Share

Bab 64

last update Tanggal publikasi: 2026-07-31 17:57:11

"Apa yang akan kau lakukan Panji?" tanya Hardi saat dia dan Panji sampai di gua latihan.

"Tidak ada kak, aku hanya ingin istirahat lebih tenang," jawab Panji dan hempaskan tubuhnya bersandar di dinding gua.

Hardi ingin tertawa karena jawaban Panji. Dia tak mengira bocah itu membutuhkan ketenangan juga.

"Apa kau terganggu karena adikku, dan Ranti?" tanya Hardi.

"Tidak, aku hanya memikirkan semuanya dengan tenang, tak ada yang ganggu pikiranku!" kata Panji.

"Baik! Apa kau ingin aku tinggal?"

"Bol
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 65

    "Kenapa Panji belum kembali, kak Hardi?" tanya Mayang yang dari sore sudah menunggu kedatangan Panji."Kakak juga tak tahu!""Apa ada yang menghalang perjalanan pulang Panji?""Aku rasa tidak ada, Mayang! Karena tidak ada yang perlu ditakuti di sana!""Tidak ada, bagaimana dengan penghuni lembah tanpa batas?" tanya Mayang."Aku tak yakin mereka akan keluar Mayang! Itu tak mungkin!""Kenapa tidak?""Itu lembah yang tidak diketahui dimana dasarnya, sekali masuk ke dalam lembah itu, maka jangan harap untuk keluar lagi!" ucap Hardi."Tapi tetap saja aku yakin kalau lembah itu memiliki penghuni!" kata Mayang."Sudahkah Mayang, kau itu terlalu khawatir pada kondisi Panji. Dia tak akan apa-apa. Aku yakin dia akan segera kembali!" kata Hardi.Pada akhirnya Mayang memilih untuk diam. Karena bicara pun ia tak didengarkan oleh Hardi.Sebenarnya tidak hanya Mayang, tapi semua yang ada di ruangan itu juga gelisah menunggu kepulangan Panji, itu karena besok akan dipertandingkan pertandingan empat b

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 64

    "Apa yang akan kau lakukan Panji?" tanya Hardi saat dia dan Panji sampai di gua latihan."Tidak ada kak, aku hanya ingin istirahat lebih tenang," jawab Panji dan hempaskan tubuhnya bersandar di dinding gua.Hardi ingin tertawa karena jawaban Panji. Dia tak mengira bocah itu membutuhkan ketenangan juga."Apa kau terganggu karena adikku, dan Ranti?" tanya Hardi."Tidak, aku hanya memikirkan semuanya dengan tenang, tak ada yang ganggu pikiranku!" kata Panji."Baik! Apa kau ingin aku tinggal?""Boleh kak, aku pun ingin sendiri dan memikirkan apa yang terjadi ke depan!" jawab Panji."Baiklah, selamat tinggal!""Kakak tidak usah datang jemput aku, nanti aku akan pulang sendiri!" kata Panji."Baik!" kata Hardi.Haaaaaaaaaaa!!Panji berteriak keras saat Hardi sudah jauh tinggalkan gua latihan. Panji merasakan tenaga dalam di tubuhnya bergejolak dan ingin keluar.Saat pertarungan hidup mati melawan Junta, dan gunakan seluruh kekuatan fisik yang Panji miliki, dia sudah merasakan ada yang ingin

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 63

    Setelah selesaikan babak delapan besar, kini hanya tersisa empat petarung muda yang akan merebutkan tempat di babak final.Panji, yang merupakan pendekar muda yang paling jadi kejutan di turnamen kali ini, Panji satu-satunya wakil dari perguruan menengah tak selama ini tak pernah menunjukkan taji di tiap turnamen yang diadakan.Selanjutnya adalah Intan Agni, cucu Ki Sutopo memang sudah digadang-gadang akan masuk ke babak empat besar, dan prediksi itu pun kenyataan.Dua orang lagi adalah Reksa dari perguruan Rajawali, dan Fahmi, dari perguruan singa timur, petarung muda utusan tuan rumah.Dari hal itu sudah bisa dipastikan kalau Panji akan bertarung dengan Intan Agni, dan Reksa akan berhadapan dengan Fahmi demi perebutan satu tempat di babak final.Intan Agni, dia pun tak akan menduga kalau Panji akan melangkah sampai sejauh itu. Dia yang awalnya anggap remeh pada kemampuan Panji, kini merasa gelisah karena akan berhadapan dengan Panji.Karena yang ia lihat, dari pertarungan demi perta

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 62

    Tidak hanya Junta, tapi semua orang, semua penonton dan apalagi Panji, juga bingung karena perkataan Ki Bawak yang mengatakan Junta kalah.Hanya para ketua perguruan dan guru yang ada di area turnamen pendekar muda yang tahu akan hal itu.Ki Basa pucat, dia tak menyangka kalau ucapannya barusan sebuah kesalahan, itu karena ia terlalu khawatir akan kondisi muridnya."Paman, apa yang terjadi? Kenapa Junta bisa kalah?" tanya Panji."Di babak delapan besar ini, ada sebuah aturan yang tak tertulis, yang semua orang sudah tahu akan hal itu. Dilarang memberikan petunjuk, membantu dan menggunakan cara kotor, dan jika itu dilakukan maka akan langsung didiskualifikasi!" jawab Ki Bawak."Tidak!" kata Junta lemas, dan menatap ke arah gurunya."Apa ada cara agar pertarungan ini dilanjutkan?" tanya Panji."Ada!""Apa itu, Paman?" tanya Panji."Dirimu! Jika kau ingin pertandingan ini dilanjutkan, dan relakan kemenangan di depan mata buyar, maka pertarungan ini boleh dilanjutkan!" kata Ki Bawak.Para

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 61

    Setelah istirahat selama tiga hari, pada akhirnya babak delapan besar dimulai juga. Yang mana ini akan menemukan siapa yang akan masuk ke babak empat besar di turnamen pendekar muda.Tak seperti pertandingan sebelumnya, kali ini Panji yang akan bertarung lebih dahulu, dan lawannya adalah Junta, orang yang kalahkan Mutia.Mata Mutia merah penuh amarah saat melihat Junta yang ada di barisan lain, dia duduk bersama gurunya, Ki Basa."Junta, jangan terbawa permainan Panji, jika perlu kau pancing dia agar kelelahan!" kata Ki Basa."Aku tahu apa yang aku lakukan, guru? Tenang saja!" kata Junta.Mendengar perkataan muridnya, Ki Basa merasa lebih tenang. Meskipun ia tetap khawatir karena dia sudah tahu siapa Panji.Tapi karena Panji belum berkembang, maka dia yakin muridnya akan mampu tundukkan Panji."Seberapa yakin muridmu akan menang, ki Basa?""Ki Supono, setelah Ki Askana pergi, kau mendekati aku?""Hahaha, yang kau kiranya kau seorang perempuan akan aku dekati?" ucap Ki Supono.Wajah Ki

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 60

    Pertemuan antara ketua golongan putih, hanya Ki Basa, yang tak ikut. Itu karena ia melatih muridnya, Junta yang akan jadi lawan Panji berikutnya.Melihat kemampuan Panji, Ki Basa merasa kalau dia butuh tingkatkan kemampuan Junta, dan dia yakin itu akan mampu kalahkan Panji."Junta, gunakan jurus ini jika kau sudah terdesak, jangan asal gunakan, karena ini akan menguras seluruh tenaga yang kau miliki!" kata Ki Basa pada muridnya itu."Baik, guru! Akan aku lakukan!" Junta.Dari turnamen itu hanya tersisa delapan peserta, dan hanya Panji satu-satunya kejutan yang paling terlihat nyata di turnamen itu.Saat Panji kalahkan Abanda, dia langsung masuk dalam bursa juara, paling tidak dia masuk tiga besar. Itulah yang di prediksi banyak orang.Di sisi lain perguruan singa timur, Fahmi, murid perguruan singa timur yang memiliki bakat paling tinggi di perguruan itu, bakat tertinggi di seusianya."Siapa yang akan jadi lawanku, ketua?" tanya Fahmi pada Ki Rentak."Kau akan berhadapan dengan Bohia.

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status