MasukLucas Alexander Bhaskara, CEO muda yang mengejar cinta pertamanya Freya Nawilla Gayatri sampai harus menyembunyikan identitasnya. Pertemuan awal mereka yang unik dan berkesan membawa perasaan di hati Lucas yang mati suri kembali hidup lagi. CEO dingin ini bahkan sekuat tenaga merengkuh Freya dalam genggamannya, bagaimanapun caranya.
Lihat lebih banyak"Mas," Freya menahan langkah Lucas yang sudah siap masuk ke dalam mobil dengan celana basahnya. "Ayah nyuruh pulang," kata Freya menunjukkan layar ponselnya yang memuat pesan dari Pak Danang. "Ya udah kita pulang. Ke penginapan dulu, aku bilas badan sama ganti baju bentar," ucap Lucas yang langsung ditanggapi Freya dengan anggukan. "Celana kamu kan basah!" tahan Freya saat lagi-lagi Lucas siap duduk di dalam kursi kemudi. "Biarin ah. Tar suruh Bang Bimo cariin mobil lagi," balas Lucas enteng. Freya mendesah, tak paham lagi dengan sikap sultan Lucas. Meski begitu, ia tetap ikut masuk ke dalam mobil dan tak berkomentar lagi, bahkan sampai mereka sampai di penginapan elit yang Lucas sewa. Freya sangat tahu bahwa penginapan bergaya rumah biasa itu memasang tarif hampir 8 juta per harinya untuk wisatawan lokal dan 14 juta untuk wisatawan asing. Mau bagaimana lagi, uang Lucas berlimpah untuk sekadar membayar sewa kamar. "Kamu tunggu sini bentar Frey, aku nggak lama," ucap Lucas m
"Takdir Tuhan itu misterius ya Frey," gumam Lucas dengan air muka yang kaget luar biasa. "Kenapa?" tanya Freya lagi, bingung. Lucas menyerahkan ponselnya. Ditunjuknya satu informasi dari wikipedia tentang Yayasan Sayap Kasih Ibu yang menaungi sekolah Freya dan memberi beasiswa pendidikan pada gadisnya. Freya yang penasaran langsung membacanya dengan saksama. "Yayasan Sayap Kasih Ibu didirikan dan dirintis oleh Kinanthi Dayu Bhaskara, perempuan kelahiran Surabaya berdarah Tionghoa sejak tahun 1985 silam," Freya mulai membacanya keras. "Bhaskara? It's sounds like your name?" gumam Freya menoleh lelakinya. "Mama," desis Lucas singkat, tak bisa berkata-kata. Freya tercekat, ia tertegun di depan Lucas yang menatapnya sangat dalam. Lucas tak pernah tahu bahwa salah satu cabang yang dinaungi yayasan sang mama ada di daerah Pangandaran. Ia semakin tidak tahu bahwa gadisnya adalah salah satu orang yang terbantu oleh tangan dermawan ibundanya. "Takdir udah ngatur semuanya biar kita
“Belom kering?" tanya Lucas saat mengamati kemeja Freya yang basah. Freya menggeleng. "Kita beli baru!" tunjuk Lucas pada sebuah distro pakaian perempuan di sekitar parkiran. Karena banyak didatangi wisatawan dari manca negara, Cukang Taneuh tidak hanya menyajikan wisata alam yang menyejukkan mata, tapi juga memberi banyak fasilitas seperti pusat oleh-oleh dan belanja, serta penginapan dari kelas bawah hingga atas. Hal ini bisa dimanfaatkan oleh orang-orang seperti Lucas dan Freya untuk membeli baju ganti mereka tanpa perlu repot membawa dari rumah. "Nggak pa-pa pake kaos juga tetep ganteng," puji Freya setelah ia berganti menemani Lucas mencari baju baru karena kemeja milik lelakinya itu ikut basah karena cipratan air. "Kalo nggak ganteng kamu nggak cinta," ujar Lucas mengembangkan senyumnya. Setelah membayar parkir, ia membukakan pintu penumpang untuk gadisnya. "Kok kamu bisa tau Mas?" tanya Freya setelah menunggu Lucas masuk ke kursi kemudi dan menyalakan mobilnya mening
"Biasa naek kapal pesiar sih ya," ledek Freya menohok. "Iya. Tapi sensasinya kerasa kalo naik gini ya, goyangannya mantap," balas Lucas vulgar. Freya menepuk pundak Lucas gemas. Ia memeluk lengan lelakinya itu saat kapal mulai meninggalkan dermaga, menjauhi tepian. Arus sungai yang dilawan oleh deru mesin kapal menimbulkan gelombang berpola dan memicu kecipak air di sepanjang tepi sungai. Freya menyandarkan kepalanya di pundak Lucas dengan nyaman. Mereka benar-benar menikmati suasana liburan yang melenyapkan kepenatan. "Wisnu tadi suka sama kamu," ucap Lucas membuka obrolan. Sebelumnya ia sibuk menata degup jantungnya karena arus membuat kapal bergoyang hebat apalagi ketika bertemu dengan kapal lain dari arah hulu yang baru kembali. "Apa nih? Kenapa tiba-tiba? Ngobrol juga baru tadi Mas," sanggah Freya tanpa mengangkat kepalanya dari pundak Lucas. "Sikapnya yang defensif dan antipatif ke aku, dia nggak suka kamu dateng sama aku," ujar Lucas lagi. Kali ini Freya meras
"Aku bukan cewek matre," desah Freya tiba-tiba, setelah menyelesaikan acara makannya. "Kenapa tiba-tiba begitu?" gumam Lucas sibuk mencari bungkus rokoknya yang berhasil disembunyikan Freya. "Kamu nggak jujur sama aku soal statusmu, artinya, kamu ngerasa nggak nyaman dan aman macarin aku. Mungkin
Tini menggeleng kecil sambil tertawa. Ia sudah paham kode yang dimaksud istri oleh Lucas. Artinya, Freya adalah gadis yang benar-benar berarti dalam hidup tuannya itu, berbeda dengan yang lain. Menjelang sore, demam Freya mulai turun. Kendati demikian, Lucas sama sekali tak beranjak dari kamar. Ia
Freya sudah siap membalas teriakan Lucas jika saja ponselnya tidak berdering. Ada nama Dena di layarnya. "Ya Den?" sapa Freya ceria. 'Lo nggak masuk kuliah lagi? Sakit atau ke mana sih lo?' tanya Dena di seberang. "Ah, gue sama si Kulkas," balas Freya. "Nitip absen ya," tambahnya merasa belum si
"Aku serius," kata Lucas lagi, menjawab wajah tak percaya yang Freya tampilkan. "Iya, aku tau. Alumnus Universitas Stanford yang pas kuliah udah bisa kerja di Wall Street!" bisik Freya merasa sangat kecil di depan pacarnya itu. Lucas mengangguk meng-iyakan. Kesuksesan yang diraihnya dalam memimpi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak