Share

Chapter 36: Fajar Baru

Author: MIMOWIE
last update publish date: 2026-05-22 15:47:51

Sore hari, Arlos kembali ke kamar Anastasia dengan wajah yang lelah tapi juga puas.

Anastasia sedang menyusui Lucian, duduk di kursi dekat jendela dengan cahaya sore yang lembut menerangi mereka. Pemandangan itu—istrinya yang akan datang dengan putranya—membuat sesuatu di dadanya melembut.

“Selesai?” Anastasia bertanya dengan hati-hati.

“Selesai,” Arlos menjawab, berjalan mendekat dan duduk di bangku kecil di hadapannya.

“Kami mendapatkan semua informasi dari pikirannya—termasuk cara mengangkat
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 20

    Beberapa tahun kemudian.Anastasia duduk di meja kerjanya, jendela apartemennya terbuka membiarkan angin sore masuk, membawa aroma hujan yang baru saja reda—aroma yang selalu mengingatkannya pada malam yang mengubah segalanya, bertahun-tahun lalu.Di depannya, laptopnya menyala, kursor berkedip menunggu di halaman kosong. Novel terbarunya, yang akan segera dia selesaikan minggu ini, sudah mendekati bab-bab terakhir—kisah tentang seorang wanita yang menemukan cinta di dunia yang mustahil, kehilangan segalanya, lalu menemukan cara untuk tetap memilikinya meski dipisahkan oleh batas yang seharusnya tidak bisa dilewati.Dia tersenyum menatap layar itu, jari-jarinya mulai mengetik kalimat penutup untuk novelnya sendiri—novel yang terinspirasi penuh dari kehidupannya sendiri, meski tidak ada satu pun pembaca yang tahu betapa nyatanya kisah itu baginya.Di samping laptopnya, sebuah kotak kayu kecil duduk manis, penuh sesak dengan surat-surat yang sudah dia kumpulkan selama bertahun-tahun—beg

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 19

    Setahun setelah kunjungan pertama itu, Sera akhirnya berhasil melakukan sesuatu yang bahkan Guru Valen tidak pernah berani membayangkannya—membuka portal yang cukup stabil untuk bertahan hampir sehari penuh, cukup lama untuk sebuah keluarga menghabiskan waktu bersama tanpa terburu-buru menghitung menit yang tersisa."Kau yakin ini aman?" Anastasia bertanya cemas begitu melangkah keluar dari cahaya keemasan itu, mendapati dirinya kembali berdiri di taman belakang istana, kali ini disambut bukan hanya oleh Arlos, tapi oleh ketiga orang yang paling dia cintai di dunia ini."Aman," Sera menjawab bangga, meski wajahnya pucat kelelahan karena konsentrasi yang dia jaga. "Aku sudah berlatih untuk ini selama berbulan-bulan, Mama. Hari ini, kita punya waktu sampai matahari terbenam besok."Anastasia hampir tidak bisa menahan air matanya sendiri mendengar itu. Waktu yang begitu lama, begitu berharga, terasa seperti hadiah yang tidak pernah berani dia harapkan."Kalau begitu," katanya, menyeka ai

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 18

    Beberapa bulan setelah kunjungan pertama Anastasia ke istana, sebuah portal kecil terbuka lagi di sudut taman belakang kastil—tempat yang dulu menjadi sering dikunjungi Anastasia saat hamil Lucian, tempat di mana Arlos menunjukkan kepeduliannya pertama kali pada Anastasia, tempat di mana Arlos... menghukum Lady Cordelia dan sekutunya karena menghina bayi yang di kandungan Anastasia.Kali ini, Arlos menunggu Anastasia di taman ini."Sera bilang dia ingin memberi kalian waktu berdua," Lucian pernah berkata beberapa hari sebelumnya, tersenyum jahil yang jarang sekali dia tunjukkan. "Katanya, 'Papa dan Mama juga butuh waktu untuk jadi Arlos dan Anastasia, bukan cuma Papa dan Mama.'"Arlos berdiri di bawah pohon sakura yang sedang berbunga penuh, kelopak-kelopak merah muda berjatuhan pelan di sekelilingnya, jantungnya berdebar seperti pemuda yang baru pertama kali jatuh cinta, meski dia sudah menikahi wanita yang akan segera muncul dari portal itu bertahun-tahun lalu.Cahaya keemasan berpe

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 17

    Di suatu tempat di antara dimensi—tempat yang tidak memiliki bentuk, tidak memiliki waktu yang berjalan normal seperti yang dikenal dunia manapun—Khronos duduk sendirian, mengamati kembali setiap momen yang baru saja terjadi.Dia sudah hidup lebih lama dari peradaban mana pun yang pernah tercatat. Dia sudah menyaksikan jutaan kisah cinta lahir dan mati, jutaan keluarga hancur dan bersatu kembali, jutaan pilihan yang dibuat manusia dalam upaya sia-sia melawan takdir yang sudah dia tetapkan sejak awal waktu.Tapi tidak pernah, dalam seluruh keberadaannya yang tidak terhitung, dia menyaksikan sesuatu seperti ini.Seorang anak yang rela lenyap demi kebahagiaan ibunya. Seorang ayah yang memilih kehancuran hatinya sendiri demi kebebasan wanita yang dicintainya. Seorang ibu yang, diberi kesempatan untuk hidup aman dan bebas, memilih kembali cinta yang sudah dia ketahui akan berakhir dengan kematian.Dan seorang putri yang, dengan tekad tanpa henti, mengubah dirinya sendiri menjadi penyihir y

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 16

    Enam bulan setelah malam penuh keajaiban itu, Sera berdiri di tengah ruang latihan pribadinya, keringat membasahi dahinya, tangannya gemetar menahan konsentrasi yang sudah dia jaga selama berjam-jam."Kau bisa melakukannya," Lucian berkata dari sisi ruangan, suaranya tenang tapi penuh keyakinan. "Kau sudah berlatih untuk ini selama berbulan-bulan, Sera. Percaya pada dirimu sendiri."Arlos berdiri di sisi lain, tidak mengatakan apa-apa, tapi matanya penuh harapan yang sama besarnya dengan yang dirasakan putrinya sendiri.Sera menutup mata, mengingat setiap wajah yang dia rindukan—senyum ibunya di potret lama, suara hangatnya dalam surat-surat yang selalu dia baca berulang kali sebelum tidur, kehangatan pelukan yang hanya bisa dia ingat samar-samar tapi tidak pernah benar-benar hilang."Untuk Mama," bisiknya, mengumpulkan seluruh kekuatannya ke ujung jarinya.Cahaya keemasan mulai berpendar di sekelilingnya, jauh lebih stabil dari percobaan-percobaan sebelumnya, membentuk lingkaran semp

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   SIDE STORY 15

    Beberapa minggu berlalu sejak malam itu, dan kehidupan Anastasia perlahan menemukan iramanya kembali—meski sekarang ada sesuatu yang berbeda menyertainya setiap hari.Surat-surat aneh mulai muncul di kamarnya, tidak datang lewat pos, tidak diantar siapa pun—hanya muncul begitu saja di atas meja kerjanya, kertasnya bertekstur asing, tintanya berkilau keemasan samar di bawah cahaya tertentu.Untuk Mama, tulisan pertama yang dia temukan, tulisan tangan yang rapi tapi terburu-buru, jelas ditulis oleh seseorang yang tidak sabar. Aku baik-baik saja. Aku sudah mulai belajar mengendalikan sihirku lagi, meski Guru Valen bilang aku masih harus banyak berlatih sebelum bisa membuka portal yang stabil. Aku merindukanmu setiap hari. — SeraAnastasia menangis membaca surat pertama itu, memeluknya erat ke dadanya sebelum akhirnya duduk dan menulis balasannya sendiri, tidak yakin bagaimana caranya mengirim surat itu kembali tapi tetap menulis dengan sepenuh hati, meletakkannya di tempat yang sama temp

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 53: Mama Rindu Papa?

    Tiga bulan kemudian, perutnya mulai membuncit dengan jelas. Dan seperti dengan Lucian—kehamilannya sangat sulit. Mual tidak pernah berhenti. Bahkan di bulan ketiga, keempat, kelima—dia masih muntah hampir setiap hari. Kelelahan yang luar biasa. Dia tidur berjam-jam t

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 25: Lahir Dari Api

    Seminggu berlalu dalam keheningan yang menyakitkan.Anastasia tidak lagi mencoba meninggalkan kamarnya.Ia menghabiskan hari-harinya duduk di balkon, membaca buku-buku tentang perawatan bayi, atau hanya menatap kosong ke taman di bawah—menghindari melihat ke arah sayap barat di

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 5: Aku Harus Melindungi Anakku

    “Panggil tabib,” Margareth memerintahkan pelayan lain dengan nada mendesak. “Sekarang!”Tabib istana—seorang pria tua dengan jenggot putih panjang—datang tidak lama kemudian. Ia memeriksa Anastasia dengan teliti, memegang pergelangan tangannya, melihat matanya, menanyakan berbagai gejala.Dan akhir

  • ANASTASIA: Terjebak Sebagai Tawanan Kaisar   Chapter 4: Benih Pewaris Sang Kaisar

    Malam semakin larut. Para pelayan mulai menyalakan lilin-lilin di kamar, menciptakan cahaya yang hangat tapi tidak cukup untuk mengusir dinginnya perasaan Anastasia.Lalu pintu kamar terbuka.Tidak ada yang mengetuk.Tidak ada pengumuman.Tapi Anastasia langsung tahu siapa yang datang.Hanya ada sa

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status