MasukArga berdiri tegak di tengah tumpukan mayat yang membasahi pasir pantai dengan darah segar.
Napasnya memburu, bukan karena lelah, tapi karena adrenalin yang masih terpompa tinggi.Tato naga di punggung tegapnya masih menyala merah darah, memancarkan hawa hangat yang menolak hawa dingin abnormal di pulau itu.Cincin Naga Tidur di jari manisnya berdenyut pelan, seolah-olah sedang beristirahat setelah menyerap emosi negatif dari ratusan musuh yang baru saja dibantainya.Kekuatan"WOY! TOLONG! ADA YANG MAU NYULIK ALYA LAGI!"Teriakan Tari lewat jimat komunikasi Amara bikin suasana makan malam haru di mansion Kos Melati langsung bubar jalan.Arga, yang tadinya udah lemes total nempel di sofa sama Nadine, mendadak loncat berdiri."Sialan! Siapa lagi sih yang berani ganggu bini gue?!" raung Arga, auranya kembali mendingin.Meskipun tenaga dalam naga sejatinya udah tiris, Cincin Naga Tidur di jarinya berdenyut kencang, ngerespon emosi Arga.Cincin warisan kotak kuno itu masih nyimpen sisa-sisa energi yin dari ritual keroyokan bersama Siska, Amara, Nadine, dan Vania semalam suntuk.Mekanisme kuno pengisian energi lewat hubungan fisik penuh gairah itu emang tokcer bikin sakti, tapi sisa hawa panasnya masih bikin Arga gerah."Tari! Di mana lo sekarang?! Alya aman?!" tanya Amara cepet, suaranya tegang setengah mati."Gue di belakang mansion! Tadi ada orang berbaju hitam mau narik Alya, tapi gue gaplok pake teplon!" sahut Tari terseng
Helikopter mewah milik Siska mendarat pelan di helipad atap Mansion Kos Melati. Pintu helikopter terbuka, dan Arga melangkah keluar dengan tubuh yang bener-bener rontok. Meskipun Tato Naga di punggungnya masih nyala redup, energi naga sejati yang tadinya meledak-ledak pasca Wu tewas perlahan surut. Cincin Naga Tidur di jarinya juga udah gak membara merah darah, balik lagi jadi cincin perak biasa yang kelihatan 'capek'. Aura pembantai yang menakutkan tadi nguap total, diganti sama aura penjaga kosan mesum yang lagi kelaparan. Lonjakan kekuatan gila akibat pemurnian racun dan sisa energi 'ritual keroyokan' semalam sama Siska, Amara, Nadine, dan Vania bener-bener nguras bensin nadinya. Hubungan fisik penuh gairah semalam suntuk itu emang mekanisme kuno yang tokcer buat ngisi ulang baterai naganya, tapi efek samping capeknya gak main-main. Arga nurunin tangga helikopter dengan langkah gontai, pegangan erat di *railing
Hawa dingin yang sempat membekukan air laut mendadak nguap gitu aja, ternyata cuma ilusi optik dari rasa takut ekstrem Tetua Wu.Arga masih berdiri tegak di atas permukaan air yang mendidih, menatap Wu dengan mata merah darah mutlak.Tetua Wu, yang udah berlutut di atas air yang membeku, gemeteran parah nunggu cakar Arga nembus kepalanya."T-tolong... Arga... Gue... Gue bakal kasih apa aja..." ratap Wu, suaranya udah kayak tikus kejepit pintu kosan.Arga ngerasa Cincin Naga Tidur di jarinya makin panas, ngerespon rasa takut Wu yang meluap-luap.Cincin warisan kotak kuno itu mendadak nyedot sisa-sisa energi yin dari ritual keroyokan bersama Siska, Amara, Nadine, dan Vania semalam suntuk.Energi murni hasil 'servis pamungkas' para wanita kosan itu meledak di dalam tubuh Arga, nyampur sama aura naga pemusnahnya.Ini bener-bener mekanisme kuno yang tokcer buat lipat gandain kekuatan Arga lewat hubungan fisik yang intens.Arga nurunin tangan kanannya pelan
Tetua Wu, yang pedang iblisnya baru saja dihancurkan Arga dengan tangan kosong, langsung melesat mundur ke arah reruntuhan vila mewah.Dia benar-benar syok berat melihat Arga, yang tadinya sekarat kena racun kuno, mendadak bangkit dengan aura pembantai merah pekat.Cincin Naga Tidur di jari Arga masih membara, terus memurnikan sisa racun di tubuhnya menjadi energi murni naga sejati.Energi murni ini berbenturan dan menyatu gila-gilaan dengan sisa energi yin yang didapat Arga dari ritual keroyokan bersama Siska, Amara, Nadine, dan Vania semalam suntuk.Hasilnya adalah lonjakan kekuatan yang tidak masuk akal, membangkitkan insting naga pemusnah purba di dalam darah Arga.Arga menatap Wu yang kabur dengan mata merah darah menyala, lalu melesat mengejarnya, meninggalkan jejak pasir yang melepuh panas.Wussss!Di area vila, belasan pengawal elit Sekte Naga Hitam yang tersisa langsung menghadang Arga dengan sisa senjata mereka."Adang dia! Lindungi Tetua Ag
Clegarrr!Pedang hitam Tetua Wu udah ngayun turun, tinggal secenti lagi nembus kulit leher Arga yang udah lemes total di atas pasir.Tapi, pas pedang iblis itu mau mutusin napas sang bapak kos, kejadian aneh mendadak muncul.Wussss!Niat membunuh yang pekat dari pedang Wu justru memicu pertahanan terakhir di tubuh Arga.Di tengah kondisi kritis, Cincin Naga Tidur di jari manis Arga mendadak membara merah darah, panasnya bukan main.Cincin warisan kotak kuno itu ngerespon emosi putus asa Arga dan langsung bekerja gila-gilaan.Deggg... Deggg...Secara ajaib, Cincin itu mulai menyerap racun hitam Pembunuh Naga yang tadinya ngerogotin nyawa Arga cepet banget."Eh? Apa-apaan ini?! Kok racun gue... nguap?!" teriak Tetua Wu kaget setengah mati, ngerasain energi racunnya ditarik paksa.Cincin itu gak cuma nyerap, tapi mengubah racun hitam tersebut menjadi energi murni naga sejati lewat jalur kultivasi yang udah terbentuk akibat ritual intim Arga sama
"MAS ARGA! JANGAN SENTUH MAS ARGA GUE, KAKEK PEOT SIALAN!"Teriakan melengking Nadine membelah udara Pulau Nirwana Hitam, menghentikan gerakan pedang Tetua Wu sepersekian detik.Arga tersungkur di atas pasir, penglihatannya bener-bener kabur akibat racun hitam yang menjalar cepet banget di pembuluh darahnya.Tubuh kekarnya yang biasa tegap, kini gemeteran hebat nahan rasa sakit yang kayak dibakar api ghaib.Tetua Wu tertawa terbahak-bahak, nurunin pedangnya dikit cuma buat ngenyek Arga yang udah gak berdaya."Hahaha! Lihat tuh, gembong naga kesayangan lo udah jadi cacing jompo, bocil!" seru Wu ke arah langit, ngeremehin kekuatan Arga habis-habisan.'Sialan... Mata gue... Kok jadi liat Tetua Wu ada tiga? Hadeuhhh, mana yang asli nih? Kalau salah pukul kan tengsin,' batin Arga ngaco di tengah sekaratnya.Cincin Naga Tidur di jarinya berdenyut lemah, warnanya makin ungu gelap kena kontaminasi racun kuno.Kekuatan naga yang Arga dapet dari hubungan fisik
Amara tersenyum sangat manis, membiarkan raut wajah Nadine mendadak berubah masam melihat kedatangannya di tengah halaman.Sebenarnya, Amara bukan tandingan Nadine yang masih gadis dan sangat cantik.Meski begitu, pesona Amara sebagai janda cantik berusia tiga puluh dua tahun itu, tetap menggoda.D
Nadine yang berbaring di bawah kungkungannya justru mulai menggeliat tidak karuan. Mahasiswi cantik itu membuka bibirnya perlahan, bersiap mengeluarkan desahan panjang akibat sisa-sisa efek racun yang masih mendidihkan aliran darahnya.Melihat gelagat super berbahaya itu, Arga buru-buru membekap mu
Arga Mahendra hanyalah pria paruh baya berusia tiga puluh sembilan tahun yang bekerja sebagai penjaga Kos Melati. Pekerjaannya sangat sederhana, gajinya pas-pasan, dan hidupnya berjalan lurus-lurus saja tanpa banyak drama. Bangunan dua lantai yang dia urus ini lumayan besar karena memiliki sepuluh
'Gila, wangi mi rebus pakai rawit begini emang paling juara! Perutku udah demo minta jatah karbohidrat dari sore tadi gara-gara ngeluarin banyak tenaga,' batin Arga tersenyum puas menatap air rebusannya.Sambil menunggu kuah mendidih sempurna, pria paruh baya itu memasukkan sebutir telur ayam segar







