Share

Bab 882

Author: Ayesha
Brielle kembali ke rumah dan untuk sementara belum menjemput putrinya. Dia mandi lalu naik ke tempat tidur untuk beristirahat. Saat terbangun, waktu sudah menunjukkan pukul delapan malam. Brielle menelepon nomor Raka.

"Halo." Suara di seberang terdengar agak serak.

"Aku sudah sampai rumah. Antar Anya kembali," kata Brielle lugas.

"Baik," jawab Raka dengan singkat lalu menutup telepon.

Lima belas menit kemudian, bel pintu berbunyi. Lastri yang membukakan pintu dan Anya langsung berlari masuk deng
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (3)
goodnovel comment avatar
Imas Siti Aisah
"kita bersaing secara sehat" mungkin itu maksud raka
goodnovel comment avatar
Rahma Diana Utami
krna km itu raka g cocok dg brielle n km hnya bs menyakiti brielle jk brsma brielle km jg g akan bhgia krn bahagiamu adl brsm devina
goodnovel comment avatar
Suryat
terserah kamu sajalah Raka..kamu emang cocoknya hidup sendiri dan kesepian..
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1458

    Pelukan yang datang begitu mendadak itu membuat Brielle tidak sempat bereaksi.Namun, kali ini ... dia tidak menolaknya. Dagu Raka bersandar pelan di atas kepalanya. Kedua lengannya yang kuat memeluknya erat, seolah hak untuk memeluknya seperti ini telah lama sekali dia dambakan."Brielle ...." Suara pria itu terdengar dari atas kepalanya. Di dalam suaranya bercampur rasa sakit, penyesalan, dan permohonan yang nyaris terdengar begitu rendah hati. "Boleh nggak kamu kasih aku satu kesempatan lagi?""Kesempatan yang terakhir."Brielle memejamkan mata. Dia tidak menjawab. Karena saat ini, dia memang baru berdamai dengan masa lalunya. Dia belum memiliki niat untuk kembali memasuki sebuah pernikahan.Setidaknya, seseorang yang pernah terluka dan pernah jatuh sekali akan menjadi jauh lebih berhati-hati.Terkadang, pernikahan terasa seperti sebuah belenggu. Untuk saat ini, Brielle tidak ingin kembali terikat olehnya.Memang, dia sudah memahami masa lalu Raka. Dia juga telah melihat penyesalan

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1457

    Brielle sudah pernah merasakan sendiri kelicikan dan tipu daya Devina. Wanita itu tidak akan pernah melewatkan satu kesempatan pun untuk mendapatkan apa yang diinginkannya.Hati Brielle perlahan terasa berat.Dia teringat pada tahun-tahun itu, ketika sikap Meira terhadapnya semakin lama semakin dingin dan penuh kritik. Lalu teringat pula pada malam Natal di tahun keempat, ketika Meira tanpa sedikit pun menyembunyikan rasa sukanya kepada Devina."Saat itu, aku sedang mengerahkan seluruh tenagaku untuk mendorong transformasi bisnis inti Grup Pramudita. Setelah ayahku meninggal, dewan direksi beberapa kali berusaha menggantikanku.""Kalau aku gagal menyelesaikan proyek sesuai jadwal yang sudah kujanjikan kepada mereka, aku bisa dicopot dari posisiku kapan saja. Tekanan itu membuatku benar-benar kewalahan.""Ketika akhirnya aku menyadarinya, Devina sudah terlanjur memengaruhi pandangan ibu dan Raline terhadapmu."Napas Brielle seketika tertahan. "Kamu nggak pernah ceritain semua ini ke aku

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1456

    "Setelah pulang ke dalam negeri nanti, aku akan sangat sibuk. Kalau memang ingin menjelaskan, jelaskan saja semuanya malam ini. Setelah kembali nanti, belum tentu aku punya waktu," kata Brielle tiba-tiba.Raka tertegun beberapa detik.Benar juga. Wanita yang berdiri di hadapannya sekarang adalah sosok penting di dunia medis. Waktunya ke depan akan menjadi sangat berharga.Dia mengangguk. "Baik. Nanti kita bicara di kamarmu."Tatapan Brielle sedikit bergetar. "Gimana kalau nanti kita jalan-jalan dulu di pantai?"Raka tertawa pelan. "Jadi, kepercayaanmu kepadaku cuma sebesar itu?"Brielle ikut tersenyum sambil memandang laut di luar jendela. "Itu hanya pikiranmu sendiri. Aku nggak pernah bilang begitu."Senyum Raka semakin lebar. Dia tidak lagi memperpanjang topik itu. "Baik, terserah kamu saja. Kita jalan-jalan di pantai dulu."Setelah makan malam selesai, waktu baru menunjukkan sekitar pukul setengah delapan malam. Pantai pribadi itu kini terasa jauh lebih sunyi dan tenang. Mereka berj

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1455

    Setelah kembali ke hotel untuk makan siang, mereka menghabiskan sore hari dengan beristirahat di hotel. Brielle juga melakukan panggilan video dengan putrinya.Di seberang layar, Anya sudah sangat merindukannya. Brielle memberi tahu bahwa lusa pagi mereka sudah bisa bertemu. Mendengar hal itu, si kecil langsung kembali ceria.Saat makan malam, Raka mengundang Brielle makan di restoran yang berada di lantai paling atas hotel.Brielle tidak menolak.Itu adalah restoran hidangan laut dengan sajian yang disusun dengan sangat indah. Di kejauhan, cahaya mercusuar bersinar terang, bagaikan pelita di tengah kegelapan yang menuntun orang yang tersesat kembali ke jalan yang benar.Di tengah makan malam, Raka memandang Brielle dengan tatapan yang dalam. Nada bicaranya menjadi jauh lebih serius."Tentang Devina, ada sesuatu yang harus aku jelaskan kepadamu sampai benar benar tuntas. Setelah kita pulang ke dalam negeri, aku akan memperlihatkan semua hal tentang dirinya dan aku pada waktu itu, terma

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1454

    Keesokan paginya, ponsel Brielle menerima pesan dari Raka.[ Pak Elliot sedang dinas ke luar negeri. Jadwal kepulangannya diundur jadi besok. Jadi hari ini kita lanjut istirahat saja. ]Brielle sedikit terkejut. Namun mengingat status Elliot, wajar jika dia adalah orang yang sangat sibuk. Untuk mengundangnya makan bersama tentu harus membuat janji dari jauh-jauh hari sebelumnya.Brielle membalas singkat.[ Baik, terima kasih. ]Tak lama kemudian, pesan lain masuk.[ Ayo sarapan. Aku sudah di depan kamarmu. ]Brielle memang sedang bersiap turun untuk sarapan. Dia membuka pintu kamar, dan benar saja, Raka sudah menunggunya di lorong.Hari ini Brielle mengenakan pakaian kasual yang nyaman. Wajahnya polos tanpa riasan, sementara rambut panjangnya diikat sederhana menjadi ekor kuda. Dibandingkan penampilannya yang anggun semalam, kali ini dia terlihat lebih segar dan santai.Tatapan Raka tertuju padanya dan berhenti sejenak di wajahnya."Tidurmu nyenyak?"Malam sebelumnya dia minum anggur,

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 1453

    Seolah-olah, dia takut pada detik berikutnya semua ini akan menghilang. Perasaan ini adalah hasrat yang selama ini tak pernah benar-benar lenyap dari lubuk hatinya.Hasrat untuk memiliki Brielle.Akhirnya, satu lagu pun usai.Brielle berkata kepadanya, "Aku ingin keluar menghirup udara segar."Raka memandang pipinya yang mulai sedikit memerah, lalu mengangguk pelan. "Baik, aku temani."Pemandangan di luar aula sangat indah. Tepat di seberangnya terbentang sebuah danau buatan yang berkilauan diterpa cahaya bulan.Brielle berjalan ke bangku panjang di tepi danau, lalu duduk. Raka berdiri diam di sampingnya, menikmati pemandangan malam bersama.Raka melepas jasnya dan menyampirkannya di lengan Brielle. Keningnya dipenuhi butiran keringat tipis. Dia merapikan rambutnya dan untuk pertama kalinya malam itu, dirinya benar-benar merasa rileks.Tiba-tiba Brielle teringat sesuatu. Dia pun mendongak dan bertanya, "Besok, boleh nggak kita mengundang Pak Elliot makan bersama?"Raka tertegun beberap

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 284

    Brielle kembali dan memasukkan hadiah dari Raka ke dalam tasnya. Kedua gadis kecil itu sudah ribut minta kue ulang tahun. Di hadapan mereka ada kue enam tingkat yang sangat indah, itu pesanan Syahira.Saat lilin dikeluarkan, wajah Brielle memanas. Syahira ternyata memilihkan lilin angka 18 untuknya.

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 295

    Madeline menerima undangan dari laboratorium Chiva. Mereka akan mengumumkan sebuah terobosan baru pada pukul tiga sore ini.Brielle, Faye, dan Harvis sama-sama dipanggilnya untuk menghadiri acara tersebut.Faye dan Harvis pulang dari MD bersama. Saat berada di kantin, suasana hati Faye tampak cukup

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 306

    Apalagi sosok ayahnya yang berdiri di podium penghargaan, itu juga membuat Brielle sangat kagum.Kemudian, di usia 18 tahun, dia bertemu Raka. Di usia 19 tahun, dia merawat Raka. Di usia 20 tahun, Raka menikahinya, lalu dia menjadi seorang yang sehari-hari pikirannya selalu tertuju pada Raka.Tatapa

  • Bukan Mantan Biasa   Bab 274

    Cahaya lembut lampu pameran museum menyinari setiap karya, Brielle sebisa mungkin menghindari posisi Raka. Dia sedang bersama Justin, sepertinya kali ini Raka memang punya kerja sama tertentu dengan pihak Universitas Medis Militer, sehingga Justin sendiri yang menyambutnya.Mereka menghabiskan waktu

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status