Share

180. Fotografer Rese'

Penulis: Blue Rose
last update Tanggal publikasi: 2026-06-30 12:18:04
"Kita tidak langsung pulang," bisik Keiron tenang, menuntun Salsa berdiri dari meja akad. "Ada satu sesi lagi yang harus kita selesaikan."

Salsa mengerutkan keningnya, menatap ke sekeliling ruangan privat KUA yang berukuran kotak itu. Anehnya, sejak awal masuk, ia merasa ada yang tidak biasa dengan ruangan ini.

Ruangan tersebut memiliki empat sudut utama, dan ternyata, tiap sudutnya telah disulap menjadi latar belakang foto bertema unik secara simultan! Tim dekorasi bentukan Mami Siti tampak
Blue Rose

Visual pernikahan Salsa & Keiron udah aku upload yah🎀😍

| 4
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci
Komen (2)
goodnovel comment avatar
Blue Rose
poto2 mereka wkwk
goodnovel comment avatar
Alfiah Ummi Hani
hahahaha...bgapain bang kei dan salsa thor
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terbaru

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   210. Keluarga Cemara

    Edric terdiam sepenuhnya di bawah naungan topinya. Kata-kata Salsa mendadak berputar-putar di dalam kepalanya, memicu simpul-simpul baru di otaknya. Vega yang selalu berpakaian kusam di kampus, Vega yang takut interaksinya dengan Edric terlihat mahasiswi lain, hingga ancaman peretasan semalam... semuanya cocok dengan analisis Salsa yang kedua. Gadis itu bukannya sekadar membencinya tanpa alasan. Gadis itu sedang berusaha keras mempertahankan benteng perlindungan yang sudah disiapkannya sejak awal. "Gitu ya..." gumam Edric sangat pelan, hampir tertelan oleh suara gesekan dedaunan yang ditiup angin dan gelak tawa Siti serta Kieran yang sedang mengelitik Baby Maya di ujung kain piknik. "Ingat ya, Ed," tambah Salsa lagi dengan suara yang lebih lembut. "Cowok kalau cuma tertarik karena penasaran, biasanya bakal nyerah pas dapet penolakan keras. Tapi kalau lu emang beneran punya perasaan... penolakan itu cuma ujian kecil." Edric menarik topi hitam dari wajahnya. Ia mendudukkan tubu

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   209. Diajak Piknik

    Salsa pun memutuskan untuk berbalik arah dan kembali menuju kamarnya di lantai atas, membiarkan sepasang suami istri itu menikmati waktu berkualitas mereka tanpa gangguan. Untung saja, baik Kieran maupun Siti sama sekali tidak menyadari keberadaannya di atas tangga tadi. . Di kamarnya, Edric sedang berbaring terlentang di atas kasur besarnya, melempar-lempar bola kasti kecil ke udara lalu menangkapnya kembali secara berulang-ulang. Pikirannya benar-benar berkecamuk. Kata-kata Kieran di ruang kerja terus berputar di kepalanya, beradu dengan ingatan akan tatapan marah Vega di koridor kampus tadi sore. "Kalau kamu makin jauh masuk ke kehidupan anaknya, urusannya bukan cuma soal perasaan kalian berdua...” suara Papi-nya bergema di ingatan. Lalu disusul oleh bentakan Vega. “Jauhin aku, Edric. Bikin hidup aku tenang lagi seperti sebelum kamu hadir!” Edric menangkap bola kastinya kuat-kuat, lalu menghentikan gerakannya. Ia memiringkan badan, meraih ponsel yang tergeletak di

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   208. Kamu Apain Anak Kamu, Mas?

    Setelah Edric tak terlihat, Kieran menghela napas panjang. Pria berkharisma tinggi itu memijit pelipisnya pelan sebelum akhirnya bangkit dari kursi kebesarannya. Ia mematikan lampu meja, merapikan setelan kemejanya yang sedikit kusut, lalu melangkah keluar menuju ruang keluarga utama mansion Kingsley. Suasana ruang keluarga lantai dasar sangat tenang malam itu. Televisi berukuran besar menyala tanpa suara, menampilkan tayangan berita finansial. Di sofa empuk bernuansa krem, Siti duduk menyilangkan kaki dengan kedua tangan terlipat kaku di dada. Begitu Kieran melangkah masuk, mata sang Siti langsung mengunci pergerakan suaminya. Tatapannya sangat tajam, sarat akan intimidasi yang mendadak membuat sang pria hot nan tampan itu menghentikan langkahnya sejenak. Kieran menyunggingkan senyum tipisnya yang menawan, berusaha mencairkan ketegangan. "Ada apa sih, Sayang? Kok ngeliatin aku kayak mau menelan hidup-hidup gitu?" Siti tidak membalas senyuman itu. Matanya melirik ke arah l

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   207. Edric Mulai Ngejar

    Sejak insiden peretasan yang berujung imbang malam itu, pikiran Edric benar-benar terus tertuju pada Vega Wijaya. Cowok populer yang biasanya selalu dikejar-kejar kaum hawa di kampus itu kini justru membalikkan keadaan. Perasaannya tidak bisa dibohongi lagi. Ada rasa penasaran mendalam yang perlahan berubah menjadi ketertarikan yang nyata. Edric mulai secara terang-terangan melancarkan aksinya untuk mendekati cewek berkacamata tebal itu. Pagi itu di kantin utama kampus, Edric tanpa ragu membawa nampan makanannya dan langsung duduk tepat di hadapan Vega yang sedang fokus membaca buku tebal sambil mengunyah roti. "Sepi amat makan sendirian," sapa Edric santai, lalu meletakkan minuman kotak favorit Vega di samping piring gadis itu. Vega mendongak, matanya menatap Edric dari balik kacamata besarnya dengan pandangan datar. "Edric, bisakah kamu duduk di meja lain?" "Kenapa? Meja ini kan fasilitas umum," jawab Edric terkekeh, lalu menopang dagunya dengan sebelah tangan sambil menata

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   206. Stalker Juga

    Di tengah layar hitam itu, sebuah garis perintah command prompt terbuka otomatis. Tepat di tengah-tengahnya, huruf-huruf berwarna merah menyala muncul mengetikkan pesan secara otomatis, seolah-olah ada orang lain yang sedang mengendalikan komputernya dari jarak jauh. Edric melotot sempurna. Ia membeku di kursinya, matanya menatap tulisan itu tanpa berkedip. "Anjir..." desis Edric dengan napas tertahan. Belum sempat ia membalas pesan itu lewat terminal perintah, sebuah gambar berformat GIF kecil muncul di sudut layar, sebuah animasi berbentuk kepala kucing mengenakan kacamata hitam yang sedang menjulurkan lidah, sebelum akhirnya sistem komputernya melakukan reboot paksa secara mandiri. Edric menyandarkan punggungnya ke kursi dengan tubuh lemas dan otak yang bekerja keras mencerna apa yang baru saja terjadi. Gadis cupu berkepang dua di kampus, putri anggun dari Wijaya Group di perjamuan bisnis, dan sekarang... seorang hacker tingkat tinggi yang bisa membalikkan serangan peret

  • Dinikahi Duda dengan 4 Anak Bujang   205. Stalking

    Perasaan tidak nyaman yang menyerang perasaan Edric ydi acara fashion show itu, tidak menghilang begitu saja saat ia samaindi kamarnya. Wajah cowok asing yang tertawa lepas bersama Vega terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak, mengikis ketenangan yang biasanya ia miliki. Sekitar pukul sebelas malam, Edric menghempaskan tubuhnya ke atas kasurnya. Ia memandangi langit-langit kamar yang temaram, sebelum akhirnya mengambil ponsel dan menekan tombol panggilan video menuju ke Boston. Tiga kali nada sambung sampai wajah tampan Victor Kingsley muncul di layar, lengkap dengan kacamata radiasi dan latar belakang kamar studinya yang penuh tumpukan buku tebal. "Woi," sapa Victor santai, menyesap kopi dari cangkirnya. "Muka lu lebih kusut, anjir! Jjam segini nelfon." Edric menghela napas berat, menyandarkan ponselnya di bantal. "Gue mau cerita, tapi lu jangan ngetawain gue." Victor menghentikan ketikannya di laptop, menatap layar dengan alis terangkat sebelah. "Soal cewek? Wah,

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status