Compartir

Bab 59

last update Fecha de publicación: 2026-07-28 13:55:47

Kota Banjarbaru, kota yang merupakan kota berdirinya organisasi kalajengking, organisasi golomgan hitam yang merupakan kelompok yang sangat menakutkan.

Dahulu, organusasi kalajengking hanya sebuah perguruan kecil, tapi sejak ketua berganti, dan posisi tampuk pimpinan jatuh ke tangan Ki Taraku, semuanya berubah.

Dari perguruan yang kecil, Ki Taraku ubah Perguruan itu jadi sebuah organisasi, dan kumpulkan bakat-bakat hebat di dunia persilatan, bakat hebat dari golongan hitam.

Perlahan tapi pasti,
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 60

    Pertemuan antara ketua golongan putih, hanya Ki Basa, yang tak ikut. Itu karena ia melatih muridnya, Junta yang akan jadi lawan Panji berikutnya.Melihat kemampuan Panji, Ki Basa merasa kalau dia butuh tingkatkan kemampuan Junta, dan dia yakin itu akan mampu kalahkan Panji."Junta, gunakan jurus ini jika kau sudah terdesak, jangan asal gunakan, karena ini akan menguras seluruh tenaga yang kau miliki!" kata Ki Basa pada muridnya itu."Baik, guru! Akan aku lakukan!" Junta.Dari turnamen itu hanya tersisa delapan peserta, dan hanya Panji satu-satunya kejutan yang paling terlihat nyata di turnamen itu.Saat Panji kalahkan Abanda, dia langsung masuk dalam bursa juara, paling tidak dia masuk tiga besar. Itulah yang di prediksi banyak orang.Di sisi lain perguruan singa timur, Fahmi, murid perguruan singa timur yang memiliki bakat paling tinggi di perguruan itu, bakat tertinggi di seusianya."Siapa yang akan jadi lawanku, ketua?" tanya Fahmi pada Ki Rentak."Kau akan berhadapan dengan Bohia.

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 59

    Kota Banjarbaru, kota yang merupakan kota berdirinya organisasi kalajengking, organisasi golomgan hitam yang merupakan kelompok yang sangat menakutkan.Dahulu, organusasi kalajengking hanya sebuah perguruan kecil, tapi sejak ketua berganti, dan posisi tampuk pimpinan jatuh ke tangan Ki Taraku, semuanya berubah.Dari perguruan yang kecil, Ki Taraku ubah Perguruan itu jadi sebuah organisasi, dan kumpulkan bakat-bakat hebat di dunia persilatan, bakat hebat dari golongan hitam.Perlahan tapi pasti, organisasi itu mulai menujukkan taring di dunia persilatan, dan mulai memiliki nama. Nama yang ditakuti oleh golongan putih.Meskipun pada saat ini, organisasi kalajengking belum organisasi hitam terkuat di benua biru, tapi dengan semakin banyaknya pendekar hitam yang bergabung dengan organisasi itu, maka untuk meraih posisi itu, bukan hal yang mustahil lagi.Salah satu cara yang mereka tempuh adalah, membunuh, menculik dan habisi golongan putih, hingga posisi mereka semakin kuat, dan ditakuti.

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 58

    Di sebuah ruangan yang sangat tertutup di perguruan singa timur, ada beberapa orang yang sedang bicara, dan mereka adalah para ketua perguruan, dan beberapa pendekar kelas atas yang datang ke perguruan singa timur.Dari belasan orang itu, hanya ada satu bocah ingusan yang diajak untuk masuk ke ruangan yang akan adakan pertemuan itu."Terima kasih untuk sahabat semuanya karena sudah datang ke ruangan ini memenuhi undangan dariku!" kata Ki Rentak, ketua perguruan singa timur.Mata Ki Rentak tak bosan-bosannya melihat ke arah bocah yang ada di dalam ruangan itu. Dia tak lain adalah Panji.Ketua Kusuma tahu apa yang ada di dalam pikiran ketua perguruan singa timur, tapi dia untuk saat ini memilih untuk diam."Ki Bawak, bicaralah!" kata Ki Rentak.Ki Bawak berdiri, dan semua mata mengarah padanya."Aku melihat kalau salah satu ketua organisasi kalajengking tadi datang untuk menonton pertandingan turnamen pendekar muda!" ucap Ki Bawak memulai ucapannya."Organisasi kalajengking?""Iya!""Ap

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 57

    Semua orang menatap saat Abanda melancarkan serangannya yang sangat ganas, dan mematikan, yang menurut pandangan orang, Panji sudah tak dapat bergerak lagi.Saat kepalan tangan Abanda sudah ada di hadapan Panji, dan hanya berjarak beberapa centi saja, Abanda menghentikan serangan dengan tiba-tiba."Kau kalah!" ucap Panji.Ki Askana yang melihat itu berteriak keras."Abanda, apa yang kau lakukan, kalahkan dia?" teriak Ki Askana.Tapi Abanda sungguh inginkan menang, tapi dia tak dapat lagi gerakkan tubuhnya, dia merasakan ada ledakan di dalam tubuhnya.Melihat wajah Abanda, Panji mundur beberapa langkah, dan menatap Abanda dengan tatapan yang tajam.Huakkkkkk!!Dan, dari mulut Abanda menyembur darah yang cukup banyak, dan itu mengotori lantai arena turnamen.Brukkkkkk!!Tak berapa lama, Abanda jatuh ke lantai arena, dan pingsan karena kalah melawan Panji."Abanda!" teriak Ki Askana.Huppppp!!Dia melompat dari tempat dia duduk, dan segera mendarat di samping muridnya. Dia langsung memer

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 56

    Semua yang melihat pertandingan itu sangat tak menduga kalau Panji berhasil membuat Abanda terdesak dengan sangat hebatnya. Bahkan sampai membuat Abanda muntah darah."Kurang ajar!" maki Ki Askana yang melihat muridnya di ambang kekalahan.Hiatttttt!!Abanda memutar tubuhnya, dan menyerang kaki Panji. Tapi dengan ringan, Panji melayang ke udara, dan berputar-putar dengan cukup indah."Kau akan mati!" teriak Abanda.Haaaaaaaaaaa!!Abanda yang masih memiliki sisa tenaga dalam, melepaskan seluruhnya, dan gunakan jurus yang kuat."Terkaman singa gunung!" teriak Abanda.Dengan hentakan kaki yang kuat, Abanda melompat ke udara, dan mengejar Panji yang mengindari serangannya ke atas.Abanda menyilangkan kedua tangan di depan wajah dan cakar yang tajam dengan tenaga dalam yang dialiri ke jarinya siap melukai tubuh Panji.Crasssssss!!Pergelangan kaki Panji robek oleh tajamnya cakar tangan Abanda, tapi itu tak terlalu berpengaruh pada Panji."Mengaku kalah lah!" teriak Panji dengan suara keras

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 55

    Intan Agni sungguh marah karena tuduhan Panji padanya, gadis muda itu sangat jelas tak suka pada perkataan Panji yang menuduhnya mendapatkan lawan yang lemah."Coba kau pikirkan sendiri, kau sudah bertanding dua kali, tapi kau belum menemukan lawan yang sepadan denganmu?" ucap Panji."Itu karena nomor undian ku sangat beruntung!" kata Intan Agni."Bukan, tapi kau digadang-gadang akan masuk ke delapan besar, dan itu juga untuk hargai kakekmu, jadi mereka buat undian yang menguntungkan dirimu!" kata Panji."Kakek!" kata Intan Agni meminta pembelaan dari kakeknya."Hahaha, apa yang dikatakan Panji itu benar Intan. Dia tak berdusta!""Jadi?""Tapi semua tak sepenuhnya benar!" kata Ki Sutopo."Dimana yang tak benar itu, sepuh?""Aku katakan padamu Panji, lawan pertama Intan, mungkin lemah, tapi lawan keduanya tak lemah, hanya saja kemampuan Intan memang yang tinggi!" kata Ki Sutopo.Panji memilih untuk tunggu penjelasan yang berikutnya."Dan, bukan kami yang menentukan lawan, tapi karena l

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status