공유

Bab 616

작가: Ayesha
Senyum di wajah Brielle langsung menghilang. Dia memalingkan wajah, menatap ke arah lain.

Lambert berkata sambil tersenyum, "Kami sedang memuji Brielle karena sudah membantumu menyelesaikan masalah para pemegang saham."

Tatapan Raka jatuh pada wajah samping Brielle yang halus dan tegas. Matanya sedikit mendingin. "Memang sangat mengesankan."

Suasana di antara ketiganya mendadak terasa berat.

Saat itu, gerbang sekolah terbuka. Raka berkata kepada Brielle, "Aku jemput Anya dulu." Setelah berjalan
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
bukam hutang budi tp ad perjanjian diantara raka n devina..ibu raka mengidap penyakit darah langka n devina adl satu2nya pendonor di dunia yg sel darah punca nya bs menyelamatkan nyawa ibu raka n kemungkinan bsr penyakit itu menurun pd anak keturunan meira yg wanita ( raline anak n anya cucu)
goodnovel comment avatar
Antono Kastani
setuju banget Merry terlalu Raka mengutamakan waktu harta uang perhiasan u pelakor sdgkan u istri dan Anya hanya KL masih ada sisa waktu terlalu perhatian sekali dgn jalang diajak didpn umum PD tmn2 dekat dan pengusaha2 besar selalu ada disamping Raka u briele dan Anya prek TDK peduli sakit rasanya
goodnovel comment avatar
Suryat
sebenarnya hutang budi apa sih yg terjadi antara raka dan valakor..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1463

    Anya selesai mandi lalu naik ke tempat tidur. Dia memegang buku cerita bergambar sambil membacanya dengan patuh, menunggu mamanya naik ke tempat tidur untuk membacakannya.Setelah mandi, Brielle juga naik ke tempat tidur. Dia memeluk putrinya, membuka buku cerita bergambar itu, lalu menyadari bahwa kosakata yang bisa dibaca Anya bertambah jauh lebih banyak.Dengan penasaran dia bertanya, "Belakangan ini ada yang ajarin kamu membaca?""Iya, Tante Raline. Setiap hari dia selalu meluangkan waktu untuk mengajariku dan aku juga belajar dengan sungguh-sungguh!" jawab Anya dengan jujur.Hati Brielle menghangat. Dia mengecup kepala putrinya."Anak pintar."Brielle dan Anya berbaring bersama di tempat tidur. Anya terus bercerita tentang semua yang terjadi beberapa hari terakhir. Tak lama kemudian dia mulai mengantuk, lalu tertidur sambil menjadikan lengan Brielle sebagai bantal.Namun, Brielle sama sekali belum mengantuk. Dia perlahan menarik lengannya, lalu berjalan ke depan jendela besar. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1462

    Begitu kesadarannya kembali sepenuhnya, hal pertama yang disadari Brielle adalah dirinya sedang bersandar di bahu seseorang. Dia langsung mengangkat kepala dan mendapati Raka sedang menatapnya sambil tersenyum.Pipinya seketika memanas. Dia buru-buru duduk tegak, lalu merapikan rambutnya yang sedikit berantakan."Terima kasih.""Nggak perlu sungkan." Nada bicara Raka terdengar santai. "Tidurnya nyenyak?"Brielle mengangguk. "Lumayan.""Sekarang kita langsung pulang ke rumah Keluarga Pramudita untuk makan malam. Anya sudah nggak sabar ingin ketemu kamu.""Baik."Brielle juga sangat merindukan putrinya.Di rumah Keluarga Pramudita, setelah menerima kabar bahwa Raka dan Brielle akan pulang bersama untuk makan malam, Meira segera menyuruh para pelayan sibuk menyiapkan semuanya. Raline juga sangat gembira. Kali ini kakaknya sendiri yang pergi menjemput Brielle pulang dari luar negeri. Itu berarti Brielle sudah mulai memberinya kesempatan.Kalau dulu, Brielle lebih memilih naik pesawat komer

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1461

    Di sebuah vila di pinggiran Kyoza.Devina sudah tinggal di sini selama seminggu. Sejak insiden perundungan di internet itu berakhir, dia telah menjadi wanita simpanan di tempat ini selama satu minggu.Anwar memiliki banyak wanita dan Devina hanyalah salah satunya. Ditambah lagi, pria itu sering sibuk dengan berbagai jamuan dan urusan bisnis, sehingga dalam tiga atau empat hari pun belum tentu dia muncul. Meski begitu, perlakuan yang diterima Devina cukup baik. Dia diberi kartu tambahan dengan limit hingga puluhan miliar untuk berbelanja, serta seorang asisten yang mengurus seluruh kebutuhan hidupnya.Sejak mencari tahu identitas Niro, hati Devina justru semakin tersiksa.Dibandingkan dengan Brielle yang memiliki begitu banyak pilihan dalam hidupnya, kini dirinya malah berada di jalan buntu.Niro.Pria yang berasal dari keluarga sekuat dan setinggi itu, tetapi Brielle malah tidak memilihnya?Andai saja kesempatan seperti itu jatuh kepadanya.Devina mengenakan jubah tidur sutra mahal. Di

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1460

    Brielle teringat semua rapat yang sebenarnya tidak perlu dihadiri Raka. Memang benar, dia selalu datang. Saat itu dia bahkan berpura-pura memasang wajah penuh wibawa, seolah-olah mengerti semua yang sedang dibahas."Kalau begitu, mulai sekarang kamu nggak perlu menyiksa diri seperti itu lagi," kata Brielle."Kenapa? Karena sekarang aku sudah boleh mengajakmu makan atau minum kopi secara pribadi?" tanya Raka sambil tersenyum pelan.Brielle menatap balik matanya lalu mengangkat alis. "Mungkin aku nggak punya waktu.""Kalau begitu, sepertinya aku harus terus menggelontorkan dana saja. Setidaknya lewat pekerjaanmu, kita masih punya titik temu. Dan kamu juga nggak bisa mengusirku." Raka tersenyum tipis.Brielle memandang mercusuar di kejauhan. Cahayanya berkedip perlahan, seolah sedang menunjukkan arah ke depan.Raka ikut menatap ke arah yang sama. Tatapannya begitu dalam."Untungnya kamu bersedia mendengarkan penjelasanku. Untungnya kita bisa berdiri di sini seperti sekarang, membicarakan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1459

    Brielle terdiam. Dia juga ingat kejadian itu. Mobil Lambert berhenti di sampingnya dan membawanya pulang."Mobilku sebenarnya nggak jauh di belakang mobil Lambert. Aku melihat kamu naik ke mobilnya ...."Raka menarik napas dalam-dalam, seolah perasaan pada hari itu kembali memenuhi dadanya hingga membuatnya sesak."Jadi, setelah aku jatuh ke air hari itu, Lambert yang menyelamatkanku, lalu kamu cemburu dan memendam amarah?" tanya Brielle. "Makanya kamu nggak ngomong sepatah kata pun sama aku? Bahkan nggak mau menanyakan keadaanku?""Maaf! Hari itu aku benar-benar berengsek." Suara Raka serak, dipenuhi rasa benci pada dirinya sendiri. "Bukan karena aku nggak peduli sama kamu. Aku nggak berani dan aku juga takut. Emosiku menguasai akal sehatku.""Aku cemburu sama Lambert yang ada di sisimu. Aku juga takut kamu akan datang menanyaiku kenapa aku nggak langsung menyelamatkanmu. Penyakit ibuku, aku sembunyikan dari semua orang. Aku tahu, aku juga harus menyembunyikannya darimu. Dan aku memil

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1458

    Pelukan yang datang begitu mendadak itu membuat Brielle tidak sempat bereaksi.Namun, kali ini ... dia tidak menolaknya. Dagu Raka bersandar pelan di atas kepalanya. Kedua lengannya yang kuat memeluknya erat, seolah hak untuk memeluknya seperti ini telah lama sekali dia dambakan."Brielle ...." Suara pria itu terdengar dari atas kepalanya. Di dalam suaranya bercampur rasa sakit, penyesalan, dan permohonan yang nyaris terdengar begitu rendah hati. "Boleh nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Kesempatan yang terakhir."Brielle memejamkan mata. Dia tidak menjawab. Karena saat ini, dia memang baru berdamai dengan masa lalunya. Dia belum memiliki niat untuk kembali memasuki sebuah pernikahan.Setidaknya, seseorang yang pernah terluka dan pernah jatuh sekali akan menjadi jauh lebih berhati-hati.Terkadang, pernikahan terasa seperti sebuah belenggu. Untuk saat ini, Brielle tidak ingin kembali terikat olehnya.Memang, dia sudah memahami masa lalu Raka. Dia juga telah melihat penyesalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 463

    Wajah kecil itu kini tumbuh semakin cantik. Dua kepang kecilnya bergoyang lembut saat berjalan, memperlihatkan dahi putih mulusnya. Sementara itu, sepasang matanya yang besar berkilau seperti batu permata hitam.Brielle menunduk dan mengecup kepala kecil putrinya, lalu menggandeng tangannya keluar r

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 458

    Pria di sisi lain juga mengucapkan selamat kepada Brielle. Brielle menoleh dan tersenyum sopan sambil mengangguk pelan. "Terima kasih."Namun, ucapan selamat dari pria di sebelah kirinya seolah-olah tak pernah dia dengar.Tatapan Raka yang dalam bergulung dengan emosi samar, tetapi wajah tampannya k

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 465

    Cherlina akhirnya mengumumkan jawabannya, "Devina juga datang, tadi dia kelihatan sedang ngobrol dengan Faye!"Brielle berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan. Dia tidak terkejut. Kalau penelitiannya benar-benar bisa menyelamatkan nyawa Devina, wajar saja dia datang untuk mendengarkan langsung lapor

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 495

    Begitu Lambert berjalan mendekat, Syahira langsung tersenyum. "Pak Lambert, kamu bisa main golf nggak?" tanyanya santai.Lambert mengangguk ringan dengan percaya diri. "Bisa.""Pas banget! Ajarin Brielle, dong! Dari tadi satu bola pun belum ada yang kena," kata Syahira sambil menahan tawa.Wajah Bri

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status