author-banner
Fatmah Azzahra
Fatmah Azzahra
Author

Novels by Fatmah Azzahra

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

(Bukan) Putri Buruk Rupa Menaklukkan 4 Suami Penguasa

Ellyn mati karena kepalanya terbentur lantai, akibat kesal pada kebodohan tokoh sang putri di Drama Putri Yang Terbuang : Karma Sang Putri Jahat. Namun, apa jadinya jika dirinya justru terlahir kembali dan malah menjadi sang Putri di drama tersebut. Akankah ia bisa mengubah nasib buruknya?
Read
Chapter: 70
Cengkeraman tangan Thomas di kedua bahu Liliyana bergetar luar biasa hebat.Hawa dingin dari sisa-sisa atap gubuk yang hancur seolah tak mampu menandingi kebekuan yang kini menjalar di aliran darah Sang Penasehat Hukum Utama.Sepasang netra biru ilusi Thomas membelalak lebar, memancarkan teror, permohonan, dan keputusasaan yang merobek seluruh sisa kewarasannya.Di bawah tatapan kakaknya yang sehancur itu, sisa-sisa pertahanan ego Liliyana akhirnya runtuh.Gadis remaja itu selalu menganggap kakaknya sebagai sosok yang tak tersentuh, pilar baja yang tak akan pernah goyah oleh badai emosi apapun.Namun kini, pria di hadapannya itu nyaris kehilangan akal sehatnya hanya karena membayangkan kematian seorang wanita.Bukti itu terlalu telak untuk ditampik.Sang rubah penipu benar-benar telah menyerahkan hatinya secara mutlak kepada Sang Putri Mahkota.Melihat kengerian yang menyiksa mata kakaknya, bibir Liliyana berget
Last Updated: 2026-07-31
Chapter: 69
Sumpah yang dituntut oleh Liliyana menggantung di udara, menjelma menjadi belati tak kasatmata yang menempel tepat di urat nadi kesadaran Thomas.Di dalam gubuk kayu yang nyaris rubuh itu, hanya terdengar suara angin fajar yang berembus melalui celah-celah papan lapuk, membawa hawa dingin yang menusuk tulang.Bersumpah demi roh ibunya yang telah tiada?Bersumpah demi penderitaan adik satu-satunya yang baru saja kembali dari neraka ketiadaan?Bagi Thomas, ingatan tentang sang ibu dan Liliyana adalah dua hal paling suci yang tersisa di dalam hatinya yang telah lama membusuk.Menggunakan nama mereka untuk sebuah kebohongan adalah sebuah dosa besar yang tak bisa dimaafkan.Namun, untuk mengucapkannya dengan jujur, untuk mengatakan bahwa ia sama sekali tidak peduli jika Elloist mati perlahan-lahan di dasar jurang sana, lidahnya seketika terasa kaku.Tenggorokan Sang Penasehat Hukum Utama itu seolah disumbat oleh bon
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 68
Suara mesin EKG dari dunia nyata yang berbunyi lambat dan monoton itu terus terngiang di telinga Elloist, beradu dengan dengungan milyaran jiwa Orb yang mencoba mencabik-cabik kewarasannya di dasar Jurang Dunia Hampa.Bayangan pria misterius yang menangis putus asa sambil menggenggam tangannya di ruang ICU yang dingin itu seolah menjadi jangkar terakhir yang menahan jiwanya agar tidak terseret arus kematian.Ada seseorang yang menunggunya pulang.Seseorang yang menolak melepaskannya.Di atas tahta obsidian yang sedingin es, kelopak mata Elloist yang sebelumnya nyaris tertutup rapat kini terbuka lebar.Pendaran pelangi di sudut matanya yang sempat meredup, tiba-tiba meledak dengan intensitas cahaya keemasan yang seribu kali lebih terang.Cahaya suci itu menyapu miasma ungu kehitaman yang mencekik lehernya, memaksa pasukan Orb mundur beberapa jengkal."Kau benar, Momo," bisik Elloist dengan suara serak, darah seg
Last Updated: 2026-07-30
Chapter: 67
Siksaan abadi di dasar Jurang Dunia Hampa seolah telah merampas seluruh konsep waktu. Di atas tahta obsidian yang sedingin es, tubuh Elloist terkulai tak berdaya. Miasma kegelapan terus menerus merobek jaringan selnya, sementara Kekuatan Penyembuh Level SSS bekerja secara brutal menjahitnya kembali. Di tengah siksaan tanpa akhir itu, kesadaran sang Putri Mahkota perlahan memudar. Keputusasaan telah menelan sisa-sisa semangatnya. Rasa rindu pada kehidupan lamanya yang sederhana, kamar kos yang sempit, pekerjaan pabrik yang melelahkan, dan semangkuk mie instan di akhir bulan, terasa jauh lebih berharga daripada penderitaan menjadi inang bagi miliaran entitas ketiadaan ini. 'Aku menyerah ... Tolong, pulangkan aku. Aku tidak sanggup lagi,' rintih batin Elloist, membiarkan kegelapan mulai menutup pandangannya. Ia siap melepaskan segalanya. Namun, tepat ketika benang ke
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 65
Malam turun menyelimuti ibu kota Kerajaan Moon dengan kepungan awan mendung yang teramat pekat. Rintik hujan yang dingin kembali mengguyur, mengetuk-ngetuk pelan jendela kaca patri di paviliun pribadi Sang Penasehat Hukum Utama. Namun, di dalam kemewahan bangunan sutra dan kayu gaharu tersebut, hawa dingin yang sesungguhnya tidak berasal dari cuaca di luar sana, melainkan dari ketegangan yang menyesakkan dada penghuninya.Di depan salah satu pintu kamar tamu terbesar dan termewah yang kini ditempati oleh adiknya, Thomas berdiri mematung. Pria berekor sembilan itu telah berganti pakaian, namun raut kelelahan yang luar biasa masih tercetak jelas di wajah tampannya. Sepasang netra biru ilusinya menatap ukiran pintu kayu itu dengan sorot yang sarat akan pergolakan batin yang menyiksa.Logikanya sebagai seorang manipulator ulung tengah bertarung habis-habisan melawan kasih sayangnya sebagai seorang kakak. Aroma feromon estrus Elloist, wangi madu liar dan terat
Last Updated: 2026-07-29
Chapter: 65
Tuduhan absolut yang dilontarkan Liliyana menggelegar di dalam kamar yang temaram itu, menghantam akal sehat Thomas bagai palu godam raksasa. Udara di sekeliling mereka seolah membeku. Sepasang netra biru ilusi Thomas membelalak sempurna. Untuk sesaat, topeng kelicikan Sang Penasehat Hukum Utama yang selalu terpasang rapi itu retak, memperlihatkan kekosongan dan kepanikan murni yang selama ini ia kubur dalam-dalam. Namun, sebagai siluman rubah yang hidup dari manipulasi, insting pertahanan diri Thomas merespons dengan cepat. "Jatuh cinta?!" Thomas tertawa. Tawa itu terdengar sangat keras, sumbang, dan dipaksakan, menggetarkan dinding kayu paviliun. Pria berekor sembilan itu memalingkan wajahnya, mengibaskan lengan jubah sutra peraknya dengan kasar. "Kau sudah gila, Liliyana! Apakah udara di permukaan membuat otakmu rusak?! Kau menuduh aku jatuh cinta pada pelacur iblis yang telah membantai tetua kita? Wanita yang mengikat leherku seperti anjing dan membuangmu ke neraka ketiad
Last Updated: 2026-07-29
DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA

DIBUANG SUAMI, DIRATUKAN AKTOR TERNAMA

Dipaksa menggugurkan kandungan saat perceraian baru saja terjadi, membuat Alisha nekat melarikan diri. Namun, apa jadinya jika hal itu justru membuatnya kembali bertemu dengan masa lalu yang telah ia lupakan. Tetapi, masih menyimpan dendam padanya? Akankah Alisha menemukan bahagia?
Read
Chapter: 21
'Brengsek!' batinku memaki dengan keras. Aku bahkan menggertakkan gigiku bersama tubuh menegang. Namun, aku sadar ini bukan saatnya untuk meladeni ucapannya. Terlebih Marissa lebih penting daripada mereka semua. Lalu, dengan seluruh keberanian dan kekuatan penuh, ku dorong kuat pundak Sandra hingga terjengkang mundur. "Minggir!" bentak ku dengan keras sambil berjalan melewatinya tanpa melepaskan genggaman tangan, membuat Marissa mengikutiku. Meskipun aku tidak bisa menampik, jika jantungku sudah seperti genderang yang sedang ditabuh. Bersamaan dengan suara pekikan yang terlontar dari bibir merahnya, melengking sangat keras, "Arghhh!" Aku dan Marissa terus berjalan. Namun, dari belakang terdengar lengkingan suaranya, "Heh! Wanita sundal! Berani sekali kamu mendorong ku sampai hampir jatuh?!"
Last Updated: 2026-07-01
Chapter: 20
Lebih terkejut lagi, saat kurasakan sebuah tangan memegang pundak kananku. Aku tanpa sadar menegang. "Mommy, Ibu itu siapa?" Pertanyaan Marissa membuatku menunduk, menatap ke arahnya yang balas menatapku polos. "Mommy gak kenal," sahut ku berbisik yang dibalas Marissa dengan mulut membulat. "Ayo pergi!" ajakku sambil mengulas senyum tipis. Marissa mengangguk pelan. Kami pun kembali melanjutkan langkah. Namun, suara Sandra justru kembali terdengar, "Kamu Alisha, bukan? Mantan istri Dokter Kennan!" "Maaf, kamu salah orang," sahut ku cepat sembari mengubah gaya bicara, berharap dirinya tidak mengenali. "Masa sih?" Aku enggan berbalik, malah mempercepat laju kaki. Namun, lagi-lagi kami harus menghentikan langkah saat Ibu Avan justru menghadang dengan kedua tangan terentang lebar. "Mau apalagi sih?!" tanyaku menggeram marah sambil menahan suara agar tetap terdengar rendah. "Kamu dan anak kamu belum minta maaf sama saya dan anak saya. Jadi, kalian tidak boleh pe
Last Updated: 2026-06-23
Chapter: 19
"Wah! Wah! Wah! Ada apa ini? Kok rame?!" kami berempat serentak berbalik ke belakang dan mendapati seorang wanita dewasa berpenampilan glamor, dengan dandanan cetar membahana layaknya seorang artis papan atas, tengah berjalan dengan gayanya yang angkuh bersama beberapa bodyguard mengelilingi. "Eh, Mommy Ellie ternyata!" Ibu Avan terkekeh, terlihat jelas layaknya seseorang yang tengah menjilat. Yang dipanggil hanya mendelik sekilas lalu kembali menatap lurus ke depan dengan angkuh, tampak memindai sekitar. "Ada apa ini? Kok rame?!" tanya Mommy Ellie angkuh. Ibu Avan terlihat kesal diperlakukan seperti itu, yang terlihat jelas dari raut mukanya, tidak enak dilihat, walaupun hanya sekejap. Namun, bergegas tersenyum lebar, penuh maksud tersembunyi. "Biasa, Mommy Ellie. Ada sampah yang harus dibersihkan," sahut Ibu Avan menyindir.
Last Updated: 2026-06-20
Chapter: 18
'Apa Dia bilang? Anak haram?! Siapa yang Dia panggil anak haram?!'Aku menggeram marah. Suara gemeletuk gigiku terdengar beradu.Kesal! Aku teramat kesal. Terlebih saat menyadari tubuh Marissa bergetar dengan raut pucat pasi. Gegas kutarik lembut tangannya, membuatnya mendongak dengan sorot berkaca-kaca. Aku lantas memberikan senyum teduh yang kurasa bisa menguatkan dirinya."Jangan khawatir! Mommy akan melindungi kamu," bisikku. Gadis kecil itu, yang semula kulihat terpana, akhirnya mengangguk kuat sambil tersenyum lebar, tampak merasa senang karena mendapatkan perlindungan dariku. Ia bahkan mengulas senyum bahagia, yang tentu saja ikut menular padaku. "Mommy," panggilnya pelan sambil menggoyangkan ujung jaket ku. "Ya, Sayang," sahut ku lembut. "Icha takut," rengeknya sambil merapatkan tubuh padaku, membuatku merasa sedih sekaligus bertekad untuk melindunginya, apapun y
Last Updated: 2026-06-08
Chapter: 17
Richard terdiam. Bingung dan enggan memberikan penjelasan. Ia justru bergegas pergi tanpa sepatah katapun terucap. Aku yang melihat kepergiannya, hanya bisa menghela napas berat. Jujur saja aku merasa sedih. Namun, apa yang bisa kulakukan sekarang, jika dia tidak mau memberikan penjelasan. Aku lantas menarik napas dalam-dalam, lalu menoleh pada Bik Ratmi yang balas menatapku teduh. "Kenapa Dia tidak mau menjawab pertanyaanku, Bik?" Bik Ratmi menepuk pelan pundak kiriku. "Tuan sedang sibuk mempersiapkan tour ke Jepang bulan depan, Neng. Jadi, mungkin karena itu Beliau belum bisa menjawab pertanyaan Neng Lisha." Mendengar hal itu, aku terpaksa mengangguk kecil, berusaha mengerti meskipun beribu pertanyaan kini mengganjal di lubuk hati. Terlebih kala teringat pertemuan dengan wanita yang mengaku sebagai ibunya itu di ruang makan. "Sudah larut malam. Sebaiknya Neng Lisha beristirahat. Besok Neng akan mulai bertugas mengantar jemput Nona Marissa sekolah, bukan?" Suara Bik
Last Updated: 2026-06-03
Chapter: 16
Ruangan itu terasa lebih hening dan menyesakkan, hanya detak jarum jam yang membuat suasana sedikit lebih hidup. Richard bahkan terlihat menunduk enggan menoleh ataupun bersuara sepatah katapun. Membuat sosok yang kini tengah duduk di seberangnya mendengkus keras pertanda kesal diabaikan. "Jelasin sama mama, Ri! Kenapa wanita sialan itu ada di luar?" Suara Nadhira berdesis dengan urat-urat wajah sedikit menonjol di balik wajah keriput nya. Bagaimanapun juga ia sekarang berusia 67 tahun, sementara Richard adalah putra bungsu kesayangannya. "Mama apain Dia?" Bukannya menjawab, Richard justru balik bertanya sambil mengangkat pandangan, balas menatap lurus sang bunda. Sorot matanya terlihat tajam, seolah-olah tengah membangun perisai guna melindungi sesuatu atau seseorang. "See?! Kamu gak berubah, Ri." Nadhira terlihat kecewa karena lagi-lagi sang putra tercinta berani melawannya karena orang yang sama. Ia sama sekali tidak berusaha menutupi wajah sedihnya itu, justru memperlih
Last Updated: 2026-06-02
Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

Okahara Nami menyukai kakak kelasnya yang bernama Juniansyah alias Juun, siswa pertukaran pelajar antara Indonesia dan Jepang sejak mereka masih SMU hingga menjadi dokter residen di rumah sakit Tokyo. Namun, tembok tinggi diantara mereka membuat perasaan cinta itu sulit menemukan ujung dermaganya. Akankah Nami berhasil menjadi mualaf agar bisa bersama sang pujaan hati ataukah gagal karena masa lalunya menghalangi?
Read
Chapter: KPKDS-34
Juun akhirnya menjelaskan semuanya tanpa satupun yang tertinggal. Sementara Abi Rahmat, hanya bungkam seribu bahasa, enggan menginterupsi sedikitpun. Hanya hela napas berat bersama gumam istighfar yang senantiasa lolos dari bibirnya sebagai respon atas semua berita buruk ini. Juun akhirnya ikut terdiam setelah sekian lama berucap. Ia ikut menghela napas pendek, pasrah akan keputusan sang ayah. Abi Rahmat berjalan perlahan ke arah tembok kawat yang ada di rooftop hingga angin senja meniup rambut pendeknya yang sudah dipenuhi uban. Matanya menatap lurus ke arah matahari tenggelam di antara gedung-gedung yang berseberangan dengan rumah sakit. "Apa yang akan kamu lakukan sekarang, Ian?" tanya Abi Rahmat tanpa menoleh pada sang putra yang kini ikut berdiri di samping kirinya, Juun ikut mengarahkan pandangan kemana ayahnya memandang. "Aku mencintainya, Abi. Tapi, jika Abi tidak berkenan? Aku —""Apa kamu akan berhenti berjuang?!" tegur Abi
Last Updated: 2024-07-31
Chapter: KPKDS-33
Ummi Fatimah pun terpaksa menceritakan semua yang terjadi pada suaminya, di ma a lelaki itu hanya bisa bungkam seribu bahasa. Sesekali terdengar ucapan istighfar lolos dari celah bibirnya yang kini mulai tertutupi dengan kumis. "Bagaimana menurut, Akang?" tanya Ummi Fatimah cemas. "Panggil Ian kemari. Tapi, sebelum itu..., Akang mau melihat keadaan Nami. Neng mau ikut?" ajak Abi Rahmat seraya mengulurkan tangan kanannya disertai tatapan lurus menghujam mata. "Iya, Kang. Neng ikut!" tukas Ummi Fatimah bersemangat sambil menerima uluran tangan. Keduanya lantas berjalan bersisian ke arah luar guna mencari ruangan Nami dirawat. "Oh ya, Akang mengerti, ya, isi pembicaraan orang-orang?" tanya Ummi Fatimah setelah suaminya bertanya pada salah seorang petugas keamanan mengenai ruang rawat Nami yang baru. "Sedikit-sedikit, Sayang. Akang diam-diam setiap malam belajar Bahasa Jepang, biar gak bingung saat diajak berinteraksi dengan calon besan
Last Updated: 2024-07-24
Chapter: KPKDS-32
Nami enggan menjawab, ia justru segera berjalan cepat ke arah jendela hingga membuat Ummi Fatimah semakin terkejut saat melihat Nami membuka kaca, lalu melompat ke bawah. "NAMI!" Ummi Fatimah berteriak kencang d bersama degup jantung berdetak kencang seraya berlari ke arah jendela. Wanita itu segera melongok ke bawah bersama seluruh perasaan takut mendera. Namun, akhirnya ia bisa bernapas lega saat melihat di bawah sana sang putra tengah memeluk Nami yang lemas dalam dekapan. Ummi Fatimah bahkan tanpa sadar mengucap syukur karena Nami selamat. Sementara itu, Juun segera menggendong Nami ala bridal, lalu meletakkannya di atas brankar yang segera didorong oleh para perawat menuju ruang perawatan. Salah seorang dokter, rekan sejawatnya bahkan segera menepuk pundak Juun seraya berujar dengan nada menguatkan, "Kamu harus kuat, Dokter Juun. Hanya kamu yang bisa menguatkan Dokter Nami saat ini. Lagipula kami semua men
Last Updated: 2024-07-24
Chapter: KPKDS-31
Nami bungkam seribu bahasa. Kepalanya bahkan tertunduk dalam, tidak berani mengatakan isi hatinya yang kini tidak berbentuk lagi akibat peristiwa buruk yang telah terjadi padanya. Ummi Fatimah pun berusaha mengerti. Ia ikut bungkam, membiarkan Nami berkutat dalam lamunan. Hanya jemarinya yang menggenggam sebagai bentuk jika dirinya perduli pada sang calon menantu. Nami perlahan mengangkat kepala, menatap wajah teduh Ummi Fatimah yang kini melepaskan niqab miliknya. Sementara Juun dan Abi Rahmat pergi keluar guna bicara empat mata. "Ummi, apakah saya boleh mengatakan sesuatu?" ujarnya meminta dengan sopan, meskipun suaranya terdengar serak."Katakan saja, Nak! Apa yang ingin kamu bicarakan?" ujar Ummi Fatimah, mengijinkan. Nami terdiam, kesedihannya terasa mencekam. Ummi Fatimah mengangguk sambil tersenyum hangat. "Katakanlah, Nak."
Last Updated: 2024-07-24
Chapter: KPKDS-30
Juun terdiam. Matanya menatap tajam pada Nami yang balas menatapnya datar. "Omong kosong apa yang baru saja kamu ucapkan, Nami Chan?" tanyanya geram.Nami tersenyum sinis. Ia membalas tatapan itu tidak kalah dingin. "Ba yi sia lan itu, Juun. Apa dia sudah ma ti?"Juun menggebrak tepi brankar hingga membuat Nami terkejut setengah mati. Jantungnya terdengar berdetak kencang, namun gadis itu berusaha untuk tidak menjerit. Ia bahkan semakin menatap dingin pada sang kekasih."Aku rasa otakmu perlu dicuci hingga bersih agar berhenti mengatakan sebuah omong kosong." Suara Juun terdengar berdesis kuat. Ia tidak mampu lagi menahan emosinya hingga tanpa sadar mengatakan sesuatu yang buruk."Ya, tentu saja." Nami menyahut dengan santai, terlihat tidak merasa bersalah sedikitpun."Agar otakku tidak mengingat kembali jika ja nin sia lan itu masih bersarang di rahimku." Nami melanjutkan ucapannya.Juun menggeram. Ia bahkan melepaskan pegangan tangannya dengan sedikit kasar hingga Nami pun semakin te
Last Updated: 2024-05-05
Chapter: KPKDS-29
Baju Juun penuh dengan da rah yang tentu saja berasal dari Nami. Sementara gadis itu kini telah berada di dalam ruang operasi tempat mereka bekerja guna menyelamatkan nyawanya.Dirinya tidak diijinkan ikut serta karena semua teman-temannya khawatir lelaki itu tidak bisa bertindak profesional. Apalagi saat melihat wajah panik juga lolongan histeris yang ia berikan beberapa saat yang lalu.Juun duduk di atas kursi tunggu sembari mengacak-acak rambutnya hingga berantakan dengan kepala tertunduk dalam. Sementara Aisyah ikut duduk di samping kanannya, mengusap punggung sang kakak guna memberikan dukungan."Abang," panggil Aisyah lirih sembari membersit hidungnya yang mampet dari balik niqab yang ia kenakan."Hmmm," sahut Juun menggumam, enggan mengangkat kepala. "Abang yang tenang, ya," pinta Aisyah, kembali sesenggukan.Juun tersentak. Ia lantas dengan cepat menoleh pada sang adik dengan tatapan menuntut jawaban.Aisyah lan
Last Updated: 2024-05-05
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

Sarah diceraikan Aditya karena sebuah fitnah. Saat Sarah berusaha moveon, Aditya justru kembali untuk memporakporandakan diri dan hatinya karena tidak rela wanita itu disukai oleh orang lain, bahkan mengklaim Sarah sebagai hak milik untuk selamanya. Mampukah Sarah terbebas dari jerat obsesi Aditya yang mampu menghalalkan segala cara untuk mendapatkannya?
Read
Chapter: Lebih Baik Mati
Raditya melajukan motornya dengan kencang. Sebuah pistol bahkan ia selipkan di pinggang. Wajahnya terlihat menahan murka yang teramat sangat. Suara mesin motornya meraung-raung membelah jalanan, menuju bandara. Ia lantas menghentikan laju motor begitu tiba dan beberapa petugas dengan sigap menyapanya. "Tuan!" "Siapkan penerbangan untukku sekarang juga!" "Baik, Tuan." Orang-orang itu segera melaksanakan perintah dan tak menunggu lama, Raditya telah berada di dalam kabin pesawat, tengah berusaha merilekskan tubuh sambil memejamkan mata. Kilasan kejadian beberapa saat yang lalu terlintas di benaknya, dimulai dari Chelsea yang, merecoki hingga Ia terpaksa melepaskan sebuah tembakan ke arah kepala gadis itu dan membiarkan mayatnya berada di sana. Namun, Ia menyempatkan diri menghubungi orang-orangnya agar membereskan kekacauan itu. Tanpa terasa perjalanan yang memakan waktu 12 jam pun berakhir. R
Last Updated: 2024-12-26
Chapter: Patah Hati
Aditya kembali berdecak kesal karena sosok si penelepon nampak tidak menyerah juga. Terbukti dengan banyaknya panggilan tidak terjawab di ponsel miliknya. Lelaki itupun meraih ponselnya, lalu menggeser layarnya ke ke kiri, baru setelahnya meletakkan di depan telinga kirinya. "Mo ngapain Lo nelpon gue?!" sapanya sarkas. Aditya lantas mengayunkan langkahnya menuju pintu keluar."Lo nyulik Sarah kan!" tuding sosok di seberangnya. Suaranya terdengar berburu.Aditya sedikit tersentak, namun tidak menghentikan langkahnya. "Cih! Dapat info darimana Lo?!""Lo gak perlu tau gue dapat info darimana. Yang jelas info ini pasti valid. Jadi Lo gak bisa bohongin gue, Mas. Sekarang jawab dengan jujur, Sarah sama Lo kan?!" desak sosok tersebut kembali. "Lo gak jawab. Gue kirim virus baru ciptaan gue ke jaringan punya Lo, biar sekalian Lo gak bisa kerja selama sebulan."Aditya kembali berdecak kesal, sadar jika sosok yang tak lain adalah adik kembarnya itu mulai me
Last Updated: 2024-12-23
Chapter: Dia Milikku, Bukan Milikmu
"Sudah selesai, belum?" tanya Aditya untuk yang ke sekian kalinya. Lelaki itu terlihat semakin gusar karena dirinya menilai jika Sarah sengaja berlama-lama memerah ASI nya."Belum, Mas. Sabar ken— argh!" Sarah memekik keras saat Aditya yang tiba-tiba berdiri, menarik kedua kakinya agar turun ke tepi ranjang, lalu membukanya lebar-lebar hingga Sarah terpaksa menumpukan kedua siku nya dengan posisi setengah berbaring, membuat alat pumping tidak bisa bekerja sempurna."Aku gak bisa menunggu lagi!" maki Aditya dengan wajah mengeras, dirinya lantas menyatukan diri dengan satu kali hentak."MAS! ARGH!" Sarah memekik kuat seiring hujaman demi hujaman yang Aditya lakukan terasa kembali meluluhlantakan tubuhnya.***Di tempat lain.Pintu kamar terbuka dari luar, lalu disusul seorang laki-laki paruh baya bertubuh atletis yang dibalut kemeja pas badan berwarna hitam masuk ke dalam kamar. Tak lupa lelaki itu menutup pintu perlahan, dimana ta
Last Updated: 2024-12-22
Chapter: Pumping
"Gak mikirin apa-apa, kok," elak Sarah. Wanita itu beringsut duduk saat Aditya berguling ke kiri hingga batang kejantanannya yang terkulai, terlihat jelas. "aku mau mandi dulu, ya, Mas," pinta nya sembari berdiri. Lalu berjalan ke arah kamar mandi saat melihat anggukan yang Aditya berikan.Aditya gegas ikut bangkit lalu menyusul langkah kaki Sarah dari belakang. "Aku mau ikut, jika kamu bertanya," ungkapnya menjelaskan saat dirinya melihat Sarah menatapnya dengan raut heran."Terserah," sahut Sarah pasrah. "bakal ada ronde kedua ini namanya kalau dia ikut," gumamnya di dalam hati sembari mengesah lelah. Namun tetap melangkah menuju kamar mandi.Sarah gegas masuk ke dalam, begitupula dengan Aditya yang menyusul di belakangnya, tak lupa lelaki itu menutup pintu dan mengunci nya. Sementara Sarah gegas duduk di atas toilet duduk, kemudian menuntaskan hasrat alaminya di sana.Dirinya segera bangkit berdiri, lalu hendak berjalan melewati Aditya yang men
Last Updated: 2024-12-21
Chapter: Ketagihan
"Mulai hari ini kita bertiga akan tinggal di sini," tukas Aditya, menyilakan Sarah masuk ke dalam apartemen yang telah ia buka pintunya lebar-lebar."Iya, Mas." Sarah pun bergegas masuk ke dalam, disusul Aditya baru setelahnya Gissele yang menggendong Satria, boc@h itu terlihat tertidur pulas dengan mulut dijejalkan botol dot berisi susu formula yang kini tersisa seperempat saja. "Hmmm ... Satria dan Gissele tidur dimana?" tanyanya sembari berbalik, saat dirinya telah berada di tengah-tengah ruang tamu."Satria di kamar sebelah bersama Gissele untuk sementara waktu sampai kita mendapatkan b@by sitter yang sesuai untuknya. Setelah itu, Gissele akan tinggal di unit sebelah. Jadi dia bisa jagain kalian berdua," terang Aditya, kedua tangannya ia daratkan pada kedua pundak Sarah."La-lalu aku tidur dimana?" tanya Sarah kembali dengan gugup.Aditya terkekeh kecil mendengarnya, lelaki itu gegas mengangkat tangan kanannya ke atas lalu menjentikkan jarinya
Last Updated: 2024-12-20
Chapter: Lepaskan Aku!
"Apa yang aku dapatkan jika bersedia memenuhi permintaan, Mas Adit?" tanya Sarah, menawar. Meskipun dirinya kini berada dalam pelukan Aditya."Apa yang kamu mau?" tanya Aditya balik."Bebaskan aku dan Satria," sahut Sarah lugas. Tidak perduli jika Aditya murka sekalipun."Kecuali yang satu itu, Sayang. Kamu bisa bebas meminta yang lainnya, karena sampai matipun aku gak bakal ngelepasin kamu dan Satria lagi. Cukup satu kali kebodohanku yang membuatku kehilangan dirimu dan anak kita. Aku tidak mau mengulang kebodohan yang sama untuk yang kedua kalinya," tolak Aditya sembari mengeratkan pelukannya."Maksud, Mas, apa?" tanya Sarah penasaran."Aku pengen kita rujuk lagi. Gak mungkin kan, kita terus-terusan berbuat dosa seperti ini. Yah ... meskipun ini adalah dosa ternikmat yang pernah aku rasakan. Karena bercinta denganmu adalah candu bagiku," ungkap Aditya, mengaku.Sarah tercekat. "Apa yang barusan itu, benar-benar hanya sebuah mim
Last Updated: 2024-12-18
You may also like
Pewaris Bodoh Mengguncang Dunia
Pewaris Bodoh Mengguncang Dunia
Fantasi · Donat Mblondo
4.9K views
CERMIN GERBANG CINTA
CERMIN GERBANG CINTA
Fantasi · yenmon73
4.9K views
Black Mirror (Indonesia)
Black Mirror (Indonesia)
Fantasi · R. Wardani
4.9K views
Aku Memilihmu
Aku Memilihmu
Fantasi · Yoselmie Alexandra
4.8K views
I Love Bodyguard
I Love Bodyguard
Fantasi · Gavriel
4.8K views
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status