Share

Selingkuh Dibalas Selingkuh.
Selingkuh Dibalas Selingkuh.
Author: Deche

Rumah Sakit

Author: Deche
last update publish date: 2026-07-07 11:59:50

Sari duduk termenung di ruang tunggu rumah sakit. Matanya menatap pintu masuk ruang Instalasi Gawat Darurat. Dua jam yang lalu ia mendapat telepon dari polisi. “Suami Ibu mengalami kecelakaan tunggal di tol Cipali. Kondisinya dalam keadaan kritis. Kami akan membawa suami Ibu ke rumah sakit umum di kota Bandung.”

Dua puluh menit yang lalu mobil ambulans yang membawa Taufik sudah sampai di rumah sakit yang dituju. Namun, Sari belum diperbolehkan melihat keadaan Taufik. Perawat rumah sakit menyuruhnya menunggu di ruang tunggu. Hingga sekarang belum ada perawat yang keluar memanggilnya.

Sari menghela napas panjang lalu menoleh ke samping. Tak jauh dari tempat ia duduk ada seorang laki-laki berpakaian rapih. Wajahnya terlihat gelisah sambil sesekali menghela napas panjang dan mengusap wajahnya dengan kasar.

“Keluarga Nena Kurniasih.” Terdengar suara seorang suster memanggil keluarga pasien.

“Ya.” Laki-laki itu langsung berdiri dari tempat duduk lalu menghampiri suster yang sedang berdiri di depan IGD. Suster itu menyuruh laki-laki itu mengikutinya masuk ke IGD.

Sari kembali menghela napas panjang, kapan ia akan dipanggil perawat? Padahal mobil ambulas yang membawa Taufik datangnya bersamaan dengan ambulans yang membawa keluarga laki-laki itu. Ia dan laki-laki itu sama-sama disuruh menunggu di ruang tunggu IGD. Namun, laki-laki itu lebih dahulu dipanggil oleh perawat.

Sari menundukan kepala lalu memainkan cincin nikah yang melingkar di jari manis. “Keluarga Taufik Solihin.” Terdengar suara perawat memanggil nama suami Sari.

Sari langsung mengangkat wajahnya, “Ya.” Ia bangun dari tempat duduk lalu menghampiri perawat itu. “Ibu ikuti saya.” Perawat itu masuk ke dalam ruang IGD, Sari ikut masuk ke ruang IGD.

Perawat itu membawanya masuk ke sebuah ruangan. Di dalam ruangan itu banyak pasien laki-laki yang terbaring di atas tempat tidur. Perawat itu berhenti di tempat tidur yang paling ujung. Di dekat tempat tidur pasien ada dokter dan polisi yang sedang berbicara.

Perawat mengatakan sesuatu kepada dokter, dokter dan polisi menoleh ke Sari. “Keluarga Pak Taufik?” tanya dokter Idam.

“Iya, Dok. Saya istrinya,” jawab Sari.

“Silahkan, Bu.” Dokter Idam dan polisi yang bernama David memberi Sari ruang agar Sari bisa melihat keadaan Taufik. Sari mendekati tempat tidur. Ia melihat suaminya berbaring di atas tempat tidur dengan tidak sadarkan diri. Ada beberapa luka di wajah dan tubuh suaminya. Di sebelah kanan tempat tidur ada monitor ICU yang memantau kondisi vital suaminya. Sedangkan di tangan kiri ada selang infus yang menempel.

Sari mengusap kepala suaminya dengan lembut. Air matanya menggenang di pelupuk matanya, ia sedih melihat keadaan suaminya. Seminggu yang lalu suaminya pamit hendak pergi dinas luar ke Kuningan. Sebenarnya Sari ingin ikut suaminya, tetapi suaminya melarang. Ia menyuruh Sari menunggu di rumah. Sekarang suaminya pulang dalam keadaan kritis.

Sari mengangkat wajahnya, ia menoleh ke dokter Idam yang sedang berbincang dengan David. “Bagaimana dengan keadaan suami saya, Dok?” tanya Sari dengan suara parau. Ia menahan diri agar tidak menangis meraung-raung di ruangan ini.

“Suami Ibu sedang kedaaan kritis, kami akan melakukan observasi. Suami Ibu akan dirawat di ruang ICU,” jawab dokter Idam.

Tak lama kemudian terdengar suara langkah kaki masuk ke ruangan. Langkah kaki itu berhenti di dekar tempat tidur Taufik. “Bang, suami korban ingin berbicara dengan Abang.”

Sari mengangkat kepala, ia melihat seorang polisi bernama Arifin menghampiri David. Di sebelahnya ada laki-laki yang tadi duduk bersamanya di ruang tunggu IGD. Sari mengacuhkan kedatangan Arifin dan laki-laki itu, perhatiannya kembali ke suaminya. “Pak, saya ingin tahu penyebab kecelakaan yang menimpa istri saya dan siapa yang mengemudikan mobil? Sebab istri saya pergi bersama teman-teman wanitanya bukan bersama dengan laki-laki.” Ucapan laki-laki itu terdengar jelas di telinga Sari.

David menjawab,“Kami sedang menyelidiki, Pak. Kami belum tahu pasti penyebab kecelakaan yang menimpa istri Bapak. Yang jelas ketika kecelakaan terjadi istri Bapak kami ketemukan di dalam mobil Bapak ini.”

“Apakah dia pengemudi mobil yang ditumpangi oleh istri saya?” tanya laki-laki itu. Sari terkejut mendengarnya.

“Iya, Pak,” David.

Sari tambah terkejut mendengar jawaban David. Ia mengangkat wajahnya lalu memandang ke arah David. “Ada apa, Pak?” tanya Sari sambil melirik ke laki-laki itu. Laki-laki itu menoleh ke Sari lalu menarik salah satu  sudut bibirnya, ia seperti sedang mencemooh Sari.

“Nanti Ibu akan kami beritahu setelah penyelidikan kecelakaan ini selesai,” jawab David. Setelah itu laki-laki itu dan Arifin meninggalkan ruangan.

.

.

Beberapa hari kemudian Sari datang ke Polda Jawa Barat. Ia diminta datang untuk mendengarkan keterangan dari polisi mengenai hasil penyelidikan kecelakaan yang menimpa mobil suaminya. Sekarang ia berada di dalam ruangan di gedung direktorat lalu lintas. Di hadapannya sudah ada AKBP David, polisi yang menangani kasus kecelakaan suaminya.

Namun, ketika ia datang David tidak langsung membacakan hasil penyelidikan. “Tunggu sebentar, Bu. Kita masih menunggu keluarga korban yang lain,” ujar David sambil membereskan dokumen yang berada di hadapannya.

Sari mengerut kening lalu menatap wajah David. “Bukankah suami saya mengalami kecelakaan tunggal? Mengapa ada korban yang lain?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Takut Dilihat Orang Lain.

    Sari sengaja memilih warteg karena ia merasa tidak enak kepada Yoko yang sering mengajaknya makan di restoran mahal. Ia tahu Yoko harus mengeluarkan kocek yang banyak setiap kali makan bersamanya.“Iya, nggak apa-apa. Tapi mengapa harus di warteg? Kan masih banyak warung makan lainnya. Bu Sari boleh milih rumah makan yang ingin Bu Sari kunjungi. Bu Sari makan di warteg kalau sedang bersama suami Bu Sari. Tapi kalau Bu Sari sedang bersama saya silahkan pilih rumah makan atau restoran yang Bu Sari inginkan, ” ujar Yoko sambil menyetir mobil.“Pak Yoko belum pernah makan di warteg?” tanya Sari.“Saya pernah makan di warteg kalau saya sedang makan sendiri atau makan bersama teman-teman saya,” jawab Yoko. “Tapi saya tidak pernah membawa perempuan makan di warteg. Kasihan nanti kepanasan dan kena asap rokok, “ lanjut Yoko.Ternyata Yoko suka memperlakukan perempuan dengan spesial. Alangkah bahagianya Nena diperlakukan manis oleh Yoko. Tapi cinta tak pernah memakai logika. Nena lebih suka b

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Ricuh

    Yoko dan Sari sama-sama terkejut mendengarkan ucapan ibu mertua Yoko. Ternyata ibu mertua Sari dan mertua Yoko saling mengenal.“Eh, anak kamu yang kegatelan deketin anak saya. Udah tau anak saya udah menikah. Masih aja ngedeketin anak saya!” seru Nur yang nggak mau kalah.“Anak kamu tuh yang sering nyamperin dan ngedeketin anak saya! Padahal anak saya udah punya suami dan anak. Menantu saya orang kaya, nggak kere seperi anakmu!“ seru mertua Yoko.Akhirnya terjadi keributan di lorong rumah sakit. Nur dan mertua Yoko saling menghina satu dengan yang lain. Tatang dan ayah Nena mencoba meleraikan perseturuan kedua wanita itu. Sedangkan Yoko dan Sari cuma diam. Mereka syok setelah mendengar ucapan mereka. Ternyata Taufik dan Nena dulunya adalah sepasang kekasih. Hubungan mereka tidak direstui oleh orang tua mereka.Keributan kedua wanita itu dileraikan oleh satpam. Yoko dan ayah Nena membawa pergi ibu Nena dari tempat itu. “Ayo kita pulang!” Tatang membawa Nur menuju ke tempat parkir mob

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Mertua vs Mertua.

    Sari meletakkan telepon seluler di atas nakas. Mungkin Yoko sedang sibuk dengan pekerjaannya atau ia sedang mengasuh Hana. Sari memutuskan untuk mandi terlebih dahulu. Baru saja ia berjalan beberapa langkah, telepon selulernya berdering.Sari mengurungkan niatnya untuk mandi. Ia mengambil telepon seluler di atas nakas. Rupanya Yoko meneleponnya. “Hallo,” sapa Sari.“Hallo, Bu Sari. Tadi Ibu nelepon saya?” tanya Yoko.“Iya, Pak.” Sari pun menceritakan rencana ibu mertuanya.“Nggak apa-apa, Bu Sari. Kita tunggu saja sampai ibu mertua Ibu Sari pulang,” jawab Yoko.“Ya sudah, kalau begitu saya mandi dulu.” Sari hendak mengakhiri percakapannya.“Bu Sari.” Yoko memanggil Sari.“Ya, Pak Yoko?” tanya Sari.“Dandan yang cantik, ya. Dan yang wangi!” kata Yoko.Sari terkejut mendengar perkataan Yoko. Ia tidak tau harus bagaimana menanggapi perkataan Yoko. Kalau suaminya yang mengatakan demikian, pasti hatinya sudah berbunga-bunga.“Hallo, Bu Sari.” Panggilan Yoko menyadarkan lamunannya.“Sudah du

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Tes DNA.

    Seorang pelayan datang menghampri meja Sari dan Yoko. Ia membawa minuman yang mereka pesan. Pandangan mata Sari teralihkan dari kertas yang dipegangnya tertuju pada minuman dingin yang menyegarkan. Ia merasa haus karena ia belum minum setelah menempuh perjalanan dari rumah. Sari meneguk minuman hingga tiga perempat gelas. Setelah itu ia kembali melanjutkan membaca tes DNA.Pada bagian terakhir test DNA bertuliskan ‘probabilitas terduga ayah Taufik Solihin sebagai ayah biologis dari anak Farhana Alifa Ardian adalah > 99,99% hasilnya cocok. Oleh karena itu Taufik Solihin terduga ayah tidak dapat disingkirkan dari kemungkinan sebagai ayah biologis anak Farhana Alifa Ardian.’Sari menghela napas panjang, ia sudah menduga kalau Hana adalah anak suaminya. Sari menoleh ke samping. Yoko sedang memijat keningnya, ia pasti syok mengetahui Hana bukan anaknya. “Berapa usia Hana?” tanya Sari.Yoko menoleh ke Sari. “Empat tahu, mau jalan 5 tahun.”“Berarti Hana lahir sebelum saya menikah dengan A T

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Mengajak Balas Dendam.

    Sari menatap wajah Yoko dengan mulut terbuka seperti orang bego. Ia tidak percaya orang seperti Yoko hendak balas dendam kepada istrinya sendiri. Padahal istrinya dalam keadaan koma.“Apa maksud Pak Yoko dengan balas dendam?” tanya Sari.“Saya ingin membuat mereka kapok. Jika mereka sadar nanti, mereka menyesal karena sudah selingkuh,” jawab Yoko dengan tegas.Sari merasa Yoko sedang tidak main-main. “Apa Pak Yoko mau mencabut alat bantu yang menempel pada Bu Nena?” tanya Sari dengan pelan-pelan.“Bukan!” jawab Yoko. “Kalau dengan cara seperti itu nanti saya dipenjara.”“Lantas, dengan cara apa, dong?” Sari penasaran dengan rencana balas dendam Yoko.“Kita balas mereka dengan selingkuh juga,” jawab Yoko.Sari terkejut mendengar ucapan Yoko. “Saya tidak mau. Pak Yoko saja yang selingkung dengan perempuan lain!” seru Sari. “Saya masih mencintai suami saya.”“Loh, kok, saya harus selingkuh dengan orang lain? Ibu kan istri Pak Taufik. Jadi mestinya saya selingkuh dengan Bu Sari,” ujar Yoko

  • Selingkuh Dibalas Selingkuh.   Yoko Marah.

    Yoko menghela napas panjang lalu memegang keningnya. Kepalanya terasa sakit mendengar perkataan Sari. “Maafkan saya, Pak. Saya hanya menyampaikan saja,” ucap Sari lalu ia menyelempangkan tali tas ke bahunya kemudian ia berdiri. “Sudah magrib, saya pamit pulang dulu. Terima kasih atas hidangannya yang lezat.”Yoko mengangkat wajahnya. “Saya antar Ibu kembali ke rumah sakit.” Yoko bangun dari tempat duduk lalu ia berjalan menuju ke kasir. Sari mengikuti Yoko.Setelah membayar makanan, mereka pun berjalan menuju ke mobil. Yoko membuka kunci mobil dengan remote, tetapi Sari tidak masuk ke mobil. “Pak, biar saya naik ojek ke rumah sakit,” kata Sari sekali lagi.“Saya sudah janji akan mengantar Ibu kembali ke rumah sakit.” Yoko pun masuk ke mobil. Terpaksa Sari masuk ke dalam mobil.Selama di perjalanan Yoko diam, ia fokus menyetir mobil. Sari merasa tidak enak kepada Yoko. Ia pun memutuskan untuk melihat ke samping mobil daripada melihat Yoko yang sedang marah...Pada suatu malam ketika

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status