Share

34. Intrik Halus

last update publish date: 2026-05-16 22:09:36

**

“Kakek ….” Vega memandang dua lembar kertas tebal di atas meja itu, lalu beralih kepada pria tua di hadapannya. Dahinya berkerut, ragu-ragu hendak menanyakan hal ini. Kendati begitu, perempuan itu tetap bersuara. “Tiketnya hanya ada dua lembar saja?”

“Kau benar.” Senyum lebar Draco menghiasi wajahnya yang penuh kerutan. “Memang hanya ada dua lembar. Itu untukmu … dan Antares.”

Membola sempurna kedua mata biru Vega. Sama sekali tidak mengira bahwa sang kakek ternyata memang orang yang adil. S
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   93. Tawaran Damai

    **Orion kembali turun ke ruang bawah tanah untuk menemui Vega setelah pertemuan dengan kakeknya selesai. Namun kali ini langkahnya jauh lebih lambat daripada biasanya. Ia bahkan berjalan dengan setengah melamun.Di tangannya ada map berisi dokumen pengalihan hak waris yang ia genggam rapat hingga kertas itu nyaris lusuh.Draco hanya memberinya tiga hari untuk menyelesaikan pekerjaan sialan ini.Dan sekarang ... tinggal dua hari.Saat pintu terbuka dengan suara klik pelan, Vega ternyata sudah duduk di tepi tempat tidur.Tatapannya kosong, seperti sedang memikirkan banyak hal secara bersamaan."Aku akan menandatanganinya, Orion"Kalimat pertama yang keluar dari bibir Vega membuat Orion terdiam. Teringat dokumen yang masih berada di genggamannya, Orion bertanya-tanya apakah Vega memiliki kemampuan bisa menebak apa yang akan ia lakukan?Vega bangkit perlahan. Melangkah mendekat kepada Orion. "Aku menyerah. Aku akan memberikan semuanya yang keluargamu inginkan.”Perempuan itu menghela na

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   92. Rencana Gila Tuan Besar

    **Brak!Pintu ruang kerja Draco Reagan menutup rapat, lalu setelahnya kembali tenggelam dalam keheningan yang mencekam.Dinding kayu ek yang dipenuhi rak buku tua membuat suasana terasa semakin berat. Aroma cerutu dan kopi hitam memenuhi udara.Draco Reagan duduk di balik meja besarnya.Tatapan manik kelabunya lurus kepada Orion yang berdiri di hadapannya. Pria muda itu baru saja masuk.Tidak ada sapaan, dan tidak ada pula basa-basi."Sudah berapa lama kamu mengurungnya?" Draco bertanya dengan suara dingin.Orion tidak langsung menjawab. Hanya diam, bahkan suara jarum jatuh pun akan terdengar.Draco mengetukkan jemarinya pelan di atas meja. "Jangan memaksaku mengulang pertanyaan, Orion. Jawab pertanyaanku!""Enam hari.""Enam hari?" Draco mengulang perlahan. "Enam hari Vega Capella berada di rumah ini."Orion tetap diam. Meski ia tahu kemarahan membara sedang membakar tubuh kakeknya. Meski ketika berkata-kata, suara pria tua itu tetap sangat tenang."Aku memberimu tugas yang sangat s

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   91. Dalam Pandangan Vega

    **Sudah lebih dari enam hari.Vega berhenti menghitung waktu setelah hari ketiga. Rasa putus asa seperti membuatnya lumpuh di dalam kamar itu.Tidak ada jendela yang mana ia biasa melihat pemandangan di luar, pun tidak ada sinar matahari yang menerobos lembut ketika pagi datang. Vega tidak tahu apakah saat itu siang atau malam. Keduanya terasa sama saja.Yang menjadi penanda pergantian hari hanyalah sosok Orion.Pria itu selalu datang tiga kali dalam satu hari. Pagi, siang, dan malam.Membawakan makanan dan obat untuknya, dan sesekali buku bacaan yang bahkan tidak pernah disentuh Vega. Minat membacanya musnah sudah. Padahal sebelum ini, buku adalah benda yang sangat Vega cintai..Ruangan itu sendiri sebenarnya tidak pernah kekurangan apa pun. Selain tempat tidur yang empuk, kamar mandi juga sangat bersih. Ada pendingin dan pemanas ruangan, bahkan sebuah rak kecil berisi novel dan tanaman hias.Semuanya terasa nyaman. Bahkan terlalu nyaman sampai Vega merasa ngeri.Bagaimana mungkin s

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   90. Pergerakan Pelan Antares

    **Sudah lima hari sejak Antares kembali menginjakkan kaki di mansion keluarga Reagan.Lima hari.Namun tidak sekali pun ia kembali membuat keributan.Tidak ada bentakan, tidak ada ancaman, dan tidak ada pertengkaran seperti umumnya ketika ia sedang berada bersama Orion. Seolah pria yang beberapa hari lalu menghancurkan ruang tamu mansion itu adalah orang lain.Namun, justru itulah yang membuat Orion merasa tidak tenang. Antares yang dikenalnya sama sekali tidak seperti itu.Pagi itu, Orion sedang berdiri di depan jendela ruang kerjanya sembari memandangi halaman belakang mansion yang diselimuti embun tipis. Langit cerah setelah berhari-hari dilanda mendung kelabu.Dari balik kaca, ia melihat Antares sedang berjalan santai melintasi taman, menuju jerejak kebun anggur di kejauhan.Tangannya dimasukkan ke dalam saku. Sesekali ia berhenti untuk berbincang dengan tukang kebun yang sedang bekerja, lalu melanjutkan langkahnya lagi.Sekilas, tidak ada yang aneh dengan pemandangan itu.Namun

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   89. Antares Akhirnya Diam

    **Ruang tamu mansion tenggelam dalam keheningan yang mencekam.Pecahan kaca berserakan di lantai, sebuah meja marmer bergeser dari tempatnya, dan beberapa lukisan keluarga bahkan jatuh miring akibat pertarungan yang baru saja terjadi antara kedua tuan muda mereka.Tak seorang pun berani bergerak, terutama para pegawai rumah yang ketakutan.Draco Reagan mengamati seluruh kekacauan itu dari atas kursi rodanya dengan mata gelap dan ekspresi rumit.Sorot matanya perlahan beralih kepada Orion."Kemari kau, Orion." Perintah itu diucapkan datar, tanpa emosi.Orion melangkah mendekat tanpa membantah sedikit pun. Seperti biasanya, ia adalah anak baik yang penurut.Draco mengangkat tangannya yang mulai dipenuhi keriput, lalu mengusap darah di sudut bibir cucu pertamanya menggunakan sapu tangan yang disodorkan seorang pelayan."Terluka, eh?""Hanya goresan kecil. Tak masalah."Draco mengangguk pelan. Tatapannya kemudian beralih kepada Antares yang masih berdiri terpaku di seberang ruangan yang

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   88. Perang Saudara

    **"Orion, keluar kau, keparat!"Suara lantang pria itu terus mengguncang ruang tamu mansion yang hening dan sangat tenang.Tidak lama kemudian, terdengar suara langkah kaki pelan yang tenang menuruni tangga utama.Tak tergesa, tak panik, seperti sudah direncanakan baik-baik sebelumnya.Seolah pemilik langkah itu sudah mengetahui siapa tamu yang datang.Orion muncul dari lantai dua dengan kedua tangan dimasukkan ke dalam saku celana. Tatapan mata kelabunya datar, mengarah lurus pada satu yang lain di bawah. Wajahnya begitu tenang, sama sekali tidak menunjukkan keterkejutan.Ia berhenti di anak tangga terakhir, lalu memandang saudara kembarnya tanpa ekspresi."Berteriak-teriak seperti makhluk tak berpendidikan. Apa kau pikir ini hutan?" Nada suaranya rendah dan terkesan meremehkan."Masih tetap sama seperti dulu. Sedikitpun kelakuanmu tidak berubah."Antares melangkah mendekat. Wajahnya merah padam seperti orang yang seharian berada di bawah sinar matahari."Kembalikan Vega, sialan!"O

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   76. Obsessed With You

    **“Pe-pelan … tolong pelan sedikit … ini sangat sakit ….”Air mata Vega berjatuhan menimpa air panas dalam bak mandi yang bergejolak hebat hingga tumpah ruah ke atas lantai kamar mandi.Pergerakan intens dari dua orang yang ada di dalamnya yang membuatnya demikian.“Angkat pinggulmu lebih tinggi l

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   38. Perjalanan

    **Di dalam Bentley berwarna silver yang sedang melaju tenang di atas jalanan utama kota Metropole yang tenang dan damai meski berselimut mendung pagi ini, Vega berkali-kali menghela napas dengan gusar. Perjalanan ke bandara setidaknya memakan waktu setengah jam, tapi perempuan itu justru berharap

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   35. Strategi Para Reagan

    **“Seseorang pasti sudah memberikan informasi kepada Regulus Skye, bahwa Vega sudah kita dapatkan. Dia datang ke sini dan terus mendesak.” Draco Reagan menjelaskan kepada cucu sulung dan putranya siang ini, di dalam ruang kerjanya yang sejuk. Aroma musk lembut menguar dari pengharum ruangan di sud

  • Di Antara Dua Kembar Yang Memilikiku   33. Tawaran Menarik

    **Antares sudah tahu jawabannya sekalipun Vega tak menjawab.Ia tahu apa yang dilakukan saudara kembarnya kepada perempuan di hadapannya ini, begitu kemarin ia lihat Orion menyeret Vega ke kamar dan tak keluar lagi hingga tengah malam.Pun, Antares tahu apa yang disembunyikan Vega di balik kerah t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status