Share

Bab 53

Author: Lailiela
last update publish date: 2026-03-07 20:31:15

Tubuhnya sudah tidak tahan oleh sentuhan Bayu yang membuatnya terus mendesah merasakan setiap kenikmatan, saat gerakan tangan dan mulut Bayu menyentuh di berbagai lekuk tubuhnya.

Karena posisinya sedang di dalam air maka tidak perlu untuk membuat Stevia basah. Jari Bayu yang sedang menyodok di bawah sana pun berhenti.

“Ahh …! Bayu, aku tak tahan!”

Wajah cantik itu memohon agar beda pusaka Bayu segara menyodoknya. Tatapan wajahnya diliputi hasrat yang membara, kedua pipi Stevia memerah.

Bayu yan
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 326

    Mendengar itu Bayu sempat tertawa,“Hahaha … iya, Teo ini memang tukang tidur tapi bukannya dia juga tidur hanya sebentar saja tadi? Jadi wajar sihasih ngantuk. Tapi aku rasa kita berdua udah ngantuk banget nih.”Suara kaki mereka masih bergema di tangga hingga akhirnya mereka sampai di lantai tempat unit rumah yang ditempati. Suara kunci terdengar saat Teo berusaha membuka kunci rumah mereka.Klek!Pintu rumah terbuka Joni dan Bayu menyalip Teo yang hendak melangkah masuk. Mereka berdua lebih dulu melepas sepatu dan berjalan cepat masuk ke kamar masing-masing.Melihat itu Teo hanya bergeleng-geleng kepala sambil merapikan sepatu teman-temannya yang tidak diletakkan ke atas rak sepatu.“Kalian ini seperti anak kecil saja!” gerutu Teo lalu sambil membuka sepatu miliknya dan kembali menutup pintu rumah.Sementara di kamar Bayu melihat jam dinding yang menunjukkan sekarang sudah jam dua malam. Sudah sangat larut j

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 325

    Joni langsung mengikutinya. “Kamu beneran mau pergi ke toilet?” Mendengar kat toilet membuat mata Herdin mengedip lalu mengangguk cepat. Dengan kakinya yang juga dihentakan pelan. Sedangkan Bayu segera menghentikan mobil di sebuah lertanbiymibyaam. Di sana ia membuka pintu saat mobil sudah berhenti “Jon, ayo cepat bawa dia keluar dari sana?” ucap Bayu sambil membukakan pintu. “Ayk kita keluar juga!” Joni memegang lengan Herdin lalu membawanya menuju toilet. Sementara Hersin masuk ke toilet ajoni menunggunya di luar. Sambil mendengar suara dari dalam toilet. Takut-takut jika nanti Herdin bisa melarikan diri karena itu bisa membuat mereka sangat kewalahan untuk mencarinya lagi. Saat suara air di dalam sana berhenti Joni mengetuk pintu. “Udah selesai belum?” tanya Joni sambil melihatku ke bawah pintu memastikan kaki Herdin terlihat. Klek! Di saat yang

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 324

    “Aku saja yang menjaganya di sini, kalian pesankan makanan untukku. Sekalian juga buat dia.” Bayu memilih untuk menunggu dan menjaga agar Herdin tidak ada waktu untuk melarikan diri.Meski Herdin tidak mungkin bisa tapi untuk berjaga-jaga agar tidak terjadi hal yang dibayangkannya. Bayu memilih untuk tetap mengawasinya.Joni bertanya sebelum keluar dari mobil. “Oh oke, nanti kita bawakan. Nanti aku bawakan makanan yang dipilihin Teo saja. Kamu mau nggak, atau ada pilihan lain yang mau kamu makan?” “Emm … kayaknya biar terserah Teo saja mau pilih buat aku apa,” jawab Bayu santai karena sejujurnya ia juga tidak pilih-pilih soal makanan.“Oke,” sahut Joni lalu segera menyusul Teo masuk ke kedai makan pinggir jalan.Bayu membuka jendela di sampingnya agar sirkulasi udara di dalam mobil tidak terasa pengap. “Mereka pasti sedang makan sekarang. Nanti setelah mereka sampai barulah giliranmu dan aku makan. Ah, aku lupa memberitahumu na

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 323

    Karena itu ia pun segera mempercepat gerakannya dengan menghampiri satu-satu penumpang di sana.Di kursi berikutnya Bayu melihat sosok yang sama seperti yang dikatakan Teo tadi.Bayu mendekat pada seorang pria yang ciri-ciribya sama seperti di dalam foto yang dibagikan padanya. Tetapi karena wajahnya memakai masker di bagian wajahnya.Dengan cepat Bayu membuka masker pada wajah Herdin itu. Dan benar saja ternyata pria itu sama dengan yang ada di gambar ponselnya. Bayu segara mengembalikan posisi bentuk masker Herdin. Dengan cepat ia berlari ke arah temannya sehingga waktu kembali berjalan normal seperti sebelumnya.Wajah Bayu masih menoleh ke arah tempat duduk Herdin. “Jon, ikut aku. Aku sudah menemukannya.”Melihat Bayu yang berbalik dan berlari ke arah sebaliknya membuat Joni heran. Karena baru saja mereka berbicara dan Bayu sudah menemukan target mereka. Namun, Joni tidak ingin banyak tanya ia tetap ikut ke arah Bayu berjalan

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 322

    Tak!Tangan Bayu menekan tombol saklar lampu secara berulang membuat cahaya di dalam kamar kelap kelip. Bukannya marah Teo malah berjoget seperti sedang berada di sebuah club malam. “Hais, kalian ini malah kompak banget! Bayu, jangan main-mainin saklar lampunya dong!” tegur Joni.Di sana ada tiga ranjang Joni memilih tidur di samping dekat jendela. “Aku akan tidur di sini!”“Bayu, aku tidak mau tidur di tengah jadi kamu saja di sana biar kau di samping kanan ini!” Teo menghempaskan tubuhnya ke atas ranjang dengan tangan yang masih menunjuk ke samping.“Aku tidak masalah dimanapun!” jawab Bayu. “Baiklah, kalau gitu sudan dipastikan posisi masing-masing.” Joni yang merasa lelah setelah beberapa jam diperjalanan la hanya menggelengkan tas dan sepatunya di samping tempat tidur.“Kamu nggak mandi dulu?” Teo bangkit dari tempat tidurnya lalu melihat kedua temannya yang sudah malas untuk bangun.“Bayu kamu

  • Batu Akik Penakluk Wanita    Bab 321

    Ketika tangan Sandro sudah sampai menyentuh pundak Bayu, seketika pria tua yang dikejar Bayu menghilang ketika ia sempat menoleh ke belakang pada Sandro.“Bayu, aahh … kamu ngikutin siapa sih. Sampai berjalan sejauh ini?” Nafas Sandro sudah ngos-ngosan ia segera mengatur nafasnya perlahan. Lalu melihat ke depan tempat Bayu menghadap.“Aku tadi sedang mengejar seorang pria tua …!”Pandangan Bayu seketika menyapu sekeliling mencari pria tua tadi. Namun, ternyata tidak ada siapapun di sana sehingga membuatnya merasa aneh karena pria itu dengan cepat sudah meninggalkan dirinya.“Pria tua? Pria yang mana, aku tidak melihat siapapun sejak tadi!” bantah Sandro.Membuat Bayu jadi semakin kebingungan karena jelas-jelas tadi ia sedang mengejar seorang pria tua. Namun, Sandro baru saja mengatakan tidak ada siapa-siapa di sana sejak tadi.“Aku … ya, aku rasa aku keliru. Mungkin tadi salah lihat.”Wajah Bayu langsung menund

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status