Share

Bab 40. Hilang

Penulis: Nanitamam
last update Tanggal publikasi: 2026-07-01 18:38:42

"Dave, siapkan mobil kita ke rumah sakit sekarang!"

"Baik, Komandan."

Suara bariton Ziandra menggelegar di sepanjang koridor markas, memotong keheningan malam yang mencekam. Rahangnya mengeras, emosi yang membakar dadanya membuat langkah tegapnya terasa kian mengintimidasi. Sambil berjalan cepat, Ziandra langsung menekan tombol panggil cepat pada ponselnya, menghubungkan saluran ke rumah sakit.

"Sersan Irwan, terus siaga di posisi. Jangan sampai lengah sedikit pun!" perintah Ziandra begitu pang
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 66. Ini Apa, Bang?

    "Sersan Irwan! Apa yang terjadi? Kenapa telepon Anda tidak aktif?!"Irwan yang masih duduk di sofa langsung menelan ludah dengan susah payah, sementara jemarinya bergetar hebat menggenggam ponsel. Matanya melirik panik ke arah Almira. Gadis itu berdiri tepat di sampingnya sambil mengangkat ponsel lain. Di layar ponsel tersebut sudah tertulis kalimat dengan huruf besar yang sangat jelas."M-MAAF, KOMANDAN! TADI PONSEL SAYA JATUH. BATERAINYA KENA AIR."Almira menggerakkan telunjuknya, memberi isyarat agar Irwan membaca persis seperti yang tertulis..Irwan menarik napas panjang."M-maaf, Komandan! Tadi ponsel saya jatuh baterainya kena air."Hening sesaat. Lalu terdengar suara Ziandra yang jauh lebih pelan. "Baterai kena air?"Irwan memejamkan mata. "Iya. Siap."Ziandra memotong sebelum ia sempat menyelesaikan kalimat. "Ponsel dinas militermu itu waterproof sampai kedalaman lima puluh meter, Sersan Irwan."Keringat dingin langsung mengucur di pelipis Irwan. Mulutnya terbuka, tetapi tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 65. Jangan Sampai Curiga.

    Zena ikut terdiam. Ia mengenal reputasi Mayor Ziandra jauh sebelum menjadi bagian dari jaringan Red Viver. Seorang komandan yang tidak pernah mengandalkan emosi, melainkan logika Viver dan itu jauh lebih menakutkan."Kita harus lebih berhati-hati mulai sekarang," bisik Zena."Ya. Sangat berhati-hati."Sementara itu...Di gang sempit.Salah seorang prajurit kembali berlari mendekati Ziandra. "Komandan! Tidak ada temuan berarti.""Di sini juga nihil.""Area belakang bersih.""Sisi utara juga tidak ada."Semua laporan terdengar sama: tidak ada apa pun.Ziandra memandang langit beberapa saat, kemudian mengambil keputusan. "Sudah."Seluruh prajurit langsung berdiri tegak. "Siap!""Kita kembali ke markas.""Siap!"Semua mulai bergerak menuju kendaraan masing-masing. Namun baru beberapa langkah meninggalkan lokasi, mata tajam Ziandra menangkap pantulan cahaya kecil di sela retakan trotoar. Kilau itu nyaris tidak terlihat. Ia langsung berhenti."Tunggu."Dave ikut menghentikan langkah. "K

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 64. Harus Hati-Hati

    “Selena selalu tahu apa yang harus dia lakukan.” Tim pembersih Red Viver yang dikirim oleh Selena setelah menerima sinyal radar darurat langsung melompat keluar dan bergerak cepat bagaikan bayangan.Dengan efisiensi tinggi, anggota Red Viver mengangkut empat orang pingsan tersebut, menyingkirkan pecahan kaca, menderek mobil sedan yang hancur, dan menyapu bersih seluruh area. Sementara itu, Almira dan Zena dengan cekatan memindahkan tubuh Adrian yang masih pingsan ke posisi dibangku belakang. Zena alias Bi Sumi duduk di kursi kemudi lalu membawa mobil pergi. Ketenangan tidak berangsur lama. Adrian mulai tersadar! Kepalanya berkunang-kunang sembari memegangi tengkuknya yang berdenyut nyeri."Aduh... kepala saya... sakit? Apa yang terjadi?" gumam Adrian linglung.Almira langsung menengok kebelakang mengubah raut wajah garangnya dalam satu detik menjadi mode 'gadis polos nan teraniaya'."Dokter Adrian! Ya ampun, Dokter nggak apa-apa?!" pekik Almira histeris dengan wajah kaget setengah

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 63. Waktu Habis.

    “Sepertinya sudah terjadi sesuatu”Ziandra langsung mematikan panggilan tanpa ragu. Dengan kening berkerut dalam, ia segera mencari kontak lain dan menekan tombol panggil. Sifat telitinya membuat naluri militernya terus berdering menuntut kepastian.Di tempat lain, telepon genggam Sersan Irwan bergetar nyaring. Irwan yang sedang memegang kunci Inggris langsung mengangkatnya cepat."Siap, Komandan!" jawab Irwan tegas."Bagaimana keadaan disana? Almira aman?" tanya Ziandra langsung tanpa basa-basi, suaranya berat dan penuh intonasi menuntut.Irwan menelan ludah, merasa gugup setengah mati. "M-mohon maaf yang sebesar-besarnya, Komandan! Saya... saya saat ini sedang tidak berada di pos pantau."Alis Ziandra menyatu erat, matanya mengeras bagai baja. "Maksudmu?""Anu, Komandan, tetangga sebelah rumah target tiba-tiba minta bantuan darurat. Pipa airnya bocor parah dan rumahnya kebanjiran. Kasihan, Beliau sedang hamil tua dan sendirian di rumah. Jadi saya bantu sebentar untuk membetulkan pi

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 62. Sales Panci

    "Siapa yang mengikuti kita?" tanya Adrian sambil berulang kali melirik kaca spion tengah."Jadi mereka mulai bergerak ..." desis Almira pelan. Suara tenangnya perlahan lenyap, berganti dengan intonasi dingin penuh perhitungan."Tenang, Almira. Mungkin hanya perasaan kamu saja," jawab Adrian berusaha menenangkan, meski tangannya di lingkar kemudi mulai mencengkram erat."Coba saja banting setir kalau tidak percaya," cetus Zena dari kursi belakang dengan nada datar tanpa ekspresi.Adrian melirik ke arah Almira yang duduk di sampingnya. Gadis itu seketika membenahi posisi duduknya dan berusaha memasang wajah setenang dan selugu mungkin."Apa kamu punya tunggakan pinjol yang belum dibayar?" tanya Adrian tiba-tiba.“Ya ampun, biasanya aku yang bicara absurd begitu. Kenapa Dokter Adrian malah ikut-ikutan?” gumam Almira dalam hati, menahan napas."Aku nggak punya cicilan pinjaman online, Dokter!" sahut Almira tak kalah konyol. "Muka imut begini mana cocok dikejar-kejar debt collector!""Ben

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 61. Akting Konyol

    "Anda mau pergi ke mana, Nona?"Zena berdiri di dekat pintu ruang tamu sambil memperhatikan Almira yang baru saja masuk ke dalam kamar. Begitu pintu terbuka kembali, gadis itu sudah berubah penampilan. Rambut panjangnya yang biasanya tergerai kini diikat tinggi membentuk ekor kuda, membuat wajahnya terlihat lebih tegas sekaligus segar.Almira yang ingatannya sudah kembali memasang ekspresi dingin. Ia mengambil sebuah jaket tipis dari gantungan, lalu mengenakan topi berwarna hitam. "Kita pergi menemui kedua orang tuaku."Zena langsung mengangkat kepala. "Tuan Valerius dan Nyonya Laura?"Almira mengangguk. "Mama pasti cemas dengan kejadian kemarin. Aku ingin menemuinya dan memberitahu jika ingatan ku sudah kembali."Zena tampak berpikir. "Kalau begitu saya ikut.""Tentu."Almira mengambil kunci motor yang tergantung di dekat pintu. Namun sebelum sempat melangkah keluar, Zena kembali membuka suara."Nona.""Hm?""Di luar ada Sersan Irwan.'Almira menghentikan langkahnya. "Anda tahu dia

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 4. Kejutan Almira

    "Maaf, Nona. Pak Ziandra sudah berangkat," jawab Sumi pelan. Senyum di wajah Almira langsung runtuh. Secepat kilat, bibir mungil yang tadi melengkung indah itu kini berubah menjadi cemberut minor. Bahunya sedikit turun, seperti balon yang kempes perlahan. "Sudah berangkat?" ulangnya, masih tidak

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 3. Jangan Banyak Tingkah!

    Almira menoleh, matanya berbinar meskipun batuk-batuk karena asap. "Oh, Bang Komandan! Bangun? Maaf, Bang, sedikit insiden teknis." "Insiden teknis, Bang Komandan?" Kening Ziandra mengkerut. “Apa maksudmu?” "Iya, kompor sama wajannya ngajak perang, Bang. Padahal aku cuma mau bikin nasi goreng ce

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 2. Sainganku Bek Tengah

    "Oh... jadi ini alasannya?" gumam Almira dengan nada bicara yang tiba-tiba melas namun penuh pengertian yang salah alamat."Pantas saja gaun satin 'LC ala sugar baby’' aku nggak mempan. Ternyata sainganku bukan pelakor, tapi pemain bek tengah.""Almira, jangan berpikiran macam-macam. Dave hanya ter

  • BUAT AKU HAMIL, KOMANDAN   Bab 1. Hamili Aku, Komandan!

    "Paket pelet semar mesem ampuh, gak ya?"Almira menghela nafas panjang saat duduk menatap dirinya di depan cermin. Ucapan Nyonya Stella terus terngiang di telinga. Rambut panjangnya di gerai, make up tipis hasil tutorial dari youtube berhasil dilakukan. Hanya satu misinya yang belum berhasil, yait

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status