Chapter: Yoko Marah.Yoko menghela napas panjang lalu memegang keningnya. Kepalanya terasa sakit mendengar perkataan Sari. “Maafkan saya, Pak. Saya hanya menyampaikan saja,” ucap Sari lalu ia menyelempangkan tali tas ke bahunya kemudian ia berdiri. “Sudah magrib, saya pamit pulang dulu. Terima kasih atas hidangannya yang lezat.”Yoko mengangkat wajahnya. “Saya antar Ibu kembali ke rumah sakit.” Yoko bangun dari tempat duduk lalu ia berjalan menuju ke kasir. Sari mengikuti Yoko.Setelah membayar makanan, mereka pun berjalan menuju ke mobil. Yoko membuka kunci mobil dengan remote, tetapi Sari tidak masuk ke mobil. “Pak, biar saya naik ojek ke rumah sakit,” kata Sari sekali lagi.“Saya sudah janji akan mengantar Ibu kembali ke rumah sakit.” Yoko pun masuk ke mobil. Terpaksa Sari masuk ke dalam mobil.Selama di perjalanan Yoko diam, ia fokus menyetir mobil. Sari merasa tidak enak kepada Yoko. Ia pun memutuskan untuk melihat ke samping mobil daripada melihat Yoko yang sedang marah...Pada suatu malam ketika
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Foto Nena.Sari mengeluarkan telepon seluler dari dalam tas, tetapi ia tidak langsung memberikan kepada Yoko. Ia ragu untuk diberikan kepada Yoko. Sari memegang telepon seluler dengan kedua tangannya, ia menutup bibirnya, pelipisnya berkeringat dan tangannya gemetaran.Yoko melihat gerak-gerik Sari seperti ada yang disembunyikan kepadanya. “Kenapa?” tanya Yoko. “Bu Sari bilang saya boleh melihat telepon seluler Pak Taufik.”Sari menarik napas panjang lalu memberikan telepon seluler kepada Yoko. Yoko langsung mengambil telepon seluler itu dan membuka layarnya. Ia menggulir layar telepon seluler, sepertinya yang ia cari tidak ketemu. “Suamimu sudah menghapus semua pesan yang dikirim ke istri saya,” ujar Yoko.“Mereka mengirim pesan menggunakan aplikasi lain.” Sari menyebut nama aplikasi novel online, Yoko langsung membuka aplikasi yang dikatakan Sari. Ia pun menemukan percakapan antara Taufik dan istrinya.“Sialan!” Wajah Yoko memerah membaca percakapan Taufik dan Nena dan melihat foto mereka yang
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Hana.Yoko memperhatikan foto yang diperlihatkan Sari. Keningnya terlihat berkerut. “Dari mana Ibu mendapatkan foto ini?” tanya Yoko.“Saya mendapatkan dari telepon seluler suami saya,” jawab Sari.Wajah Yoko berubah menjadi kaku, senyumnya menghilang, ia menatap Sari dengan tajam. “Saya mau lihat telepon seluler suami Ibu!” kata Yoko dengan tegas. “Saya ingin tahu rahasia apa saja yang mereka simpan selama ini.”“Jangan di sini, Pak. Tidak enak dilihat orang lain, lagipula ada Hana. Jangan sampai ia mengetahui tentang masalah ini!” jawab Sari.Yoko menghela napas panjang. “Baiklah, besok sore kita bertemu lagi di taman ini,” ujar Yoko. “Saya minta nomor telepon Bu Sari.” Yoko mengeluarkan telepon seluler dari saku celana.Sari mengerut kening. “Untuk apa?” tanya Sari. Baginya, mereka cukup janjian bertemu di taman ini tanpa harus saling menghubungi melalui telepon.“Untuk menghubungi Bu Sari jika saya ada halangan,” jawab Yoko sambil mengetik layar telepon seluler. Alasan Yoko bisa ia meng
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Rahasia Taufik.Foto-foto perempuan itu memenuhi galeri telepon seluler Taufik. Baik sedang bergaya sendiri ataupun sedang berdua dengan Taufik. Bahkan ada video Taufik dan perempuan itu yang sedang bercanda di dalam kamar hotel. Video itu sangat vulgar karena pakaian yang mereka gunakan sangat minim. Ia merasa iri dengan perempuan itu karena ia belum pernah melakukan hal itu bersama suaminya.Sari menggulir layar ke bawah, ternyata terdapat banyak foto-foto Taufik yang membuatnya ingin muntah. Bahkan foto-foto itu dibuat di kamar mandi rumah mereka. Sari menghela napas panjang, ternyata banyak yang Taufik lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuannya. Bahkan banyak foto-foto perempuan itu yang membuatnya ingin muntah. Ternyata mereka saling mengirimi foto-foto yang tidak senonoh.Sari mengakhiri menggulir galeri foto, ia tidak kuat lagi melihat foto-foto mereka yang membuatnya muak dan ingin muntah. Bahkan ia tidak menemukan satu pun foto dirinya di galeri telepon seluler Taufik. Sari merasa sedi
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Bukti yang Menyakitkan.David menghentikan pekerjaannya setelah mendengar pertanyaan lalu ia menjawab, “Memang suami Ibu mengalami kecelakaan tunggal, tetapi suami ibu tidak sendirian si mobil. Ada orang lain di dalam mobil selain suami Ibu.”Tubuh Sari seketika seperti tersengat listrik mendengar jawaban David karena setahu Sari suaminya pergi sendiri. ‘Siapa yang berada di mobil A Taufik? Apakah dia teman kantor A Taufik?’ tanya Sari kepada dirinya sendiri.Tak lama kemudian pintu pun terbuka, seorang laki-laki berdiri di depan pintu. David langsung menoleh ke pintu. “Ah, Pak Yoko sudah datang. Silahkan masuk, Pak!”Sari ikut menoleh ke pintu untuk melihat siapa yang datang. Seorang laki-laki berpakaian rapih masuk ke ruangan. Ia perhatikan wajah laki-laki itu, sepertinya ia pernah lihat. Ternyata laki-laki itu adalah laki-laki yang pernah pernah datang ke ruang IGD untuk menemui David. ‘Mau apa dia ke sini?’ tanya Sari di dalam hati.Laki-laki itu berdiri di belakang kursi yang berada di sebelah tempat du
Last Updated: 2026-07-07
Chapter: Rumah SakitSari duduk termenung di ruang tunggu rumah sakit. Matanya menatap pintu masuk ruang Instalasi Gawat Darurat. Dua jam yang lalu ia mendapat telepon dari polisi. “Suami Ibu mengalami kecelakaan tunggal di tol Cipali. Kondisinya dalam keadaan kritis. Kami akan membawa suami Ibu ke rumah sakit umum di kota Bandung.”Dua puluh menit yang lalu mobil ambulans yang membawa Taufik sudah sampai di rumah sakit yang dituju. Namun, Sari belum diperbolehkan melihat keadaan Taufik. Perawat rumah sakit menyuruhnya menunggu di ruang tunggu. Hingga sekarang belum ada perawat yang keluar memanggilnya.Sari menghela napas panjang lalu menoleh ke samping. Tak jauh dari tempat ia duduk ada seorang laki-laki berpakaian rapih. Wajahnya terlihat gelisah sambil sesekali menghela napas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.“Keluarga Nena Kurniasih.” Terdengar suara seorang suster memanggil keluarga pasien.“Ya.” Laki-laki itu langsung berdiri dari tempat duduk lalu menghampiri suster yang sedang berdiri d
Last Updated: 2026-07-07