分享

Bab 41

作者: Delf
last update publish date: 2026-05-14 19:51:37

“Pak Calvin?” Anna terkejut melihat kehadiran pria itu di hadapannya.

“Silahkan, Pak.” Ucap Feny dengan senyum manisnya.

Anna mengernyitkan dahinya, kenapa pria ini ada di sini? Seharusnya hari ini bukanlah jadwal pemeriksaan rutinnya. Dan kenapa harus menghampiri mejanya sedangkan masih banyak meja kosong di sekitar mereka.

Calvin tersenyum kemudian menarik bangku di seberang Anna. Anna seketika menjadi panik, dia menatap ke sekelilingnya dan benar saja seperti yang dia takutkan, beberapa peke
在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP
已鎖定章節

最新章節

  • Antidote   Bab 91

    Calvin mencoba menghubungi Olivia, sejuta alasan sudah muncul di kepalanya, namun Olivia tidak juga mengangkat telpon darinya. Calvin pun menghela nafas berat, ke mana semua wanita cantik ini? Hingga pagi ini pun Anna tidak juga membalas pesannya. Tidak Olivia, tidak Anna, keduanya tiba-tiba menghilang bagai ditelan bumi.Biasanya weekend adalah jadwalnya bermain basket, merenggangkan otot-ototnya yang selama lima hari menegang di kantor. Namun kali ini ada misi yang harus segera diselesaikan. Setelah berpakaian casual rapi kaos polo dan juga celana kain pendek, Calvin menyetir kendaraannya menuju rumah Anna.“Pagi Om, saya Calvin. Teman Anna.” Sapa Calvin ketika melihat ayah Anna, Adrian, sedang duduk santai di teras depan sambil membaca koran, ditemani secangkir kopi hitam yang masih mengepulkan asap.Pria paruh baya yang berkacamata itu segera melipat korannya dan memperbaiki posisi duduknya, “Pagi.” jawab Adrian sambil wajahnya menelisik Calvin dari atas ke bawah. Adrian sudah ser

  • Antidote   Bab 90

    “Vin, besok main basket yuk.” Calvin membaca pesan di handphonenya yang baru saja masuk dari Ivan. Pria itu baru saja keluar dari kamar mandi setelah membersihkan tubuhnya dan juga menyalurkan hasratnya.“Besok aku harus ke sekolah Dariel.” Jawab Calvin sambil mengeringkan rambut di kepalanya.“Kenapa?” balas Ivan.“Ada acara family day di sekolah Dariel dan aku sudah berjanji untuk menemani Olivia.”“Kak Ivan aja yang temani, biar ada alasan ketemu Olivia.” Steffany membalas pesan di grup whatsapp itu.“Kamu memang adik terbaik dan tercantik yang aku punya.”“Baru sadar, Kak?” Jawab Steffany cepat.“Tapi aku harus bilang gimana sama Olivia?” balas Calvin.“Ya bilang aja tiba-tiba ada kerjaan atau apa gitu.” Balas Steffany.“Kerjaan gimana, kan Oliv tau kalau weekend kantor libur.” Sanggah Calvin.“Ya alasan yang lain kek, mau kencan atau apa gitu. Besok pagi baru kamu kabari Olivia kalau kamu tidak bisa hadir, terus Kak Ivan langsung datang aja ke sekolah Dariel. Kan Oliv nggak mungk

  • Antidote   Bab 89

    Calvin melahap strawberry dari mulut Anna, bahkan ketika strawberry itu sudah berpindah ke dalam mulutnya, Calvin tetap melumat bibir gadis itu seakan tidak merelakan sari-sari strawberry tertinggal di mulut gadis itu.Kelu, itu yang dirasakan Anna ketika pria itu kembali menyentuh bibirnya, bibir yang diam-diam tiap malam selalu dirindukannya. Dan kini dia merasakannya kembali, tetap hangat dan membuat sekujur tubuhnya membeku.Ciuman yang awalnya begitu lembut perlahan berubah menjadi sedikit terburu-buru. Rupanya Anna sudah mulai paham langkah apa yang harus dilakukannya berikutnya. Gadis itu secara otomatis membuka mulutnya, membiarkan lidah Calvin menjelajah di setiap sudut mulutnya. Suara kecupan mulai terdengar dan diilanjutkan suara derit roda kursi yang menandakan kedua insan tersebut semakin merapatkan tubuhnya.Sebelah tangan kiri Calvin mulai merangkul pinggang Anna, sementara tangan kanannya beralih ke rambut Anna melepaskan gulungan rambut yang tertata rapi. Dalam sekeja

  • Antidote   Bab 88

    Anna membuka bungkus sate dan lontong dan memindahkannya ke dalam piring yang baru saja disiapkan oleh Pak Ilham, sang office boy kantor Calvin.“Pak Ilham, ini untuk bapak.” Ucap Anna memberikan dua bungkus sate padang lengkap dengan lontongnya.“Nggak usah Mbak. Buat Mbak Gianna dan Pak Calvin aja. Saya sebentar lagi mau balik.” Tolak Pak Ilham secara halus.“Engga Pak, ini saya beli memang khusus buat bapak dan keluarga bapak. Saya dan Pak Calvin udah ada kok.”“Diterima saja Pak, rejeki jangan ditolak, apalagi yang ngasi cewek cantik.” Celetuk Calvin yang sedang mengaktifkan komputernya.“Terima kasih, Mbak.” Ucap Pak Ilham tersenyum.“Sama-sama, Pak.”Pak Ilham mengangguk, “Pak Calvin, untuk strawberry-nya sudah saya simpan di kulkas pantry. Mau bapak bawa pulang?”“Oke baik Pak, nanti saya bawa pulang. Pak Ilham kalau mau balik silahkan, nanti saya yang kunci pintu.”“Baik Pak, saya pamit dulu. Mbak, pamit dulu. Sekali lagi terima kasih makanannya.”“Sama-sama. Hati-hati, Pak I

  • Antidote   Bab 87

    “Anna, kamu jadian sama Calvin?” tangan Anna tiba-tiba ditarik oleh Victor ketika dia keluar dari ruang ganti dan bersiap pulang. Belakangan ini dirinya dan Calvin memang sering jalan bareng, alasannya karena mereka harus memerankan sebagai pasangan baru di depan Ivan dan Olivia. Nampaknya Olivia mulai membuka hati kembali pada Ivan.Anna berusaha melepaskan genggaman tangan Victor, “Aku rasa itu bukan urusan kamu.”“Jadi kamu putusin pertunangan kita karena pasienmu itu? Aku nggak nyangka, ternyata kamu licik banget. Seolah-olah kamu jadi korban, ternyata kamu juga melakukan hal yang sama.”Anna tersenyum, “Hal yang sama? Bukankah seharusnya kamu bersyukur dengan aku memutuskan pertunangan kita, kamu sekarang bebas dan bisa meresmikan hubunganmu dengan Sherly? Kenapa kamu malah marah?”“Aku tidak ada hubungan dengan Sherly! Kami tidak berpacaran.”“Itu bukan urusanku.”“Anna...”“Maaf, aku harus pulang.”Anna melangkah cepat meninggalkan Victor yang mengepalkan tangannya menahan amar

  • Antidote   Bab 86

    “Uda tidur? Sorry ya kamu pulangnya jadi malam.” Sebuah pesan masuk membuat jantung Anna berdebar.“Belum, masih baca novel. Nggak apa-apa kok, malah biasa pulang pagi.” Balas Anna dengan emoticon lidah terjulur.“Wah, kayaknya nantangin nih.” balas Calvin.“Eh enggak ya, kan memang aku sering pulang pagi kalau dapat tugas jaga malam.”“Jadi besok jaga malam?”“Iyah.”“Kalau gitu lusa pagi aku jemput ya, kita sarapan bareng.”Kali ini jantung Anna terasa hampir copot. Apakah ini ajakan kencan? Astaga Anna pikiranmu. Anna bahkan tidak mampu membalas.“Kebetulan lusa aku ada meeting sama client dekat rumah sakit jam sepuluh. Jadi daripada harus ke kantor dulu, mending aku langsung ke sana. Cari sarapan dekat sana. Itu juga kalau kamu nggak keberatan.”Pesan dari Calvin kembali masuk dan Anna tanpa berpikir langsung menjawab, “Boleh.”“Ok, sampai jumpa lusa pagi. Ya uda kamu istirahat aja. Good night.”“Good night.”Anna tersenyum dan menutup wajahnya yang tiba-tiba terasa panas, ya Tuha

  • Antidote   Bab 10

    Anna menarik nafas panjang, dirinya harus menahan emosinya agar air matanya tidak tumpah melihat kemesraan Victor dan Sherly, walau pasangan baru tersebut tidak saling mengumbar kemesraan secara terang-terangan karena tau posisi mereka di rumah sakit. Namun kemesraan mereka tetap terlihat dari cara

  • Antidote   Bab 9

    “Tadi itu.. “ Olivia memulai pembicaraan ketika dirinya sudah duduk berhadapan dengan Calvin di depan meja makan yang telah disusun rapi dan indah dengan sentuhan romantis lampu lilin yang melengkapi kilauan cahaya bulan yang bersinar terang.“Dia suster Anna, suster yang merawatku selama aku di ru

  • Antidote   Bab 8

    Anna memasuki ruang perawat, meletakkan kembali semua peralatan medis yang telah selesai digunakan. Ada rasa lega meliputi hatinya, walau belum menemukan pendonor yang cocok tapi setidaknya kondisi pasien tampannya sudah membaik dan cukup stabil. Harus diakui bahwa sepupunya, Alvino, adalah dokter

  • Antidote   Bab 7

    “Calvin?” Olivia terkejut, raut wajahnya campur aduk, antara marah, sedih, dan juga khawatir. “Ka.. kamu?” ucapnya masih bergeming di tempatnya.“Liv..” ucap Calvin terbata, terkejut dengan kehadiran Olivia.Pandangan Olivia mengarah tajam ke Steffany, membuatnya menundukkan kepala karena merasa be

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status