Share

BAB 13

Penulis: Riichan
last update Tanggal publikasi: 2026-07-14 10:13:57

Loraine memejamkan mata.

"Hah… selamat. Sementara satu masalah selesai," gumamnya dalam hati.

"Lalu… bagaimana dengan ucapan Pak Nathan tadi?" lanjutnya dalam hati.

Suasana di depan gedung kantor mendadak terasa canggung. Para karyawan yang tadi sempat memperhatikan perlahan kembali melanjutkan aktivitas masing-masing.

Nathan mengusap tengkuknya pelan.

"Maaf."

Suara itu membuat Loraine menoleh ke arahnya langsung. Dan Nathan menarik napas
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 29

    Jackson kembali menatap layar komputernya."Lalu bagaimana caranya..." ucapnya lirih."Memindahkan seseorang menjadi sekretaris direktur tanpa membuat satu kantor heboh?" Ia kembali memutar otaknya. Hari kerjanya bahkan belum benar-benar dimulai. Namun ia sudah merasa jauh lebih lelah daripada biasanya.Pria itu menyandarkan tubuh ke kursi."Otak... bekerjalah,” bisiknya pada diri sendiri.Beberapa menit berlalu. Jackson mengambil pulpen lalu mulai menulis berbagai kemungkinan di selembar kertas."Mutasi langsung?”Ia langsung mencoret, “terlalu mencolok.""Promosi?”Lagi-lagi ia mencoretnya, “hah ini lebih mencurigakan.”Jackson menghela napas panjang."Astaga... apa sih yang ada dalam pikiran atasanku ini? Tiba-tiba banget nyuruh hal seperti ini, akhir pekan kemarin mendadak dibuatkan…” tiba-tiba ia terdiam dari menggerutu.“...jangan-jangan wanita ini ada kaitanny

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 28

    "Rumah ini… Benarkah bisa menjadi tempatku bernapas?"Pertanyaan itu terus terngiang di benak Loraine.Sisa akhir pekan berlalu dengan tenang. Tidak ada kejadian besar. Hanya dua orang asing yang perlahan mulai belajar berbagi atap yang sama tanpa saling mengganggu.Hingga akhirnya...Senin pagi pun tiba. Jam masih menunjukkan pukul tujuh lewat sedikit ketika suara pintu rumah Nathan terdengar terbuka.Ceklek.Seorang wanita paruh baya masuk sambil membawa tas kain kecil."Selamat pagi, Tuan Nathan,” sapanya. Wanita itu adalah Bibi Ratna, asisten rumah tangga yang sudah bekerja cukup lama di rumah Nathan. Ia hanya datang setiap pagi untuk membersihkan rumah, memasak seperlunya, lalu pulang sebelum sore. Sabtu dan Minggu adalah hari liburnya.Nathan yang baru keluar dari dapur mengangguk."Pagi, Bi."Bibi Ratna hendak melepas sepatu. Namun langkahnya mendadak berhenti."..."

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 27

    Orang tua Nathan akhirnya pamit pulang. Sebelum pulang, ibunya Nathan masih sempat memeluk Loraine dan berpesan berkali-kali agar menjaga kesehatan, makan teratur, dan jangan terlalu sungkan datang ke rumah mereka. Sedangkan ayahnya hanya tersenyum sambil berkata kepada Nathan, "Jaga dia baik-baik."Setelah mobil mereka pergi. Rumah mendadak sunyi kembali.Loraine menghela napas panjang, “akhirnya selesai..."Nathan yang sedang membereskan kotak makanan melirik."Apa kau capek? Istirahatlah. Aku akan membereskan ini terlebih dahulu."Loraine menggeleng pelan, “saya baik-baik saja, Pak.”“Saya akan membantu Anda untuk membereskan ini juga.”Nathan menggeleng, “aku bisa mengerjakan sendiri. Istirahatlah.”Loraine bersikeras membantu, “akan lebih cepat selesai jika dikerjakan bersama, Pak.”Nathan akhirnya menyerah, membiarkan Loraine membantunya.“Kalau begitu, kau simpan lauk saja. Wadah untuk menyimpannya ada di sana,” ucap Nathan menunjuk ke arah tempat menyimpan wadah.“Aku yang aka

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 26

    Tatapan ayahnya Nathan tidak berubah sedikit pun. Lalu dengan suara yang tetap tenang, ia bertanya, “apa pernikahan kalian ini hanya pura-pura?"“...”Nathan membeku. Loraine juga ikut membeku. Bahkan ibunya Nathan yang sedari tadi paling berisik pun langsung terdiam.Ruangan mendadak sunyi.Nathan hanya menatap ayahnya. Sementara di dalam kepalanya, “selesai. Belum genap satu hari kontrak berlaku. Sudah mau tamat."Ia bahkan sempat membayangkan Jackson yang mengomel dan mencercanya tanpa henti. Nathan mengusap wajahnya pelan."Aku bahkan belum sempat menghafal sepenuhnya isi kontraknya,” batinnya. Di sisi lain… Loraine sudah panik setengah mati."Astaga… Ketahuan!" teriaknya dalam hati."Gawat. Kontraknya ketahuan. Kalau orang tua Pak Nathan marah..." batinnya panik."Beliau pasti membatalkan kontraknya. Jika kontraknya batal, lalu bagaimana aku menghadapi Leon?" pikirnya bermacam-macam.

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 25

    Ayah Nathan berdehem pelan."Ehem."Suara itu membuat pembicaraan di meja makan langsung terhenti. Semua menoleh ke arahnya.Ayahnya Nathan meletakkan sendoknya dengan tenang sebelum memandang putra dan istrinya bergantian, “kalian sejak tadi terlalu bersemangat."Ibunya Nathan berkedip, "hm?"Pria paruh baya itu lalu mengalihkan pandangan kepada Loraine yang sedari tadi hanya diam."Kalian belum bertanya pendapat Loraine."Ruangan langsung hening. Ia melanjutkan dengan suara lembut, “walaupun kalian sepasang kekasih, bukan berarti kauㅡNathan, boleh memutuskan semuanya sendiri." Tatapannya berpindah kepada Nathan."Apa kau sudah bertanya kalau dia benar-benar ingin menjadi sekretaris pribadimu?"Nathan ikut terdiam."..."Beberapa detik kemudian ia mengangguk kecil."Ah...""Benar juga."Nathan menoleh ke arah Loraine."Loraine."Wanita itu langsung menegakkan punggungnya."I-iya, Pak."Nathan tersenyum tipis, “bagaimana pendapatmu?""Kalau memang tidak nyaman, katakan saja.""Tidak p

  • Dikejar Mantan, Dipeluk Atasan   BAB 24

    "Nathan,” panggil ibunya. Nathan menelan ludah."Iya, Bu?"Ibunya masih menggenggam lengan putranya dengan wajah yang sangat serius. Sedangkan Nathan bersiap untuk membantah penolakan."Ibuㅡ” Sebelum ia selesai bicara, ibunya memotong, “kamu akhirnya benar-benar punya calon istri.""..."Nathan berkedip, “hah?"Wajah ibunya langsung berubah sendu, "Ibu kira...""Kamu akan hidup sendirian selamanya."Nathan langsung memijat pelipisnya."Ibu ini menganggapku apa? Bujang lapuk?" batinnya.Ibunya masih terus berbicara, "Nathan, dengarkan Ibu."Nathan mengangguk pasrah."Perhatikan Loraine baik-baik. Jangan terlalu sibuk bekerja. Jangan selalu memasang wajah datar. Sering-seringlah ajak dia kencan. Belikan bunga dan hadiah. Kalau dia marah, yang minta maaf duluan harus kamu."Nathan benar-benar kehilangan tenaga."Ibu...""Kenapa semua

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status