INICIAR SESIÓNLucas Alexander Bhaskara, CEO muda yang mengejar cinta pertamanya Freya Nawilla Gayatri sampai harus menyembunyikan identitasnya. Pertemuan awal mereka yang unik dan berkesan membawa perasaan di hati Lucas yang mati suri kembali hidup lagi. CEO dingin ini bahkan sekuat tenaga merengkuh Freya dalam genggamannya, bagaimanapun caranya.
Ver más"Jadi kamu mau sama dia?" tanya Freya memasang ekspresi galaknya. "Enggak gitu. Kaget aja, selama ini dia kan cuma foya-foya ngabisin uang suaminya. Kaget dong dia ngasih kamu sebanyak itu.""Iya, berasa aku abis ngerampok bank dapet duit segitu," kata Freya melipat kedua tangannya di depan dada, bersikap elegan, "tapi aku nggak mau makan uang dia. Mending aku kerja keras di Bhaskara ketimbang harus nerima uang dari Ondel-Ondel begitu," desisnya sombong. "Terus mau diapain uangnya?" tanya Lucas polos. "Kamu balikin deh ke dia, bilang aku ternyata terlanjur cinta banget sama hartamu, makanya uang 300 juta masih kurang buatku."Lucas tertawa lagi melihat sikap percaya diri dan sombong gadisnya yang begitu menggemaskan. Rasa rindunya pada Freya yang tertahan beberapa hari ini seolah mendapat penyejuk yang sepadan. Inilah gadis Lucas, cantik, ceria dan tak mau rugi. "Coba kamu tuker uang receh koin Frey, terus lempar ke mukanya," usul Lucas kejam. Freya berjenggit geli saat membayang
"Awas kalian nggak dateng wajib lapor! Aku biarin kalian masuk penjara dan aku minta penjaminnya nyabut surat kuasanya. Biar aja berdua membusuk di penjara, toh enak kawin lari di penjara. Nggak perlu mikir gimana makan dan mau tidur di mana!" cerca Freya sudah tak lagi menahan dirinya. Apa yang ada di hati dan pikirannya ia muntahkan semuanya. Ia malu sebenarnya, apalagi harus melibatkan Pak Keenan sebagai kuasa hukum Lucas untuk menjamin Tamara sang adik angkat."Ih, Teteh gitu, tega sama aku," ucap Tamara memelas. "Kamu lebih tega begini sama ayah sama mamah, mikir dulu kalo mau bertindak makanya. Kalian kan ada kost, ngapain juga mesum di toilet masjid? Malu-maluin!""Kami nggak mesum, mereka aja yang nuduhnya kebangetan," ujar Iwan membela diri. "Terserah mau bener apa enggak. Yang jelas kalian udah keterlaluan bikin malunya!" sungut Freya. "Ya udah sih Teh, kan masalah udah selesai. Aku sama Iwan pergi dulu, makasih uangnya," pamit Tamara seolah tak terjadi apa-apa sebelumnya
'Teteh bantu aku ya,' kata gadis bernama Tamara itu, adik tiri Freya yang tak pernah menganggap Freya sebagai kakaknya. "Kenapa tiba-tiba? Kamu bukan lagi ada masalah kan?" tebak Freya merasa ada yang tidak beres. 'Aku di kantor polisi. Kubilang kakakku kuliah di Duta Gemilang dan mahasiswi beasiswa yang pinter, Teteh ke sini ya Teh,' pinta Tamara setengah merengek. "Kamu di Jakarta?" pekik Freya kaget, "Ngapain?" 'Nanti aku jelasin Teh, pokoknya Teteh ke sini dulu. Aku share lokasinya,' ucap Tamara tanpa menunggu persetujuan Freya dan menutup sambungannya. "Masalah lagi, masalah terus!" keluh Freya langsung menuju lemari mencari baju ganti. Tak menghabiskan makanannya, Freya tak memiliki banyak waktu pun sekadar menunggu Malik yang sengaja diminta Lucas untuk standby mengantar Freya ke mana-mana. Ia memilih memakai ojek online, langsung mengarah pada lokasi yang dikirim oleh Tamara. "Nih anak pasti berantem sama Mamah!" sungut Freya ketika tiba di Polsek di mana Tamara ditahan
"Kenapa Sugar?" sapa Lucas mesra. 'Mas! Udah makan belom?' tanya Freya ceria dari seberang sana. "Udah tadi baru aja. Kan dipesen sama nyonya suruh makan," balas Lucas. 'Ehm, terus kamu lagi sibuk enggak? Aku ganggu ya?' suara Freya terdengar sengaja dibuat secentil mungkin, menggoda lawan bicaranya. "Aku udah mau di jalan pulang. Pengin istirahat bentar sebelum terbang ke Singapura ntar malem. Gimana? Jadinya mau ikut?" tawar Lucas. 'Enggak,' bantah Freya cepat, 'aku sih rencana mau traktir kamu makan. Makan malam juga nggak pa-pa kalo sempet. Boleh pilih mau makan apa aja, sepuasnya!'"Tumben,"'Aku lagi banyak duit, banyak banget,' kikik Freya sangat puas. 'Kamu pengin makan apa? Atau aku pesen aja biar kamu bisa makan di rumah. Kamu kan nggak suka makan di tempat rame,' usul Freya. "Biar tunggu aku sampe rumah dulu ya?" Lucas menawar. 'Oke. Pokoknya kamu boleh pesen apa aja, terserah maunya raja,' ucap Freya penuh semangat dalam suaranya. Bagaimana tidak? Jika ia menerima












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reseñasMás