author-banner
SingoRanu
SingoRanu
Author

Novel-novel oleh SingoRanu

Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

Pak Bos Jadi Papa Tiga Anak

"Sekertarisku yang menggemaskan itu ternyata masih perawan. Kok bisa? Dia kan punya tiga anak. lalu, anak siapa mereka?" Ranu baru saja patah hati karena wanita yang dia cintai ternyata adalah adik iparnya. Ia pergi ke kota yang jauh, untuk menutup lukanya. Namun, dia malah bertemu dengan sekertaris cantik yang menggemaskan.
Baca
Chapter: bab 8 - panggilan kerja di hari minggu
Lampu jalan memantulkan cahaya kuning pucat di atas aspal yang sedikit basah. Mobil melambat, lalu berhenti tepat di samping sosok yang berdiri di tepi trotoar. Ranu menurunkan kaca jendela. Matanya menyipit. “Pani?” Pani yang sedang jongkok di samping motornya langsung menoleh. Rambutnya agak berantakan, wajahnya terlihat kesal. “Pak Ranu?” Ia berdiri cepat. “Ngapain Bapak di sini?” Ranu melirik motor itu. “Aku yang tanya. Kamu lagi ngapain?” Pani menunjuk motornya dengan ekspresi datar. “Piknik, Pak. Malam-malam, di pinggir jalan. Seru banget.” Ranu menghela napas pendek. “Motor mogok?” “Enggak, lagi meditasi.” Ranu menatapnya tanpa ekspresi. Pani mengangkat bahu. “Iya, mogok.” Sopir di kursi depan menahan senyum. Ranu membuka pintu mobil dan turun. Ia mendekat, melihat kondisi motor sekilas. “Sudah coba
Terakhir Diperbarui: 2026-06-15
Chapter: bab 7
Ruangan kembali sunyi setelah percakapan kecil itu. Pani duduk di kursinya, mencoba fokus pada layar komputer. Namun sudut matanya sesekali melirik ke arah Ranu yang tampak serius membaca dokumen. Beberapa menit berlalu tanpa suara. Lalu tiba-tiba Pani bersuara. “Pak.” “Hmm?” “Ini data penjualan bulan lalu.” Ia berdiri dari kursinya dan mendekati meja bos nya. Pani menggeser beberapa lembar ke arah Ranu. “Ada yang agak… janggal.” Ranu mengangkat alis. “Janggal bagaimana?” “Produk herbal kita, yang varian baru itu… penjualannya turun drastis. Padahal awal launching cukup bagus.” Ranu langsung mengambil kertas itu. Matanya bergerak cepat membaca angka demi angka. “Turun hampir empat puluh persen,” gumamnya. “Iya.” Ranu menyandarkan punggungnya. “Kenapa bisa?” Pani menghela napas. “Awalnya saya pikir karena t
Terakhir Diperbarui: 2026-06-13
Chapter: bab 6 - bos galak
Mobil berhenti di depan rumah kontrakan Pani saat langit sudah gelap sepenuhnya. Lampu-lampu jalan memantul di kaca mobil, menciptakan bayangan samar di wajah mereka. “Terima kasih, Pak,” ucap Pani pelan. Nada suaranya berbeda. Lebih hangat. Tidak sekaku biasanya. Anak-anak sudah setengah mengantuk. Aji bahkan tertidur bersandar di bahu Desi. Sasa menguap berkali-kali, matanya merah. Ranu hanya mengangguk singkat. “Besok,” katanya. “Iya, Pak. Dokumennya saya bawa.” Pani membuka pintu, lalu turun satu per satu bersama anak-anak. Sebelum benar-benar masuk, ia sempat menoleh. “Pak…” Ranu tidak langsung menjawab. “Terima kasih. Untuk hari ini.” Ada jeda. Ranu tidak melihat ke arahnya. Tapi rahangnya sedikit mengencang. “Hm.” Pani tersenyum kecil, lalu masuk. Mobil kembali melaju. Jalanan malam terasa lebih lengang. Lampu kota berlalu satu per satu seperti garis panjang tanpa akhir. Ranu bersandar di kursi belakang. Matanya menatap kosong ke depan. Entah kenapa… hari itu t
Terakhir Diperbarui: 2026-06-12
Chapter: bab 5 - serasa liburan keluarga
Pani masih menatap tangan Ranu yang terulur beberapa detik lebih lama dari seharusnya. “Bayar? Bapak kok perhitungan sekali sih?” Nada suaranya setengah protes, setengah tidak percaya. Ada sedikit kesal, tapi juga tidak benar-benar marah. Ranu menarik tangannya pelan. Wajahnya tetap datar. “Itu kesepakatanmu sendiri.” Pani mendesah panjang. Ia memijat pelipisnya. “Ya Allah… saya lagi tidak punya uang lebih, Pak.” “Bukan urusanku.” Jawaban itu cepat. Dingin. Tegas. Pani menatapnya tajam beberapa detik, lalu tiba-tiba tersenyum kecil. “Kalau saya bayar pakai doa?” Ranu tidak menjawab. Ia berbalik dan berjalan menuju kamar. “Besok jam tujuh. Jangan telat.” Pani mendecak pelan. “Iya, Pak Bos galak…” Di dalam kamar, suasana jauh lebih tenang. Lampu kuning hangat menyelimuti ruangan. Sasa dan Aji sudah tertidur lelap dengan posisi yang berantakan. Kaki Aji bahkan hampir menendang bantal Desi. Pani duduk di tepi kasur. Ia memperhatikan anak-anaknya satu per satu. Wajahnya pe
Terakhir Diperbarui: 2026-05-16
Chapter: bab 4 - angkut semua
“Pak... saya mohon... jangan pulangkan saya...” Suara Pani gemetar. Matanya mulai berkaca-kaca. Tangannya menggenggam ujung tas seperti mencari pegangan. Ranu tetap menatap lurus ke depan. Seolah tidak terpengaruh oleh bujukan sekertaris nya. Pani langsung menoleh cepat. “Pak, aku benar-benar bisa mengatasi ini...” Mobil berbelok masuk ke gang kecil menuju rumah Pani. “Turun. Urus anak-anakmu.” Pani makin gelisah. “Pak saya mohon. Saya sangat butuh pekerjaan ini... Saya harus menghidupi mereka... Jika...” “Turun.” Mobil berhenti tepat di depan rumah Pani. Ranu turun tanpa banyak bicara. Pani masih mencoba mengejar langkahnya. “Pak, saya bisa cari orang, sumpah. Saya telepon lagi nanti, pasti ada yang bisa...” Ranu tetap berjalan. Tidak menjawab. Langkahnya tegas masuk ke halaman rumah. Pani makin bingung. “Pak... tolong dengar saya dulu...” Pintu rumah sudah terbuka. Suara tawa anak-anak langsung terdengar. Desi, Sasa, dan Aji sedang bermain di ruang tengah. Mereka terlihat
Terakhir Diperbarui: 2026-05-16
Chapter: bab 3 - Dinas yang mendebarkan
Ranu hampir tidak percaya. Tatapannya bergantian antara Pani dan tiga anak kecil di depannya. “Kamu…” suaranya pelan, seperti menimbang kata, “Mereka bertiga, anakmu?” Pani terlihat canggung. Tangannya refleks merangkul bahu anak laki-laki kecil yang masih memeluk kakinya. “Iya, Pak.” Ranu menatap anak yang paling besar. Tingginya sudah sedada Pani. Yang satu skitar sepinggang Pani. Anak laki-laki yang paling kecil tiba-tiba mengangkat wajah. Matanya menatap Ranu ragu-ragu. “Papa…” Pani langsung menegang. “Aji!” suaranya sedikit keras. Anak itu tersentak, lalu mundur sedikit. Wajahnya berubah takut. “Jangan sembarangan manggil!” lanjut Pani, nada suaranya lebih tegas. Ranu mengangkat alis, sedikit kaget. Aji menunduk. “Maaf…” Pani menghela napas, lalu berlutut di depan anaknya. Suaranya melembut. “Enggak semua orang itu papa kamu, Aji. Mama kan udah bilang.” Aji mengangguk pelan. Ranu memperhatikan, ada sesuatu yang terasa menusuk di dadanya, entah kenapa. Pani berdir
Terakhir Diperbarui: 2026-05-16
TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA

TERPAKSA MENIKAHI PRIA KOMA

"Aku tidak Sudi menikahi pria koma, kenapa tidak Lily saja?" Karena hutang keluarga, Lily dimanipulasi oleh ayahnya, dan terpaksa menikah dengan Axelo, tuan muda dari keluarga Douglas yang koma karena kecelakaan yang menimpanya.
Baca
Chapter: bab 45
Waktu bergerak lebih cepat dari yang Lily sadari.Perutnya kini bulat penuh, berat, dan selalu bergerak—tiga kehidupan kecil yang tak pernah benar-benar diam. Kehamilan memasuki bulan kesembilan dengan segala campur aduknya: lelah, bahagia, dan cemas yang kadang datang diam-diam di malam hari.Axelo justru semakin gelisah.“Lily, kamu yakin enggak kontraksi?”“Lily, kamu pusing?”“Lily, tadi bayinya gerak semua, kan?”Lily hanya bisa tersenyum sambil mengelus perutnya.“Axelo… kalau kamu terus tegang begini, yang mau melahirkan kamu atau aku?”Axelo mengusap wajahnya kasar, napasnya berat.“Aku cuma takut. Kamu bawa tiga nyawa sekaligus.”Dan ketakutan itu terbukti ketika suatu malam, Lily meringis sambil memegang perutnya.“Ax… kayaknya… ini bukan cuma kram biasa.”Axelo langsung berdiri. Wajahnya pucat.“Kita ke rumah sakit. Sekarang.”Dokter memutuskan induksi.“Kondisi ibu stabil, tapi kehamilan kembar tiga terlalu lama
Terakhir Diperbarui: 2026-01-07
Chapter: bab 44
Malam itu, ruang rawat Lily terasa berbeda. Lampu-lampu tampak lebih hangat, bau obat tak lagi menyengat, dan detak jantung Lily seolah berdetak seirama dengan senyum Axelo yang tak kunjung luntur.“Axelo…” panggil Lily pelan, suaranya manja, seperti ketika ia ingin dimanjakan tanpa harus meminta banyak.Axelo yang sejak tadi duduk di sisi ranjang, langsung menoleh. “Kenapa, Sayang? Kamu kenapa? Sakit? Pusing?”Lily tertawa kecil. “Kamu kenapa panik begitu? Aku cuma mau bilang… aku lapar.”Axelo terdiam sepersekian detik, lalu wajahnya berubah cerah. “Lapar? Kamu mau makan apa? Aku panggil perawat sekarang!”“Jangan perawat,” Lily menggeleng lemah. “Aku pengin… sup bening. Tapi yang kamu buat.”Axelo mengerjap. “Aku?”“Iya. Aku mau buatan ayah dari anak-anakku,” ucap Lily sambil tersenyum nakal.Axelo tertawa kecil, lalu berdiri dan mencium kening istrinya penuh cinta. “Baik, Nyonya Whites. Aku akan membuat sup terbaik di dunia.”Beberapa hari kemudian, Lily sudah diizinkan pulang. Ru
Terakhir Diperbarui: 2026-01-06
Chapter: bab 43
"Keluarga Nyonya Lilyana whites." Axelo segera berlari mendekat, dengan tatapan penuh harap untuk istrinya baik-baik saja. "Saya suaminya." "Pasien tidak mengalami luka dalam, Tuan. Beberapa luka luar pasien juga sudah ditangani. Kami juga melakukan pemeriksaan menyeluruh kepada pasien dan semua organ normal tanpa gangguan," terang dokter. "Syukurlah! Itu artinya, Istriku baik-baik saja, kan, dok?" Dokter mengangguk sembari mengulas senyum. "Benar, Tuan. Dan dari hasil pemeriksaan ... kami menemukan sesuatu," ungkap sang dokter. "M-menemukan apa?" "Ada janin di rahim pasien, Tuan. Pasien tengah mengandung," ujar dokter membuat Axelo terdiam seketika. "A-apa?" "Pasien hamil, Tuan!" axelo diam seribu bahasa. Ia benar-benar tak menyangka akan mendapatkan kabar mengejutkan ini setelah dibuat geger ole
Terakhir Diperbarui: 2025-03-21
Chapter: bab 42
"Apa mau mu, Russell?" Russell menyeringai, "Mau ku? Tembak kepalamu sendiri, Axelo!" Hening, Axelo masih menggeretakkan giginya saling beradu. Ia sangat tau Russell memang membencinya, sejak dulu Russell memang selalu berusaha mengambil apapun yang menjadi haknya. Bahkan, Angelica pun tak luput dari Russell. Sayangnya, Angelica memang wanita jallang yang mudah tergoda. Axelo tidak mempermasalahkan karena memang ia tak segila itu mempertahankan wanita yang dengan suka rela menyerahkan tubuhnya pada pria lain. Tapi, Lily berbeda, wanita yang satu ini berperan besar dalam mengumpulkan bukti kejahatan Camelia dan Elvan. Dia juga menjaga diri dari bujuk rayu Russell sampai mendapatkan pelecehan dari sepupunya. "Ayo! Kenapa ragu? Atau kau lebih suka melihat kepala wanitamu menyentuh aspal dengan keras?" Russell sedikit mengangkat kakinya yang berpijak pada tali yang menggantung tubuh Lily. Karena berat badan Lily, otomatis tubuh Lily yang meng
Terakhir Diperbarui: 2025-03-20
Chapter: bab 41
Lily membuka matanya, ruang remang dan berbau pengap. Kepalanya terasa sangat pusing, Lily terus mencoba mengumpulkan kesadarannya. Melihat lebih jelas meski sulit untuk melihat dalam ruangan yang minim pencahayaan itu. Lily menyadari gerak tubuhnya terbatas, merasakan ikatan yang kuat di tangan dan tubuhnya. Rasa cemas dan gelisah menghinggapi nya seketika, saat ingatan akan pertemuan dengan Russel. Masih lekat dalam ingatannya, tentang pelecehan yang Russell lakukan padanya. Tubuh Lily menggigil seketika, matanya berkeliaran mencari pria yang sudah menculiknya kali ini. Lily takut, tapi, meski berteriak meminta tolong, tak akan ada yang datang karena ia yakin, Russel bukan pria bodoh yang menyekap tawanannya di tengah kota. Saat ini Lily hanya berharap, Axelo akan datang menolongnya. Segaris cahaya terlihat menyinari ruangan yang perlahan melebar sebesar pintu. Pertanda, seseorang memasuki ruang remang itu. Lily menajamkan penglihatan, sosok yang tamp
Terakhir Diperbarui: 2025-03-19
Chapter: bab 40
"Apa kamu bilang? Russell kabur?" Suara kakek Douglas menggema di seluruh ruangan. Ada gelisah yang tersisip amarah. Amarah untuk para penjaga yang teledor hingga Russell sampai lolos dari pulau pengasingan, dan rasa gelisah jika sampai Axelo tau, sudah pasti dia tak akan melepaskan Russell. Mengingat Axelo seorang pendendam. "Russell, jangan sampai kau mendkati Lily lagi. Kakek tak bisa melindungi mu jika kau sampai nekat." Gumam tuan Douglas. Mau semarah apapun tuan Douglas, dan seburuk apapun Russell, tetaplah cucu. Darah daging tuan Douglas juga. Ia tak akan Setega itu jika sampai Russel membuat ulah dan Axelo sampai melewati batasnya. Tuan Douglas memijit pelipisnya, sangat mudah menangani orang lain. Tinggal buang dan hancurkan, tapi Russell keluarga nya. Tak mungkin juga ia akan berlaku sama. "Temukan Russel sebelum Axelo mendengar kabar tentang bocah yang kabur itu." Perintah kakek Douglas tegas dengan sorot mata
Terakhir Diperbarui: 2025-03-18
Anda juga akan menyukai
Gendut Alasan Suami Mendua
Gendut Alasan Suami Mendua
Romansa · RENA ARIANA
352.0K Dibaca
Pernikahan Hampa
Pernikahan Hampa
Romansa · Mira Restia
347.5K Dibaca
GAIRAH ISTRI LIAR
GAIRAH ISTRI LIAR
Romansa · Manda Azzahra
344.9K Dibaca
Gairah Sahabat Suamiku
Gairah Sahabat Suamiku
Romansa · NARA
344.6K Dibaca
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Menjadi Tawanan CEO Dingin
Romansa · Camelia
343.6K Dibaca
I Hate You But Love You
I Hate You But Love You
Romansa · Rilla
340.6K Dibaca
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status