Share

Bab 612

Author: Ayesha
"Aku mau ke ruang rapat," kata Cherlina.

"Itu tempat rapat pemegang saham, untuk apa kamu masuk ke sana?" Faye langsung menariknya.

"Nanti Brielle ada presentasi, aku mau masuk untuk bantu," jawab Cherlina, lalu balik bertanya, "Kamu nggak tahu kalau semua pemegang saham datang ke sini untuk mendengarkan presentasi Brielle?"

Tentu saja, Cherlina sendiri baru tahu hal ini barusan. Namun, dia tahu bagaimana membuat Faye merasa tertekan.

Benar saja, wajah Faye seketika memucat. "Apa? Semua pemegang
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (1)
goodnovel comment avatar
Merry Ongko
mantap brielle...tega karakternya..libas aja yg mau coba2 mengganggu....kunyuk2 semua itu..serakah kekuasaan semua
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1458

    Pelukan yang datang begitu mendadak itu membuat Brielle tidak sempat bereaksi.Namun, kali ini ... dia tidak menolaknya. Dagu Raka bersandar pelan di atas kepalanya. Kedua lengannya yang kuat memeluknya erat, seolah hak untuk memeluknya seperti ini telah lama sekali dia dambakan."Brielle ...." Suara pria itu terdengar dari atas kepalanya. Di dalam suaranya bercampur rasa sakit, penyesalan, dan permohonan yang nyaris terdengar begitu rendah hati. "Boleh nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Kesempatan yang terakhir."Brielle memejamkan mata. Dia tidak menjawab. Karena saat ini, dia memang baru berdamai dengan masa lalunya. Dia belum memiliki niat untuk kembali memasuki sebuah pernikahan.Setidaknya, seseorang yang pernah terluka dan pernah jatuh sekali akan menjadi jauh lebih berhati-hati.Terkadang, pernikahan terasa seperti sebuah belenggu. Untuk saat ini, Brielle tidak ingin kembali terikat olehnya.Memang, dia sudah memahami masa lalu Raka. Dia juga telah melihat penyesalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1457

    Brielle sudah pernah merasakan sendiri kelicikan dan tipu daya Devina. Wanita itu tidak akan pernah melewatkan satu kesempatan pun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.Hati Brielle perlahan terasa berat.Dia teringat pada tahun-tahun itu, ketika sikap Meira terhadapnya semakin lama semakin dingin dan penuh kritik. Lalu teringat pula pada malam Natal di tahun keempat, ketika Meira tanpa sedikit pun menyembunyikan rasa sukanya kepada Devina."Saat itu, aku sedang mengerahkan seluruh tenagaku untuk mendorong transformasi bisnis inti Grup Pramudita. Setelah ayahku meninggal, dewan direksi beberapa kali berusaha menggantikanku.""Kalau aku gagal menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang sudah kujanjikan kepada mereka, aku bisa dicopot dari posisiku kapan saja. Tekanan itu membuatku benar-benar kewalahan.""Ketika akhirnya aku menyadarinya, Devina sudah terlanjur memengaruhi pandangan ibu dan Raline terhadapmu."Napas Brielle seketika tertahan. "Kamu nggak pernah ceritain semua ini ke aku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1456

    "Setelah pulang ke dalam negeri nanti, aku akan sangat sibuk. Kalau memang ingin menjelaskan, jelaskan saja semuanya malam ini. Setelah kembali nanti, belum tentu aku punya waktu," kata Brielle tiba-tiba.Raka tertegun beberapa detik.Benar juga. Wanita yang berdiri di hadapannya sekarang adalah sosok penting di dunia medis. Waktunya ke depan akan menjadi sangat berharga.Dia mengangguk. "Baik. Nanti kita bicara di kamarmu."Tatapan Brielle sedikit bergetar. "Gimana kalau nanti kita jalan-jalan dulu di pantai?"Raka tertawa pelan. "Jadi, kepercayaanmu kepadaku cuma sebesar itu?"Brielle ikut tersenyum sambil memandang laut di luar jendela. "Itu hanya pikiranmu sendiri. Aku nggak pernah bilang begitu."Senyum Raka semakin lebar. Dia tidak lagi memperpanjang topik itu. "Baik, terserah kamu saja. Kita jalan-jalan di pantai dulu."Setelah makan malam selesai, waktu baru menunjukkan sekitar pukul setengah delapan malam. Pantai pribadi itu kini terasa jauh lebih sunyi dan tenang. Mereka berj

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1455

    Setelah kembali ke hotel untuk makan siang, mereka menghabiskan sore hari dengan beristirahat di hotel. Brielle juga melakukan panggilan video dengan putrinya.Di seberang layar, Anya sudah sangat merindukannya. Brielle memberi tahu bahwa lusa pagi mereka sudah bisa bertemu. Mendengar hal itu, si kecil langsung kembali ceria.Saat makan malam, Raka mengundang Brielle makan di restoran yang berada di lantai paling atas hotel.Brielle tidak menolak.Itu adalah restoran hidangan laut dengan sajian yang disusun dengan sangat indah. Di kejauhan, cahaya mercusuar bersinar terang, bagaikan pelita di tengah kegelapan yang menuntun orang yang tersesat kembali ke jalan yang benar.Di tengah makan malam, Raka memandang Brielle dengan tatapan yang dalam. Nada bicaranya menjadi jauh lebih serius."Tentang Devina, ada sesuatu yang harus aku jelaskan kepadamu sampai benar benar tuntas. Setelah kita pulang ke dalam negeri, aku akan memperlihatkan semua hal tentang dirinya dan aku pada waktu itu, terma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1454

    Keesokan paginya, ponsel Brielle menerima pesan dari Raka.[ Pak Elliot sedang dinas ke luar negeri. Jadwal kepulangannya diundur jadi besok. Jadi hari ini kita lanjut istirahat saja. ]Brielle sedikit terkejut. Namun mengingat status Elliot, wajar jika dia adalah orang yang sangat sibuk. Untuk mengundangnya makan bersama tentu harus membuat janji dari jauh-jauh hari sebelumnya.Brielle membalas singkat.[ Baik, terima kasih. ]Tak lama kemudian, pesan lain masuk.[ Ayo sarapan. Aku sudah di depan kamarmu. ]Brielle memang sedang bersiap turun untuk sarapan. Dia membuka pintu kamar, dan benar saja, Raka sudah menunggunya di lorong.Hari ini Brielle mengenakan pakaian kasual yang nyaman. Wajahnya polos tanpa riasan, sementara rambut panjangnya diikat sederhana menjadi ekor kuda. Dibandingkan penampilannya yang anggun semalam, kali ini dia terlihat lebih segar dan santai.Tatapan Raka tertuju padanya dan berhenti sejenak di wajahnya."Tidurmu nyenyak?"Malam sebelumnya dia minum anggur,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1453

    Seolah-olah, dia takut pada detik berikutnya semua ini akan menghilang. Perasaan ini adalah hasrat yang selama ini tak pernah benar-benar lenyap dari lubuk hatinya.Hasrat untuk memiliki Brielle.Akhirnya, satu lagu pun usai.Brielle berkata kepadanya, "Aku ingin keluar menghirup udara segar."Raka memandang pipinya yang mulai sedikit memerah, lalu mengangguk pelan. "Baik, aku temani."Pemandangan di luar aula sangat indah. Tepat di seberangnya terbentang sebuah danau buatan yang berkilauan diterpa cahaya bulan.Brielle berjalan ke bangku panjang di tepi danau, lalu duduk. Raka berdiri diam di sampingnya, menikmati pemandangan malam bersama.Raka melepas jasnya dan menyampirkannya di lengan Brielle. Keningnya dipenuhi butiran keringat tipis. Dia merapikan rambutnya dan untuk pertama kalinya malam itu, dirinya benar-benar merasa rileks.Tiba-tiba Brielle teringat sesuatu. Dia pun mendongak dan bertanya, "Besok, boleh nggak kita mengundang Pak Elliot makan bersama?"Raka tertegun beberap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 486

    Brielle memijat bagian kepalanya yang benjol dan menggeleng pelan. "Nggak apa-apa, tadi cuma nggak sengaja kebentur."Tak lama kemudian, Raka dan Smith melangkah masuk ke ruang makan. Madeline meminta Cherlina untuk memesan makanan lebih dulu. Segera, hidangan pun tersaji dan mereka mulai makan samb

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 504

    "Sejak kecil aku nggak pernah kekurangan uang. Jadi, keluargaku punya uang atau nggak, rasanya sama saja bagiku," kata Faye sambil menyibakkan rambut panjangnya.Saat itu, dia melihat sosok Brielle dan menambahkan dengan senyum bermakna, "Tapi keberhasilan ayahku membawa perusahaannya melantai di bu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 483

    Jay menatap dengan wajah serius. "Lambert, kalau ... aku bilang kalau .... Kalau Brielle benar-benar seperti yang kubilang, memanfaatkanmu hanya untuk membalas dendam pada Raka, apa yang akan kamu lakukan?"Lambert terdiam beberapa saat, lalu tiba-tiba tersenyum. "Aku malah berharap begitu. Kalau it

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 468

    Brielle mengakhiri harinya yang sibuk dan pulang ke rumah. Hal paling menenangkan baginya adalah melihat senyum manis putrinya yang begitu menggemaskan.Setiap kali mendengar panggilan "Mama" yang lembut dan manja, hati Brielle terasa hangat. Dia tahu bahwa dirinya dibutuhkan dan dicintai oleh sang

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status