MasukDanang harus menelan pil pahit ketika niat baiknya meminang Ayu kekasihnya mendapat penolakan dari orang tua Ayu. "Kami sangat berterima kasih atas niat baik Nak Danang untuk meminang putri kami Ayu. Namun mohon maaf lamaran tidak bisa kami terima," putus Pak Suryo, ayah kandung Ayu. "Ta ... Tapi kenapa?" tanya Danang tak percaya. "Sudah Pak, langsung bilang saja apa alasannya. Gini ya Danang, kami sudah berembug kalian tidak berjodoh. Jumlah neptu dan weton kalian adalah 25, ini akan menjadi petaka bagi kehidupan rumah tangga kalian!" putus Bu Ratmi, ibu Ayu sambil mengangkat dagu dan membuang muka. Penolakan ini dianggap konyol oleh kedua sejoli itu. Mereka pun berusaha keras untuk mendapatkan restu, tapi keluarga Ayu tetap bergeming. Kedua orang tua Ayu sudah membuktikan kalau angka 25 tidak akan membuat langgeng, karena pengalaman pribadi mereka yang akhirnya bercerai. Selain itu Ayu juga akan dijodohkan dengan Wira, putra teman Budhenya yang memiliki hitungan weton yang sempurna, yang akan membuat mereka langgeng berumah tangga dan disegani.
Lihat lebih banyakDengan frustrasi Danang meninggalkan ruang perawatan saat Dinda terlelap sebagai reaksi obat bius yang disuntikkan. Manager marketing itu menyusuri koridor klinik bersalin dengan keresahan yang pekat. Dia sama sekali tak menyangka acara gathering yang diadakan oleh bank tempatnya bekerja menjadi awal masalah.Mendengar ancaman Dinda tadi, dia merasa seolah langit runtuh di atas kepalanya. Entah bagaimana cara mencari bukti-bukti yang dia butuhkan. Untuk saat ini Danang hanya meyakini perasaan dan analisa berpikirnya bahwa dia tak bersalah.Danang hanya ingat merasa ngantuk setelah makan malam bersama Dinda. Bahkan dia tak sanggup untuk menyetir mobil dan membiarkan Dinda mengambil alih kemudi. Setelah itu dia tak ingat apa pun lagi yang diperbuatnya."Aaarrgh ... sial banget siih! Bisa-bisanya perempuan itu mengancam untuk melaporkan ke polisi atas tindakan yang tidak pernah kulakukan! Hiiih!" Danang berteriak dengan rasa sesal dan kesal saat tiba di taman depan klinik sambil bergumam
Danang menghindari Dinda dan menjauh menuju meja makan. Sementara Dinda yang kesal dengan sikap Danang terus mengekori lelaki itu. Dengan kasar Dinda menarik kursi di samping Danang yang duduk dekat meja makan."Mas, ini anakmu. Masa kamu lupa kalau sudah meniduriku malam itu?" Dinda memaksa meraih tangan Danang yang terlipat di atas meja makan.Danang bergeming. Dia diam sambil kembali berusaha mengingat kejadian malam itu. Namun tak satu pun potongan ingatan meniduri Dinda terlintas dalam benaknya. Dengan kesal Danang menggebrak meja makan."Jangn membodohiku, Dind. Malam itu tidak terjadi apa-apa di antara kita!" Danang mengepalkan kedua tangan dengan marah hingga buku jari-jarinya memutih."Lalu bagaiman aku bisa hamil kalau kamu nggak meniduriku, Mas? Ini anakmu! Jangan jadi pengecut kamu!" Amarah Dinda terpancing hingga berteriak memaki DanangDinda sama sekali tak menduga jika ternyata Danang sulit ditekan. Pria yang tampak baik dan santun itu nyatanya keras keapla dan tak mau
Dinda termenung mendengar ucapan Wira. Serasa dihipnotis Dinda bahkan merasa saran Wira adalah sebuah ide yang cemerlang. Lagi pula semua orang sudah tahu foto-foto dirinya bersama Danang yang sengaja ia kirimkan ke grup-grup WA perusahaan."Tapi saat ini kan Danang sedang diskorsing, Mas. Gajinya juga dipotong. Aku nggak mau ya hidup dengan lelaki miskin. Kebutuhanku banyak." Dinda menyampaikan uneg-uneg yang mengganjal di hatinya.Bagaimanapun Dinda tak ingin hidup susah bersama lelaki yang memang disukainya. Ia khawatir selamanya gaji Danang akan dipotong. Sementara jika kehamilannya terus membesar akan butuh biaya yang lebih banyak.Wira tertawa mendengar ucapan Dinda. Perempuan matre seperti Dinda tak pernah ada tempat di hatinya. Apa lagi selama ini Dinda hanya lah sebuah mainan baginya."Nggak selamanya gaji Danang akan dipotong. Kalau pimpinan cabang bank dimana kamu bekerja tahu bahwa lelaki itu bertanggung jawab padamu, bisa jadi malah dia akan naik posisi." Wira mempermain
Dengan wajah penuh rasa sesal Dinda menatap pakaian Agil yang Kotor terkena muntahannya. Ia sendiri merasa jijik dengan cairan kehijauan dan berbau itu. Tak bisa dibayangkannya bagaiman perasaan Agil yang bajunya berlumuran cairan yang keluar dari lambung Dinda."Gil, maaf." Dinda menatap sendu seraya menangkupkan kedua tangan di depan dada. Agil berdecak mendengar permintaan maaf Dinda. "Sudah aku nggak apa-apa. Tinggal ganti baju aja. Kamu sebaiknya mengisi perut yang kosong. Itu makanannya masih bersih. Makan lah, meskipun sedikit." Kembali Agil membuka bungkusan makanan dan mengambil sepotong pizza lalu menyodorkan pada Dinda.Entah kenapa Dinda menutup mulut dan hidungnya. Aroma makanan favoritnya itu berubah layaknya monster yang menakutkan. Ia mendorong tangan Agil dengan sebelah tangan yang tak digunakan untuk menutup mulut. "Jauhkan, Gil. Perutku eneg membaui makanan itu."Pak Bambang yang ada di ruangannya memperhatikan interaksi antara Dinda dan Agil. Dia merasa heran den
Ayu melirik ke arah Wira dan ini kali pertamanya ia melihat calon suaminya itu tampak tidak bersahabat. Wajah Wira tampak memerah karena menahan amarah. Ia benar-benar yakin kalau yang melakukan itu adalah Danang.“Ini nggak bisa dibiarkan Yu,” runtuk Wira lalu meraih kunci mobilnya dan segera bergeg
Ayu sedang menatap layar komputernya dan berkutat dengan angka-angka di sana. Saat itu ia tengah mengoreksi catatan pengeluaran di kantor Wira. Di tengah kesibukannya ia ditegur oleh akuntan senior yang menyapanya sambil mengajak seorang perempuan muda dengan pakaian putih hitam, seragam khas anak m
Menggunakan masker, topi, plus pakaian casual saat ke kantor, sukses membuat Wira tidak dikenali oleh pegawai lainnya. Dengan santai, dia turun ke lantai bawah memakai lift karyawan.Hari ini, dia cuti setengah hari. Wira tengah mempersiapkan acara rahasia untuk Ayu.Saat di lift, pembicara karyawan m
Anang Besti : Terserah lo saja dah, Yu. Gue sudah jujur ya, tapi kalau mau memastikan sendiri sama Danangnya sendiri mah, oke-oke saja.—Ayu menghela napas singkat, dia memejamkan mata erat kala pesan Agil kembali masuk ke dalam ponselnya. "Haduh, bagaimana ini ya? Aku bingung banget, di satu sisi, a


















Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasanLebih banyak