Home / Romansa / Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara / Bab 85. Where's My Romeo?

Share

Bab 85. Where's My Romeo?

Author: Sayap Ikarus
last update publish date: 2026-05-08 20:54:42

Seusai memberi obat pada Dena, Freya memutuskan untuk kembali ke rumahnya. Pikirannya kacau, raganya remuk redam. Ia langsung merebahkan dirinya di ranjang, terlelap hingga malam menjelang. Apalagi, ia harus menahan diri untuk menghindari pernyataan perasaan Arya padanya di rumah sakit tadi, Freya kehabisan energi. Ya, Arya mengungkap perasaan, merasa Freya pun memiliki cinta yang sama.

Saat bangun, malam sudah larut. Freya sengaja tetap berbaring di tempat tidur, mengulang kejadian di rumah s
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 244. Si Tukang Pamer

    "Ya udah, ditungguan heula nya Neng, sakedap (ditunggu dulu ya Neng, sebentar)," ucap Bi Esih seraya menepuk pundak Freya baru kemudian berlalu meninggalkannya. "Reuni?" tegur Lucas menggeser posisi duduknya mendekati Freya. Freya mengangguk, "Dari kecil Bi Esih ini sering ngasih aku makan di warungnya," ia mulai bercerita. "Pagi kalo Mamah udah sibuk ngurusin Tamara, aku jadi nggak sempet sarapan di rumah, makanya aku mampir ke sini, ikut makan gratis," cengir Freya. "Siangnya juga mampir makan lagi?" Tanya Lucas mendengar dengan serius. "Kadang-kadang. Bi Esih suka manggil aku kalo pas lewat depan, terus langsung dikasih lengko ayam buat dimakan. Aku nggak boleh pulang sebelom lengko ayamnya abis," ujar Freya dengan bangga mengenang masa kecilnya. "Kamu bisa inget banyak kenangan manis pas kecil, tapi kamu lupa banyak hal sepele juga pas udah gede," cibir Lucas. "Entahlah, emang ada beberapa bagian dari kenanganku yang nggak kuinget dengan jelas Mas. Kayak ada yang diamb

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 243. Pesona Lucas Yang Memabukkan

    "Tapi kamu nggak pa-pa?" tanya Freya lagi. Lucas menggeleng, "Ayok kita coba," katanya mantap. Freya menghela napas lega. Jika Lucas sudah bertekad, ia bisa apa? Setelah Freya mengangguk, Lucas meraih jemari gadisnya untuk digenggam. Ia membimbing Freya menyeberang jalan ramai itu untuk mencapai warung makan. Sebelumnya Lucas tak pernah mengalami hal seperti ini. Ia tidak perlu mengantre untuk bisa memuaskan rasa laparnya karena Bimo atau Nino pasti sudah mengurusnya dengan membooking tempat makan itu beserta semua menunya. Namun kali ini berbeda, Lucas harus menjadi rakyat jelata, mirip di dongeng-dongeng sebelum tidur di mana pangeran rela berbaur dengan rakyatnya demi perempuan yang ia cintai. Ada rasa bangga tersemat di dadanya saat beberapa orang menatapnya takjub, mungkin karena penampilan Lucas yang terlalu formal. "Kayaknya aku jadi pusat perhatian deh," gumam Lucas ke arah Freya. "Kan mirip debt collector penampilannya," cibir Freya menahan tawa. Lucas mencembikka

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 242. Setampan Calon Suami

    "Kan kalo begini enak diajak jalan-jalannya," gumam Lucas saat Freya keluar dari dalam kamarnya dengan pakaian yang lebih casual tapi cukup manis dipandang. "Apa sih Bos, keliatan bahu doang kali," sangkal Freya mengulum senyum, menggoda rasa cemburu lelakinya. "Bahu sama tulang selangkamu yang seksi. Udah ayok jalan," ajak Lucas langsung meraih pergelangan tangan gadisnya dan menariknya keluar rumah. "Lho? Biar kubikinin Abang-Abangnya kopi dulu," tahan Freya. "Mereka nggak haus," sambar Lucas. "Bang, kunci!" ucapnya ke arah Bimo. "Ke mana?" tanya Bimo bingung. "Keluar dulu. Orang yang mau ditemuin lagi ke kebun. Nanti aja ke sininya lagi," kata Lucas. "Berarti gue sama anak-anak balik dulu ke penginapan?" Bimo menegaskan perintah bosnya. "Iya. Ntar gue kasih kabar kalo gue udah mau balik ke sini," kata Lucas. "Oke. Gue ikut mobil anak-anak kalo gitu," balas Bimo mengangguk sambil menyerahkan kunci mobil yang dibawanya pada Lucas. Freya melambai pada Bimo dengan e

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 241. Serindu Ini Padamu

    Di dekat pagar bambu buatan Pak Danang, Lucas berdiri sangat gagah dengan setelan celana slimfit dan kemeja warna biru mudanya. Sepatu sneakers melengkapi penampilan kasualnya yang tetap terlihat berkelas. Kacamata hitam bertengger di atas hidung mancung menantangnya. "Kangen!!" seru Freya sambil berlari dan memeluk Lucas tak peduli di mana lelakinya itu berdiri. Lucas balas memeluk erat pinggang gadisnya. Menumpahkan segenap kerinduan yang ia tahan karena krisis di perusahaan yang tak kunjung reda. "Bang, tolong jas gue!" pinta Lucas pada Bimo yang ikut datang diiringi dua anak buahnya yang lain. Mereka layaknya gengster yang siap berperang menghadapi lawan dari wilayah berbeda. "Siap!" balas Bimo sigap. Ia membuka pintu mobil mewah yang dibawanya lantas mengambil jas milik Lucas. "Pagi Bang Bimo!" sapa Freya masih belum melepas pelukannya di tubuh Lucas. "Pagi Neng Geulis!" balas Bimo ramah, memainkan alisnya sok berbahasa Sunda. "Nggak pantes ngomong Sunda lo!!" serga

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 240. Datang Tepat Waktu

    "Kamu cinta sama dia?" masuklah Pak Danang pada bahasan yang lebih dalam, soal perasaan. "Cinta Yah. Dia udah ngelamar Freya buat jadi istrinya," balas Freya mantap. "Kamu masih kuliah Neng! Jangan asal bikin keputusan!" tegur Pak Danang tak setuju. "Freya tau Yah. Tapi Freya liat Mas Lucas serius soal hal ini. Lagipula kalo Freya nikah, beban Ayah buat biayain kuliah dan hidup Freya bakalan berkurang. Kali ini biar Freya berbakti sama Ayah sama Mamah. Seenggaknya beban keluarga ini berkurang. Freya juga bisa bantu biayain sekolah Tamara," bujuk Freya lembut. "Tidak dengan menjual anak sendiri ke orang asing, Neng!" "Ini bukan menjual Yah. Freya cinta sama Mas Lucas, gitu juga sebaliknya. Izinin Mas Lucas ke sini, ketemu sama Ayah, ngobrol baik-baik. Freya yakin Ayah pasti nggak akan curigaan gini lagi kalo udah ketemu pacarnya Freya. Dia sangat bertanggung jawab dan ngelindungin Freya pake nyawanya, itulah yang bikin Freya mantap buat nerima lamarannya," ungkap Freya pa

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 239. Tentang Lelaki Bernama Lucas

    Malam harinya, setelah selesai makan malam bersama, Freya menyibukkan diri dengan mencuci piring di dapur. Ketika melihat busa di tempat sabun, ia teringat pada Lucas yang selalu melarangnya untuk melakukan pekerjaan itu. 'Nanti orang-orang pada bilang, masa tangannya Nyonya Lucas kasar kayak parutan kelapa,' kata Lucas suatu ketika. Freya tersenyum sendiri ketika mengingat ekspresi Lucas. Apalagi saat Freya menjawabnya dengan berkata bahwa hanya mencuci piring saja tidak akan membuat tangannya berubah kasar seketika dan Lucas mencibirnya. Freya tiba-tiba merasa rindu setelah Lucas tak menghubunginya lagi seusai percakapan serius mereka di telepon tadi siang. "Kalo udah selesai duduk di sini sebentar Frey," pinta Pak Danang yang masih duduk di kursi ruang keluarga. Bu Iin sudah masuk ke dalam kamar. Tamara entah keluyuran ke mana, mungkin menemui temannya di teras depan. Sedangkan Pak Danang sengaja menunggu momen itu untuk bicara lebih tenang dengan Freya. "Iya Yah," balas

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 14. The Shout and The Cares

    "Setelah membawa saya dalam keadaan tidak berdaya," Freya berhenti menyeka air matanya sebentar, "sekarang Bapak bahkan bicara informal sama saya. Ini bisa aja saya laporin ke Rektor! Akan saya buat surat aduan," ucap Freya mengancam. Lucas menggelengkan kepalanya pelan. Ia kembali berjalan mende

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 13. Something Just Like This

    Sepeninggal Dokter April, Lucas kembali menelepon Nino. Ia berpesan agar asistennya itu mengurus semua administrasi Freya yang sudah pasti tagihan rawatnya akan dibebankan atas nama sang CEO muda. Mengingat Freya pasti akan gengsi untuk menerima bantuannya, Lucas melihat celah ini sebagai sebuah ke

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 12. Sesuatu di Kepalanya

    Lucas tak memiliki pilihan lain, dibawanya Freya ke rumah sakit. Sudah dua kali Freya tiba-tiba ambruk tanpa sebab, cukup membuat Lucas penasaran dan khawatir. Sebagai pelanggan VVIP rumah sakit, Lucas sengaja menempatkan Freya di kamar kelas premium dengan fasilitas nomor wahid pula. Lucas ingin y

  • Cinta Mati Tuan Muda Bhaskara   Bab 11. He's on Another Level

    Freya masih berusaha mengatur emosinya. Tak segera menjawab Lucas, ia ikut meneguk air mineral miliknya. Ditatapnya nanar Lucas yang juga balas menatapnya. Luka yang sama, yang dilihat Lucas malam itu. Kenapa ikut sakit saat bahkan Freya tidak bercerita apa pun padanya? "Kalo saya jelasin, saya n

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status