Compartir

Bab 516

Autor: Ayesha
Di atas panggung, Brielle turun sambil memeluk seikat mawar berwarna sampanye. Lambert berjalan di sampingnya. Mereka berdua menuju ke arah belakang panggung.

Sebagai staf pendukung acara, Cherlina dan satu rekannya memperhatikan sosok Brielle dan Lambert yang berjalan berdampingan. Cherlina melirik sekilas ke arah Raka yang duduk di barisan utama.

Tampak jari-jarinya yang panjang sedikit menarik dasi. Dari wajah tegas serta berwibawanya itu, tak terlihat sedikit pun emosi.

"Apa Pak Lambert dan
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (20)
goodnovel comment avatar
Fazd
kemanakah cerita ini akan berlabuh? apakah dari seminar ke seminar? atau lab ke lab?
goodnovel comment avatar
Difa Robin
kok bisa Raka buat bangkrut, bukannya dia support dana mereka ya,,
goodnovel comment avatar
Kitachan 13
nanti Faye dikerjain si Thorik, usaha bpknya Faye bangkrut dikerjain raka
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1485

    Lius juga tahu bahwa untuk mendapatkan hati Devina, dia pasti harus mengeluarkan sejumlah uang. Lagi pula, dia memang ingin memamerkan kemampuan finansialnya agar Devina nantinya bersedia tetap berada di sisinya dengan sepenuh hati.Kebetulan ayah sahabatnya memiliki arena berkuda terbesar di Kota Amadeus. Dia pun berkata dengan murah hati, "Tentu saja boleh. Kebetulan akhir-akhir ini aku juga ingin memilih seekor kuda yang bagus. Kita bisa pergi melihatnya sekarang."Hati Devina langsung berbunga-bunga. Sepertinya kesungguhan Lius untuk mengejarnya memang cukup besar. Tadi dia bahkan sempat khawatir pria itu pelit.Senyum merekah di bibir merah Devina. "Terima kasih, Pak Lius. Kalau begitu, ayo kita berangkat."Saat Lius bangkit dan berjalan beberapa langkah, Devina dengan alami langsung menyelipkan lengannya ke lengan pria itu.Lius seketika merasa sangat senang.Kebetulan Devina memang tipe wanita yang paling dia sukai. Saat ini, meskipun wanita itu baru saja "berpindah tangan" dari

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1484

    Sudut bibir Raka sedikit terangkat, sementara sorot matanya seolah dipenuhi bintang. "Sama sekali nggak merepotkan."Begitu Brielle turun ke halaman rumput, Anya langsung berlari menghampiri dan memeluk kakinya. "Mama, nanti kita benar-benar akan tinggal di sini?"Melihat mata putrinya yang penuh harapan, Brielle tersenyum lembut. "Iya. Sebelum kamu mulai sekolah, kita akan pindah ke sini.""Yeay! Asyik sekali! Papa juga tinggal di sebelah, 'kan?" tanya Anya lagi."Iya." Brielle mengangguk. Dia harus mengakui bahwa pekerjaannya ke depan membutuhkan seseorang yang benar-benar bisa dipercaya. Raka akan menjadi rekan terbaik untuk bersama-sama merawat putri mereka.Saat itu, pria yang berdiri di balkon lantai dua mengeluarkan ponselnya dan menelepon."Segera minta tim renovasi masuk. Dalam seminggu, aku ingin tiga konsep desain interior.""Baik, Pak Raka."Sebelum pulang, Raka mengajukan izin untuk melihat-lihat sekolah. Lingkungan sekolah itu memang luar biasa, bahkan memiliki arena lati

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1483

    Lewat pukul sepuluh malam, Anya akhirnya mau naik ke tempat tidur. Saat malam semakin larut, Anya memeluk leher Brielle, lalu tiba-tiba bertanya, "Mama, kapan ya Papa bisa tidur sama kita?"Brielle yang sedang melamun langsung terdiam mendengar pertanyaan mendadak itu. Dia mengusap kepala putrinya sambil mengalihkan topik. "Besok kita pergi lihat rumah baru, gimana?"Anya langsung mengangguk gembira. "Baik! Aku mau vila yang punya taman. Aku mau main bola di tamannya.""Baik." Brielle tersenyum mengiyakan.Keesokan harinya pukul sembilan lewat tiga puluh pagi, Raka mengantar Brielle dan Anya ke sebuah kawasan vila mewah yang berada di dekat sekolah dasar swasta internasional.Kawasan itu memang dibangun khusus untuk kalangan berada. Pepohonannya rindang, suasananya tenang dan elegan, dengan sistem keamanan yang sangat ketat.Mobil Raka berhenti di tempat parkir di samping sebuah vila kembar berukuran besar yang letaknya agak menyendiri.Yang disebut vila kembar itu sebenarnya adalah du

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1482

    Brielle lebih dulu berjalan ke arah lift. Raka melilitkan handuk di pinggangnya, lalu mengikuti dari belakang.Saat pintu lift tertutup, cermin di dalamnya langsung memantulkan sosok pria yang hanya mengenakan handuk di pinggang.Meski mereka bukan lagi anak muda, dan pernah menjadi suami istri selama enam tahun, Brielle tahu betul apa yang pernah dan belum pernah dilihatnya. Dia menundukkan kepala, tetapi tanpa sadar tetap mengalihkan pandangannya.Melalui pantulan cermin, Raka diam-diam mengamati reaksi Brielle. Meskipun Brielle menundukkan kepala, dari sudut pandangnya, daun telinga wanita itu tampak samar-samar memerah.Begitu pintu lift terbuka, Brielle segera bertanya, "Anya di kamar nomor berapa?"Raka menyebutkan nomor kamar dan Brielle pun segera melangkah cepat ke sana.Dua puluh menit kemudian, Brielle, Raline, dan Anya lebih dulu menuju restoran karena Anya sudah lapar.Setelah selesai memesan makanan, Raka datang menghampiri. Kini dia sudah berganti pakaian kasual, membuat

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1481

    Keesokan harinya saat makan siang, Brielle sedang makan di rumah. Sore harinya, dia menerima telepon dari putrinya. Raka sedang mengajak Anya bermain air di kolam renang pribadi Hotel Muse dan meminta Brielle datang menemani.Mendengar putrinya merengek manja di seberang telepon, Brielle hanya bisa tersenyum. "Baiklah, Mama datang."Brielle pun berangkat dari rumah dan langsung menuju Hotel Muse. Di lantai tempat presidential suite berada, tersedia sebuah kolam renang pribadi.Dari area parkir bawah tanah, Brielle langsung naik ke lantai tempat kolam renang berada.Begitu tiba, dia melihat Anya sedang bermain di atas pelampung, ditemani Raline di sampingnya. Saat Brielle sedang mencari-cari di mana Raka berada, tiba-tiba dari sisi lain kolam, sesosok tubuh yang kekar keluar dari dalam air dan memercikkan cipratan ke segala arah.Raka mengibaskan rambutnya yang basah kuyup. Tetesan air mengalir dari ujung-ujung rambutnya, membingkai wajahnya yang tegas, lalu meluncur ke bahunya yang bid

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1480

    Saat itu, ponsel Brielle berdering. Dia mengeluarkannya dan melirik layar. Ternyata Harvis yang menelepon.Brielle segera mengangkatnya. "Halo, Kak Harvis.""Brielle, kamu lagi di depan komputer? Ada data yang ingin kuminta kamu cek.""Aku masih di perjalanan pulang. Nanti saja boleh?""Boleh kok. Nggak usah terburu-buru, asal besok siang sudah ada masukannya," kata Harvis."Oke. Sebisa mungkin malam ini akan kukasih masukannya." Usai mengatakannya, Brielle menyadari Harvis di seberang sana juga sedang sibuk. "Kalau begitu, aku tutup dulu ya."Setelah telepon berakhir, Brielle membuka surel di ponselnya. Mata Raka sedikit menyipit. Jakunnya bergerak pelan, jelas sedang berusaha menekan gejolak emosinya.Brielle tampaknya menyadarinya. Ruang di dalam mobil begitu sempit sehingga perubahan sekecil apa pun pada suasana langsung terasa.Brielle mematikan layar ponselnya, lalu melirik pria di sampingnya. Apa karena telepon dari Harvis barusan? Setelah berpikir sejenak, dia tetap tidak tahu

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 183

    Keesokan paginya, Brielle mengantar putrinya ke sekolah. Dari belakang, seseorang di dalam sebuah mobil SUV hitam sedang membuntutinya dan diam-diam memotret.Foto-foto hasil pembuntutan itu dikirimkan ke tangan Faye.Faye menatap foto yang hanya memperlihatkan Brielle seorang diri mengantar putriny

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 206

    Raka berbalik, sinar matahari sore menyinari di tubuhnya, tetapi tetap tidak mampu mengusir aura dingin dan jarak yang dia pancarkan.Saat itu, Gavin mengetuk pintu dan masuk. "Pak Raka, waktu rapat sudah tiba."Devina tertegun sejenak, sementara Raka melangkah keluar dari ruang kantornya.Gavin men

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 164

    Meskipun surat perjanjian cerai sudah ditandatangani, karena masalah pembagian harta, akta cerai belum bisa diproses. Jawaban yang diberikan Farel adalah, setidaknya butuh waktu enam bulan untuk menyelesaikan urusan ini.Jadi untuk sekarang, Brielle hanya bisa berpisah rumah dengan Raka.Setengah ja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 176

    Setelah marah, Lukas pun akhirnya kembali tenang. Ekspresinya tampak sedikit frustrasi saat berkata, "Ini semua salahku yang terlalu ceroboh, nggak bisa menemukan masalah ini tepat waktu. Aku harus berterima kasih pada Brielle. Kalau nggak, nanti kalau benar-benar terjadi masalah, aku yang akan jadi

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status