LOGINJatuh cinta dengan sahabat sendiri memang konyol. Namun, gadis pintar bernama Anara Emiley rela melakukan hal konyol tersebut selama delapan tahun lamanya. Daver Negarald. Laki-laki yang parasnya bak dewa Hermes, pemilik pesona yang memikat, mantan atlet kickboxing, serta misterius dan kaya raya. Semua manusia jelas pernah mengaguminya. Bukan salah Anara untuk memiliki perasaan tersebut. Akan tetapi, satu hal ini yang membuat Anara menyukai Daver. Laki-laki itu perhatian. Di saat latar belakang keluarganya hancur, Daver ada untuk menemani dan mendukungnya. Ketika Anara menaruh hatinya pada Daver selama beberapa tahun, Daver tidak pernah membalasnya. Hubungan persahabatan bertahun-tahun selama ini tidak membuat Daver jatuh hati pada Anara. Rupanya, ada satu alasan yang Daver miliki. Anara tahu alasan itu tetapi ia tetap mencintai Daver. Anara menerima risiko dan sabar. Barangkali ada saat di mana Daver mulai mencintainya, entah kapan. Dan ternyata.. memang ada saatnya.
View More...Saat Daver mengatakan itu, suasana semakin haru. Ada yang menyembunyikan air mata, ada yang berusaha untuk tetap senyum, ada yang cemberut karena sedih."Oh iya, gue titip Anara ke kalian ya. Dia suka mendem sendiri kalo ada apa-apa. Jadi tolong didengerin kalo dia emang butuh temen cerita, peluk dia kalo lagi sedih, bikin dia ketawa. Pokoknya tanyain terus dia kenapa," pinta Daver pelan.Zhenix mengangguki perkataan Daver. Evan dan Rino, mereka mengacungkan jempol.Daver mundur beberapa langkah, kembali lekat dengantrolley-nya. Setelah melambaikan tangan, ia mulai membawa pergi benda yang menampung segala kebutuhannya itu.Sesekali Daver menengok ke belakang. Barangkali ia melihat seseorang berlari menghampi
..."Aku salah banget ya?" tanya Daver kemudian menatap Giselle.Giselle tersenyum lembut, lalu mengacak rambut Daver selayaknya anak kecil. Ia tertawa sekejap."Kok malah diketawain sih," gerutu Daver. "Ini udah tinggal 40 menit lagi, Kak. Zhenix udah pada bilangotw, tapi mereka bilang Anara gak mau ikut.""Siapa tau Anara tiba-tiba dateng?""Dia aja gak angkat telepon atau bacachataku sama sekali. Nih, liat. Aku udah ada ratusan kali nelepon dia. Gak ada satupun yang diangkat."Giselle menatap Daver sebentar, lalu ia mengatakan sesuatu yang sedikit melegakan hati Daver. "Gini, Dav. Anggap aja untuk sekarang, Anara lagi marah sebentar. Sebe
"We start this story by together. It must be the same way when we end this."—Daver Negarald—***"Daver, bangun! Bisa-bisanya kamu gak pasang alarm. Ayo siap-siap!" oceh Natasya, membuka gorden kamar Daver. Wanita itu sengaja menginap di apartemen Daver, sekalian membantu anaknya membereskan barang-barang.Daver memicingkan mata begitu sinar mentari menerobos kaca kamarnya. Ia terkejut dengan dirinya sendiri sampai langsung mengubah posisi menjadi duduk.Jadi tadi gue cuma mimpi?!"Kenapa?" Natasya bingung melihat gerak-gerik Daver
***17.38 WIB.Shit!Rasanya Daver mau mengumpat berkali-kali. Kenapa Anara tidak kunjung membalas pesannya? Membaca pun tidak!Apakah Daver harus pergi dengan perasaan ganjalnya ini? Juga dengan ketidakjelasan hubungannya dengan Anara?"Kamu nungguin apa sih? Dari tadi bolak-balik liat hp terus." Giselle ternyata memperhatikan kegelisahan Daver."Calm down." Gantara menepuk bahu Daver dengan gagah, lalu tersenyum. Aura keayahan laki-laki paruh baya itu sangat kental. "Calon penerus Negarald Group harusstay cool, oke?"Daver tersenyum berat, lalu menganggukkan kepalanya.
"Cuma perhatian, emangnya gak boleh?"-Daver Negarald***Ander meletakkan Alvano
"Hebatnya, dia bisa buat gue benci dan jatuh cinta di saat yang bersamaan."-Anara Emiley***Anara melamun dari tadi karena Daver terlalu lama membuatnya menunggu. Ia memainkan dedaunan yang jatuh dari pohon. Merobeknya hingga kepingan terkecil.Anara memandang jam tangannya berulang kali. Sudah s
"Ini semua emang salah gue yang terlalu banyak berharap."-Anara Emiley.***"Mau mampir dulu gak?" Anara turun dari jok motor. Menyerahkan helm yang tadinya ia pakai ke tangan Daver.Sebenarnya Anara hanya basa-basi. Karena ia yakin, Daver akan menolak dan langsung pulang."Boleh."Anara membulatk
"Hati gue ada di tangan lo. Dijaga atau dihancurkan itu terserah lo. Asal jangan lupa bilang-bilang. Satu hal, kalo gue nangis, jangan heran."-Anara Emiley***"Punya pacar tukang ngekang,""EAAAA!""Sekali selingkuh, tamparan melayang!""EAAAA!""Anara cantik punya-nya akang." Daver, Ander, dan R
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews