Chapter: BAB 18Elang mengeryit. "Buat apa ucapan itu? Aku nggak mau kemana-mana."“Ohh…” Ivanka menelan kekagetan dan keheranannya dalam satu waktu. Jangan ge-er, katanya dalam hati, memperingatkan diri sendiri. Iva tak lagi memperhatikan Elang. Satu per satu digantungnya cucian yang lembab itu lalu menuju ke meja makan untuk membuka bungkusan makanan yang tadi ia beli bersama Kang Setia.Ah iya, ia akan memanggilnya begitu aja. Kang Wawan terasa bagai memanggil orang tak dikenal.Sambil mengunyah gadis itu menonton serial tv. Rencananya setelah makan ia akan menelepon Mamanya tapi perempuan yang ia rindukan itu malah meneleponnya lebih dulu. Ia merapikan bungkus makanannya lalu masuk ke kamar, tak mau pembicaraannya didengar.“Gimana kondisi Papa, Ma?” bagi Iva, sekarang bagian paling pedihnya adalah pembiayaan yang ditanggung oleh mertuanya, bukan lagi penyakit Papanya.“Papamu stabil Va, yah… walaupun operasinya mesti ditunda karena ada sesuatu yang mama lupa di ginjalnya.”Iva mengangguk-angguk
Last Updated: 2026-06-30
Chapter: BAB 17Ivanka betul-betul menikmati interaksinya bersama para volunteer yang terdiri dari mahasiswa, pekerja, bahkan turis. Apalagi ketika ia bisa berbagi cerita bersama anak-anak itu, kebahagiaannya jangan ditanya. Matahari telah terbenam saat rombongan itu turun bersama dengan hati-hati. Sudah ada jalanan yang biasa dilewati oleh penduduk setempat tapi bagi pendatang yang baru pertama kali seperti Ivanka, tetap harus waspada karena lumayan curam."Sampai ketemu minggu depan!" Pak Setia melambai ke arah rombongan volunteer.Iva melakukan hal yang sama. "Jaketnya sudah dipakai... Iva?" Lidahnya menggantung begitu saja, terasa kaku saat berusaha mengucap nama itu tanpa embel-embel 'bu'."Sudah Kang." Iva naik ke boncengan guru olah raga itu. masih dengan semangat yang sama. Karena tadi Iva memberitau panggilan akrabnya, Setiawan juga memberitau panggilan akrabnya yaitu Wawan tapi rasanya lebih nyaman memanggil lelaki yang lima tahun lebih tua darinya itu dengan sebutan 'kang' saja.Motor be
Last Updated: 2026-06-29
Chapter: BAB 16Silva cemberut tapi mengambil sendok dan mulai menyuap. "Emh... enak banget mas. Beli dimana?"Elang terdiam sejenak kemudian mengangkat bahu. "Aku nggak tau tadi anak proyek yang aku minta membeli ini.""Tanyakan ya mas, ini bumbunya pas banget. Sawinya juga sesuai dengan seleraku, nggak kematengan."Selera makannya malah menguap mendengar pujian Silva pada masakan Ivanka. Elang tak pernah tau kalau Ivanka bisa memasak. Seingatnya, mama mertuanya malah meminta maaf kepada mamanya karena Ivanka nggak pernah ke dapur."Mas, kok diem sih?""Karena permintaanmu sulit Va. Aku hanya asal menyuruh tadi. Aku sudah nggak ingat anak proyek yang mana yang berangkat mencari tumis ini." Geramnya. Mendadak ia merasa jengkel pada kekasihnya. "Apa aku harus membuat pengumuman untuk mencari pekerja yang sudah membelikan tumis sawi ini?"Silva meminggirkan sejenak meja nampan di depannya. Perempuan itu beringsut mendekati kekasihnya, melingkarkan tangannya ke pinggang Elang. Perlahan telapak tangan Iv
Last Updated: 2026-06-28
Chapter: BAB 15Belum juga sepuluh menit, ternyata Ivanka yang awalnya bertekad menunggui motor Mang Sarif diservis sampai selesai, memilih untuk pulang saja. Kerusakannya cukup banyak karena motor itu ternyata tak terawat sehingga tak akan selsai dalam satu - dua jam.Meskipun meragu, ia akhirnya menghubungi pak Setia. Tak sampai lima menit lelaki berkulit putih itu sudah tiba di depan bengkel.Iva membelalak takjub. "Kok cepet pak?""Biasa anak kos. Kalau dapat tawaran makan gratis paling cepet." Setiawan menyahut asal, menyembunyikan kenyataan kalau sejak awal ia memang tak melaju kencang, hanya merayapkan motornya pelan di belakang motor Ivanka. Ia merasa serba salah mau menolong saat motor matc itu bermasalah, takut dikira mau pedekate. Tapi tepat saat ia bersiap pergi setelah Ivanka berhasil mencapai bengkel sendiri, guru baru itu menghubunginya. Ini yang dinamakan pucuk dicinta ulam tiba. Setiawan langsung melajukan motor bebeknya.Sambil mengenakan helm-nya, Iva tertawa kecil. "Maaf ya pak,
Last Updated: 2026-06-26
Chapter: BAB 14"Ide bagus bu." salah satu guru, bu Mira menyahut."Lagipula rumahnya nggak terlalu jauh dari sini." Sekarang bu Euis yang menambahkan.Dari posisinya yang agak terlindung, Iva mendengarkan itu semua dengan dada berdentam-dentam nyeri. Apakah ia berani bertemu secara langsung dengan pemilik hati suaminya? "Bu Iva, seingat saya di sekolah yang lama mengajar SD ya?" Suara bu Titik membuat Iva mengangkat kepala. Beberapa guru yang semula berdiri rapat di depannya bergeser sehinga perempuan bertubuh subur itu kini berhadapan dengan Iva."Benar bu." Gadis itu lega karena percakapan tentang suami dan kekasih suaminya berhenti sampai disitu saja."Kalau begitu nanti bu Iva bisa membantu di grup SD ya, sebentar lagi mereka datang." Senyuman bu Tutik masih sama hangatnya dengan kemarin."Baik bu." Iva mengekori pak Setia, sahabat barunya di sekolah ini."Anak-anak SD di kota mungkin lebih kooperatif karena orang tua mereka bisa membantu guru mengedukasi anaknya di rumah. Disini enggak bu. Mal
Last Updated: 2026-06-25
Chapter: BAB 13Elang melajukan mobilnya menembus hujan. Mbok Narmi, perempuan tua yang ia bayar untuk menemani kekasihnya menghubungi. Demam Silva meninggi, kekasihnya itu juga terus-terusan muntah. Lokasi rumah dimana ia mengontrakkan Silva berada tepat di belakang lokasi project. Di sebuah pemukiman padat penduduk. Harusnya Elang tak perlu datang karena kekerabatan di perkampungan tidaklah sama seperti di kota yang individualis. Tetangga kanan - kirinya akan sigap menolong kalau Silva butuh sesuatu tapi sifat Silva memang tertutup dan Elang tak menyalahkannya.Mau ikut ke kota kecil ini saja sudah membuatnya merasa begitu beruntung. Perempuan lain belum tentu mampu beradaptasi. Ivanka contohnya, si cerewet manja yang bisanya cuma jadi beban. Godammit, sekedar mengingat istrinya saja ia sudah kesal.Everest Elang berbelok memasuki pekarangan rumah Silva. Ciri khas lain dari kota kecil ini adalah pekarangan yang memadai meskipun pemukiman cukup padat. Derasnya hujan membuat pakaiannya tetap basah
Last Updated: 2026-06-24