Beranda / Romansa / Boss Mafia Tak Terjamah / 18. Perasaan Rollo Terhadap Jordan

Share

18. Perasaan Rollo Terhadap Jordan

Penulis: Freyaa
last update Tanggal publikasi: 2023-10-12 15:22:39

Rollo sedang berada di ruang kerjanya ketika salah satu anak buahnya memberitahu jika mobil mereka yang mengiringi Lagertha dan Priskila, istrinya pergi ke pusat perbelanjaan, di cegat ninja.

"Och, kalian baik-baik aja?" tanya Rollo sembari membawa Priskila dan Lagertha ke dalam pelukan besarnya, begitu istri dan anaknya tersebut turun dari mobil.

"Kami tidak apa-apa. Jordan melumpuhkan mereka semua. Ada di dalam bagasi," sahut Priskila lembut sambil meraba dada Rollo, berusaha meredakan emos
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
senja_awan
aku sedih klo ingat punggung nya Jordan seperti itu.....
goodnovel comment avatar
nurdianis
jadi jordan anak sahabat nya rollo,,,,
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Boss Mafia Tak Terjamah   71.

    Berhari-hari telah berlalu, namun Jordan tetap tidak merasakan sedikit pun keberadaan Zero mendatangi kediamannya maupun berkeliaran di dalam hutan belakang kediaman Jola.Ninja itu seolah menguap ditelan bumi.Meskipun begitu, Jordan tidak ingin lengah. Ia memanfaatkan waktunya untuk berlatih fisik jauh lebih keras dari biasanya."Kenapa sih kau berlatih sekeras ini? Lihat, tanganmu sampai tergores begini!" omel Lagertha lembut sambil meringis pelan saat mengoleskan cairan antiseptik ke lengan Jordan.Akibat latihan keras dan meniru gerakan tupai serta hewan-hewan yang Jordan itu, lengan Jordan juga sedikit mengalami keseleo. Imbasnya, ia agak kesulitan untuk menggendong Joshua.Sementara itu, sang bayi tampan sedari tadi hanya memandangnya dari kereta bayi dengan tatapan polos nan tajam. Kelopak mata bulat Joshua hampir tak berkedip dan bibir mungilnya menolak tertawa renyah karena belum mendapatkan perhatian dari Jordan."Sayang, tolong ambilkan kain gendongan. Aku mau menggendong

  • Boss Mafia Tak Terjamah   70.

    Setelah makan malam, Jordan melakukan rutinitasnya seperti biasa, berpatroli mengelilingi kediaman Jola. Namun, begitu langkah kakinya tiba jauh ke dalam pekatnya hutan belakang, ia hanya merasakan kesunyian yang ganjil.Tak ada tanda-tanda Zero sedang bersembunyi di atas dahan. Hanya ada suara jangkrik dan binatang malam yang aktif berceloteh, saling bersahutan di sekelilingnya."Ada apa?"Suara berat itu memecah lamunan Jordan. Maximus rupanya berjalan menyusul, mengikuti Jordan dari belakang. Langkah Maximus yang besar kini berhenti tepat di samping Jordan."Gak ada apa-apa. Hanya saja, kesunyiannya terasa lebih mencekam dari biasanya," elak Jordan.Sampai detik ini, Jordan memang belum menceritakan tentang keberadaan Zero pada Maximus ataupun siapa pun di rumah ini.Langkah kaki Jordan kembali bergerak santai, berjalan beriringan kembali ke kediaman dengan Maximus yang matanya tetap waspada, memindai hutan gelap di sekeliling mereka."Lagertha tadi pagi nanya tentang mobil sport i

  • Boss Mafia Tak Terjamah   69

    Kabut tipis masih menggantung di antara pepohonan. Angin dini hari berembus pelan, membuat dedaunan berdesir lembut di tengah sunyinya hutan. "Apakah kau tak memiliki tempat tinggal? Atau Mister Bough memang tak mampu membayarmu, sampai setiap malam kau datang berkeliaran di hutan ini?" tegur Jordan dingin. Di atas salah satu dahan pohon besar, Zero yang sejak tadi berbaring malas membuka sebelah matanya memandang Jordan di bawahnya. Senyum tipis muncul di balik topeng yang menutupi wajah pria itu. Dengan gerakan ringan, Zero melompat turun dan mendarat tepat tiga langkah di depan Jordan. "Kenapa?" tanyanya santai, "Kau berniat memberiku kamar di kediamanmu untukku tinggal?" Zero memiringkan kepala, "Aku juga tidak keberatan jika kau memintaku tidur sekamar dengan Lagertha, istri kesayanganmu itu." tambahnya dengan nada mencemooh. Jordan tersenyum sinis dan jari-jemarinya terkepal kuat pada sisi tubuh. "Teruslah bermimpi sampai ..." kalimat Jordan terputus dan tubuhnya sudah b

  • Boss Mafia Tak Terjamah   68.

    Sementara itu, di kediaman Jola, malam terasa jauh lebih tenang di permukaan, namun tidak bagi Jordan.Sudah lima hari Jordan tak pernah lagi menapakkan kaki memasuki hutan di belakang kediamannya. Bukan karena ia didera ketakutan, melainkan karena ia tahu, ada seseorang yang selalu datang dan menunggunya di sana.Bahkan, setiap tengah malam, Jordan bisa mendengar suara kecil seperti kerikil yang dilempar pelan ke jendela kamar. Lalu diikuti desingan halus tubuh yang melompat turun dari balkon, nyaris tanpa suara yang tak bisa terdeteksi oleh pendengaran orang biasa, tetapi Jordan bisa menangkap semua kode tersebut. Jordan tak perlu mengintip untuk tahu siapa pelakunya.Zero!Ninja bertopeng yang secara terang-terangan pernah mengatakan bahwa ia akan membunuh Jordan …jika suatu hari kemampuan bela diri mereka berada pada tingkat yang setara.Di atas ranjang, sebuah gerakan kecil membuyarkan lamunan Jordan. Lagertha menggeliat pelan, jemarinya mencengkeram tepian celana Jordan, seolah

  • Boss Mafia Tak Terjamah   67. Dua Bidak

    Amarah Ben Horik meledak seketika saat tubuh asisten kepercayaannya yang sebelumnya mengantarkan dokter pergi keluar dari kediaman setelah memberikan perawatan pada Yuri, kini jatuh terjerembab ke lantai marmer.Suara benturan itu menggema pendek, disusul pemandangan yang membuat seluruh ruangan membeku. Darah hitam kental merembes deras dari hidung, mulut dan telinga sang asisten, mengalir tanpa kendali seperti tinta pekat yang menodai lantai.Sang dokter, sebelum tewas, berhasil menyuntikkan racun mematikan ke dalam tubuh asisten itu. Sebuah prinsip terakhir yang keji, jika ia tak bisa keluar hidup-hidup dari kediaman Ben Horik, maka orang yang menghalanginya juga tak berhak bertahan hidup.Napas Ben Horik mendadak berat. Dada bidang tebalnya naik turun kasar, seolah amarah yang menggelegak di dalam tubuhnya menekan paru-parunya sendiri. Urat di pelipisnya menegang, rahangnya mengatup keras hingga terdengar bunyi berderak halus.Ben melangkah keluar dari ruangan menuju ruang kerjany

  • Boss Mafia Tak Terjamah   66. Lanjut?

    Di ruang bawah tanah sebuah restoran mewah, Mister Bough duduk bersama Tiger, asisten setianya, mengelilingi meja bundar bersama dua pejabat tinggi pemerintahan yang tadi juga ikut rapat bersama Menteri Dalam Negeri. Hidangan di atas meja sudah dingin, hampir tak disentuh. Sebaliknya, minuman keras terus dituang, ke setiap gelas jika sudah tinggal setengah, seolah percakapan yang berlangsung jauh lebih berat daripada rasa lapar mereka."Ceritakan tentang Jordan, bagaimana pria itu bisa membuat Ben Horik membelot?" tanya pejabat yang lebih muda dengan sikap tenang. Pejabat di sebelahnya, yang usianya lebih tua dari Mister Bough, menyalakan cerutu. Pria itu menghisap cerutunya dalam-dalam, lalu mengembuskan asap perlahan sambil menatap tajam ke arah Mister Bough dan Tiger, seolah matanya bisa menilai."Saya ragu jika Ben membelot ...tapi pria itu menanam lalat di sekitar kita." ucap Mister Bough dengan nada suara rendah, setelah menyesap seteguk minuman di gelasnya. “Lalu bagaimana mu

  • Boss Mafia Tak Terjamah   5. Keajaiban & Penyiksaan

    Jordan menengadah ke atas kaca bening di langit-langit ruangannya dan kembali memperhatikan jika air merembas dari langit-langit ke dinding. Titik air yang sebelumnya menimpa kepalanya sudah tidak ada, namun dinding batu ruangannya masih sangat lembab."Jika ruangan ini paling atas dan bisa meliha

  • Boss Mafia Tak Terjamah   4. Secuil Info dari Langley

    “Aku tidak berzina dan juga bukan pembunuh!” tegas Jordan dengan bibir berdesis yang dicengkeram kuat oleh Langley. Langley tertawa terbahak sangat nyaring bergema yang kemudian melepaskan cengkeramannya pada dagu Jordan. “Kau pikir siapa dirimu, Jordan? Ben Horik memerintahkan untuk mengeksekusi

  • Boss Mafia Tak Terjamah   3. Hadiah Ulang Tahun

    Jordan menemukan sebuah batu yang dia banting dan pukulkan agar meruncing. Dengan batu tersebut Jordan membuat coretan untuk menghitung hari pada dinding batu. Telah dua tahun berlalu sejak Jordan pertama kali di bawa ke penjara terpencil yang terletak dalam pulau pada tengah lautan. Tubuh Jordan

  • Boss Mafia Tak Terjamah   2. Di Penjara

    Lukas Layton, salah satu Pastur yang sangat mengenal Jordan dan sering bertemu Mamanya, terkejut melihat Mary Helena dan Siggy didorong hingga terjatuh ke lantai. “Oh, kalian tidak apa-apa? Ayo berdirilah,” Lukas membantu menarik lengan Mary Helena dan Siggy yang bergegas bangkit membantu Nyonya m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status