author-banner
Erumanstory
Erumanstory
Author

Novel-novel oleh Erumanstory

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

Dalam Rengkuhan Hasrat Kakak Ipar

(Mature 21+) "Ah! Lily mau mas Dewa. Lily mau mas Dewa ada di dalam Lily." "Kamu yakin, Ly? Kamu yakin tidak akan menyesal setelahnya?" *** Kehidupan pernikahan Lily dan Aldo belakangan terasa begitu hampa. Lily merasa kesepian, dan terabaikan. Hingga kehadiran Dewa membuat Lily kembali merasakan kehangatan yang telah lama dia rindukan.
Baca
Chapter: Kelahiran Arka (Tamat)
Lampu ruang persalinan yang terang benderang menciptakan suasana yang steril namun penuh ketegangan yang sakral. Aroma disinfektan bercampur dengan harum minyak kayu putih yang sempat dioleskan Dewa ke pelipis Lily untuk menenangkannya. Di tengah ruangan, Lily berbaring di atas tempat tidur persalinan, napasnya memburu, peluh membasahi dahi dan rambutnya yang terurai berantakan di atas bantal.​Dewa berdiri tepat di sisi kepala Lily. Dia tidak melepaskan jasnya, hanya menggulung lengan kemejanya hingga siku. Tangan kanannya digenggam erat oleh Lily—begitu erat hingga buku-buku jari Dewa memutih—sementara tangan kirinya terus mengusap keringat di wajah istrinya dengan handuk kecil.​"Tarik napas dalam, Lily. Bagus... buang perlahan," suara Dokter Sarah terdengar tenang namun tegas di ujung tempat tidur. "Pembukaan sudah lengkap. Kita akan mulai saat kontraksi berikutnya datang, ya?"​Lily mengangguk lemah, matanya menatap Dewa dengan sisa-sisa kekuatan yang dia miliki. Rasa sakit yang
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: Kontraksi
Malam itu, Jakarta sedang diguyur hujan rintik yang membawa hawa sejuk ke dalam kamar utama yang temaram. Jam dinding digital di atas nakas menunjukkan pukul 02.15 dini hari. Di tengah kesunyian yang dalam, Lily tiba-tiba terbangun bukan karena suara petir, melainkan karena sensasi kaku yang meremas perut bagian bawahnya.​Dia menarik napas panjang, mencoba tenang. "Mungkin hanya Braxton Hicks," gumamnya pelan, merujuk pada kontraksi palsu yang belakangan sering dia rasakan.​Sepuluh menit kemudian, rasa remasan itu datang lagi. Kali ini lebih lama, sekitar tiga puluh detik, dan menjalar hingga ke pinggang belakang. Lily melirik Dewa yang tertidur pulas di sampingnya. Wajah suaminya tampak sangat lelah setelah lembur menyelesaikan laporan tahunan perusahaan agar bisa mengambil cuti panjang saat Lily melahirkan nanti.​Lily memutuskan untuk tidak membangunkan Dewa dulu. Ia ingat pesan Dokter Sarah."Tetap rileks, gerakkan tubuhmu agar posisi janin optimal."​Dengan perlahan, Lily turu
Terakhir Diperbarui: 2026-03-31
Chapter: Penantian Akan Berakhir
Setelah memastikan koper melahirkan tertutup rapat, Dewa tidak membiarkan Lily beristirahat begitu saja. Dia menuntun istrinya menuju sebuah pintu kayu bercat putih yang terletak tepat di sebelah kamar utama mereka. Pintu itu selama ini lebih sering tertutup rapat karena proses dekorasi yang dilakukan secara rahasia oleh Dewa dan para desainer interior.​"Sudah siap melihat istana kecil untuk anak kita?" bisik Dewa sambil memegang gagang pintu.​Lily mengangguk antusias. Begitu pintu terbuka, dia seolah melangkah masuk ke dalam dunia mimpi yang penuh dengan kelembutan. Kamar itu tidak lagi terlihat seperti ruangan kosong, melainkan sebuah ruang pamer kemewahan yang dibalut dengan rasa cinta yang mendalam.​Warna dindingnya adalah perpaduan antara warm grey dan putih tulang, memberikan kesan tenang dan lapang. Di tengah ruangan, berdiri sebuah crib atau ranjang bayi berbahan kayu ek impor dari Eropa dengan ukiran tangan yang sangat halus. Kelambu sutra tipis menjuntai dari langit-langi
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: Persiapan Persalinan
Sinar matahari sore yang hangat menerobos masuk melalui jendela besar di kamar utama, menciptakan siluet keemasan di atas ranjang king-size yang kini dipenuhi oleh berbagai perlengkapan bayi. Lily, dengan perutnya yang sudah membuncit besar namun tetap bergerak dengan anggun, sedang berlutut di atas karpet bulu yang tebal. Di depannya, sebuah tas koper berukuran sedang terbuka lebar.​Meskipun acara siraman tujuh bulanan baru saja usai beberapa hari yang lalu, Lily merasa ada dorongan naluri yang kuat untuk mulai mengepak barang-barang. Dia tidak ingin terburu-buru saat waktunya tiba nanti. Baginya, persiapan ini adalah bentuk ketenangan pikiran.​"Baju ganti untuk si kecil... sudah. Bedong kain sepuluh buah... sudah. Oh, kaos kaki mungil ini jangan sampai ketinggalan," gumam Lily pelan sambil melipat pakaian bayi yang sewarna awan dengan sangat hati-hati.​Dia memasukkannya ke dalam kantong-kantong plastik kedap udara yang sudah dia beri label: 'Hari 1', 'Hari 2', dan 'Baju Pulang'.
Terakhir Diperbarui: 2026-03-30
Chapter: Siraman
Beberapa bulan berlalu, dan kediaman mewah Dewa serta Lily di Jakarta kini tampak berubah total. Halaman belakang yang luas telah disulap menjadi sebuah taman asri dengan dekorasi tradisional Jawa yang kental namun tetap elegan. Aroma melati yang segar menyeruak di udara, bercampur dengan wangi mawar dan kenanga yang terapung di dalam sebuah bokor besar berisi air jernih dari tujuh sumber mata air.Hari ini adalah hari istimewa, upacara adat mitoni atau siraman tujuh bulanan untuk Lily.Lily duduk di atas kursi kayu jati yang telah dihiasi janur kuning dan bunga-bunga segar. Dia mengenakan ronce melati yang menutupi bahu dan dadanya, serta balutan kain jumputan berwarna hijau cerah yang menonjolkan perutnya yang kini sudah membesar sempurna. Wajahnya memancarkan aura inner beauty yang luar biasa; tidak ada lagi jejak kecemasan atau trauma masa lalu, yang ada hanyalah ketenangan seorang calon ibu yang bahagia.Di barisan depan, duduk orang-orang terkasih mereka. Rahma dan Darto, oran
Terakhir Diperbarui: 2026-03-29
Chapter: Kembali Pulang
Perjalanan pulang dari dataran tinggi menuju hiruk-pikuk Jakarta dimulai saat kabut tipis masih menyelimuti pucuk-pucuk pohon pinus. Dewa memastikan semua barang bawaan—termasuk keranjang-keranjang berisi anggur segar dari Adrian dan tumpukan sayuran organik dari Paman Surya—tersusun rapi di bagasi belakang. Aroma tanah basah dan sisa wangi bunga kopi seolah ikut melekat di dalam kabin mobil, menjadi kenangan fisik yang manis untuk dibawa pulang.​"Sudah siap kembali ke realita, Sayang?" tanya Dewa sambil memakaikan sabuk pengaman untuk Lily, memastikan talinya tidak menekan perut istrinya yang kini menjadi prioritas utamanya.​Lily mengangguk dengan senyum yang jauh lebih lepas dibandingkan saat mereka berangkat beberapa hari lalu. "Siap, Mas. Kali ini aku pulang dengan perasaan yang lebih tenang. Terima kasih untuk semuanya."​Dewa mengecup sekilas punggung tangan Lily sebelum mulai menginjak pedal gas. Mobil SUV hitam itu meluncur perlahan menuruni jalanan berkelok. Di kiri dan k
Terakhir Diperbarui: 2026-03-29
Hangatnya Ranjang Suami Pengganti

Hangatnya Ranjang Suami Pengganti

Hanya satu minggu sebelum janji suci diucapkan, Adista malah memergoki tunangannya sedang bercumbu mesra dengan sekretaris pribadinya. Alih-alih meratap dan membatalkan pernikahan yang akan mempermalukan nama besar keluarganya, Adista memilih jalan yang lebih nekat, yaitu dengan mencari mempelai pengganti! Ia menemukan Fero, seorang pria asing yang sedang babak belur dihajar preman di sebuah gang gelap. Di mata Adista, Fero adalah solusi instan, pria yang menjadi suaminya selama satu tahun di atas kertas. Tapi, di saat Adista berada dalam titik terpojok, pria yang tak punya apa-apa itu malah muncul kembali dalam balutan jas mahal, diiringi para asisten dan pengawal yang memanggilnya dengan penuh hormat.
Baca
Chapter: Rencana Balas Dendam
Roda koper mahal bermerek Louis Vuitton itu berderit mulus di atas lantai lobi Hotel Kempinski Jakarta. Dua bellboy berseragam rapi berjalan menunduk hormat di belakang Zia dan Mama Tari, membawakan sisa barang bawaan mereka yang jumlahnya tidak sedikit untuk ukuran orang yang hanya berniat melabrak.Mama Tari mengibaskan rambut blow-nya yang sempurna, membenarkan letak kacamata hitam berbingkai emasnya meski mereka berada di dalam ruangan ber-AC yang sejuk."Tadinya Mama mau membiarkan kamu berangkat sendirian ke Jakarta, Zia. Biar kamu belajar mandiri menghadapi masalah," keluh Tari dengan nada manja, melangkah angkuh menuju lift khusus VIP. "Tapi, setelah Mama pikir-pikir lagi semalaman, mana tega Mama melepas anak gadis kesayangan Mama satu-satunya ke kota sekeras ini sendirian?"Zia langsung merangkulkan lengannya ke lengan sang ibu, tersenyum lebar dengan riasan wajah yang tebal."Makanya Zia sayang banget sama Mama! Kalau Zia berangkat sendiri, Zia pasti kebingungan, Ma. Jakar
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Lembar Kenangan
Gerbang besi raksasa berukir tembaga itu bergerak membuka perlahan, menyambut kedatangan mobil yang membawa Fero dan Adista memasuki pelataran Kediaman Utama Adiwangsa. Bangunan bergaya Eropa klasik dengan pilar-pilar marmer yang menjulang tinggi itu memancarkan kemegahan yang luar biasa.Di depan pintu utama, Kakek Hardian sudah berdiri menanti. Senyum pria paruh baya itu merekah lebar, mengalahkan gurat kelelahan di wajahnya. Rama, sang asisten setia, berdiri di belakangnya dengan sikap hormat.Begitu Fero dan Adista turun dari mobil, Hardian langsung melangkah maju dan merentangkan kedua tangannya."Selamat datang, cucuku. Selamat datang di rumahmu," sambut Hardian dengan suara bergetar menahan haru.Fero tersenyum, kali ini jauh lebih rileks dari pertemuan pertama mereka. Ia melangkah maju dan membalas pelukan kakeknya dengan hangat."Terima kasih, Kek. Rumah ini... luar biasa besar. Saya sampai bingung harus melihat ke arah mana lebih dulu," ucap Fero jujur.Hardian tertawa pelan
Terakhir Diperbarui: 2026-07-31
Chapter: Mempertimbangkan Semuanya
Angin malam berembus cukup kencang, meniup dedaunan dari tanaman hias yang berjajar rapi di balkon. Dari lantai atas rumah mewah tersebut, gemerlap lampu kota Jakarta terlihat seperti hamparan bintang yang jatuh ke bumi. sayangnya pemandangan memukau itu tampaknya sama sekali tidak menarik minat Fero. Pria bertubuh tegap itu berdiri mematung sambil menyandarkan kedua lengannya di pagar besi balkon, tatapannya kosong menerawang menembus pekatnya malam.Suara derit pelan pintu kaca balkon yang digeser menyadarkan Fero dari lamunannya. Adista melangkah keluar dengan piyama satin yang lembut, membawa sebuah nampan kayu berisi dua cangkir porselen yang mengepulkan asap tipis. Ia meletakkan cangkir tersebut di atas meja rotan kecil di sudut balkon, lalu berjalan mendekati suaminya.Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, Adista menyusupkan kedua lengannya ke pinggang Fero, memeluk pria itu dari belakang dengan sangat erat. Ia menyandarkan pipinya ke punggung Fero yang lebar dan hangat."Kenapa
Terakhir Diperbarui: 2026-07-28
Chapter: Ayo Pulang, Nak
Suasana lobi yang bising oleh bisik-bisik dan tatapan penasaran puluhan karyawan membuat Adista segera mengambil alih kendali. Ia tidak ingin momen pribadi dan sangat emosional suaminya ini menjadi tontonan publik lebih lama lagi."Maaf, Tuan Hardian," sela Adista dengan suara lembut. "Lobi ini terlalu terbuka. Sangat tidak nyaman untuk membicarakan hal sepribadi ini di tengah banyak orang."Hardian menyeka air matanya, menatap Adista dengan sisa-sisa isak tangisnya."Kau... kau adalah istri dari cucuku?""Benar, Kek," jawab Adista, sengaja menggunakan panggilan hormat untuk menghargai pria tua di hadapannya. "Saya Adista, istri Fero. Sebagai cucu menantu Kakek, saya ingin mengundang Kakek naik ke ruangan eksklusif kami di lantai atas. Mari kita lanjutkan pembicaraan ini di sana, di tempat yang lebih tertutup dan nyaman."Hardian mengangguk pelan, raut wajahnya melembut melihat sikap anggun Adista."Terima kasih, Nak Adista."Adista menoleh dengan cepat ke arah asistennya yang masi
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: Hampir Tak Percaya
"Sayang, sungguh, meskipun kamu sudah menyerahkan jabatan CEO ini kepadaku sejak sebelum kecelakaan itu terjadi, aku tetap saja merasa canggung duduk di kursi ini," keluh Fero, menatap istrinya yang kini duduk santai di sofa tamu ruangan tersebut."Berhenti mengeluh, Fero," sahut Adista santai sambil membalik halaman majalah bisnis di pangkuannya. "Kamu sudah membuktikan kinerjamu memimpin perusahaan ini. Para karyawan menghormatimu karena kemampuan dan ketegasanmu, bukan sekedar karena kamu suamiku. Kamu sangat layak di posisi ini. "Tapi tetap saja rasanya aneh. Aku belum terbiasa dengan ini. Aku siap, tetapi di sisi lain aku terkadang kurang percaya diri.""Itu karena kamu memang pantas mendapatkannya, Fero. Sebagai Komisaris Utama sekarang, aku merasa jauh lebih tenang melihat perusahaan ini ada di bawah kendalimu."Tok! Tok! Tok!Suara ketukan pintu memotong percakapan ringan mereka."Masuk," panggil Fero dengan nada sedikit lebih berwibawa.Pintu terbuka, menampilkan Hana yang t
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Chapter: Tidak Terima
Suara presenter acara gosip dari smart TV berukuran enam puluh lima inci itu menggema memenuhi ruang keluarga berdesain minimalis modern. Di atas sofa, Zia duduk mematung. Matanya membelalak lebar menatap layar, kuku-kukunya yang baru saja di-manicure seakan menancap kuat pada bantal sofa."Ini tidak mungkin... ini pasti bohong!" desis Zia, suaranya bergetar menahan amarah. "Mama! Mama ke sini cepat, Ma!"Seorang wanita paruh baya berpenampilan sangat elegan dengan dress selutut bermerek dan rambut blow yang tertata rapi, muncul dari arah tangga. Wanita itu, Tari, berjalan santai sambil memegang segelas jus detox di tangannya."Ada apa sih, Zia? Teriak-teriak sampai suara kamu kedengaran ke lantai atas. Mama lagi teleponan sama teman arisan lho ini," tegur Mama Tari dengan nada manja."Mama lihat TV sekarang! Lihat siapa laki-laki yang pakai jas di sebelah perempuan itu, Ma!"Mama Tari mengernyitkan dahi, berjalan mendekat dan menyipitkan matanya."Siapa sih? Artis sinetron baru?""
Terakhir Diperbarui: 2026-07-21
Jerat Bos Galak Posesif

Jerat Bos Galak Posesif

(Mature 21+) "Hanya saya yang boleh menyentuh kamu seperti ini, Kiara. Kamu mengerti?" -ADAM ADITAMA- ---- Kiara dibuat stres karena bertemu seorang bos yang seperti Adam. Sikapnya selalu saja membuat Kiara menjadi kesal, dan serba salah. Kesalahan sekecil apapun yang Kiara lakukan, Adam akan membuatnya kesulitan. Apa motivasi Adam sebenarnya?
Baca
Chapter: Jangan Dekati Dia!
Mesin mobil sedan mewah milik Adam menderu halus membelah kemacetan Jakarta yang mulai mereda di malam hari. Di dalam kabin yang kedap suara itu, suasana terasa sedikit mencekam. Adam menggenggam kemudi dengan erat, buku-buku jarinya memutih. Sesekali matanya melirik ke arah kaca spion tengah, lalu beralih pada Kiara yang duduk tenang di sampingnya sambil menatap lampu-lampu kota di balik jendela.​Pikiran Adam masih tertahan pada kejadian di kantor tadi. Bayangan Zaki yang berdiri begitu dekat dengan Kiara, serta cara lelaki baru itu menatap kekasihnya, terus berputar seperti kaset rusak di kepalanya.​"Saya tidak suka cara lelaki itu menatapmu, Kiara," ujar Adam tiba-tiba. Suaranya berat, memecah keheningan yang sejak tadi menyelimuti mereka.​Kiara menoleh, sedikit terkejut namun kemudian menghela napas panjang. Dia sudah bisa menebak arah pembicaraan ini sejak Adam menjemputnya dengan wajah ditekuk. "Siapa? Zaki? Dia cuma staf baru, Mas. Dia hanya berusaha bersikap sopan pada su
Terakhir Diperbarui: 2026-02-03
Chapter: Usaha Jihan
"Ini DP dari saya, lima puluh juta rupiah. Saya sudah memasukkan kamu ke perusahaan tempat anak saya bekerja. Namanya Adam. Dia manager di sana. Tugas kamu adalah mendekati Kiara, seorang supervisor di sana. Buat wanita itu jatuh cinta sama kamu. Saya mau anak saya kembali fokus ke perusahaan keluarga kami, dan menggantikan papanya sebagai pewaris. Kalau kamu berhasil memisahkan anak saya dari wanita miskin itu, saya akan menambahkan lima puluh juta lagi." Jihan menyodorkan sebuah amplop coklat pada lelaki muda dengan penampilan perlente di hadapannya. Dia sengaja melakukan itu supaya Adam dan Kiara berpisah. Jihan tidak mau Adam fokus mengejar Kiara sampai memilih bekerja di perusahaan orang lain. Terutama karena status sosial Kiara yang menurut Jihan tidak layak menjadi kandidat menantunya. "Ibu tenang saja, saya akan melakukan tugas ini dengan baik. Dengan wajah saya yang rupawan, saya yakin saya akan bisa dengan mudah menaklukan hati Kiara. Saya sudah bertahun-tahun berprofesi s
Terakhir Diperbarui: 2026-02-02
Chapter: Melepas Rindu
Kiara melangkah santai ke arah ruang kerja Adam. Dia tidak ingin ada yang curiga kalau sekarang hubungannya dengan Adam bukan lagi hanya karyawan dan bos. Setibanya di depan ruangan sang bos, Kiara membuka pintunya pelan, dan masuk tanpa mengetuk terlebih dahulu. Tiba-tiba Adam menariknya, dan merapatkan tubuh keduanya. Membuat Kiara terkejut setengah mati. "Lama sekali, saya sudah rindu kamu, Kiara," bisik Adam dengan gairah tertahan. "Kita baru pisah beberapa menit, Mas. Bisa-bisanya kamu bilang rindu? Dasar tukang gombal!" Kiara mencubit kecil perut Adam, dan tidak ada penolakan dari lelaki itu. Dia hanya meringis kecil. "Satu detik saja saya sudah rindu, bagaimana dengan beberapa menit? Saya mau melepas rindu dulu sama kamu sebelum memulai pekerjaan," bisik Adam lagi, satu tangannya mengunci pintu, dan langsung membungkam bibir Kiara dengan ciuman. Adam membimbing Kiara mengikuti langkahnya tanpa melepaskan ciuman mereka. Wanita itu tidak menolak. Dia mengikuti kemauan Adam t
Terakhir Diperbarui: 2026-01-28
Chapter: Mulai Dicurigai
"Ul, Kiara udah dateng?"tanya Nina ke Raul. Dia baru saja datang, bertanya seperti itu karena di atas meja kerja Kiara sudah ada sekotak donat dan juga kopi. "Belum, Nin. Gue pas sampe belum ada siapa-siapa.""Terus itu... donat sama kopi dari siapa? Lo tau?"cecar Nina lagi. "Ga tau gue. Dari pak Adam kali. Itu kan donat mahal, karyawan biasa kayak kita mah mikir dua kali buat beli, mana di tanggal tua gini, kan?""Eh, iya juga ya. Lo curiga gak sih sama tingkahnya Kiara? Semenjak dia ditugasin keluar sama pak Adam, sekarang dia jarang muring-muring. Dua hari ini dia malah anteng banget. Diminta ke ruangan pak Adam juga nggak sebete biasanya. Apa jangan-jangan mereka udah jadian?" "Gue juga kepikiran gitu, Nin. Tapi... masa iya? Kiara kan anti banget sama pak Adam. Aneh banget nggak sih kalo mereka tiba-tiba jadian? Kayak nggak masuk akal gitu." "Ya siapa tau, kan? Namanya perasaan mah bisa berubah kapan aja, Ul. Lo lupa, di awal masuk kan si Kiara naksir sama pak Adam. Dia ilfeel
Terakhir Diperbarui: 2026-01-18
Chapter: Perdebatan Dengan Ibu
Adam baru saja sampai di apartemennya. Sayang sekali, rasa bahagia yang menyelimuti hatinya harus tersingkir sejenak sesaat setelah dia melihat ibunya sudah menunggu di depan pintu sambil bersidekap. Hubungan mereka memang tidak cukup baik. Adam bahkan tidak terlalu nyaman berada di dekat ibunya yang selalu berusaha mengontrolnya sejak kecil. Itu juga yang menjadikan Adam alasan mengapa dia memilih untuk tinggal di apartemen daripada rumah besar milik keluarganya. Dia merasa jauh lebih damai tanpa rongrongan kedua orangtuanya. Adam juga bisa mencapai apa yang diinginkannya tanpa penolakan. Ujungnya memang dia harus berdebat, tetapi setidaknya dia punya sedikit kebebasan. "Ada apa mama ke sini?" tanyanya dingin. "Begitu cara kamu menyambut kedatangan wanita yang sudah mengandung mu selama sembilan bulan, Adam?" balas ibunya sama-sama dingin. "Lalu aku harus apa, Ma? Menyiapkan karpet merah? Membuat pesta terompet?" tanya Adam asal. "Cukup basa-basinya. Mama hanya ingin tahu, kapan
Terakhir Diperbarui: 2026-01-15
Chapter: Kasmaran
"Sekarang bagaimana? Kamu menginginkan milik saya memasuki tubuhmu, Kiara Sayang?" tanya Adam setelah momen pelepasan Kiara berakhir. Kiara mengangguk cepat dengan mata sayunya menatap Adam. Begitu menggemaskan. "Tuntun dia, Sayang. Bawa dia memasuki tubuhmu," perintah Adam dengan berbisik. Seperti dihipnotis, Kiara mengikuti apa yang Adam perintahkan. Dia memegang milik kekasihnya itu, dan menuntunnya ke liang kenikmatannya. Kiara mendesis saat perlahan benda itu mulai memasukinya. Adam juga menikmati momen itu sambil menatap ekspresi sensual Kiara."Rasanya penuh banget, Mass," ucap Kiara sesaat setelah milik Adam memasukinya sepenuhnya. "Bergerak, Sayang. Kamu atur sendiri temponya. Dia akan patuh padamu malam ini," bisik Adam lagi. Kiara lagi-lagi patuh. Dia berpegangan erat pada pundak Adam, dan mulai menggerakkan tubuhnya. Desahannya terus terdengar bersahutan dengan derasnya hujan. Menikmati setiap sentuhan milik Adam dalam dirinya. Bukan hanya Adam, nyatanya Kiara juga se
Terakhir Diperbarui: 2026-01-12
Dendam Manis Suami Sempurna

Dendam Manis Suami Sempurna

Alma tidak menyangka kalau kehidupannya akan menjadi sangat menyedihkan. Kebahagiaannya seketika sirna setelah ibunya meninggal. Tidak lama setelahnya, dia harus menerima kenyataan ayahnya menikah lagi dengan Rossa, wanita kejam yang hanya tertarik dengan harta orangtuanya. Parahnya lagi, setelah sang ayah meninggal, dia justru dijual kepada seorang pria yang sudah beristri sekaligus musuh bebuyutannya di masa lalu. Namun, ia tak pernah menyangka ternyata pria itu menyimpan sebuah rahasia...
Baca
Chapter: BASTIAN TAHU SEMUA
Suara gemericik air di kamar mandi membuat Alma gelisah. Bagaimana kalau Bastian benar-benar meminta haknya malam ini? Dia tidak menginginkan hal itu terjadi. Alma masih berada di rencana pertama, berpura-pura pasrah untuk mencari peluang kabur dari pernikahan mereka."Ayo berpikirlah, Alma. Kamu harus melakukan sesuatu supaya Bastian tidak menyentuhmu malam ini," gumamnya pelan.Pura-pura tidur.Hanya itu yang terpikirkan oleh Alma sekarang. Dia berharap Bastian tidak menyadari kalau dia sedang berakting. Wanita itu ingin mempertahankan diri. Bastian memang sudah merenggut ciuman pertamanya, tetapi tidak untuk mahkotanya yang berharga.Alma mulai menutup mata. Sebisa mungkin dia berusaha untuk menenangkan diri. Memiringkan tubuh dan menutupi setengahnya dengan selimut. Dia ingin posisinya sekarang terlihat natural. Walau jujur sekarang jantung Alma seirama dentuman musik diskotik.Beberapa menit berlalu, suara pintu kamar mandi dibuka terdengar. Bersamaan dengan itu, aroma sabun mand
Terakhir Diperbarui: 2023-06-27
Chapter: JANGAN COBA MENYENTUHKU
Alma duduk di depan cermin rias. Dia sudah dirias layaknya pengantin pada umumnya. Di tubuh wanita itu melekat kebaya putih buatan desainer terkenal pilihan Bastian. Ternyata selama ini dia menyelidiki semua tentang Alma dari Rosa, termasuk ukuran bajunya. Hanya dia saja yang tidak menyadari pergerakan lelaki itu.Seorang wanita paruh baya tersenyum menghampiri Alma. Dia memperhatikan Alma dari ujung kaki hingga ujung kepala. Wanita paruh baya itu mengakui kecantikan yang terpancar dari calon istri tuannya."Nyonya Muda sangat cantik, hanya saja ... sejak tadi Nyonya tidak mau tersenyum. Bukankah ini hari bahagia Nyonya dan Tuan Muda?" Itu suara Mbok Darmi, pengasuh Bastian sejak kecil.Mereka sudah berkenalan kemarin. Bastian mempercayakan Mbok Darmi untuk mengurus keperluan Alma juga. Wanita itu masih berusaha beradaptasi, tetapi dia menerima kehadiran Mbok Darmi dengan baik."Mungkin hanya Bastian yang bahagia, Mbok. Bukan saya," sahut Alma yang sekarang menyeka air matanya yang ja
Terakhir Diperbarui: 2023-06-05
Chapter: KAMU HANYA MILIKKU, BASTIAN!
"Sekarang jelaskan padaku, tentang siapa wanita itu," ucap ketus wanita yang kini duduk tidak jauh dari Bastian tersebut.Raut wajah wanita itu tampak tidak senang setelah apa yang dia lihat. Dia membutuhkan penjelasan dari Bastian tentang siapa wanita yang ada bersamanya.Sudah beberapa bulan belakangan ini Bastian mansion itu dan lebih banyak menghabiskan waktu di bangunan megah tersebut."Baiklah. Aku juga tidak suka basa-basi. Dia calon istriku. Seseorang yang akan mendampingi hidupku selain kamu," ucap Tian santai. Tidak terdeteksi sedikit pun rasa bersalah di sana."Apa? Calon istri katamu? Kamu sudah punya aku dan Angelina, Tian! Buat apa kamu berniat untuk menikah lagi? Aku tidak setuju!" Wanita itu terlihat sangat emosi.Dia Sabrina, istri pertama Bastian. Wanita itu sangat menentang keputusan yang diambil oleh suaminya. Dia tidak akan membiarkan Bastian menikahi Alma."Aku tidak butuh restu darimu, Sabrina Sayang." Bastian terdengar meledek.Lelaki itu tampak sangat percaya
Terakhir Diperbarui: 2023-06-05
Chapter: BALASAN DOSA MASA LALU
Mobil yang mereka tumpangi masuk ke area sebuah mansion mewah. Struktur bangunan yang sebagian besar terbuat dari kaca premium membuat bangunan besar itu tampak terbuat dari susunan kristal yang indah. Tidak bisa dipungkiri, Alma terpesona dengan kemegahan yang ditawarkan mansion milik Tian tersebut.Kendaraan roda empat itu berhenti saat pandangan Alma masih menyisir bagian luar bangunan yang bisa dia lihat. Bastian bisa melihat sorot kekaguman dari mata Alma karena sekarang dia sudah turun dan membukakan pintu untuk gadis itu. Mendengar bunyi pintu mobil yang terbuka, Alma sedikit tersentak."Silakan turun, Tuan Puteri. Mulai hari ini dan seterusnya kamu akan tinggal di dalam mansion besar ini. Aku yakin, tempat ini seratus kali lebih baik daripada rumah lamamu itu." Tian mengedarkan tatapan sombong ke arah mansionnya, lalu menatap Alma seraya tersenyum miring.Alma tertawa kecil, bukan tawa yang tulus."Kamu pikir tempat ini lebih baik untukku? Kamu salah, Tian! Rumahku jauh lebih
Terakhir Diperbarui: 2023-06-05
Chapter: TAKDIR YANG TAK ADIL
Tidak ada lagi kebahagiaan yang tersisa. Seakan semuanya terenggut begitu saja. Begitu pula dengan hari ini. Hari di mana Alma merasa harga dirinya tergadai. Dia dipaksa ibu tirinya untuk menikah dengan seseorang yang dia benci."Tidak! Aku tidak sudi menikah dengan laki-laki itu, Ma. Dia sudah beristri. Tolong, jangan lakukan ini padaku, kumohon ..."Alma meronta saat dua orang laki-laki asing datang untuk membawa dia keluar dari rumah peninggalan ayahnya.Di antara dua orang itu, ada satu lelaki yang memimpin. Namanya Bastian, atau biasa dipanggil Tian. Pria itu musuh bebuyutan Alma saat mereka duduk di bangku SMA. Wanita itu mengetahui status Tian dari unggahan di sosial media lelaki itu. Dia sudah menikah lima tahun lalu dan memiliki seorang putri.Bastian hanya duduk dan menyilangkan kedua tangan. Tatapannya dingin, tanpa belas kasihan. Di masa lalu, Alma memang pernah menjahili lelaki itu, tetapi balasan yang dia terima sekarang jelas tidak adil. Alma benci harus dijodohkan deng
Terakhir Diperbarui: 2023-06-05
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status