MasukRoyal Crest Academy bukan tempat bagi mereka yang lemah. Di sini, kesalahan kecil bisa berubah menjadi luka—dan rahasia masa lalu tak pernah benar-benar terkubur. Summer datang dengan hati yang sudah letih, membawa trauma yang tak pernah ia minta. Ia ingin percaya bahwa hidup bisa dimulai ulang. Bahwa kebahagiaan masih mungkin, selama ia cukup diam dan cukup kuat. Lalu ada Dylan. Tenang di tengah kekacauan. Satu langkahnya mampu menghentikan keributan. Satu tatapannya cukup membuat siapa pun mundur. Ia tidak perlu bersuara. Dunia sudah memberinya tempat. Saat dua dunia yang tak seharusnya bersinggungan mulai bertaut, pertanyaan itu pun muncul— akankah Summer menemukan kebahagiaan yang selama ini ia cari? Ataukah justru Dylan, pria yang tak pernah terguncang, akan jatuh oleh satu orang yang tak pernah ia rencanakan?
Lihat lebih banyakAUTHOR’S NOTE & DISCLAIMER 𓂃✍︎
Selamat datang, dan terima kasih karena sudah membuka halaman pertama dari cerita ini. Sebelum kalian memulai perjalanan bersama Summer, izinkan penulis menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu. Cerita ini adalah karya fiksi yang lahir dari imajinasi, emosi, dan banyak potongan ide yang tumbuh perlahan di kepala penulis. Setiap karakter, nama, tempat, organisasi, latar, budaya, dialog, serta seluruh peristiwa yang muncul di dalam cerita ini sepenuhnya merupakan hasil kreativitas penulis. Segala kemiripan dengan nama, orang, tempat, organisasi, maupun kejadian di dunia nyata—baik yang disengaja maupun tidak—hanyalah sebuah kebetulan semata dan tidak dimaksudkan untuk menyinggung, menyudutkan, atau merepresentasikan pihak mana pun. Cerita ini dibuat murni untuk tujuan hiburan, eksplorasi emosi, dan penyampaian kisah. Tidak ada bagian dari cerita ini yang dimaksudkan untuk membenarkan tindakan berbahaya, kekerasan, atau hal-hal negatif lainnya di dunia nyata. Mohon untuk membaca cerita ini dengan pikiran terbuka, hati yang hangat, dan tetap mampu membedakan antara dunia fiksi dan dunia nyata. Dan jika suatu bagian terasa terlalu dekat, terlalu nyata, atau terlalu menyakitkan—tidak apa untuk berhenti sejenak. Cerita ini tidak akan ke mana-mana. Kamu boleh kembali kapan pun kamu siap. ──୨ৎ── CONTENT WARNING ⚠️ Cerita ini mengandung elemen dark romance, psychological themes, serta beberapa materi sensitif yang mungkin terasa berat atau tidak nyaman bagi sebagian pembaca. Di dalam cerita ini terdapat unsur seperti: • kekerasan fisik • pembunuhan • penculikan • luka dan darah • trauma masa kecil • PTSD dan tekanan psikologis • bullying • manipulasi emosional • konflik kriminal / organisasi gelap • ancaman • penggunaan senjata • bahasa yang keras • serta hubungan emosional yang intens Beberapa adegan mungkin menggambarkan darah, luka, ancaman, atau situasi berbahaya secara cukup eksplisit sebagai bagian dari perkembangan karakter, latar belakang trauma, dan perjalanan cerita. Walaupun begitu, inti dari cerita ini bukanlah tentang kegelapan itu sendiri… Melainkan tentang bagaimana seseorang tetap bertahan meski hidup berkali-kali mencoba menghancurkannya, dan bagaimana mereka perlahan belajar untuk berdiri kembali. Jika kalian merasa sensitif terhadap tema-tema di atas, tidak apa jika memilih untuk berhenti membaca kapan pun. Kesehatan mental, kenyamanan, dan ketenangan kalian akan selalu jauh lebih penting daripada menyelesaikan sebuah cerita. Tolong selalu jaga diri kalian baik-baik. 𓇼 Dan ingat, kamu tidak harus kuat setiap saat. Bahkan berhenti sejenak pun adalah bentuk keberanian. ──୨ৎ── A LITTLE MESSAGE FROM THE AUTHOR ᯓ 💌 Buku ini didedikasikan… Untuk siapapun yang pernah merasa tidak cukup baik. Untuk siapapun yang pernah merasa terlalu rusak untuk dicintai. Untuk siapapun yang pernah bertanya dalam diam… “Apakah aku pantas dicintai?” Jika kamu pernah merasakan itu… Maka penulis ingin mengatakan sesuatu padamu. Ya. Kamu pantas. Siapapun kamu. Dari mana pun kamu berasal. Seberapa besar luka yang kamu simpan. Seberapa kacau masa lalumu. Seberapa sering dunia membuatmu merasa kecil. Kamu tetap pantas untuk dicintai. Bahkan ketika kamu sendiri kesulitan mempercayainya. Bahkan ketika semua orang di sekitarmu gagal melihat nilaimu. Bahkan ketika kamu merasa sendirian, dan dunia terasa terlalu sunyi untuk ditahan sendiri. Karena di dunia ini, tidak ada hati yang terlalu hancur untuk menemukan rumahnya. Cerita ini adalah perjalanan tentang luka, trauma, ketakutan, kehilangan, keberanian untuk bertahan… dan tentang cinta yang lahir bahkan dari tempat paling gelap sekalipun. Tentang bagaimana seseorang yang merasa tidak layak dicintai, perlahan belajar bahwa dirinya berharga. Tentang bagaimana kehadiran seseorang bisa menjadi alasan untuk tetap bertahan, bahkan di saat semuanya terasa runtuh. Karena terkadang, justru orang yang paling terluka adalah orang yang paling pantas menemukan cahaya. Dan mungkin… tanpa kamu sadari, kamu juga sedang berjalan menuju cahaya itu, sedikit demi sedikit, hari demi hari. Semoga melalui Summer, kalian bisa menangis, tersenyum, marah, jatuh cinta, dan mungkin… menemukan sedikit bagian dari diri kalian sendiri di antara setiap kata. Terima kasih karena sudah memberi cerita ini sebuah kesempatan. Setiap vote, komentar, dukungan, dan bahkan setiap halaman yang kalian baca… berarti jauh lebih besar dari yang mungkin kalian sadari. Selamat datang di dunia Summer. Semoga kalian betah di sini, dan menemukan sesuatu yang tinggal lebih lama dari sekadar cerita. ──୨ৎ── With all my love, メ૦メ૦💋, 𝑔𝑜𝓈𝒽𝓍𝓍𓂃 ࣪˖ ִֶָ 𐚁CHAPTER 121Yuta tidak mengalihkan pandangan dari Summer. Pertanyaan Jeffrey membuat ruang penilaian hening, sementara gadis itu masih menatap lukisan di hadapannya.Beberapa hari lalu, Summer bahkan kesulitan membuat goresan pertama. Kini ia harus memutuskan apakah dirinya siap memperlihatkan karya tersebut kepada lebih banyak orang.“Iya,” jawab Summer akhirnya. “Saya bersedia.”Jeffrey mengangguk puas. “Asisten saya akan menghubungimu untuk membicarakan persiapannya.”Ketegangan di wajah Summer mulai berkurang. Yuta ikut tersenyum, bukan hanya karena lukisan tersebut berhasil menarik perhatian Jeffrey, tetapi karena gadis itu akhirnya berani mengambil keputusan untuk dirinya sendiri.Penilaian kemudian dilanjutkan. Jeffrey mengunjungi karya mahasiswa lain, sedangkan Summer tetap berada di dekat lukisannya untuk menjawab beberapa pertanyaan dari profesor. Mahasiswa yang semula hanya mengetahui Summer sebagai kekasih Dylan Seo kini mulai membicarakan ke
CHAPTER 120Pintu Studio Dua terbuka di tengah kesibukan para mahasiswa.“Summer.”Beberapa kepala menoleh bersamaan. Dylan berdiri di ambang pintu dengan Axl di belakangnya. Seorang mahasiswi yang duduk paling dekat dengan pintu segera merapikan posisi duduknya.“Sore, Senior Dylan.”Dylan membalas sapaan tersebut dengan anggukan singkat. Tatapan dingin dan wajahnya yang sulit didekati membuat mahasiswi itu tidak berani mengatakan apa pun lagi.Bisik-bisik mulai terdengar dari meja di belakangnya.“Aku masih nggak nyangka Senior Dylan punya pacar.”“Lupakan pacarnya sebentar. Gila, dari dekat dia jauh lebih ganteng.” Temannya masih memperhatikan Dylan. “Sayang wajahnya jutek banget.”Dylan tidak memedulikan pembicaraan mereka. Pandangannya menyusuri studio sampai menemukan Summer di depan kanvas.Summer mengangkat wajah dan tersenyum melihatnya. Sikap Dylan pun berubah. Tatapan dinginnya melembut dan sudut bibirnya sedikit terangkat saat
CHAPTER 119Tiga puluh menit menjelang agenda hari ketiga orientasi, Summer tiba di gedung seni. Pintu Studio Dua masih terkunci, sedangkan koridor belum seramai biasanya. Daripada menunggu di depan ruangan, ia memilih berjalan menuju galeri di ujung sayap gedung.Cahaya pagi memenuhi ruangan melalui langit-langit kaca. Di antara berbagai karya yang dipajang, pandangan Summer jatuh pada lukisan perempuan di tengah hujan yang dilihatnya pada hari pertama orientasi.Sebuah label kecil kini telah terpasang di bawah bingkai. Ia mendekat dan membaca nama pelukis yang tercetak pada bagian paling bawah.YUTA THORNESummer membaca nama itu sekali lagi untuk memastikan tidak keliru.“Sepertinya kamu benar-benar menyukai lukisan itu.”Summer menoleh. Yuta berdiri di dekat pintu samping sambil membawa tablet. Ia mengenakan kemeja putih dengan lengan digulung sampai siku, sama seperti kemarin. Pandangannya berpindah dari Yuta menuju label karya. “Kamu yang meluk
CHAPTER 118Nama mereka masih terpampang pada panel digital di depan studio.SUMMER RYU — YUTA THORNESummer membaca pasangan itu sekali lagi, lalu mengangkat wajah. Di sisi profesor, Yuta juga sedang melihat ke arahnya. Laki-laki itu memberikan anggukan kecil dengan senyum yang sama ramahnya seperti tadi.“Beruntung sekali,” bisik seorang mahasiswi dari meja belakang. “Yuta Thorne hampir tidak pernah mendampingi mahasiswa baru.”“Bukankah dia yang meraih penghargaan utama dalam pameran nasional tahun lalu?”“Benar. Katanya profesor sengaja memilihnya untuk Studio Dua.”Percakapan mereka terhenti begitu tampilan panel berganti. Daftar pasangan menghilang dan digantikan satu kata yang memenuhi layar. Tema yang sama muncul pada tablet di setiap meja.IDENTITAS“Ini adalah tema proyek pertama kalian,” jelas sang profesor. “Kalian bebas menggunakan media apa pun untuk menggambarkan siapa diri kalian tanpa menampilkan wajah sendiri. Karya tersebut
AUTHOR’S NOTE & DISCLAIMER 𓂃✍︎Selamat datang, dan terima kasih karena sudah membuka halaman pertama dari cerita ini.Sebelum kalian memulai perjalanan bersama Summer, izinkan penulis menyampaikan beberapa hal terlebih dahulu.Cerita ini adalah karya fiksi yang lahir dari imajinasi, emosi, dan ban
CHAPTER 4 Keesokan paginya, Summer berdiri beberapa detik di depan pintu kelas A-1 sambil memeluk tablet di dadanya. Begitu pintu terbuka, suara obrolan di dalam langsung mengecil dan beberapa kepala serempak menoleh ke arahnya. “Oh, ranking satu datang.” “Yang kemarin ngomong ke senior Dylan it
CHAPTER 3 “Oh no...” Jess buru-buru menarik pelan lengan Summer. “Summer...” bisiknya cepat. “Kamu nggak dengar aku tadi?!” Namun Summer tidak mengalihkan pandangannya dari charm kecil di dekat sepatu pria itu. Ia melangkah sedikit mendekat sambil berkata pelan, “Itu gelangku.” Pria itu tetap dia
CHAPTER 2 Kamar asrama itu sunyi. Summer duduk di tepi tempat tidurnya sambil memegang buku asesmen yang terbuka di pangkuannya. Beberapa pulpen sudah berjajar rapi di sampingnya, sementara seragam RCA untuk besok tergantung rapi di pintu lemari. Semua sudah siap, tetapi tangan Summer masih salin


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan