Share

Tuan Muda Alex

last update Tanggal publikasi: 2026-06-11 23:14:12

Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra.

"Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.

Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "Ini Nona Zara ya?" tanyanya pada Zara.

"Iya Bi" jawab Zara.

"Silahkan masuk Non Zara. Tuan Muda sebentar lagi akan pulang ke rumah."

"Tuan Muda? Maksudnya Alex?" tanya Zara.

Bibi yang dipanggil Bi Darti mengangguk sebagai jawaban dari pertanyaan Zara. "Iya Tuan Muda adalah Tuan Alex."

"Ohh, gitu ya." Zara tidak menyangka kalau Alex adalah Tuan Muda. Dia pun berpikir apakah ketiga cowok itu juga di panggil Tuan Muda. Sepertinya iya juga.

Zara menghela napas, sepertinya dia akan punya masalah besar kalau sampai membuat tersinggung keempat Tuan Muda.

Zara dan Bibi Darti memasuki rumah besar tersebut. Zara menatap takjub isi rumah tersebut. Luar nya saja sudah menakjubkan, apalagi bagian dalamnya, sungguh tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.

"Bi, tadi ada kunci rumah yang diberikan oleh Alex" memberikan kunci rumah itu pada Bibi Darti. "Ini, aku kembalikan."

"Non Zara yang pegang kunci nya."

"Gak bisa Bi. Ini bukan punya ku. Jadi aku kembalikan. Lagipun aku tidak bakal kembali ke rumah ini lagi."

"Non Zara yakin?"

Kening Zara mengerut "Maksud Bibi?"

Bibi Darti hanya tersenyum melihat Zara, yang membuat Zara penasaran apa yang di maksud Bibi Darti.

"Non Zara langsung ke kamar Tuan Muda. Kamarnya ada di lantai atas" Bibi Darti menunjuk ke arah lantai dua.

"Kok di kamar Alex. Tadi katanya aku di suruh membersihkan rumah ini."

"Hanya kamar Tuan Muda saja yang dibersihkan."

"Apa?!" Zara benar-benar tidak habis pikir dengan Alex. Masa dia disuruh membersihkan kamarnya. Sangat gila. "Kenapa bukan pembantu yang lain saja yang bersihkan kamar Alex?"

"Tidak tahu Nona. Ini yang di perintahkan oleh Tuan Muda sendiri."

"Kalau gitu saya permisi" lanjut Bi Darti sambil pergi meninggalkan Zara.

Zara menaiki tangga menuju ke lantai atas.

Zara melihat begitu banyak kamar di lantai atas. "Yang mana kamar Alex?"

Dia menerka-nerka yang mana kamar Alex. "Hmm, kayaknya yang ini kamar Alex."

Zara membuka salah satu kamar ruangan. Dia masuk ke dalam kamar tersebut. Dia melihat ada buku-buku di atas meja. "Benar, ini memang kamar Alex."

Zara memandangi di sekeliling kamar tersebut. "Tapi yang mana yang mau dibersihkan. Semua sudah rapi dan bersih."

"Ketos songong itu mengerjai ku."

"Siapa yang ketos songong." Zara langsung menoleh pada orang yang ada di belakangnya.

Zara berkeringat dingin karena ketahuan mengatai Alex. "Nggak ada yang ketos songong. Lo salah dengar kali." Pupil mata Zara bergetar karena berbohong.

Alex mengangkat sebelah alisnya tidak percaya apa yang dikatakan Zara. "Lo jangan bohong deh."

"Gue nggak bohong kok."

"Ck, terserah lo lah." Alex berjalan melewati Zara dan melepas tas nya dan meletakkan di atas kasur.

Dia membuka baju sekolah nya tanpa ragu-ragu. Zara membelalakkan matanya melihat Alex yang membuka bajunya. "Lo ngapain buka baju lo?!"

"Terserah gue dong. Ini kamar gue" jawab Alex santai.

"Tapi ada gue disini?! Lo gak ada malu-malu nya!"

"Siapa yang suruh lo lihat gue buka baju."

"Lo...!" geram Zara. Dia pun membalikkan badannya sambil menutup mata.

Alex menyeringai melihat tingkah Zara yang begitu malu melihat nya. Dia pun melanjutkan mengganti pakaiannya.

Zara gugup, mengingat Alex sekarang lagi ganti baju di belakangnya membuat dia benar-benar gugup sekarang. Apalagi tadi saat Alex membuka bajunya, nampak lah badan kekar Alex disertai dengan roti sobek yang begitu hot di mata Zara. "Kenapa gue tidak langsung keluar dari kamar ini sih" batinnya.

"Udah." Ucapan Alex membuat Zara menoleh padanya.

"Sekarang lo bersihkan kamar" lanjutnya.

"Yang mana dibersihkan. Kamar lo sudah bersih."

"Itu urusan lo. Lo bersihkan apa yang perlu di bersihkan." Alex keluar dari kamarnya dan meninggalkan Zara sendirian.

"Perlu diperbaiki otaknya itu" gerutu Zara.

Zara menuju meja belajar Alex. "Gue bersihkan aja deh. Biar makin bersih."

Zara membersihkan meja belajar tersebut walaupun tidak ada debu dan kotoran.

Drrtt... Drrtt...

Zara melihat siapa yang meneleponnya. "Mama..." mengangkat panggilan dari mamanya.

"Mama lagi dimana sekarang?"

"Zara, kamu ada dimana sayang?"

"Lagi di rumah teman Ma. Mama lagi di mana?"

"Kamu ini bikin khawatir aja. Mama lagi disekolah, ada rapat guru."

"Kunci sama sertifikat rumah ada sama Mama?"

"Maksud kamu apa sayang. Tentu saja kunci rumah ada sama Mama. Tapi kenapa kamu bilang sertifikat rumah?"

"Jadi Alex bohongin gue" batin Zara.

"Nggak ada apa-apa Ma."

"Setelah dari rumah temanmu, kamu langsung pulang ya Zara."

"Iya Ma."

Tut... Tut... Tut...

Panggilan dengan mamanya pun berakhir. Dia pun langsung keluar dari kamar untuk mencari Alex.

Dia melihat Alex ada di lantai bawah. "Eh! Lo bohongin gue ya!"

Alex mendongakkan kepalanya ke atas, melihat Zara yang berada dilantai dua.

"Apaan?"

"Lo bohongin gue, kalau kunci dan sertifikat rumah gue ada sama lo."

"Emang bener kok."

"Tapi kata Mama gue kunci sama sertifikat ada sama Mama gue."

"Ohh. Tadi emang kunci sama sertifikat ada sama gue, tapi dah gue kembaliin saat lo sampai di rumah gue."

"Lo cari masalah dengan gue!"

"Lo yang nyari masalah dengan gue. Lanjutin pekerjaan lo, nggak usah banyak omong" balas Alex.

"Nggak mau. Gue mau pulang." Zara turun dari lantai atas, dia mengambil tasnya yang ada di meja.

"Lo bersihin kamar lo sendiri." Zara ingin pergi tapi dicegah oleh Alex. Tangan nya di cekal oleh Alex.

"Mau kemana lo?" tanya Alex dingin.

"Gue mau pulang."

"Lo bersihin kamar gue, atau lo kena akibatnya."

Zara berusaha melepas tangannya dari cekalan Alex, tapi Alex kekuatan Alex lebih besar darinya.

"Gue bukan babu lo Alex!"

" Lo babu gue, dan kewajiban lo sebagai babu, lo harus turutin semua perintah gue."

"Lo, Arzan, Axelle, Arion. Kenapa kalian semua buat gue jadi babu kalian?!"

"Lo buat gue jadi babu hanya masalah sepele tempo hari. Kenapa kalian nggak bisa maafin gue. Gue udah menuruti perintah kalian dari seminggu yang lalu, kenapa nggak di maafin juga. Emang gue udah punya salah yang besar sama kalian. Kalian punya dendam sama gue!" lanjutnya. Zara mengeluarkan uneg-uneg di kepalanya. Dia benar-benar tidak tahan dengan semua ini.

Alex terdiam mendengar semua ucapan Zara. Pelan-pelan dia melepas cekalan nya dari tangan Zara.

Sepertinya dia membatalkan niatnya untuk membuat Zara merasakan neraka dalam sehari.

"Cepat keluar dari rumah gue" ucap Alex dingin.

Zara yang langsung keluar dari rumah Alex. Hari ini dia bebas dari Prince Charming yang satu ini.

Di dalam rumah, Alex masih diam berdiri. Kata-kata Zara masih terngiang-ngiang di kepalanya. "Ck, menyebalkan."

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Don't Touch Me, Prince!   Nembak or Lamaran

    Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak

  • Don't Touch Me, Prince!   Balapan

    Seperti yang di sepakati. Zara akan pulang bareng Prince Charming dengan naik motor. Siapa yang nggak iri dengan Zara. Bisa mendapat empat cowok tampan sekaligus, itu adalah impian terindah para cewek-cewek.Siswi-siswi SMA Cendekia memekik histeris saat melihat Prince Charming menaiki motor sport. Oh My God, damage minta ampun.Zara yang mendengar suara teriakan itu, ingin sekali mengurungkan niatnya untuk tidak pulang bersama Prince Charming. Tapi dia masih sayang nyawanya. Dia tidak mau cari masalah dengan Prince Charming, apalagi cowok-cowok itu mempunyai sifat emosian, dingin, kejam, dan berjiwa iblis. Hoho... Zara tidak mau memancing emosi para jelmaan iblis tampan itu.Zara menaiki motor Arzan. Saat itu juga ada sebagian cewek yang pingsan saat Zara menaiki motor Arzan. Siapa lagi yang pingsan itu kalau bukan fans nya Arzan."Astaga, pake pingsan segala lagi" gumam Zara."Udah. Jangan pedulikan mereka." Arsan memberikan helm pada Zara. Zara memakai helm itu. "Udah siap pak

  • Don't Touch Me, Prince!   First Semester Closing Day

    Hari ini di SMA Cendekia, semua murid berkumpul di auditorium. Pada hari ini adalah hari penutupan semester pertama. Serta pembagian rapor buat siswa-siswi SMA Cendekia."Sekarang kita mendengarkan sepatah kata dari ketua OSIS SMA Cendekia" ucap pembawa acara.Alex sebagai ketua OSIS maju ke depan, di atas panggung, untuk menyampaikan sepatah kata nya.Suara tepukan meriah terdengar di seluruh ruangan, saat Alex menaiki panggung."Sepertinya Alex sudah sehat sepenuhnya" bisik Sora di telinga Zara. "Iya. Gue khawatir kalau dia tidak bisa datang hari ini" balas Zara dengan nada berbisik.Pandangan Zara kembali ke depan. Mendengarkan Alex yang sudah berbicara di depan semua orang.Rasa khawatirnya hilang, saat berpikir kalau Alex masih sepenuhnya pulih. Tapi melihat Alex berdiri di atas panggung, Zara dapat menghembuskan nafas lega."Kita akan bertemu kembali tahun depan dengan semester baru. Saya harap teman-teman semua lebih semangat untuk belajar di semester kedua." Alex mengakhiri

  • Don't Touch Me, Prince!   Back to Activities

    "Zara, suapin gue dong" ucap Alex dengan nada manja.Zara mendelik. Kenapa Alex tiba-tiba manja kepadanya."Punya tangan kan. Makan sendiri" ketusnya."Lo masih marah sama gue?" Zara memejamkan matanya. Menahan kekesalan di hatinya. Siapa yang marah coba, kalau disosor sembarangan."Jangan marah ya. Tadi gue khilaf.""Khilaf, khilaf. Lo emang dasar mesum ya" ucap Zara."Kan mesumnya juga sama lo Ra.""Alex! Jangan ngomong aneh-aneh.""Ya udah. Tapi suapin gue."Kalau mengingat Alex sakit karena dirinya, dia ogah menyuapi nya.Zara menyendok kan bubur ke dalam mulut Alex.Zara terus menyuapi Alex, sampai makannya habis."Makanan lo sudah habis. Lo istirahat sekarang." Zara bangkit berdiri dari kursinya."Lo mau kemana?""Mau pulang. Sudah mau malam soalnya" jawab Zara."Nginap disini ya. Temenin gue disini" pinta Alex."Gue mau pulang Alex. Besok gue kesini lagi.""Nggak. Lo harus tetap disini temenin gue" tegas Alex."Lah. Kok maksa.""Kalau gue maksa, emangnya kenapa?"Zara menggeru

  • Don't Touch Me, Prince!   Pulih

    Beberapa hari setelah operasi, Alex masih belum menunjukkan tanda-tanda siuman. Dia masih tetap berbaring sambil menutup mata, entah sampai kapan.Dan sudah menjadi kebiasaan Zara beberapa hari ini, setelah pulang sekolah, dia langsung ke rumah sakit menjenguk Alex. Zara mengambil tempat, duduk di samping kasur Alex."Apa kabar Alex? Lo masih betah aja tidur" ucapnya, tanpa ada sahutan dari Alex.Zara hanya bisa menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Sejak Alex kecelakaan, dia menjadi sangat sensitif. Apalagi kalau berhubungan dengan Alex, dia benar-benar tidak sanggup.Zara mengingat-ingat kebersamaan Alex beberapa minggu yang lalu. Kata-kata Alex masih terngiang-ngiang di otaknya."Gue jadi pengen di khawatirin sama lo Zara""Gue ingin lo jadi istri gue di masa depan. Biar lo selalu perhatian dan khawatir sama gue""Gue suka sama lo. Gue tulus sama lo.""Kalau lo masih belum suka sama gue. Gue akan buat lo suka sama gue. Bukan cuman suka, gue akan buat jatuh cinta sama gue."Zara

  • Don't Touch Me, Prince!   Operasi

    Alex di bawa ke rumah sakit milik keluarganya. Dia langsung di bawa masuk ke ruang UGD.Sinta dan Bryan datang. "Tuan, Nyonya. Tuan Muda sudah di bawa masuk ke dalam ruangan" ucap salah satu dokter pada Bryan dan Sinta."Ma. Papa masuk dulu. Biar papa yang tangani Alex" ucap Bryan pada Sinta."Selamatkan Alex pa" ucap Sinta dengan tangis. Dia shock mendengar Alex kecelakaan."Tentu sayang." Bryan dan diikuti dokter lainnya masuk ke dalam ruang UGD. Zara berjalan mendekati Sinta sambil menundukkan kepalanya menahan tangisnya. "Zara minta maaf. Ini semua salah Zara..." lirihnya.Sinta menoleh ke arah Zara. Dia langsung memeluk nya. "Ini bukan salah kamu sayang..." Tangis Zara langsung pecah."Ini semua salah Zara Ma... hiks... hiks... Andaikan Zara tidak menyeberang sembarangan. Alex nggak akan kecelakaan..." tangis Zara.Sinta mengelus kepala Zara. "Alex akan selamat Zara. Itu pasti, kamu tenang saja."Bryan keluar dari ruang UGD. "Ma, Alex harus segera di operasi. Dia sudah kehilanga

  • Don't Touch Me, Prince!   Hukuman Arzan dan Zara

    Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Hari-Hari Bersama Mereka

    "Mama... Zara pulang..." Zara yang baru sampai dirumahnya setelah pulang dari sekolah melepas sepatunya di depan pintu masuk. Ini sudah menjadi kebiasaan Zara setiap pulang sekolah.Kehidupan Zara terbilang lumayan. Mamanya seorang guru sekolah dasar, dan papanya seorang polisi. Yang bisa di bilan

  • Don't Touch Me, Prince!   Zara, Alex and Axelle

    Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex."Yang bersih nyapu nya" tegur Alex."Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status