Share

Bab 53

Penulis: Ayesha
"Hmm, aku juga merasa jalur gugatan perceraian lebih baik. Begitu diputuskan bercerai, kamu nggak perlu menunggu masa tenang selama sebulan lagi," ujar Syahira sambil mengangguk.

Brielle mengusap pelipisnya. "Masalahnya, susah cari buktinya. Raka terlalu hati-hati. Selain itu, sudah lama aku nggak periksa ponselnya."

"Kamu harus periksa dong! Di ponselnya pasti ada obrolan mesra dengan Devina. Mungkin juga ada bukti transfer jumlah besar. Itu semua bisa jadi bukti kuat dia selingkuh."

Brielle me
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Neneng Rianah
Dih brieli mau aja damai walau pura2 geli bgt
goodnovel comment avatar
Renadwijo
Raka jg kyknya salah sangka sm Brielle..Brielle ga mau diajak naik ranjang dan menghindar trs , dikiranya udh ga suka dia..dia sm sekali ga ngeh, kalo kelakuan dia sm devina itu udh diluar nurul
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1503

    Brielle sedikit mengernyit.Makna di balik ajakan Raka itu dipahami dengan jelas oleh dua orang dewasa seperti mereka.Brielle menatapnya dengan tenang, lalu menolak dengan tenang pula, "Nggak usah."Jawabannya sangat lugas.Ekspresi penuh harap di wajah Raka seketika membeku. Cahaya lampu lift membuat sedikit kecanggungan di wajah tampannya terlihat jelas. Dia menundukkan pandangan dan terdiam selama dua detik, lalu mengangkat kepala dan tersenyum tipis."Maaf, aku terlalu lancang."Setelah itu, dia menatap Brielle dengan lembut. "Kalau begitu, istirahatlah lebih awal. Selamat malam.""Selamat malam," balas Brielle.Raka melangkah keluar dari lift, lalu berbalik menatap Brielle sekali lagi.Pintu lift perlahan mulai menutup. Namun tanpa diduga, tatapan mereka kembali bertemu. Sorot mata Raka menyimpan gejolak perasaan yang tidak ingin Brielle selami. Brielle hanya menatapnya selama dua detik sebelum mengalihkan pandangan.Raka memandangi lift yang terus naik menuju lantai 28. Sudut bi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1502

    Tak lama kemudian, buah-buahan pun dihidangkan. Brielle duduk menemani Emily mengobrol. Belakangan ini Emily beberapa kali pergi ke balai lelang dan berhasil mendapatkan beberapa koleksi baru yang semuanya merupakan barang antik bernilai sangat tinggi.Setelah selesai makan buah, waktu sudah menunjukkan pukul sembilan malam.Saat itu, Raline pulang. Begitu mendengar Anya masih ingin menginap di rumah Keluarga Pramudita, dia langsung mengangguk gembira."Oke. Nanti setelah Tante selesai mandi, Tante akan turun dan menemanimu menyelesaikan balok itu."Melihat waktu sudah semakin larut, sementara besok masih ada beberapa eksperimen yang harus dikerjakannya, Brielle pun berdiri. "Nek, kalau begitu aku pulang dulu.""Kebetulan, sekalian antar Raka pulang," kata Emily sambil tersenyum.Raka yang seolah memang sedang menunggu kesempatan itu menatap Brielle dengan mata yang dalam. "Boleh?"Brielle belum sempat menjawab ketika Emily melirik cucunya dengan tatapan geli. "Brielle sudah capek. Nan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1501

    Keesokan paginya, Brielle memiliki banyak pekerjaan. Raline menelepon dan mengajaknya makan malam di kediaman Keluarga Pramudita, tetapi karena Brielle harus lembur sampai pukul delapan malam, dia pun menolak.Dia akhirnya makan di kantin. Kebetulan Harvis juga ada di sana, sehingga mereka mengobrol tentang beberapa hal terkait pekerjaan. Proyek sipil yang ditangani Harvis berjalan sangat lancar, tetapi Brielle juga bisa melihat bahwa selama beberapa waktu terakhir, tubuhnya tampak semakin kurus.Brielle merasa cukup prihatin pada Harvis. Sejak ibunya meninggal, tidak ada lagi orang di sisinya yang memperhatikan apakah dia kepanasan atau kedinginan, atau sekadar peduli pada kesehariannya."Kak Harvis, apa kamu pernah mempertimbangkan untuk memikirkan kehidupan pribadimu?" tanya Brielle sambil mencoba menyelidik. Tahun ini Harvis juga sudah berusia 30 tahun.Harvis mendorong kacamatanya lalu tersenyum. "Kenapa? Ada yang mau kamu kenalkan ke aku?"Brielle tersenyum sambil menggeleng. "Ng

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1500

    Akhir pekan berlalu begitu cepat. Hari Senin pun tiba.Sudah dua hari berturut-turut Brielle tidak menerima kabar dari Raka. Dia tidak menghubunginya lebih dulu, dan Raka juga tidak mengirim pesan.Sore harinya, direktur perusahaan renovasi datang langsung ke laboratorium untuk membahas rancangan renovasi vila miliknya.Brielle sebenarnya tidak memiliki banyak tuntutan soal desain. Dia hanya menentukan beberapa merek sofa dan perlengkapan kamar mandi. Setelah hampir dua jam berdiskusi dengan pihak perusahaan renovasi, sisanya diserahkan sepenuhnya kepada mereka.Targetnya, rumah itu sudah bisa ditempati sebelum tanggal 1 September.Malam harinya, Brielle menerima telepon dari Raline. Malam ini Anya ingin menginap di kediaman Keluarga Pramudita dan Brielle pun menyetujuinya.Saat Brielle sedang bekerja, Lastri memasakkan semangkuk sup sarang burung lalu mengantarkannya kepada Brielle.Pukul setengah sebelas malam, Brielle selesai mandi dan naik ke tempat tidur. Biasanya dia akan membaca

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1499

    "Kalau soal yang lain sih nggak usah dibahas. Devina memang kejam. Bahkan Raka saja bisa dia kendalikan hampir sepuluh tahun. Sudah dapat uang, masih ingin menghancurkan pernikahan kalian. Pada akhirnya dia berakhir setragis itu. Sebenarnya apa yang dia inginkan?"Brielle mengangkat kepala menatapnya. "Dulu dia mencintai Raka sama seperti aku."Syahira langsung mengerti.Raka di usia 19 tahun memang benar-benar sosok pangeran impian bagi semua wanita. Sekali jatuh hati padanya, rasanya bisa dikenang seumur hidup."Entah bertemu Raka itu berkah atau malah malapetaka baginya. Benar juga pepatah itu, jangan bertemu seseorang yang terlalu memukau saat masih terlalu muda." Setelah berkata demikian, Syahira memandang Brielle. "Jadi, selama dua tahun terakhir itu Raka benar-benar cemburu padamu dan Harvis?""Katanya dia salah paham." Brielle mengangguk."Tapi kalau dipikir dari sudut pandangnya, selama tiga tahun setelah kalian bercerai, kamu dekat dengan Lambert, Niro, dan Harvis. Wajar saja

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1498

    Brielle mengangguk. "Iya, dia.""Keadaannya di sana baik-baik saja, 'kan?" Raline juga tampak khawatir."Dia sedang menanganinya. Jangan khawatir," hibur Brielle.Hati Raline terasa hangat. Sejak Brielle pulang dari program pertukaran akademik di luar negeri, hubungan Raka dengan Brielle benar-benar berubah. Rasanya seperti kembali ke masa ketika mereka masih menjadi suami istri.Ketika Raka mengusulkan untuk tinggal di rumah deret yang berdampingan, Brielle juga langsung menyetujuinya. Itu berarti, selain hanya dipisahkan oleh satu dinding, mereka akan berbagi taman, garasi, bersama-sama mengurus anak, bahkan mungkin juga makan bersama.Kalau saja kakaknya mau berusaha lebih keras lagi ....Bisa jadi, Raka akan berhasil merebut hati Brielle kembali dan membuat Brielle menjadi kakak iparnya lagi.Setelah makan malam di rumah Keluarga Pramudita, Brielle membawa Anya pulang. Besok adalah akhir pekan dan dia berencana menghabiskan waktu di rumah menemani putrinya.Saat akhir pekan tiba, S

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 329

    "Hmm!" Anya berkata dengan polos, "Bibi Devina bilang lain kali mau ajak aku ke taman bermain."Lampu merah menyala, Brielle menghentikan mobilnya. Kemudian, dia menoleh dan menatap putrinya dengan serius, "Anya, lain kali kalau ada orang kasih kamu hadiah, kamu harus tanya Mama dulu. Ngerti?""Tapi

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 337

    Brielle menghela napas ringan, lalu menoleh ke arah Syahira."Aku tahu, sekarang kamu hanya fokus pada karier dan putrimu. Tapi kamu begitu hebat, makanya mereka tertarik padamu. Mereka juga dengan sendirinya mau mendekatimu, membantumu. Meski kamu nggak bisa membalas perasaan mereka, mereka tetap r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 330

    Menjelang dini hari, studio Devina mengeluarkan sebuah pernyataan. Karena kondisi kesehatannya menurun, dia tidak bisa menyelesaikan syuting iklan kampanye Hari Perempuan Sedunia sehingga resmi mundur dari kegiatan tahun ini.Brielle kebetulan belum tidur. Dia membuka pernyataan dari studio Devina,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 332

    Lambert sudah kembali dari luar negeri, Vivian juga datang untuk ikut kelas."Bibi Brielle." Vivian melihatnya, lalu menyapa dengan ramah.Brielle membalas dengan senyuman lembut."Mama, boleh nggak aku ajak Vivian main ke rumah kita? Kita sudah lama banget nggak ketemu." Anya menarik tangan Brielle

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status