Home / Rumah Tangga / Ceraikan Aku, Mas! / 13 - Otak Keyna Penuh Racun

Share

13 - Otak Keyna Penuh Racun

Author: Siez
last update publish date: 2026-06-25 12:06:53

Keyna muncul dari kamar, sengaja pakai daster tipis, perut 4 bulan sengaja ditonjolkan. Dia duduk di pangkuan Bara, meluk leher Bara manja. “Sudah, Mas... jangan emosi. Kasihan bayinya... denger Papanya marah-marah terus. Gak baik juga untuk kesehatan kita semua kalau marah sama orang seperti itu.”

Bara langsung melunak. Dia mengelus perut Keyna. Tapi matanya tetap ke iPad. “Lihat ini, Key! Perempuan mandul itu sekarang dielukan! Dia dibilang ‘wanita kuat’! Gila! Padahal dia cuma tukan

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ceraikan Aku, Mas!   108 - Arsen Langsung Klarifikasi

    Arsen tertegun. Matanya membesar. “Apa? Tunangan?”“Vanessa,” ulang Azalea, lebih jelas. “Yang kemarin duduk satu meja sama Mas diSky Lounge. Yangpostingannya direpostbanyak akun. DiaDM aku. Katanya dia tunangan Mas.”Arsen refleks menggeleng. Keras. “Nggak. Nggak benar, Zel. Vanessa bukan tunanganku. Tidak pernah dan tidak akan pernah.”Kening Azalea berkerut. Ia menggeser laptopnya dan menyerahkan ke Arsen. “Ini. Baca saja sendiri.”Arsen menerima laptop Azalea. Ia membaca setiap kata. Rahangnya mengeras. Urat di pelipisnya sedikit menonjol. Ketika sampai pada kalimat “Tunangannya Mas Arsen”, ia mengepalkan tangan karena kesal.“Maaf kamu harus baca ini, Zel.”Azalea menunduk. “Aku nggak mau ikut campur urusan pribadi Mas. Aku cuma… kaget.”Arsen menarik kur

  • Ceraikan Aku, Mas!   107 - Tunangan Arsen?

    Vanessa berdiri di depan meja suster, memutar pulpen di jarinya. Senyumnya manis, tetapi matanya menyipit, meneliti tentang foto wanita yang ada di meja kerja Arsen.Rasa penasaran tak dapat dia bendung lagi. Ia harus tahu tentang wanita yang sedang dekat dengan Arsen itu.“Sus, boleh tanya? Tadi di meja dokter Arsen ada foto wanita. Cantik. Rambut sebahu. Siapa ya?” tanya Vanessa penasaran.Suster Wina yang sedang input data berhenti sejenak. “Oh, itu? Ibu Azalea, Dok. Pemilik Sambal Bunda. Langganan kantin sini. Dokter Arsen suka beli buat anak-anak jaga malam.”“Azalea,” ulang Vanessa, mengecap nama itu. “Oh pemilik sambal bunda." Vanessa mengangguk-angguk."Sambalnya enak banget, Dok. Apalagi kalau dicampur sama nasi panas. Lezatnya minta ampun."Vanessa mengangguk-angguk lagi. "Sus, punya nomor teleponnya?”Suster Wina mengernyit. “Buat apa, Dok? Kalau mau beli sambalnya

  • Ceraikan Aku, Mas!   106 - Azalea Jadi Galau

    "Ya, mau ketemu Mas Arsen lah." tukas Vanessa dengan suaranya yang manja."Bukannya kamu masih mau di Singapura?" Arsen heran.“I’m back for good,” Vanessa duduk tanpa disuruh, kaki disilang. “Diterima jadi dokter umum di sini. Mulai Senin depan. Kita bakal jadi partner, Mas. Seru kan?”Arsen menarik nafas panjang. Nama itu. Vanessa Wijaya. Mantan pacar 9 tahun lalu. Dokter jenius, lulusan NUS. Putus karena Vanessa pilih sekolah di luar negeri, Arsen pilih tinggal jaga ibunya sekalian meneruskan rumah sakit peninggalan ayahnya.“Apa sekarang kamu masih single?”Arsen malas menjawab.Namun, Vanessa melirik ke foto kecil di meja Arsen. Foto candid Azalea lagi tertawa, yang diam-diam Arsen cetak."Ah ... jadi itu kekasihmu sekarang, Mas?" tanya Vanessa penasaran.Arsen buru-buru membalikkan foto itu. “Tak perlu tahu dan tak perlu bertanya! Bukan urusanmu!” teg

  • Ceraikan Aku, Mas!   105 - Wanita Baru?

    Arsen yang lagi membantu nge-seal botol menoleh ke arah Azalea lalu tersenyum begitu manis. “Itu memang pesanan sungguhan, Zel. Tidak usah takut kalau telepon itu scam."Azalea mengerenyitkan dahinya. Arsen pun menghentikan pekerjaannya."Itu perusahaan itu aku yang bantu cari sebulan kemarin. Proposalnya juga aku yang kirim.”“HAH?” Azalea sungguh kaget.“Iya. Kamu sibuk dengan kerjaan dan Bara, aku sibuk jaga karena banyak operasi di rumah sakit. Aku lupa bilang. Maaf ya,” Arsen garuk kepala, salah tingkah.Sedetik kemudian.“AAAAA MAS ARSEN!!” Azalea berteriak kencang, sangat kegirangan dan langsung melompat ke arah Arsen. Ia mengalungkan tangannya ke leher Arsen. Berputar-putar seperti anak kecil. “10 ribu botol, Mas! AAAA aku senang sekali, Mas. Mas baik banget sama aku. Aku sayang banget sama Massss....”Kata-kata spontan dari Azalea yang membuat Arsen kaku.

  • Ceraikan Aku, Mas!   105 - Wanita Baru?

    Arsen yang lagi membantu nge-seal botol menoleh ke arah Azalea lalu tersenyum begitu manis. “Beneran, Zel. Nggak usah takut. Perusahaan itu aku yang bantu cari. Proposalnya juga aku yang kirim.”“HAH?”“Iya. Kamu sibuk packing, aku sibuk jaga IGD. Aku lupa bilang. Maaf ya,” Arsen garuk kepala, salah tingkah.Sedetik kemudian.“AAAAA MAS ARSEN!!” Azalea teriak, langsung loncat, kalungin tangan ke leher Arsen. Muter-muter. “Masuk SuperIndo? 200 cabang? MAS, AKU SAYANG MAS!!”Prang. Satu botol jatuh. Empat karyawan: Mbak Ika, Teh Lia, Ujang, Deni, langsung diem. Terus ngakak bareng.Arsen kaku. Kuping merah. “Zel… zel… karyawan liatin…”Azalea sadar. Langsung lepas, mundur 3 langkah, muka tomato. “Eh, ma… maaf, Mas. Kelepasan. Refleks.”Arsen ketawa, biarin. “Tak apa. Aku juga seneng liat kamu seneng.”

  • Ceraikan Aku, Mas!   104 - Aku Yang Mandul

    Kantor BaraRamon duduk di seberang meja kerja Bara. “Bar, udah dibuka aja. Kamu sudah nunda 2 hari untuk melihat hastil test itu. Mau sampai kapan?”Memang sudah 2 hari berlalu dan Bara sama sekali tak berani untuk membuka hasil testnya sendiri.Bara meremas amplop itu. Tangannya dingin. Rasanya enggan untuk membuka amplop yang mungkin akan membuat hidupnya semakin terguncang itu“Buat kamu sendiri, Bar. Biar hidup kamu tahu arah.” tukas Ramon lagi.Srekkk. Kertas amplop disobek oleh Bara.Pria itu membaca dengan seksama isi dari hasil test kesuburannya. Tak lama, kaki Bara langsung lemas. Amplop terjatuh ke lantai. Kertasnya melayang.“Mandul…” bisiknya. Pelan. Lalu makin kencang. “AKU MANDUL, MON? AKU YANG MANDUL! SELAMA INI AKU MANDUL! Bukan Azalea. Aku yang menjadi orang tak berguna di dalam pernikahan ini, Mon!”Pria itu menangis sambil berteriak.

  • Ceraikan Aku, Mas!   5 - Balas Menghina Pezin*h

    Azalea telah genap sepekan menempati kamar berukuran 2x3 di Kost Putri Mawar. Kasur busanya tipis, kipas anginnya berderit, dan kamar mandinya selalu antre pada pukul 05.00 pagi. Namun, setiap malam ia dapat terlelap tanpa memimpikan tamparan dari Bara. Tanpa mendengar ucapan Bu Ratna dari balik pi

  • Ceraikan Aku, Mas!   3 - Bukan Rumahku Lagi

    Mobil Azalea berhenti di depan pagar rumah yang selama tiga tahun dia sebut sebagai “rumah tangga”. Rumah dua lantai bercat putih gading dengan taman kecil di halaman depan. Dulu, Azalea yang merawat setiap sudut rumah itu dengan tangannya sendiri. Dia yang memilih warna gorden. Dia yang menata fot

  • Ceraikan Aku, Mas!   2 - Talak Pertama

    Bara tidak menjawab. Ia membuang muka, menatap ke arah lain. Rahangnya mengeras.Yang menjawab justru suara lain dari belakang rombongan. Suara yang lebih melengking, lebih tua, dan lebih menyakitkan dari apa pun."Ngapain kamu ke sini, Azalea? Mau bikin malu keluarga kami, ya?"Bu Ratna. Ibu mertu

  • Ceraikan Aku, Mas!   4 - Digeledah Ibu Mertua

    Azalea menghentikan gerakannya. Dia menoleh pelan. "Buat apa aku mencuri, Bu? Emas kawin sudah Ibu ambil. Rumah ini atas nama Mas Bara. Aku tahu diri. Ini ... Atm mu." Wanita itu melemparkannya ke lantai. Keyna tiba-tiba bersuara dengan nada dibuat-buat lemah sambil mengelus perutnya. "Udah, Tante

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status