Share

Bab 1404

Penulis: Ayesha
Lastri yang berdiri di samping tersenyum melihat pemandangan itu. "Lihat saja Anya, senangnya bukan main. Pasti dia sangat merindukan Pak Raka."

Brielle melangkah keluar rumah. Pada tubuh Raka masih terlihat aura lelah setelah perjalanan jauh, seolah baru saja turun dari pesawat.

"Pulanglah dan istirahat dulu. Aku yang antar Anya," kata Brielle. Dia bisa melihat dengan jelas bahwa pria itu tampak sedikit kelelahan.

"Aku ikut denganmu." Raka menggenggam tangan putrinya sambil menatap Brielle. Any
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (6)
goodnovel comment avatar
Herawati Wiria
sabar yah raka....thor bikin brielle sedikit ke buka hatinya donk ....klo gak happy ending....M bacanya....percuma buang waktu
goodnovel comment avatar
Duryati Duryati
Raka yang sabar yah....
goodnovel comment avatar
Arlina
Thor apa masi lama Raka n brie bersama .. ceritanya sdh terlalu panjang .. blum lg pekerjaan baru brie dibahazs .. kelamaan
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1505

    Brielle berkata kepada pria di sampingnya, "Aku angkat telepon dulu."Bahkan sebelum Brielle sempat melangkah pergi, Raka sudah lebih dulu berjalan ke hamparan rumput di samping. Tatapannya tertuju pada langit senja di kejauhan, tetapi dari sudut matanya, dia tetap memperhatikan Brielle.Brielle mengangkat telepon. "Halo, Niro."Dari seberang terdengar suara Niro yang tetap jernih dan hangat seperti biasanya."Brielle, aku lagi di Kota Amadeus. Besok aku kembali ke Kyoza, lusa berangkat ke markas. Sebelum berangkat, aku ingin traktir kalian makan.""Kalian" yang dimaksud tentu adalah Brielle dan Raka.Brielle tertegun sesaat. "Kamu secepat ini kembali ke markas?""Ya, sudah waktunya kembali. Jangan khawatir, aku sudah pulih sepenuhnya," jawab Niro dari seberang."Baiklah. Kalau begitu, malam ini kita makan bersama saja." Brielle juga ingin bertemu dengannya. Begitu Niro kembali ke markas, mungkin mereka baru bisa bertemu lagi setahun atau bahkan lebih lama."Oke. Nanti aku kirim alamat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1504

    Dalam kegelapan, seluruh indranya terasa makin peka. Namun, yang terus berulang di benaknya bukanlah pekerjaan rumit di Negara Norwa, melainkan sosok Brielle.Di tengah malam seperti ini, kebersamaan mereka yang hanya sebentar saat dia mengantarkan obat tadi, justru dengan mudah membangkitkan kembali gejolak yang telah lama terpendam jauh di dalam dirinya.Saat ini, Raka merasa yang dia butuhkan bukanlah obat tidur, melainkan mandi air dingin. Dia harus menenangkan diri.Dia berjalan masuk ke kamar mandi dan membuka keran air dingin. Meski sebelumnya sudah mandi, tubuhnya masih membutuhkan guyuran air dingin sekali lagi. Dia tahu malam ini dirinya sedikit kehilangan kendali.Sebab setiap kali berhadapan dengan Brielle, pengendalian dirinya seolah-olah selalu runtuh dengan mudah.Butiran air dingin mengalir mengikuti lekuk otot tubuhnya yang kekar. Raka memejamkan mata.Dua puluh menit kemudian, efek obat akhirnya datang terlambat. Rasa lelah perlahan menyerbu tubuhnya, hingga akhirnya

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1503

    Brielle sedikit mengernyit.Makna di balik ajakan Raka itu dipahami dengan jelas oleh dua orang dewasa seperti mereka.Brielle menatapnya dengan tenang, lalu menolak dengan tenang pula, "Nggak usah."Jawabannya sangat lugas.Ekspresi penuh harap di wajah Raka seketika membeku. Cahaya lampu lift membuat sedikit kecanggungan di wajah tampannya terlihat jelas. Dia menundukkan pandangan dan terdiam selama dua detik, lalu mengangkat kepala dan tersenyum tipis."Maaf, aku terlalu lancang."Setelah itu, dia menatap Brielle dengan lembut. "Kalau begitu, istirahatlah lebih awal. Selamat malam.""Selamat malam," balas Brielle.Raka melangkah keluar dari lift, lalu berbalik menatap Brielle sekali lagi.Pintu lift perlahan mulai menutup. Namun tanpa diduga, tatapan mereka kembali bertemu. Sorot mata Raka menyimpan gejolak perasaan yang tidak ingin Brielle selami. Brielle hanya menatapnya selama dua detik sebelum mengalihkan pandangan.Raka memandangi lift yang terus naik menuju lantai 28. Sudut bi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1502

    Tak lama kemudian, buah-buahan pun dihidangkan. Brielle duduk menemani Emily mengobrol. Belakangan ini Emily beberapa kali pergi ke balai lelang dan berhasil mendapatkan beberapa koleksi baru yang semuanya merupakan barang antik bernilai sangat tinggi.Setelah selesai makan buah, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Saat itu, Raline pulang. Begitu mendengar Anya masih ingin menginap di rumah Keluarga Pramudita, dia langsung mengangguk gembira."Oke. Nanti setelah Tante selesai mandi, Tante akan turun dan menemanimu menyelesaikan balok itu."Melihat waktu sudah semakin larut, sementara besok masih ada beberapa eksperimen yang harus dikerjakannya, Brielle pun berdiri. "Nek, kalau begitu aku pulang dulu.""Kebetulan, sekalian antar Raka pulang," kata Emily sambil tersenyum.Raka yang seolah memang sedang menunggu kesempatan itu menatap Brielle dengan mata yang dalam. "Boleh?"Brielle belum sempat menjawab ketika Emily melirik cucunya dengan tatapan geli. "Brielle sudah capek. Nan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1501

    Keesokan paginya, Brielle memiliki banyak pekerjaan. Raline menelepon dan mengajaknya makan malam di kediaman Keluarga Pramudita, tetapi karena Brielle harus lembur sampai pukul delapan malam, dia pun menolak.Dia akhirnya makan di kantin. Kebetulan Harvis juga ada di sana, sehingga mereka mengobrol tentang beberapa hal terkait pekerjaan. Proyek sipil yang ditangani Harvis berjalan sangat lancar, tetapi Brielle juga bisa melihat bahwa selama beberapa waktu terakhir, tubuhnya tampak semakin kurus.Brielle merasa cukup prihatin pada Harvis. Sejak ibunya meninggal, tidak ada lagi orang di sisinya yang memperhatikan apakah dia kepanasan atau kedinginan, atau sekadar peduli pada kesehariannya."Kak Harvis, apa kamu pernah mempertimbangkan untuk memikirkan kehidupan pribadimu?" tanya Brielle sambil mencoba menyelidik. Tahun ini Harvis juga sudah berusia 30 tahun.Harvis mendorong kacamatanya lalu tersenyum. "Kenapa? Ada yang mau kamu kenalkan ke aku?"Brielle tersenyum sambil menggeleng. "Ng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1500

    Akhir pekan berlalu begitu cepat. Hari Senin pun tiba.Sudah dua hari berturut-turut Brielle tidak menerima kabar dari Raka. Dia tidak menghubunginya lebih dulu, dan Raka juga tidak mengirim pesan.Sore harinya, direktur perusahaan renovasi datang langsung ke laboratorium untuk membahas rancangan renovasi vila miliknya.Brielle sebenarnya tidak memiliki banyak tuntutan soal desain. Dia hanya menentukan beberapa merek sofa dan perlengkapan kamar mandi. Setelah hampir dua jam berdiskusi dengan pihak perusahaan renovasi, sisanya diserahkan sepenuhnya kepada mereka.Targetnya, rumah itu sudah bisa ditempati sebelum tanggal 1 September.Malam harinya, Brielle menerima telepon dari Raline. Malam ini Anya ingin menginap di kediaman Keluarga Pramudita dan Brielle pun menyetujuinya.Saat Brielle sedang bekerja, Lastri memasakkan semangkuk sup sarang burung lalu mengantarkannya kepada Brielle.Pukul setengah sebelas malam, Brielle selesai mandi dan naik ke tempat tidur. Biasanya dia akan membaca

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 675

    Harvis berkata, "Kalau Brielle nggak ikut juga nggak masalah. Aku akan buat notulen rapat dan serahkan ke dia."Jared tertegun sejenak, lalu tidak memaksa lagi. "Baik, kalau begitu Brielle nggak perlu ikut."Siang hari, Brielle memesan satu keranjang buah dan sebuket bunga di pusat perbelanjaan sebe

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 658

    Ayah dan anak itu kembali tertawa. Lastri tak bisa menahan diri untuk memperhatikan. Pada saat ini, aura tegas dan dingin yang biasanya ada pada Raka benar-benar sirna. Dia terlihat seperti seorang ayah yang sabar dan lembut."Nyonya, makan malam sudah siap," kata Lastri.Raka menggendong putrinya d

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 612

    "Aku mau ke ruang rapat," kata Cherlina."Itu tempat rapat pemegang saham, untuk apa kamu masuk ke sana?" Faye langsung menariknya."Nanti Brielle ada presentasi, aku mau masuk untuk bantu," jawab Cherlina, lalu balik bertanya, "Kamu nggak tahu kalau semua pemegang saham datang ke sini untuk mendeng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 634

    Jay mengirim pesan lagi.[ Devina, kapan kamu pulang? Perlu aku ke sana menemanimu? ][ Nggak perlu. Aku akan pulang ke negara dalam dua hari. ]Devina membalas demikian.Melihat pesan itu, Jay sedikit kecewa. Dia tahu Devina hanya ingin ditemani oleh orang yang benar-benar dia harapkan.Jay mengali

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status