Share

Pertemuan Tidak Terduga

Penulis: Mommykai22
last update Tanggal publikasi: 2026-07-19 23:59:38
Beberapa hari berlalu dan pemberitaan tentang Wijaya Group memasuki babak baru. Seorang pensiunan polisi mendadak muncul tanpa rasa takut, ikut bicara, dan membuat publik makin heboh.

"Saat aku masih menjadi polisi dulu, anak buahku meninggal saat menyelidiki kasus itu. Kematian yang sangat tidak wajar dan sangat kebetulan. Belasan tahun aku meyakini ada yang tidak beres, tapi aku tidak menemukan apa pun. Semua penyelidikan menemukan jalan buntu seolah ada yang berusaha menahannya."

"Saat aku
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (1)
goodnovel comment avatar
Tresye Kesaulya
lnjut kakak
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tawa di Tengah Ketegangan

    Plak!Satu tamparan dilayangkan Darmawan ke wajah Wira begitu Wira kembali dengan bekas pukulan di wajahnya. Darmawan yang sebelumnya hanya bisa duduk bersandar di ranjangnya sekarang sudah lebih baik dan sudah bisa berdiri dengan tongkatnya. Ia pun berdiri berhadapan dengan Wira sambil menatapnya penuh amarah. "Sejak kapan kau menjadi bodoh begini, Wira? Sepanjang yang aku kenal, kau selalu menyelesaikan semuanya dengan sempurna, tapi mengapa begini, hah?" "Memangnya siapa yang sudah melindungi pria brengsek itu?" sahut Arman juga. "Apa polisi?" Wira mengembuskan napas panjangnya sebelum menjawab. "Yang melindungi Handi adalah Leo." Arman dan Darmawan langsung terdiam sejenak sambil membelalak. "Siapa katamu?" ulang Darmawan tidak percaya. "Leo dan temannya, mereka yang berjaga di sana dan melindungi Handi," jawab Wira lagi geram. Darmawan dan Arman kembali terdiam sambil membelalak. "Leo? Bagaimana Leo bisa melindungi Handi? Apa hubungannya Leo dengan semua ini?" seru Arma

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Perang Terbuka

    "Percayalah pada kami, insting bosku tidak mungkin salah." Dua jam sebelum Wira datang, Leo dan Gary datang duluan ke kamar Handi. Leo meninggalkan Elisa bersama Bik Imah setelah Elisa memilih untuk diam sepanjang hari. Elisa perlu menenangkan dirinya. Karena itu, Leo tidak mengganggunya. Selain itu, Leo punya banyak hal yang harus ia selesaikan. Salah satunya adalah menjebak Wira. "Aku yakin Wira akan kembali datang untuk menyelesaikan pekerjaan yang tertunda, yaitu melenyapkan Anda, Pak Handi," seru Leo. Handi menelan saliva dengan jantung yang berdebar kencang. Bohong kalau ia tidak takut, apalagi ia sedang ada di rumah sakit dalam posisi diinfus, posisi yang membuatnya tidak bisa bergerak bebas. "Aku tahu dia bisa melakukan itu. Karena itu, aku tidak mau tetap diam di sini untuk menemui ajalku. Aku sudah baik-baik saja dan aku mau keluar dari rumah sakit ini!" Handi ingin bangkit berdiri, tapi Daisy menahannya. "Ayah, tubuh Ayah masih sakit semua. Ayah belum bisa keluar." "

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Tertangkap Basah

    Rahmat masih terdiam. Ia bahkan baru bertemu pria muda itu beberapa menit, ia tidak akan luluh hanya dengan beberapa kalimat seperti itu. Rahmat pun menatap Gary dengan tatapan yang kembali menantang. "Lepaskan aku! Kalau kau memang bukan orang jahat, seharusnya kau tidak masalah melepaskan aku kan?" Rahmat menarik tangannya dari dua anak buah Gary yang masih memeganginya. Tanpa perintah dari Gary, mereka tidak berani melepaskan tangannya dari Rahmat. Gary pun mencoba bicara lagi, tapi Rahmat sama sekali tidak bisa diajak bicara. Sampai akhirnya Gary pun menelepon Leo. Leo sendiri baru saja tiba di rumah. Begitu tiba, Elisa langsung masuk ke kamar dan mengurung diri di sana, masih terlalu syok untuk berkomentar sampai Bik Imah pun cemas melihatnya. "Apa yang terjadi padanya, Leo? Mengapa dia masuk tanpa menyapa sama sekali?" Leo mengembuskan napas panjangnya. "Akhirnya dia mengetahui kalau kakek dan ayahnya bukan orang baik, tapi dia masih menolak percaya." Bik Imah menutup mulut

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Bukan Orang Jahat

    Kedua mata Rahmat membelalak menatap pria di hadapannya, jantungnya memacu kencang. Dan untuk sesaat, ia hanya mematung, ia pun tidak tahu mengapa ia harus melakukannya. Hingga beberapa detik berlalu, Rahmat akhirnya sadar dan kembali menunduk. "Permisi!" seru Rahmat yang langsung melewati pria itu. Namun, pria itu kembali memanggilnya. "Tunggu, Pak!" Sontak Rahmat menghentikan langkahnya lagi dan sungguh, ia berniat untuk kabur saat ini. "Anda ... aku seperti mengenal Anda," seru pria muda itu. Dan pria muda itu adalah Gary. Gary tadinya ingin menyusul Leo dan Elisa untuk melihat kondisi Elisa, tapi langkahnya malah terhenti melihat sosok yang aneh di rumah sakit. Memakai baju serba hitam, topi hitam dan masker hitam, hanya saja tidak memakai kacamata. Gary merasa mengenali tatapan mata itu. Mungkin tubuh dan kulit bisa menua, tapi mata tidak. Dan Gary sudah cukup lama memperhatikan pria yang harus ia temukan, yaitu Rahmat. Rahmat makin berdebar mendengar ucapan Gary, tapi i

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria di Hadapannya

    Elisa goyah. Tubuhnya terhuyung sampai Leo memeluk dan menahannya. "Elisa!" "Itu tidak benar!" Elisa menggeleng. "Itu tidak benar! Kakek dan ayahku tidak akan mampu melenyapkan nyawa manusia, mereka bukan pembunuh!" seru Elisa keras. Handi sampai tidak enak hati mendengarnya. "Maafkan aku, Elisa. Tapi apa yang aku katakan adalah kenyataan. Aku tahu dari semua anggota keluarga itu hanya kau yang tidak banyak drama. Tapi banyak! Sangat banyak hal yang mungkin tidak kau ketahui tentang keluargamu ...." "Cukup! Cukup! Aku tidak mau mendengarnya lagi!" sahut Elisa dengan napas yang tersengal. "Tujuanku kemari adalah untuk melihat kondisi Anda, Pak. Beruntung sekali Gary menemukan Anda dan menolong Anda dari jambret yang mengerikan itu. Aku ... aku hanya bisa bilang semoga Anda cepat sembuh, lalu hiduplah dengan baik, dan berhentilah memfitnah keluargaku!" Elisa berbicara begitu lancar dan cepat, tapi setelahnya, napasnya kembali tersengal. "Itu saja! Permisi! Ayo kita pergi, Leo!" Bu

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Kenyataan

    "Apa? Percobaan apa? Percobaan pembunuhan? Siapa maksudmu yang mencoba membunuhnya? Jangan bilang Grandpa, Leo! Jangan bilang Grandpa!" Mungkin di hati kecil Elisa mulai ada keraguan. Rasanya sesak dan membingungkan untuknya. Kakek yang ia sayangi sejak kecil mendadak dijelekkan oleh banyak orang sekarang. Ya, sekalipun Darmawan kasar, Elisa menyayanginya. Dan walaupun Darmawan bukan pria baik, tapi Elisa menolak percaya kalau kakeknya itu seorang pembunuh. "Ini pasti salah, Leo! Bagaimana kalian bisa bilang percobaan pembunuhan? Aku ... aku mau menemui polisi itu, bawa aku ke sana, aku harus bertanya langsung padanya!" Elisa seperti orang kebingungan. Satu persatu masalah baru muncul di saat masalah yang lama belum selesai dan membuat Elisa tidak bisa bernapas lega. Ia pun memegangi perutnya dan ia merasa bersalah karena sudah membuat bayi di kandungannya ikut stres. Sementara itu, Darmawan lagi-lagi marah mendengar bahwa orang suruhannya gagal membunuh Handi. "Apa maksudmu, W

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Harus Segera Hamil

    "Apa yang kau lakukan di sini, Leo?" Elisa menarik tangannya kembali dan ia langsung melotot marah. Jantungnya memacu kencang dan ia tidak menyangka ada orang yang memergokinya seperti ini. Leo sendiri terdiam sejenak tidak bisa berkata-kata. Ia bukan pria polos yang tidak tahu apa yang Elisa lak

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Memuaskan Diri Sendiri

    Elisa membeku saat merasakan pelukan yang menahannya. Buru-buru ia mendongak dan jantungnya makin bergemuruh melihat siapa pria itu. Itu Leo. Pria itu berdiri sangat dekat dengannya, satu tangan masih melingkar di pinggangnya agar ia tidak terjatuh.Kemarin mungkin Elisa tidak merasakan apa-apa s

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Anak Tukang Selingkuh

    "Aku tidak bisa! Nyalakan lampunya!" Elisa memekik keras sambil bangkit duduk di ranjangnya. Ia merinding. Ia tidak bisa melakukan ini. "Kubilang nyalakan lampunya, Leo!" bentak Elisa lagi. Sedetik kemudian, lampu pun dinyalakan dan Elisa kembali menoleh. Leo belum memakai kemejanya dan tubuh pr

  • Asisten Suamiku yang Perkasa   Pria Lain di Kamarnya

    "Ini pria yang akan membuatmu hamil, Elisa." Elisa membelalak lebar saat melihat Eddy, suaminya membawa seorang pria ke kamar mereka. Pria itu Leo, asisten suaminya yang baru bekerja beberapa bulan ini. Pria berkacamata yang pendiam dan penurut, dengan rambut klimis yang membuat Elisa selalu meng

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status