Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis

Dibuang Suami, Dicintai Raja Bisnis

last updateTerakhir Diperbarui : 2026-06-10
Oleh:  Lily AislinBaru saja diperbarui
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
10
3 Peringkat. 3 Ulasan-ulasan
8Bab
70Dibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

Dikhianati suami, diijebak adik tiri. Bahkan dipisahkan dari putra kandungnya. Saat seluruh dunianya runtuh, Yura Leticia hanya memiliki satu pilihan, meminta bantuan Killian Volkov, raja bisnis yang ditakuti seluruh kota sekaligus musuh terbesar mantan suaminya. Sebagai imbalan untuk merebut kembali putranya, Yura membantu Killian menghancurkan Adrian Valerius. Namun semakin dekat dengan pria dingin dan berkuasa itu, semakin sulit baginya membedakan mana balas dendam dan mana cinta. Ketika kebenaran terungkap dan musuh mulai tumbang satu per satu, mampukah Yura merebut kembali putranya? Atau justru terjebak selamanya dalam pesona sang raja bisnis?

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

"Ah...kak Adrian, pelan-pelan. Bagaimana kalau kak Yura tiba-tiba datang?"

Yura membeku di depan pintu. Dari celah kecil pintu, Yura melihat Adrian, suaminya yang selalu bersikap hangat dan penuh kasih di rumah, kini sedang mencium Rose dengan penuh gairah di atas sofa.

"Jangan sebut namanya di sini, sayang." bisik Adrian parau, suaranya penuh gairah. "Dia tidak akan kesini. Dia wanita yang penurut, pasti sedang sibuk mengurus Leo di rumah."

Cengkraman Yura pada kotak bekal mengencang. Dia awalnya berencana memberi kejutan dengan membawa bekal makan siang untuk Adrian, tapi malah mengetahui hubungan gelap suaminya dengan Rose, adik tirinya. Air matanya menetes tanpa dia sadari, membasahi pipinya.

Lima tahun.

Dia mengorbankan mimpi dan karirnya demi rumah tangga yang harmonis. Tapi Adrian membalas semuanya dengan pengkhianatan. Yura ingin mendobrak masuk tapi tak memiliki kekuatan seperti dulu untuk melawan mereka, terutama Adrian suaminya.

Yura memilih mundur, dia berbalik dan berjalan meninggalkan lorong kantor itu diam-diam. Membuang bekal itu ke tempat sampah dan menjauh dari gedung perusahaan tanpa menoleh.

Malam harinya, Yura duduk di sudut bar privat mewah. Gaun hitam polos membalut tubuh rampingnya, riasan tipis di wajahnya yang cantik tak dapat menyembunyikan keterpurukannya. Dua gelas minuman beralkohol tinggi telah habis.

Dia menatap kosong cairan di gelas ketiganya. ‘Lima tahun aku melepaskan mimpi demi menjadi bayangan dalam kesuksesanmu, Adrian. Lalu, ini balasanmu?’

Kadar alkohol yang tinggi mengaburkan pandangannya, samar-samar Yura melihat sosok tidak asing berjalan menuju ruangan VVIP, Dia bangkit dan mengikuti sosok itu dengan langkah goyah, lalu menerobos masuk.

Killian Volkov, duduk santai dengan dua kancing kemejanya yang terbuka. Garis wajahnya yang tegas dan tampan membuat Yura menegang. ‘Sempurna. Dia sosok yang tepat untuk menghancurkan Adrian,’ batinnya tersenyum sinis.

“Siapa yang mengizinkan kamu masuk, ayo keluar!” ujar asisten Killian.

Yura mengabaikannya, berjalan mendekat lalu dengan sengaja membiarkan tubuhnya kehilangan keseimbangan, jatuh di pangkuan Killian.

“Kurang ajar!” Asisten itu marah dan bergerak maju, siap menyeret wanita itu keluar tapi Killian mengangkat tangan, menghentikannya. Mengerti keadaannya, asisten itu melangkah keluar, meninggalkan mereka berdua di dalam ruangan.

Yura meletakkan tangannya yang gemetar di atas dada Killian yang kokoh. Aroma maskulin bercampur tembakau mahal memenuhi inderanya, membuatnya semakin pusing.

Setengah mabuk, Yura mengalungkan sebelah tangan ke leher Killian dan mendekatkan wajahnya, napas yang panas menerpa leher Killian.

“Tuan Volkov…” bisik Yura, suaranya yang parau terdengar lembut, matanya berkaca-kaca memancarkan keputusasaan.

Jemarinya membelai lembut hidung Killian turun ke garis rahang. “Kudengar kau suka merebut apa yang dimiliki Adrian Valerius, bagaimana kalau malam ini… kau merebut istrinya?”

Killian tidak bergerak, pria itu tidak terkejut juga tidak mendorongnya menjauh. Sepasang mata gelapnya tajam menatap langsung ke dalam manik mata Yura dengan pandangan menilai.

“Kau mabuk, Nona.” Suaranya pelan dan berat, bergetar seperti guntur di kejauhan.

“Aku tidak mabuk.” Yura terkekeh. Dia mencondongkan tubuhnya semakin mendekat, bibirnya hampir menyentuh daun telinga Killian. Belaian tangannya semakin turun, memainkan kancing teratas kemeja Killian yang terbuka.

“Adrian pasti kesal melihat istrinya bersamamu.” Yura berbisik dengan nada yang menggoda.

“Bukankah itu salah satu kemenangan yang memuaskan, Tuan?” Killian menggeram, tangannya besar dan kuat mencengkram pinggang kecil Yura. Mendekatkan tubuh wanita itu tanpa jarak ke dadanya.

Killian membalikkan posisi dalam satu gerakan, menjatuhkannya ke atas sofa. Jemarinya mencengkram rahang Yura, memaksanya mendongak dan menatap langsung sepasang mata Killian yang menatapnya tajam.

“Kau mencoba bermain api denganku, Nona?” Suaranya begitu rendah dan dominan, membuat Yura sedikit gemetar.

Killian menyeringai tipis, “kau datang padaku dengan mata sembab, tubuh yang gemetar. Kau pikir aku tidak bisa melihat kau baru saja dihancurkan olehnya.”

Ibu jari Killian mengusap bibir Yura dengan sensual. “Kau menawarkan tubuhmu untuk balas dendam padanya,” bisik Killian, pandangannya menggelap saat menatap bibir Yura yang bergetar.

“Tawaran yang menggoda, tapi aku tidak suka menyentuh wanita yang sedang menangisi pria lain.”

Yura menahan napas saat wajah Killian yang semakin mendekat hingga bibir mereka nyaris bersentuhan. Aura dominan yang dikeluarkan terlalu kuat, mengikis sisa kesadarannya yang setengah mabuk.

“Aku memang suka merebut dan menghancurkan apapun milik Adrian.” bisik Killian dengan suara serak. “Merebut istrinya terdengar menarik, tapi aku tidak ingin wanita itu melakukannya dengan terpaksa. Aku ingin dia datang dengan sukarela, memohon padaku untuk menyentuhnya.”

Killian perlahan melepas cengkramannya. Jemarinya yang panjang bergerak turun, menyusuri leher jenjang Yura. Sentuhan panas pada kulitnya meninggalkan sensasi menggelitik yang membakar. Killian menyelipkan kartu nama hitam metalik ke dalam belahan rendah gaun hitam polos Yura.

“Pulanglah. Jernihkan kembali pikiranmu yang kacau itu.”

Temui aku besok pagi di kantorku dalam keadaan sadar, Nyonya Valerius. Kita bicarakan lagi… bagaimana caramu menjelaskan tentang malam ini.” Pria itu merapikan kemejanya lalu melangkah keluar dari ruangan VVIP.

Yura menatap sosok Killian yang menghilang dari balik pintu dengan napas terengah, wajahnya memerah. Detak jantungnya berdegup kencang. Dia memegang kartu itu erat. Firasatnya mengatakan harus menjauhi pria itu. Tapi melihat sorot mata Killian membuatnya ingin melangkah lebih dekat.

Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Ulasan-ulasan

Redezilzie
Redezilzie
buanhlah sampah pada tempatnya Yuraa... go girl!!
2026-06-10 12:39:49
0
0
Nu Miiitaa
Nu Miiitaa
ceritanya bagus, tetap semangat thor
2026-06-10 09:29:02
0
0
Asnalinda
Asnalinda
Ceritanya menarik. Hubungan saling memanfaatkan antara FL dan ML
2026-06-10 08:05:42
0
0
8 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status