Share

Bab 62

last update Tanggal publikasi: 2026-07-29 17:08:28

Tidak hanya Junta, tapi semua orang, semua penonton dan apalagi Panji, juga bingung karena perkataan Ki Bawak yang mengatakan Junta kalah.

Hanya para ketua perguruan dan guru yang ada di area turnamen pendekar muda yang tahu akan hal itu.

Ki Basa pucat, dia tak menyangka kalau ucapannya barusan sebuah kesalahan, itu karena ia terlalu khawatir akan kondisi muridnya.

"Paman, apa yang terjadi? Kenapa Junta bisa kalah?" tanya Panji.

"Di babak delapan besar ini, ada sebuah aturan yang tak tertulis,
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 63

    Setelah selesaikan babak delapan besar, kini hanya tersisa empat petarung muda yang akan merebutkan tempat di babak final.Panji, yang merupakan pendekar muda yang paling jadi kejutan di turnamen kali ini, Panji satu-satunya wakil dari perguruan menengah tak selama ini tak pernah menunjukkan taji di tiap turnamen yang diadakan.Selanjutnya adalah Intan Agni, cucu Ki Sutopo memang sudah digadang-gadang akan masuk ke babak empat besar, dan prediksi itu pun kenyataan.Dua orang lagi adalah Reksa dari perguruan Rajawali, dan Fahmi, dari perguruan singa timur, petarung muda utusan tuan rumah.Dari hal itu sudah bisa dipastikan kalau Panji akan bertarung dengan Intan Agni, dan Reksa akan berhadapan dengan Fahmi demi perebutan satu tempat di babak final.Intan Agni, dia pun tak akan menduga kalau Panji akan melangkah sampai sejauh itu. Dia yang awalnya anggap remeh pada kemampuan Panji, kini merasa gelisah karena akan berhadapan dengan Panji.Karena yang ia lihat, dari pertarungan demi perta

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 62

    Tidak hanya Junta, tapi semua orang, semua penonton dan apalagi Panji, juga bingung karena perkataan Ki Bawak yang mengatakan Junta kalah.Hanya para ketua perguruan dan guru yang ada di area turnamen pendekar muda yang tahu akan hal itu.Ki Basa pucat, dia tak menyangka kalau ucapannya barusan sebuah kesalahan, itu karena ia terlalu khawatir akan kondisi muridnya."Paman, apa yang terjadi? Kenapa Junta bisa kalah?" tanya Panji."Di babak delapan besar ini, ada sebuah aturan yang tak tertulis, yang semua orang sudah tahu akan hal itu. Dilarang memberikan petunjuk, membantu dan menggunakan cara kotor, dan jika itu dilakukan maka akan langsung didiskualifikasi!" jawab Ki Bawak."Tidak!" kata Junta lemas, dan menatap ke arah gurunya."Apa ada cara agar pertarungan ini dilanjutkan?" tanya Panji."Ada!""Apa itu, Paman?" tanya Panji."Dirimu! Jika kau ingin pertandingan ini dilanjutkan, dan relakan kemenangan di depan mata buyar, maka pertarungan ini boleh dilanjutkan!" kata Ki Bawak.Para

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 61

    Setelah istirahat selama tiga hari, pada akhirnya babak delapan besar dimulai juga. Yang mana ini akan menemukan siapa yang akan masuk ke babak empat besar di turnamen pendekar muda.Tak seperti pertandingan sebelumnya, kali ini Panji yang akan bertarung lebih dahulu, dan lawannya adalah Junta, orang yang kalahkan Mutia.Mata Mutia merah penuh amarah saat melihat Junta yang ada di barisan lain, dia duduk bersama gurunya, Ki Basa."Junta, jangan terbawa permainan Panji, jika perlu kau pancing dia agar kelelahan!" kata Ki Basa."Aku tahu apa yang aku lakukan, guru? Tenang saja!" kata Junta.Mendengar perkataan muridnya, Ki Basa merasa lebih tenang. Meskipun ia tetap khawatir karena dia sudah tahu siapa Panji.Tapi karena Panji belum berkembang, maka dia yakin muridnya akan mampu tundukkan Panji."Seberapa yakin muridmu akan menang, ki Basa?""Ki Supono, setelah Ki Askana pergi, kau mendekati aku?""Hahaha, yang kau kiranya kau seorang perempuan akan aku dekati?" ucap Ki Supono.Wajah Ki

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 60

    Pertemuan antara ketua golongan putih, hanya Ki Basa, yang tak ikut. Itu karena ia melatih muridnya, Junta yang akan jadi lawan Panji berikutnya.Melihat kemampuan Panji, Ki Basa merasa kalau dia butuh tingkatkan kemampuan Junta, dan dia yakin itu akan mampu kalahkan Panji."Junta, gunakan jurus ini jika kau sudah terdesak, jangan asal gunakan, karena ini akan menguras seluruh tenaga yang kau miliki!" kata Ki Basa pada muridnya itu."Baik, guru! Akan aku lakukan!" Junta.Dari turnamen itu hanya tersisa delapan peserta, dan hanya Panji satu-satunya kejutan yang paling terlihat nyata di turnamen itu.Saat Panji kalahkan Abanda, dia langsung masuk dalam bursa juara, paling tidak dia masuk tiga besar. Itulah yang di prediksi banyak orang.Di sisi lain perguruan singa timur, Fahmi, murid perguruan singa timur yang memiliki bakat paling tinggi di perguruan itu, bakat tertinggi di seusianya."Siapa yang akan jadi lawanku, ketua?" tanya Fahmi pada Ki Rentak."Kau akan berhadapan dengan Bohia.

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 59

    Kota Banjarbaru, kota yang merupakan kota berdirinya organisasi kalajengking, organisasi golomgan hitam yang merupakan kelompok yang sangat menakutkan.Dahulu, organusasi kalajengking hanya sebuah perguruan kecil, tapi sejak ketua berganti, dan posisi tampuk pimpinan jatuh ke tangan Ki Taraku, semuanya berubah.Dari perguruan yang kecil, Ki Taraku ubah Perguruan itu jadi sebuah organisasi, dan kumpulkan bakat-bakat hebat di dunia persilatan, bakat hebat dari golongan hitam.Perlahan tapi pasti, organisasi itu mulai menujukkan taring di dunia persilatan, dan mulai memiliki nama. Nama yang ditakuti oleh golongan putih.Meskipun pada saat ini, organisasi kalajengking belum organisasi hitam terkuat di benua biru, tapi dengan semakin banyaknya pendekar hitam yang bergabung dengan organisasi itu, maka untuk meraih posisi itu, bukan hal yang mustahil lagi.Salah satu cara yang mereka tempuh adalah, membunuh, menculik dan habisi golongan putih, hingga posisi mereka semakin kuat, dan ditakuti.

  • Bangkitnya Pendekar Petir    Bab 58

    Di sebuah ruangan yang sangat tertutup di perguruan singa timur, ada beberapa orang yang sedang bicara, dan mereka adalah para ketua perguruan, dan beberapa pendekar kelas atas yang datang ke perguruan singa timur.Dari belasan orang itu, hanya ada satu bocah ingusan yang diajak untuk masuk ke ruangan yang akan adakan pertemuan itu."Terima kasih untuk sahabat semuanya karena sudah datang ke ruangan ini memenuhi undangan dariku!" kata Ki Rentak, ketua perguruan singa timur.Mata Ki Rentak tak bosan-bosannya melihat ke arah bocah yang ada di dalam ruangan itu. Dia tak lain adalah Panji.Ketua Kusuma tahu apa yang ada di dalam pikiran ketua perguruan singa timur, tapi dia untuk saat ini memilih untuk diam."Ki Bawak, bicaralah!" kata Ki Rentak.Ki Bawak berdiri, dan semua mata mengarah padanya."Aku melihat kalau salah satu ketua organisasi kalajengking tadi datang untuk menonton pertandingan turnamen pendekar muda!" ucap Ki Bawak memulai ucapannya."Organisasi kalajengking?""Iya!""Ap

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status