Home / Romansa / Chemistry Chapter / BAB 50 : STRATEGI SAGARA

Share

BAB 50 : STRATEGI SAGARA

Author: Yoongina
last update Petsa ng paglalathala: 2026-08-01 09:43:17

Sedan hitam Dewa akhirnya tiba di area parkir kantor hukum Adiraja & Partners. Membutuhkan usaha ekstra bagi Dewa untuk menenangkan Zea yang sempat berontak ingin ikut. Setelah memegang janji bahwa tidak akan ada hal aneh di antara dirinya dan Tiara, gadis itu akhirnya mengijinkan Dewa pergi.

Gedung yang biasanya sudah sepi pada pukul sembilan malam itu kini masih menyisakan pendar cahaya dari balik kaca ruang kerja utama di lantai dua. Dewa melangkah cepat menaiki tangga, merapikan kemeja ab
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Yoongina
sama2 sayangkuu♡♡♡
goodnovel comment avatar
Nopphy_lolipop
terimakasih. atas upnya hari ini kak. Sagara kamu ini harus kelaut saja biar otak mu ademmmm gak panas. .........
goodnovel comment avatar
Yoongina
Ini ga cm penulisnya yg disemangatin tapi tokohnya juga hehhee, makasih kak Yoshi♡
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Chemistry Chapter   BAB 50 : STRATEGI SAGARA

    Sedan hitam Dewa akhirnya tiba di area parkir kantor hukum Adiraja & Partners. Membutuhkan usaha ekstra bagi Dewa untuk menenangkan Zea yang sempat berontak ingin ikut. Setelah memegang janji bahwa tidak akan ada hal aneh di antara dirinya dan Tiara, gadis itu akhirnya mengijinkan Dewa pergi. Gedung yang biasanya sudah sepi pada pukul sembilan malam itu kini masih menyisakan pendar cahaya dari balik kaca ruang kerja utama di lantai dua. Dewa melangkah cepat menaiki tangga, merapikan kemeja abu-abunya yang sedikit kusut, lalu mendorong pintu ruangan dengan satu gerakan tegas. ​Di dalam sana, Tiara berdiri membelakangi pintu, menatap deretan piala dan plakat penghargaan di rak kayu mahoni. Mendengar langkah kaki Dewa, perempuan itu berbalik. Sepasang matanya yang sembab menunjukkan bekas tangis, namun binar kerinduan yang mendalam terpancar jelas saat tatapannya jatuh pada Dewa. ​"Dewa..." bisik Tiara, melangkah mendekat tanpa ragu. ​Dewa tetap berdiri berjarak dua meter di depa

  • Chemistry Chapter   BAB 49 : PESAN DARI DIKA

    "Maaf, Saga. Aku tidak bisa membantumu." Ujar Tiara dengan wajah emosi. "Sepertinya, Dewa benar-benar sudah melupakan aku." Sagara tersenyum Pahit. Ia sudah buntu sekarang. Sepertinya Sadewa Adiraja akan kembali mengalahkannya di pengadilan minggu depan. Ide menyingkirkan laki-laki itu pun dengan bantuan Tiara, tetap tidak bisa menyeretnya keluar dari kasus ini. "Sayang sekali. Mengabaikan gadis secantik kamu dan memilih berdiri menindungi Prof Subroto. Aku pikir dia terlalu terobsesi dengan sebuah kemenangan." "Aku rasa bukan karena itu." Sagara mengerutkan keningnya dalam. "Maksudmu? karena apa?" pancingnya dengan nada suara rendah. "Tentu saja karena tunangannya." "Tunangan? Dewa sudah bertunangan?" "You kidding me?!" ujar Tiara tertawa hampa. "Tidak mungkin kamu tidak tahu dia dijodohkan oleh keluarga Adiraja dengan seorang mahasiswi di Universitas Erlangga!" "Apa?! mahasiswi Universitas Erlangga? siapa?" Tiara memutar bola matanya malas. Ia meraih gelas minuman

  • Chemistry Chapter   BAB 48 : BEBAS TUGAS?

    Zea yang tadinya bersandar manja sontak menegakkan tubuhnya, mengerjap-ngerjap bingung melihat perubahan ekspresi calon suaminya. "Hah? A-aku bilang apa emangnya?" Rahang Dewa mengeras. Ia menatap lurus manik mata Zea tanpa berkedip. ​"Kamu bilang tadi... kamu makan es krim sama siapa?" tanya Dewa, setiap suku kata diucapkannya dengan penekanan. "Sagara?" ​Zea menelan ludahnya susah payah karena tenggorokannya mendadak terasa kering. Gadis itu baru saja tersadar, karena terlalu asyik menginterogasi Dewa soal Tiara sampai-sampai keceplosan membongkar rahasianya sendiri, bahwa ia tadi sempat jalan berduaan dan makan es krim bersama Sagara, musuh bebuyutan Dewa di ruang sidang. Laki-laki yang atas pedintah Dewa harus ia jauhi sejauh mungkin. ​"Eh..." Zea tersenyum kaku, mencoba tertawa kecil untuk mencairkan suasana yang mendadak tegang. "Itu... anu, Kak... Tadi kan aku cuma... eh?" ​Belum sempat Zea merangkai alasan atau kata pembelaan, Dewa perlahan melepaskan rangkulannya da

  • Chemistry Chapter   BAB 47 : BRANKAR IGD

    "Bagaimana kondisinya sekarang?!" ​"Pasien saat ini sedang dalam penanganan tim medis kami akibat benturan. Pihak keluarga diminta untuk segera datang ke rumah sakit guna pengurusan tindakan medis lebih lanjut." ​"Saya segera ke sana," cetus Dewa cepat, langsung memutus sambungan telepon tanpa menunggu balasan. ​Dewa menyambar kunci mobil dengan gerakan terburu-buru. Wajahnya yang biasanya tenang tanpa ekspresi kini tampak sepucat kertas, diwarnai kepanikan luar biasa yang gagal ia sembunyikan. ​"Mas Dewa? Ada apa?" Dika berdiri dari kursinya, matanya membelalak melihat ekspresi sang atasan. "Rapat kita gimana? Pembahasan bukti blok C belum selesai—" ​"Rapat ditunda. Tangani sisanya, Dika," potong Dewa dingin, suaranya penuh akan perintah yang tak bisa dibantah. ​Tanpa mempedulikan tatapan terperangah dari seluruh tim hukumnya, Dewa membalikkan badan dan melangkah selebar mungkin menerobos pintu kaca ruang rapat, meninggalkan area perkantoran dengan berlari. *** Langka

  • Chemistry Chapter   BAB 46 : KEPANIKAN DEWA

    Langkah kaki Zea yang menghentak keras membelah kesunyian koridor Fakultas Hukum. Air mata yang sempat menggenang di pelupuk matanya tidak dibiarkan jatuh begitu saja. ​"Bisa-bisanya!" gerutu Zea seraya mengusap kasar sudut matanya. "Tadi pagi cemburu-cemburu nggak jelas gara-gara Sagara! Nyuruh gue nulis lima lembar resume tulisan tangan sampai jari gue mau copot! Eh, jam dua siang malah ngacir pergi mesra-mesraan sama si Tante Genit!" ​Zea menghentak tas-nya yang sempat merosot dari bahunya dengan kasar, lalu melangkah lebar-lebar menuju gerbang kampus. Pikirannya sudah tidak bisa diajak berpikir jernih. Logika dan gengsinya, kalah oleh rasa cemburu dan rasa dikhianati. Kalau Dewa pikir dia bisa mempermainkan perasaan Zea begitu saja, maka Dewa salah besar! BUGH!! ​"Aduh!" Zea mengaduh kencang saat dahi mulusnya menghantam dada bidang seseorang yang berdiri kokoh tepat di depan gerbang. Benturan yang cukup keras itu membuat Zea terdorong ke belakang dan hampir saja jatuh terl

  • Chemistry Chapter   BAB 45 : KERTAS REMUK

    Zea menatap layar ponselnya serius, jemarinya lincah menari-nari mengetik sebuah pesan: ​[Sagara, bisakah kita berhenti komunikasi? Aku tidak ingin tunanganku marah-marah kalau sampai tahu aku masih komunikasi dengan teman laki-laki.] ​Tinggal satu sentuhan lagi pada tombol kirim untuk mengakhiri drama "panggilan" ini. Namun, sebelum jempolnya sempat mendarat, sebuah tepukan heboh mendarat mulus di bahunya dari arah belakang! ​"Kasihan banget temen gue... Minum dulu nih, capek ya habis dibantai?" panggil Manda setengah berbisik, sadar betul kalau mereka saat ini sedang berada di dalam ruang perpustakaan kampus yang tenang. ​Manda langsung mendaratkan bokongnya di sebelah Zea seraya menyodorkan segelas minuman dingin boba favorit sahabatnya. ​"Aaaaa, thanks beb!" sahut Zea girang, refleks mengurungkan niat mengirim pesan dan menyambar minuman itu penuh sukacita. ​"Btw, Ze... walaupun lo itu asisten penelitiannya Pak Dewa, plis deh jangan lagi-lagi ngelawan dia pakai kalimat

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status