Share

Zara, Alex and Axelle

last update Tanggal publikasi: 2026-05-24 15:30:38

Zara yang sedang membersihkan ruangan OSIS, tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan ketua OSIS. Siapa lagi kalau bukan Alex.

"Yang bersih nyapu nya" tegur Alex.

"Bodoh amat. Yang nyapu kan gue, jadi terserah gue dong." Zara menjulurkan lidahnya mengejek Alex.

Alex tidak menanggapi Zara. Dia duduk di meja ketua OSIS.

Kedua manik hitamnya terus memperhatikan Zara. Seulas senyum tipis terbit di bibirnya. "Mau-mau aja di jadikan babu" gumamnya.

Dengan serius, Zara mengerjakan pekerjaan nya. Dia tidak mengeluh karena di suruh oleh Alex yang jelas-jelas ini bukanlah pekerjaan nya. Tapi beginilah, dia sekarang jadi babu nya Alex hanya gara-gara sepele.

"Lo udah bersihkan lemari nya?" tanya Alex.

"Hmm, udah." Zara tidak menoleh pada Alex, tapi dia menanggapi perkataan Alex.

Alex tidak melepaskan pandangannya dari Zara. "Kalau dilihat-lihat, cewek ini cantik juga" batinnya.

"Udah bersih ruangan lo." Ucapan Zara membuyarkan lamunan Alex.

"Cepat sekali lo selesainya."

"Cepat darimana nya. Lo aja yang keasikan melamun. Sampe gak sadar akan waktu" balas Zara yang mulai melangkahkan kakinya keluar dari ruang OSIS.

"Mau kemana lo?" tanya Alex. Dia tiba-tiba bingung kenapa Zara tiba-tiba pergi.

"Mau ke perpustakaan. Lo lupa gue di suruh Axelle untuk bersihkan perpustakaan" jawab Zara.

Alex menggaruk lehernya "Ohh, gitu ya." Sekarang dia baru ingat kalau Zara akan membersihkan perpustakaan. Kenapa hal seperti itu dia melupakannya.

Tanpa berlama-lama lagi, Zara melanjutkan langkahnya menuju ke perpustakaan.

Alex memandangi punggung Zara sampai tidak terlihat di balik pintu.

Alex menutup matanya dengan punggung tangannya. "Ck, menyebalkan."

*****

"Bukunya banyak banget. Bisa lama gue di perpustakaan." Zara melihat semua tumpukan buku-buku yang baru sampai di sekolah.

"Fighting Zara!" Zara menyemangati dirinya sendiri untuk memulai bekerja.

Dia mulai mengangkat buku-buku tersebut dan membawanya ke rak. Dia menyusun buku-bukunya sesuai abjad.

Dan untuk buku mata pelajaran, dia menaruhnya di rak sesuai kelas, dari kelas 10 sampai kelas 12.

Zara mulai lelah karena terus bolak-balik membawa dan mengangkat buku-buku yang tebal dan berat.

"Gila nih Axelle. Dia nyuruh gue sendirian rapikan buku-buku ini" gerutu Zara.

Setelah selesai memasukkan buku-buku ke dalam rak yang paling bawah dan tengah. Kini Zara harus meletakkan buku-buku di rak paling atas.

Zara melihat segimana ketinggian rak yang paling atas. "Sepertinya gue butuh tangga." Dia mengambil tangga yang terletak di sudut perpustakaan.

Zara mengambil napas dalam-dalam sebelum menaiki tangga. Zara membawa buku-buku sambil menaiki tangga. Kakinya mulai bergetar, karena sesungguhnya dia takut ketinggian.

"Jangan lihat ke bawah Zara." Dengan keberanian yang dipaksakan, Zara terus menaiki tangga, dan memasukkan buku-buku ke dalam rak.

Saat mau turun dari tangga, kakinya terpeleset dan jatuh. "Aaahh!" teriak nya.

Bruk!

Zara yang terus memejamkan matanya tidak merasakan kesakitan di tubuhnya.

"Kok nggak sakit sih." Dia pelan-pelan membuka matanya dan mendapati dirinya ada di dekapan Axelle.

"Axelle! Kok lo bisa ada disini."

"Gara-gara lo ya, gue sampe jatuh begini." Saat menangkap Zara, tubuh Axelle tidak seimbang dan akhirnya jatuh.

Zara segera berdiri. "Sorry, gue gak sengaja."

"Kalo lo gak bisa naik tangga, gak usah sok-sokan naiki. Jadi begini kan jadinya. Kalau gue nggak ada, lo bisa terluka" kesal Axelle.

"Kenapa lo marah-marah sih. Eh! Kalau bukan gara-gara lo yang suruh gue bersihin nih perpustakaan, nggak bakal ada kejadian begini. Lo nggak lihat rak ini tinggi. Jadi wajar dong gue naik tangga" balas Zara dengan ekspresi marah.

"Lo dibilangin keras kepala banget ya" ucap Axelle.

"Gue nggak keras kepala ya. Lo yang keras kepala. Dasar iblis" sindir Zara.

"Lo bilang gue iblis!"

"Iya! Emang lo iblis kan. Lo buat cewek jadi babu nya kalian. Berhati batu!"

"Lo...!" geram Axelle. "Lebih baik lo selesaiin pekerjaan lo." Dia pun berbalik pergi meninggalkan Zara.

Zara memandangi Axelle sambil mengerucutkan bibirnya kesal. "Sampai kapan gue jadi babu nya mereka."

Zara melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda karena dirinya yang terjatuh dari tangga.

Setelah memasukkan buku-buku ke dalam rak. Dia menyapu lantai perpustakaan dan mengepel nya.

"Akhirnya selesai juga." Zara mengelap keringatnya yang bercucuran di pelipisnya.

Setelah waktu yang lama, Zara akhirnya selesai membersihkan perpustakaan yang lumayan gedenya.

"Zara..." panggil Sora.

"Sora..."

"Sudah selesai bersih-bersih nya?"

"Udah. Lumayan capek juga nih" ucap Zara sambil terkekeh.

"Nih. Minum dulu." Sora memberikan air mineral pada Zara.

"Makasih." Zara meneguk habis air mineral tersebut. Sepertinya dia benar-benar kehausan.

"Lain kali, lo jangan turutin perintah para Prince Charming itu lagi. Kan lo sendiri yang kesusahan" ujar Sora.

"Kalau lo di posisi gue, lo bakal begitu?"

"Tentu saja. Gue gak mau di bodoh-bodohin oleh mereka" jawab Sora.

"Sora, gue nggak bisa seperti yang lo bilang. Mereka lebih berkuasa dari gue. Gue nggak mau cari masalah yang lebih dari ini" ujar Zara dengan lesu.

Sora paham apa yang dikatakan Zara. Tapi dia sangat kasihan sama sahabat nya ini. Dia tidak mau lagi Zara jadi babu para Prince Charming.

"Tapi gue gak rela lo jadi babu mereka" balas Sora.

Zara tersenyum "Tenang aja. Ini nggak bakal lama kok. Palingan seminggu lagi, gue nggak bakal begini lagi."

Sora menghela nafas "Gue berharap juga begitu."

"Udah ah, kita balik ke kelas aja." Zara menggandeng tangan Sora dan pergi keluar dari perpustakaan.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Don't Touch Me, Prince!   We Love Zara

    Ting tong!Seseorang membunyikan bel rumah Zara.Zara yang mendengar bunyi bel itu langsung keluar dari kamar. "Mungkin paket yang datang."Ceklek!Zara melihat seorang pria. "Halo, dengan Nona Zara?" tanya pria tersebut."Iya. Saya sendiri. Ada apa ya?"Pria tersebut memberikan sebuah kotak pada Zara. "Ini ada titipan buat Nona Zara.""Titipan? Dari siapa?""Saya tidak bisa memberitahu kan nya Nona. Kalau begitu saya permisi." Pria tersebut pamit pergi dari rumah Zara."Ini kotak dari siapa?" Zara menelusuri setiap inci kotak tersebut, mana tahu dia menemukan sebuah petunjuk. "Tidak ada nama pengirimnya."Zara mengunci pintu rumahnya kembali, dan masuk ke dalam kamarnya.Kotak tersebut di letakkan nya di atas kasurnya. "Ini kotak dari siapa sih?" Zara menatap kotak berwarna pink tersebut. Dia masih berpikir, siapa nama pengirim kotak ini.Daripada penasaran, Zara membuka kotak tersebut. Dia sedikit tercengang bahwa isi kotak tersebut adalah sebuah dress warna biru. "Loh! Ini bukann

  • Don't Touch Me, Prince!   Nembak or Lamaran

    Setelah acara balapan-balapan itu, Zara jadi terjebak pada malam itu juga.Well, kok dia merasa dijadikan bahan taruhan ya. Tapikan, dia juga yang kesusahan begini.Seperti malam ini. Dia terjebak dalam acara pernyataan cinta Axelle, atau yang disebut acara tembak-tembakan. Masalahnya, orangtua Zara juga berada disini. Orangtua Axelle juga ada disini. Bukan itu saja, orangtua Alex, Arzan, dan Arion juga berada disini.Ini acara nembak, atau lamaran sih. Pake bawa orangtua segala lagi. Inilah, yang membuat Zara kesusahan pada malam ini.Zara menggunakan dress putih, sama dengan warna kemeja Axelle. "Ini lo mau nembak, atau lamaran sih?!" kesal Zara.Axelle tersenyum. "Kalau lo anggap ini sebagai lamaran, no problem."Sedangkan ketiga cowok itu yang sedang memandangi Axelle dan Zara, sangat kesal bercampur marah. Apalagi Alex, dia benar-benar marah saat ini.Apalagi, karena Axelle pake acara undang orangtua segala lagi."Kok jadi Axelle yang bareng Zara, Alex?" tanya Sinta.Alex tidak

  • Don't Touch Me, Prince!   Balapan

    Seperti yang di sepakati. Zara akan pulang bareng Prince Charming dengan naik motor. Siapa yang nggak iri dengan Zara. Bisa mendapat empat cowok tampan sekaligus, itu adalah impian terindah para cewek-cewek.Siswi-siswi SMA Cendekia memekik histeris saat melihat Prince Charming menaiki motor sport. Oh My God, damage minta ampun.Zara yang mendengar suara teriakan itu, ingin sekali mengurungkan niatnya untuk tidak pulang bersama Prince Charming. Tapi dia masih sayang nyawanya. Dia tidak mau cari masalah dengan Prince Charming, apalagi cowok-cowok itu mempunyai sifat emosian, dingin, kejam, dan berjiwa iblis. Hoho... Zara tidak mau memancing emosi para jelmaan iblis tampan itu.Zara menaiki motor Arzan. Saat itu juga ada sebagian cewek yang pingsan saat Zara menaiki motor Arzan. Siapa lagi yang pingsan itu kalau bukan fans nya Arzan."Astaga, pake pingsan segala lagi" gumam Zara."Udah. Jangan pedulikan mereka." Arsan memberikan helm pada Zara. Zara memakai helm itu. "Udah siap pak

  • Don't Touch Me, Prince!   First Semester Closing Day

    Hari ini di SMA Cendekia, semua murid berkumpul di auditorium. Pada hari ini adalah hari penutupan semester pertama. Serta pembagian rapor buat siswa-siswi SMA Cendekia."Sekarang kita mendengarkan sepatah kata dari ketua OSIS SMA Cendekia" ucap pembawa acara.Alex sebagai ketua OSIS maju ke depan, di atas panggung, untuk menyampaikan sepatah kata nya.Suara tepukan meriah terdengar di seluruh ruangan, saat Alex menaiki panggung."Sepertinya Alex sudah sehat sepenuhnya" bisik Sora di telinga Zara. "Iya. Gue khawatir kalau dia tidak bisa datang hari ini" balas Zara dengan nada berbisik.Pandangan Zara kembali ke depan. Mendengarkan Alex yang sudah berbicara di depan semua orang.Rasa khawatirnya hilang, saat berpikir kalau Alex masih sepenuhnya pulih. Tapi melihat Alex berdiri di atas panggung, Zara dapat menghembuskan nafas lega."Kita akan bertemu kembali tahun depan dengan semester baru. Saya harap teman-teman semua lebih semangat untuk belajar di semester kedua." Alex mengakhiri

  • Don't Touch Me, Prince!   Back to Activities

    "Zara, suapin gue dong" ucap Alex dengan nada manja.Zara mendelik. Kenapa Alex tiba-tiba manja kepadanya."Punya tangan kan. Makan sendiri" ketusnya."Lo masih marah sama gue?" Zara memejamkan matanya. Menahan kekesalan di hatinya. Siapa yang marah coba, kalau disosor sembarangan."Jangan marah ya. Tadi gue khilaf.""Khilaf, khilaf. Lo emang dasar mesum ya" ucap Zara."Kan mesumnya juga sama lo Ra.""Alex! Jangan ngomong aneh-aneh.""Ya udah. Tapi suapin gue."Kalau mengingat Alex sakit karena dirinya, dia ogah menyuapi nya.Zara menyendok kan bubur ke dalam mulut Alex.Zara terus menyuapi Alex, sampai makannya habis."Makanan lo sudah habis. Lo istirahat sekarang." Zara bangkit berdiri dari kursinya."Lo mau kemana?""Mau pulang. Sudah mau malam soalnya" jawab Zara."Nginap disini ya. Temenin gue disini" pinta Alex."Gue mau pulang Alex. Besok gue kesini lagi.""Nggak. Lo harus tetap disini temenin gue" tegas Alex."Lah. Kok maksa.""Kalau gue maksa, emangnya kenapa?"Zara menggeru

  • Don't Touch Me, Prince!   Pulih

    Beberapa hari setelah operasi, Alex masih belum menunjukkan tanda-tanda siuman. Dia masih tetap berbaring sambil menutup mata, entah sampai kapan.Dan sudah menjadi kebiasaan Zara beberapa hari ini, setelah pulang sekolah, dia langsung ke rumah sakit menjenguk Alex. Zara mengambil tempat, duduk di samping kasur Alex."Apa kabar Alex? Lo masih betah aja tidur" ucapnya, tanpa ada sahutan dari Alex.Zara hanya bisa menguatkan dirinya untuk tidak menangis. Sejak Alex kecelakaan, dia menjadi sangat sensitif. Apalagi kalau berhubungan dengan Alex, dia benar-benar tidak sanggup.Zara mengingat-ingat kebersamaan Alex beberapa minggu yang lalu. Kata-kata Alex masih terngiang-ngiang di otaknya."Gue jadi pengen di khawatirin sama lo Zara""Gue ingin lo jadi istri gue di masa depan. Biar lo selalu perhatian dan khawatir sama gue""Gue suka sama lo. Gue tulus sama lo.""Kalau lo masih belum suka sama gue. Gue akan buat lo suka sama gue. Bukan cuman suka, gue akan buat jatuh cinta sama gue."Zara

  • Don't Touch Me, Prince!   Hukuman Arzan dan Zara

    Dengan wajah malas, Zara duduk tenang di tempatnya. Tiba-tiba mood nya buruk hari ini.Kejadian di rumah Alex masih membuat di kesal setengah mati. "Hufftt..." membaringkan kepalanya di atas meja.Sora menggoyangkan pundak Zara. "Ra, Zara. Lo kenapa sih?""Lagi malas" jawabnya singkat."Jangan mala

  • Don't Touch Me, Prince!   Tuan Muda Alex

    Seorang gadis memandangi rumah besar yang ada di depan matanya dengan ekspresi yang mengatakan "wow." Gadis itu adalah Zara Aurora dan rumah yang ada di depannya adalah rumah Alex Gajendra."Gila, gede bener rumah si ketos songong" gumamnya.Seseorang wanita paruh baya keluar dari rumah tersebut. "

  • Don't Touch Me, Prince!   Cilok dan Hari Sial

    "Sora, kita ke kantin yuk. Gue laper banget. Gue pengen makan cilok" ucap Zara sambil mengusap perutnya yang mulai keroncongan.Sora menggelengkan kepalanya melihat tingkah Zara yang kekanak-kanakan. "Ya udah, ayo. Gue juga pengen makan cilok" Sora menggandeng tangan Zara keluar dari kelas.Sesam

  • Don't Touch Me, Prince!   Prince Charming

    Tap... Tap... Tap... Seorang gadis terus berlari di lorong sekolah. Dia seperti sedang menghindari sesuatu. "Zara...!" panggil Sora. "Lo kenapa lari-lari sih." "Sora, please... Bantuin gue untuk jauh dari mereka" mohon Zara sambil mengatupkan kedua tangannya. "Lo dikejar Prince Charming lagi" uj

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status