaya Mami sich langsung minta lamar aja, Naomi. Pas tiga bulan langsung menikah.
Last Updated: 2026-06-06
Chapter: Bab 172. Sayang, ampun!"Hah? Aku nggak nakal. Aku masih ingat kamu. Aku juga nggak terima dia. Kami memang sering bertemu tetapi itu kebutuhan anak-anak. Bukan karena urusan orang tuanya," elak Naomi kemudian melangkah mundur sedikit memberi jarak untuk menjelaskan pada Brilly. "Kakak juga kenapa nggak ngabarin aku? Aku menghubungi Kakak, Mami, Daddy, sampai aku datang ke kantor Kakak untuk mendatangi Gani. Katanya Kakak sakit parah, tapi aku lihat Kakak malah sudah sembuh total. Kakak bisa berjalan. Kakak berdiri gagah. Kakak sengaja membohongi aku?" "Kenapa memangnya? Salah kalau aku ingin memberikan kejutan untukmu dan sengaja mengetes kesetiaanmu, hhm?" "Jadi Kakak nggak percaya sama aku? Kak Brilly nggak percaya kalau aku setia di sini nunggu Kakak? Iya? Kakak pikir aku mudah tergoda dengan laki-laki lain?" cecar Naomi. Mereka baru bertemu tetapi berujung ribut. Betul-betul seperti Tom and Jerry. Jauh dicari setelah dekat malah debat dan semua itu berawal dari rasa cemburu serta adanya oran
Last Updated: 2026-06-05