LOGINAkibat kecemburuan sang paman, Qin Chen yang dikenal sebagai Kultivator Berbakat karena dapat menembus Alam Pembentukan Fondasi Puncak di usia 12 tahun, kini berubah menjadi sampah. Danitian Qin Chen hancur total dan tak ada yang bisa menyembuhkannya. Perhatian dan pujian berubah menjadi hinaan. Bahkan, pertunangannya dibatalkan secara tiba-tiba, hingga memberikan rasa malu kepada keluarganya. Namun, secercah harapan tiba-tiba muncul kala sebuah Pagoda Misterius menyatu ke dalam jiwanya ... Tidak hanya dantiannya yang pulih, tapi kemampuan belajarnya meningkat! Bahkan, Teknik Bela Diri tertinggi dapat dipelajarinya! "Kali ini, akan kubuat menyesal semua orang yang pernah merendahkanku!"
View More"Setahun ini rektornya semedi doang, ya? Percuma bayar UKT mahal-mahal." Omel Serena sambil memutar bola mata malas.
Ia kesal karena ternyata fasilitas lift masih belum tersedia untuk para mahasiswa sedangkan kelas pertamanya hari ini ada di lantai lima. Padahal selama mengambil cuti ia terus membayar ukt penuh.
Ingin sekali rasanya Serena menyumpahi para motivator yang mengatakan bahwa kuliah itu tidak penting. Karena berbekal anggapan para motivator tersebut serta satu dan lain hal, Serena memutuskan untuk cuti setahun lalu. Sekarang beginilah akibatnya, ia tertinggal cukup jauh dengan teman-teman seangkatannya. Yang lain sudah mulai garap skripsi sebagai syarat kelulusan, Serena masih harus berebut dosen dengan adik tingkat. Percuma ia sudah mempunyai banyak ide-ide untuk skripsinya sejak semester awal.
Sayonara cumlaude.
Melirik arlojinya yang sudah hampir tepat pukul delapan gadis itu mempercepat langkah kakinya. Hingga tiba di belokan koridor, Serena terjatuh kebelakang karena menabrak sesuatu atau lebih tepatnya seseorang.
"Oh, shit!" Pekiknya ketika isi gelas amerikano di tangannya nyaris keluar. Untung isinya tinggal setengah.
Serena mendongak untuk melihat laki-laki yang baru saja ia tabrak. Ia mengulurkan tangannya yang tidak sedang memegang gelas kopi, bermaksud untuk meminta bantuan berdiri. Tapi tak ada sambutan. Daffin hanya bergeming melihatnya tanpa ekspresi.
"Bantu gue berdiri."
Cowok berkacamata itu mengangkat kedua alisnya tinggi. "Kenapa gue harus bantu lo?" Tanyanya balik tak merasa bersalah.
"Duh, ya karena gue jatoh. Lo sudah pakai kacamata masih enggak bisa melihat dengan jelas?"
"Lo yang nabrak gue, kalau-kalau kepala lo kena benturan lalu hilang ingatan." Terang Daffin datar.
Ia sedang berusaha mengingat siapa gadis dengan rambut seperti ayam warna-warni di pasar ini. Setahunya gedung jurusan ini bukan termasuk dalam fakultas seni.
Serena tertawa sarkas. "Apa sesusah itu untuk mengulurkan tangan?"
"Apa sesusah itu untuk berdiri sendiri? Lo cacat? Enggak kan?" Balas Daffin sambil mendengus.
"You little piece of moron!" Umpat Serena akhirnya berusaha bangun sendiri.
Makhluk menyebalkan darimana pula ini? Seingat Serena setahun lalu ia masih menjadi salah satu idola kampus paling diincar. Gadis itu membuang napas menahan tangannya untuk tidak menyiramkan laki-laki ini dengan amerikano-nya.
Serena menatap Daffin dengan seksama, mencatat dengan jelas figur wajahnya. "Lo angkatan tahun berapa?"
Daffin yang telah sadar siapa gadis di depannya ini jadi menarik senyum separuh. "Orang yang paling anti sama senioritas sekarang mau semena-mena karena dia senior? Lucu banget."
Benar, Serena sangat amat membenci senioritas bagaimana pun bentuknya. Laki-laki itu ingat dengan jelas bagaimana Serena mengkonfrontasi para senior-nya yang semena-mena ketika Daffin masih menyandang status mahasiswa baru dulu.
Mata Serena menyipit. “Lo tahu gue? Jangan-jangan fans, ya? Oh gue tahu, lo pasti kesal karena gue udah lama enggak datang ke kampus. Nih, sekarang lo bisa lihat gue lagi sepuasnya.”
Daffin melemparkan tatapan aneh-nya agak sedikit tak pecaya dengan kalimat yang ia dengar. “Dalam mimpi sekalipun gue enggak minat untuk jadi fans lo.” Ucapnya datar lalu pergi melewati Serena begitu saja.
Serena mendidih. Seumur hidupnya belum pernah sama sekali pun Serena dilewati begitu saja oleh seorang laki-laki. Ia jadi tertawa tak percaya. Laki-laki lain harusnya merasa beruntung, tapi apa katanya tadi? Serena pun menyusul dengan langkah lebar. Wah, apa cowok itu ingin menantangnya?
"Seriously? Enggak apa-apa, jujur aja. Wajar salah tingkah karena gue terlalu cantik." Kata Serena percaya diri sambil berusaha menyamai langkah dengan Daffin.
Daffin menoleh. "Mau lo apa, sih?"
"Apologyze, dude. The one who got the injury was me. So, say I am sorry. Case closed."
"Injury apanya, lo fraktura juga enggak. Siapa suruh lari-lari di koridor."
"Gue enggak lari!" Tekan Serena kurang terima.
Daffin memutar matanya malas. "Apa itu mengubah fakta kalau lo yang nabrak gue?"
Serena nyaris kehilangan kata. "Can’t you just say ‘sorry my bad’?"
"Sorry thats not my bad." Jawab Daffin dengan menekankan kata per kata.
Serena yang sudah siap meluncurkan berbagai umpatan harus rela menelannya kembali ketika melihat ada seorang dosen yang keluar begitu saja dari salah satu ruangan di dekat mereka. Dosen muda idola semua kalangan mahasiswi hingga ke gedung fakultas sebelah. Galendra Wijaya yang juga diketahui sebagai anak sulung pemilik yayasan kampus mereka ini.
Serena jadi teringat dengan semboyan menjijikan yang dulu sering ia dengar. Sudahi mencari yang sempurna, cukup nikahi anak sulung pewaris tahta. Pak Galendra contohnya. Gadis itu bergidik seketika. Sedangkan di sisi lain, Daffin mengangguk pelan bermaksud menyapa dengan sopan.
"Daffin Pradipta?"
Daffin hanya menarik senyum diplomatis bingung juga ingin membalas apa. Meski mereka saling kenal secara pribadi, namun di area sekitar kampus Ia hanya pernah beberapa kali berurusan dengan dosen ini kala mengurus beberapa proposal.
Sedangkan Serena langsung mengalihkan wajah ketika pandangannya tidak sengaja saling bertabrakan dengan Galendra. Secara formal Serena belum pernah sama sekali diajar oleh dosen satu ini. Lebih tepatnya sengaja menghindari nama Galendra Wijaya sebagai dosen pengampu saat mengisi Kartu Rencana Studi. Tapi untuk semester kali ini, Serena tidak punya pilihan lain. Salah satu mata kuliah wajib 3 sks nya diampu oleh Galendra.
"Serena—"
"Iya, saya pak. Kenapa, pak?" Potong Serena cepat.
Galendra hampir tertawa mendengar respon cepat perempuan itu. Hanya hampir.
"Kalian berdua, sampai bertemu di dalam kelas." Pesannya sebelum melanjutkan langkah.
"Baik, pak." Jawab Daffin sopan.
Serena hanya menahan semua kata-kata yang ingin disampaikan nya dalam tenggorokan. Menatap datar punggung sang dosen hingga hilang di ujung koridor.
"Oh, ternyata lo termasuk cewek-cewek pemuja pak Galen juga." Daffin tak tahan untuk tidak menyeletuk jengah.
Serena kembali pada kenyataan, ia melirik sekilas pada Daffin. "Bukan."
"Sikap lo mengatakan iya."
"Gue bilang, bukan."
Daffin mengangkat kedua tangannya, pura-pura terkejut. "Oh, wow. Lalu apa gue harus memberi lo sebuah penghargaan?"
Serena mendengus keras. "Dengar, siapa nama lo tadi— Kevin? Muffin? Ravi? Dimas? Whatever—"
"Daffin!" Potong laki-laki itu tak terima.
“Okay, Daffin, listen. Tenang aja, sebagai fans lo enggak perlu cemburu karena gue benar-benar bukan bagian dari ciwi-ciwi aneh penggemar dosen itu.” Serena menjelaskan dengan ekspresi lebih serius dari pada seorang pemimpin upacara.
Daffin jadi melengos merasa menyesal telah benar-benar memasang telinganya dengan seksama tadi.
"Gue serius." Kata Serena berusaha meyakinkan.
“Then I don't give a shit.” Seloroh Daffin mulai jengkel.
“I would prefer for your taste than your shit though.” Sahut Serena sambil tersenyum manis.
Daffin menyeringai tipis. “Sorry, but my taste is just not you.”
Serena mengulum bibirnya berusaha untuk tidak merasa tertohok.
“Nama gue Serena.” Ucapnya asal kemudian.
Daffin meninggikan alis melemparkan tatapan skeptisnya. Tentu saja ia tahu nama perempuan di hadapannya ini. Cowok berkacamata tebal itu bahkan tahu dengan jelas siapa Serena dan Daffin yakin gadis itu juga sadar dengan eksistensinya yang sudah cukup terkenal di kampus ini. Serena malah tertawa melihat ekspresi Daffin. Menurutnya cowok itu terlihat menggemaskan.
“Apa gue harus bilang nice to meet you?” Tanya Daffin sarkas kemudian.
“Well, gue lebih sering mendengar ajakan Neflix and chill, sih.”
“Too much information.”
Serena hanya tertawa lebih keras kemudian membiarkan Daffin melangkahkan kaki lebih dulu meninggalkannya. Gadis itu bergeming memperhatikan Daffin dengan tatapan tertarik. Tidak, bukan hanya tatapan. Tapi sepertinya Serena benar-benar tertarik dan sebuah niat untuk bermain pun mulai muncul. Serena menarik seringainya, Let’s play ball, Daffin!
Sejak kehadiran seseorang, Serena hanya menganggap laki-laki sebagai mainan yang bisa menghilangkan suntuk sejenak, seperti sebuah bola bagi seekor kucing. Tapi bagaimana jika Serena tak berhasil menganggap kalau seorang Daffin hanyalah bola mainan baginya?
Dua puluh tahun berlalu seperti kedipan mata sejak pertempuran besar, energi spiritual yang menyebar ke seluruh Alam Semesta menjadi sangat padat seperti di Jaman Kuno. Dao Kaisar Beladiri menjadi kunci untuk mencapai Jalan Surgawi dan Qin Chen akhirnya mampu menyempurnakannya.Penglihatannya mencapai seluruh penjuru Alam Semesta dan tidak ada satupun yang dapat lolos darinya sama sekali. Ada banyak jenis makhluk hidup yang baru lahir akibat Dao Kaisar Beladiri namun ini tidak memperkecilnya.Roda Alam Semesta keluar dari Ruang Pagoda Emas dan berputar, kekuatan surgawi terasa sangat agung dan Pagoda Emas mengecil kembali kedalam Jiwa Qin Chen. Lautan awan emas dan jembatan kecil menjadi pijakannya sudah cukup membuatnya puas, tempat ini hanya bisa diakses oleh dirinya dan Qin Chen tersenyum lega. Namanya sudah tercatat dalam sejarah dan diagung-agungkan sebagai yang terkuat di Alam Semesta.Qin Chen melihat pemandangan didepannya dan bergumam, "Sudah sang
Perang yang brutal melawan Beast Ruang tiba-tiba terhenti, semua Beast Ruang meraung seperti merasa kesakitan dan tubuh mereka meledak satu persatu seperti kembang Api. Petir yang menyambar ke segala arah berhenti mengamuk dan semua orang berlutut karena kelelahan.Darah dari berbagai makhluk hidup melumuri seluruh Alam Semesta, semua Alam Rahasia kembali menghilang dan hasil pertarungan puncak menjadi sangat jelas bahwa Qin Chen adalah pemenang.Qin Chen mengumpulkan semua Tripod Kaisar Agung yang tersisa dan menyatukannya dengan dirinya sendiri. Pagoda Emas melayang keatas langit dan Qin Chen memasuki Dimensi yang lebih tinggi diatas Alam Semesta, Qi Kekacauan dan Qi Kehidupan saling berdampingan satu sama lain seperti Dao Kaisar Beladiri.Pagoda Emas menjadi pusat dari Jalan Surgawi yang baru dimana bergerak sesuai kehendaknya sendiri, Qin Chen memang memiliki kontrol penuh atas Jalan Surgawi sekarang namun dia tidak ingin ikut campur didalamnya jika ti
Yao Jun menyingkirkan Api Kekacauan dan melihat kearah meraka berdua, kekuatan Dao Sebab Akibat menyembur bersamaan cahaya matahari dan Bulan yang mengerikan.Xue Yue dan Qin Chen terkena serangan langsung, bentuk Jiwa mereka seolah akan hancur dan mendapatkan luka yang parah. Ledakan Qi yang besar membentuk ratusan pukulan besar yang melesat langsung kearah mereka berdua.Qin Chen dan Xue Yue saling berhadapan satu sama lain, mereka berdua menyatukan kekuatan dan gelombang Qi Kaisar dengan Dao yang berbeda menyambut semua serangan Yao Jun.Dari dalam kepulan asap Qin Chen dan Xue Yue menerobos dengan banyak luka, Pedang dan Tombak berayun bersamaan dan Yao Jun menangkapnya. Kekuatan yang begitu berat dan kasar juga tidak mudah ditahan oleh Yao Jun, dia tidak berharap jika untuk membunuh dua orang ini dirinya sudah sangat kesulitan."Seni Tungku Surgawi Pemurnian Surga." Yao Jun menyatukan kedua tangannya dan Bentuk Jiwanya melebur.Pusar
Jiwa Raksasa Yao Jun memadat dan armor yang kuat terbentuk, Matahari dan Bulan melayang disampingnya dengan kekuatan Dao sebab akibat yang kuat. Penampilan Yao Jun berubah total dan dia mengaktifkan garis keturunan Dewa Murni, kekuatannya terus melonjak pesat dan Qin Chen perlahan berdiri."Manusia tidak akan bisa membunuh Dewa dan kau berhasil memaksaku sampai seperti ini, kau sudah berakhir sekarang Qin Chen !" Yao Jun berteriak dengan keras dan badai Aura yang ganas menyembur.Seluruh Alam Semesta berada didalam Kekacauan dan petir mengamuk dengan liar seolah kekuatan Surga merespon kemarahan Yao Jun. Qin Chen menyilangkan tangannya dan hembusan Aura Yao Jun begitu liar."Aku tidak akan bisa mengalahkanmu." Qin Chen mengeluarkan sebuah batu yang dia ukir sendirian dan melemparnya.Batu itu menyala dan kekuatan ruang teleportasi terbentuk, Yao Jun tidak tahu apa yang sebenarnya Qin Chen lakukan tapi sosok yang tidak asing tiba-tiba saja muncul y






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ratings
reviewsMore