Chapter: BAB 53: Rumah Singgah di Lembah SunyiTidak ada yang mengajarkan Yi Fang bahwa ketenangan bisa terasa seperti ancaman.Seminggu di lembah ini, dan justru ketenangannya yang paling mengusik. Tidak ada suara langkah kuda di kejauhan. Tidak ada gemerincing senjata yang terbawa angin. Tidak ada bayangan yang melintas terlalu cepat di luar batas penglihatan ketika ia mengintip lewat celah dinding rami. Hanya suara air dari ceruk batu, suara angin yang membelah barisan pinus, dan suara Hao Yu yang sesekali memukul kayu di sudut lembah sambil memperbaiki sesuatu yang selalu saja menurutnya perlu diperbaiki.Terlalu sunyi.Dan kesunyian, Yi Fang sudah cukup belajar sejak pertama kali terlempar ke dunia ini, tidak pernah benar-benar berarti aman. Kesunyian hanya berarti bahwa ancaman belum tiba. Dua hal yang sangat berbeda.Namun tubuhnya memaksa kedamaian itu diterima, karena tidak ada pilihan lain. Memar-memar di lengan dan tulang rusuknya sudah menguning di tepi—tanda pemulihan yang lambat namun nyata. Linu di persendian mulai
최신 업데이트: 2026-07-19
Chapter: BAB 52: Kehangat di Sela JemariSuara gemercik air dari ceruk batu terdengar konstan, menjadi satu-satunya ritme yang memecah keheningan lembah belakang Canglan. Uap hangat yang tipis membubung dari permukaan air, membawa bau belerang ringan yang samar, sedikit mengusir hawa beku yang mengepung pondok rami mereka sejak sore tadi. Lembah ini tersembunyi dengan baik, diapit oleh dinding-dinding batu cadas yang curam dan pohon-pohon pinus purba yang dahan-dahannya saling bertautan seolah sengaja menutupi keberadaan tempat ini dari pandangan dunia luar. Di sinilah mereka mendarat setelah gulungan arus jeram es melemparkan tubuh mereka ke tepian yang dangkal. Sebuah keajaiban yang tipis, atau mungkin takdir yang belum merelakan keduanya mati.Yi Fang duduk di atas sebatang kayu lapuk di sudut ceruk. Tubuhnya masih bergetar kecil, bukan lagi karena demam tinggi yang sempat merenggut kesadarannya semalam, melainkan karena rasa linu yang luar biasa setiap kali ia mencoba menggerakkan persendiannya. Jatuh dari tebing tinggi
최신 업데이트: 2026-07-18
Chapter: BAB 51: Sumpah di Bawah Langit CanglanDingin yang tersisa di dinding batu pondok rami itu perlahan mulai kalah oleh uap hangat dari rebusan akar salju yang mendidih di atas perapian. Namun, kehangatan itu tidak mampu mengusir kabut kelabu yang kini bergelayut di pelupuk mata Yi Fang.Napasnya masih terasa berat, sisa dari demam tinggi yang nyaris merenggut kesadarannya semalam. Setiap kali memejamkan mata, kalimat pertapa buta itu kembali terngiang di kepalanya seperti ketukan lonceng kematian yang dipalu berulang kali. Jiwa yang menumpang dua langit akan ditagih oleh keduanya. Yi Fang menatap telapak tangannya yang pucat dan dihiasi memar kebiruan. Di dunia ini, dia adalah Yi Fang, wanita pelarian yang jiwanya terikat pada kehangatan pria di sisinya. Namun di dunia yang lain, di dalam ruang ICU yang dingin dan steril, dia adalah Jia Li yang raganya sedang sekarat. Jantung elektronik yang berbunyi monoton dalam mimpinya terasa seperti jam pasir yang pasirnya terus meluncur turun tanpa bisa dihentikan."Minumlah selagi hang
최신 업데이트: 2026-07-17
Chapter: BAB 50: Distorsi Mimpi Dua DimensiBatas antara hidup dan mati sering kali hanya selembar benang tipis yang ditenun oleh ketidaksadaran. Bagi Yi Fang, benang itu kini sedang kusut, saling silang, dan menarik jiwanya ke dua arah yang berlawanan dengan kekuatan yang sanggup merobek kesadaran.Pip... pip... pip...Bunyi itu begitu monoton, ritmis, dan dingin. Suara elektronik yang asing namun terasa sangat akrab di suatu sudut ingatan Yi Fang yang paling dalam. Ia ingin membuka mata, tetapi kelopak matanya seolah telah direkat oleh timah panas. Pandangannya gelap, namun anehnya, ia bisa merasakan kilatan cahaya putih yang menyengat dari atas. Cahaya neon yang steril, bau antiseptik yang menusuk hidung, dan desau halus dari mesin ventilator yang memompa udara buatan ke dalam paru-parunya."D
최신 업데이트: 2026-07-16
Chapter: BAB 49: Pondok Baru di Balik LembahSatu hal yang tidak pernah diajarkan oleh buku sejarah atau manual bertahan hidup mana pun adalah bagaimana cara bernapas ketika setiap embusan angin terasa seperti mata pisau yang siap mengoyak paru-paru.Yi Fang meringkuk di atas tumpukan daun pinus kering, memeluk lututnya erat-erat. Di luar sana, senja di lereng belakang Canglan turun dengan lambat, membawa rona merah keunguan yang tampak indah namun menipu. Di balik keindahan warna langit itu, ada penurunan suhu ekstrem yang siap membekukan siapa saja yang lengah. Mereka memang berhasil lolos dari kepungan besi Hao Ran di tebing atas, tetapi gunung ini memiliki caranya sendiri untuk membunuh manusia secara perlahan."Jangan melamun. Suhu tubuhmu bisa turun lagi kalau kau berhenti bergerak," suara Hao Yu memecah keheningan sunyi di dalam ruang sempit itu.
최신 업데이트: 2026-07-15
Chapter: BAB 48: Fajar Baru di Balik KabutRiak air yang tenang di wilayah hilir sungai menjadi saksi bisu dari akhir sebuah pertaruhan maut yang teramat panjang. Aliran air di bagian ini tidak lagi mengamuk seperti jeram kegelapan di dalam perut bumi; mereka bergerak lambat, menyusuri lekukan lembah luar dengan gemercik yang ritmis dan damai. Di atas hamparan kerikil sungai yang halus dan licin, air yang mengalir jernih perlahan-lapan memuntahkan dua tubuh yang tampak letih ke tepian yang dangkal. Tubuh-tubuh itu terdampar di batas antara daratan kering dan aliran sungai, separuh terendam oleh sisa-sisa air dingin yang seolah enggan melepaskan mereka.Yi Fang membuka matanya dengan susah payah. Kelopak matanya terasa seberat timah, lengket oleh sisa kristal es dan uap air. Hal pertama yang menyerang indranya adalah rasa sakit yang menjalar hebat di seluruh rongga dadanya. Ia terbatuk-batuk dengan keras, mengeluarkan air dingin yang s
최신 업데이트: 2026-07-14