Share

Bab 368

Author: Ayesha
Kemunculan Raka membuat suasana di balkon seketika menjadi tegang selama beberapa detik.

Lambert menahan kata-kata yang belum sempat diucapkannya, lalu mengangguk dengan hormat pada pria tua itu. "Paman Hakim."

Pria tua itu tertawa hangat. "Oh, rupanya kalian lagi ngobrol di sini ya?"

Raka memasukkan satu tangan ke saku. Tatapannya sekilas menyapu wajah Brielle yang tampak sedikit pucat. Dia berkata kepada Hakim, "Paman Hakim, mengenai rencana kerja sama di lahan selatan kota, kita bahas lebih r
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mamamimi Recipe
Sumpah itu raka kapan bangkrut sh, lagian beili oncom oeang mah minta saham laboratorium aama bio twknologi mau aja dikasih 8 perusahaaan buang2 waktu, anaknya jd malah deket sama keluarga raka lagi
goodnovel comment avatar
Tintin Kartini
heran deh sama raka.....sama lambert silajkn kejsr briel....sama brielll ngimongnya bd lgwkwkwk
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1463

    Anya selesai mandi lalu naik ke tempat tidur. Dia memegang buku cerita bergambar sambil membacanya dengan patuh, menunggu mamanya naik ke tempat tidur untuk membacakannya.Setelah mandi, Brielle juga naik ke tempat tidur. Dia memeluk putrinya, membuka buku cerita bergambar itu, lalu menyadari bahwa kosakata yang bisa dibaca Anya bertambah jauh lebih banyak.Dengan penasaran dia bertanya, "Belakangan ini ada yang ajarin kamu membaca?""Iya, Tante Raline. Setiap hari dia selalu meluangkan waktu untuk mengajariku dan aku juga belajar dengan sungguh-sungguh!" jawab Anya dengan jujur.Hati Brielle menghangat. Dia mengecup kepala putrinya."Anak pintar."Brielle dan Anya berbaring bersama di tempat tidur. Anya terus bercerita tentang semua yang terjadi beberapa hari terakhir. Tak lama kemudian dia mulai mengantuk, lalu tertidur sambil menjadikan lengan Brielle sebagai bantal.Namun, Brielle sama sekali belum mengantuk. Dia perlahan menarik lengannya, lalu berjalan ke depan jendela besar. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1462

    Begitu kesadarannya kembali sepenuhnya, hal pertama yang disadari Brielle adalah dirinya sedang bersandar di bahu seseorang. Dia langsung mengangkat kepala dan mendapati Raka sedang menatapnya sambil tersenyum.Pipinya seketika memanas. Dia buru-buru duduk tegak, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan."Terima kasih.""Nggak perlu sungkan." Nada bicara Raka terdengar santai. "Tidurnya nyenyak?"Brielle mengangguk. "Lumayan.""Sekarang kita langsung pulang ke rumah Keluarga Pramudita untuk makan malam. Anya sudah nggak sabar ingin ketemu kamu.""Baik."Brielle juga sangat merindukan putrinya.Di rumah Keluarga Pramudita, setelah menerima kabar bahwa Raka dan Brielle akan pulang bersama untuk makan malam, Meira segera menyuruh para pelayan sibuk menyiapkan semuanya. Raline juga sangat gembira. Kali ini kakaknya sendiri yang pergi menjemput Brielle pulang dari luar negeri. Itu berarti Brielle sudah mulai memberinya kesempatan.Kalau dulu, Brielle lebih memilih naik pesawat komer

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1461

    Di sebuah vila di pinggiran Kyoza.Devina sudah tinggal di sini selama seminggu. Sejak insiden perundungan di internet itu berakhir, dia telah menjadi wanita simpanan di tempat ini selama satu minggu.Anwar memiliki banyak wanita dan Devina hanyalah salah satunya. Ditambah lagi, pria itu sering sibuk dengan berbagai jamuan dan urusan bisnis, sehingga dalam tiga atau empat hari pun belum tentu dia muncul. Meski begitu, perlakuan yang diterima Devina cukup baik. Dia diberi kartu tambahan dengan limit hingga puluhan miliar untuk berbelanja, serta seorang asisten yang mengurus seluruh kebutuhan hidupnya.Sejak mencari tahu identitas Niro, hati Devina justru semakin tersiksa.Dibandingkan dengan Brielle yang memiliki begitu banyak pilihan dalam hidupnya, kini dirinya malah berada di jalan buntu.Niro.Pria yang berasal dari keluarga sekuat dan setinggi itu, tetapi Brielle malah tidak memilihnya?Andai saja kesempatan seperti itu jatuh kepadanya.Devina mengenakan jubah tidur sutra mahal. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1460

    Brielle teringat semua rapat yang sebenarnya tidak perlu dihadiri Raka. Memang benar, dia selalu datang. Saat itu dia bahkan berpura-pura memasang wajah penuh wibawa, seolah-olah mengerti semua yang sedang dibahas."Kalau begitu, mulai sekarang kamu nggak perlu menyiksa diri seperti itu lagi," kata Brielle."Kenapa? Karena sekarang aku sudah boleh mengajakmu makan atau minum kopi secara pribadi?" tanya Raka sambil tersenyum pelan.Brielle menatap balik matanya lalu mengangkat alis. "Mungkin aku nggak punya waktu.""Kalau begitu, sepertinya aku harus terus menggelontorkan dana saja. Setidaknya lewat pekerjaanmu, kita masih punya titik temu. Dan kamu juga nggak bisa mengusirku." Raka tersenyum tipis.Brielle memandang mercusuar di kejauhan. Cahayanya berkedip perlahan, seolah sedang menunjukkan arah ke depan.Raka ikut menatap ke arah yang sama. Tatapannya begitu dalam."Untungnya kamu bersedia mendengarkan penjelasanku. Untungnya kita bisa berdiri di sini seperti sekarang, membicarakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1459

    Brielle terdiam. Dia juga ingat kejadian itu. Mobil Lambert berhenti di sampingnya dan membawanya pulang."Mobilku sebenarnya nggak jauh di belakang mobil Lambert. Aku melihat kamu naik ke mobilnya ...."Raka menarik napas dalam-dalam, seolah perasaan pada hari itu kembali memenuhi dadanya hingga membuatnya sesak."Jadi, setelah aku jatuh ke air hari itu, Lambert yang menyelamatkanku, lalu kamu cemburu dan memendam amarah?" tanya Brielle. "Makanya kamu nggak ngomong sepatah kata pun sama aku? Bahkan nggak mau menanyakan keadaanku?""Maaf! Hari itu aku benar-benar berengsek." Suara Raka serak, dipenuhi rasa benci pada dirinya sendiri. "Bukan karena aku nggak peduli sama kamu. Aku nggak berani dan aku juga takut. Emosiku menguasai akal sehatku.""Aku cemburu sama Lambert yang ada di sisimu. Aku juga takut kamu akan datang menanyaiku kenapa aku nggak langsung menyelamatkanmu. Penyakit ibuku, aku sembunyikan dari semua orang. Aku tahu, aku juga harus menyembunyikannya darimu. Dan aku memil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1458

    Pelukan yang datang begitu mendadak itu membuat Brielle tidak sempat bereaksi.Namun, kali ini ... dia tidak menolaknya. Dagu Raka bersandar pelan di atas kepalanya. Kedua lengannya yang kuat memeluknya erat, seolah hak untuk memeluknya seperti ini telah lama sekali dia dambakan."Brielle ...." Suara pria itu terdengar dari atas kepalanya. Di dalam suaranya bercampur rasa sakit, penyesalan, dan permohonan yang nyaris terdengar begitu rendah hati. "Boleh nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Kesempatan yang terakhir."Brielle memejamkan mata. Dia tidak menjawab. Karena saat ini, dia memang baru berdamai dengan masa lalunya. Dia belum memiliki niat untuk kembali memasuki sebuah pernikahan.Setidaknya, seseorang yang pernah terluka dan pernah jatuh sekali akan menjadi jauh lebih berhati-hati.Terkadang, pernikahan terasa seperti sebuah belenggu. Untuk saat ini, Brielle tidak ingin kembali terikat olehnya.Memang, dia sudah memahami masa lalu Raka. Dia juga telah melihat penyesalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 849

    Tangan Brielle sedikit terhenti. Dia menatap putrinya, lalu berkata dengan lembut sekaligus tegas, "Anya, usia Nenek Buyut sudah tua. Mungkin Nenek Buyut salah bicara."Anya memiringkan kepala. Bibirnya pun manyun. "Tapi Nenek Buyut bilang aku satu-satunya anak perempuan Papa!"Lastri yang mendengar

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 809

    "Dia juga mengusulkan memelihara kelinci kecil dan hamster, aku masih mempertimbangkannya," kata Lambert sambil menyebut keponakannya. Sorot matanya memperlihatkan sedikit rasa sayang.Mungkin karena membesarkan anak-anak yang usianya hampir sama, terkadang kekhawatiran mereka pun serupa."Kalau ing

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 822

    Jay mengangkat alis. Dia memahami kepedihan sahabatnya, karena dia sendiri juga menanggung kepedihan yang sama."Kalau memang nggak ada jalan lain, suatu hari kamu bisa bicara terus terang dengan Raka," Jay menyemangati.Lambert menggelengkan kepala. "Aku nggak bisa melakukan itu. Itu akan mencampur

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 802

    "Keluarga Pramudita belum sampai jatuh ke titik harus kamu yang maju ke depan, 'kan? Atau kakakmu terlalu sibuk sampai nggak sempat menegurmu?" Tatapan Lambert tajam mengarah ke Raline.Jari Raline mencengkeram kuat tali tasnya. "Aku bicara atas namaku sendiri, nggak ada hubungannya dengan kakakku."

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status