分享

[2] - Foto

作者: timah
last update publish date: 2026-04-07 20:51:38

"Apakah itu semua benar?"

"Apakah benar tadi malam Anda tidur dengan seorang wanita?"

"Tolong berikan komentar Anda."

Azka berjalan dengan kedua tangan yang menutupi wajah, menghindari pertanyaan juga blitz kamera dari para wartawan.

Mampu masuk ke dalam gedung agensinya dengan berdesakan melewati beberapa wartawan membuat Azka bernapas lega.

Setelah berada di dalam gedung agensi, salah seorang staff mendatanginya, dan mengatakan jika CEO agensi ingin menemuinya sekarang juga. Azka mengangguk, lalu berjalan cepat menuju ruangan CEO agensinya berada.

"Ada apa ini? Apa kau suka pergi ke club malam? Dan bahkan sering tidur dengan banyak wanita?" CEO agensinya yang bernama Danil itu langsung memborbardirnya dengan banyak pertanyaan tepat ketika kakinya baru saja masuk ke dalam ruangan.

Azka menghembuskan napasnya perlahan. "Memang benar aku sering pergi ke club. Tapi, aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun," Azka membenarkan kalau ia memang sering pergi ke club malam. Tapi, ia membantah keras tentang dirinya yang diberitakan sering tidur dengan banyak wanita.

"Mengenai fotoku bersama wanita di sebuah kamar hotel itu. Sebenarnya aku dijebak."

"Kau dijebak?" Dahi Danil terlipat. "Siapa yang berani menjebak mu? Biar kita tuntut dia sekarang!"

Azka menggeleng. "Tidak. Jangan menuntutnya. Kita tidak akan mungkin menang di pengadilan."

Danil mengerutkan dahinya, "apa maksudnya?"

"Ya begitu," Azka mengedikkan bahu. "Dia orang yang memiliki kuasa dan mempunyai banyak koneksi. Mustahil kita menang jika kita menuntutnya."

Danil semakin kebingungan. Siapa orang berkuasa yang Azka maksud? "Apa? Siapa? Memangnya siapa yang telah menjebak mu?"

Azka terlihat berpikir sebentar, lalu menjawab. "Aku tidak bisa memberitahumu. Lalu, tentang skandal ini, aku akan memikirkan sendiri bagaimana cara mengatasinya."

Walau masih dalam keadaan bingung, Danil tetap mengangguk. Ia percaya jika Azka dapat mengatasi skandalnya sendiri seperti yang sudah-sudah.

Lantas, setelah berucap begitu, Azka pun langsung melenggang pergi dari ruangan Danil.

•••

Azka memakai topi dan maskernya. Ia pergi keluar melalui pintu belakang gedung agensinya, di mana tidak akan ada satu pun wartawan di sana.

Ia berjalan, dan memanggil taksi yang lewat. "Purnama Grand Pak," ucapnya pada sopir taksi.

Menghabiskan waktu 20 menit di perjalanan, akhirnya Azka sampai di tempat tujuan.

Ia menatap sebentar pada rumah besar bak sebuah istana di depannya ini. Sudah 7 tahun Azka tidak pernah menginjakkan kakinya di rumah ini lagi. Tetapi, hari ini. Berkat insiden yang terjadi hari ini, Ayahnya mampu membuat Azka kembali menginjakkan kakinya lagi di rumah ini.

Azka menghembuskan napas berat, lalu ia pun mulai berjalan masuk, namun langkah kakinya terhenti tatkala seorang penjaga yang berdiri di depan gerbang tiba-tiba saja menghentikkannya untuk masuk.

"Maaf, ada keperluan apa Anda kemari?" Tanya penjaga itu.

"Aku ingin menemui pemilik rumah ini."

"Apakah Anda sudah membuat janji untuk bertemu?"

Azka mengusap wajahnya dengan kasar. "Apakah aku perlu membuat janji untuk bertemu dengan ayah ku sendiri?!"

•••

Naya membuka matanya secara perlahan. Setelah matanya benar-benar terbuka sepenuhnya, ia pun menatap sekeliling ruangan, ini bukan kamarnya!

Ia langsung menyingkap selimutnya dan menatap pada tubuhnya sendiri, kemudian bernapas lega tatkala mengetahui bahwa ia masih berpakaian lengkap. Setidaknya ia tahu, tidak terjadi apa-apa pada tubuhnya tadi malam.

Naya mencari-cari keberadaan tasnya, dan menemukan tasnya tergeletak di atas sofa. Ia lantas meraih tasnya lalu mengambil ponsel dari dalam sana.

Pukul 09.30

"Anjir! Sejam lagi gue masuk kuliah!" Naya memekik usai melihat jam melalui layar ponselnya.

Ia pun langsung bergegas mandi di kamar mandi hotel itu. Persetan dengan penculikan yang terjadi padanya tadi malam, ia akan memikirkan itu nanti. Yang terpenting ia harus mandi, dan masuk kuliah tepat waktu!

Setelah selesai mandi, Naya pun bersiap-siap. Sebelum gadis itu benar-benar pergi dari kamar hotel. Ia melihat ada stickynote yang tertempel di atas nakas.

Ia mengambil stickynote itu, lalu membacanya.

Jangan katakan apapun pada media!

Naya mengernyit membacanya. "Ha? Media? Media apaan coba?"

Naya tidak mengerti, lantas ia pun meremas dan membuang stickynote itu ke dalam tempat sampah.

•••

Selama perjalanannya menuju kampus, Naya berpikir sambil menyenderkan kepalanya di kaca mobil taksi online yang ia pesan.

Tadi malam ia diculik oleh dua orang lelaki yang tidak ia kenal. Lalu, tadi pagi ia tiba-tiba terbangun di sebuah kamar hotel mewah. Ia memeriksa dirinya sendiri, dan sangat yakin jika dirinya tidak diapa-apai oleh kedua orang yang menculiknya itu.

Naya juga turut mencek dompetnya, dan uang beserta kartu ATMnya masih utuh. Bahkan di kamar hotel itu, laptopnya pun juga masih ada di sana.

Lalu, apa tujuan dua orang itu menculiknya?

Naya tidak bisa memikirkan apa tujuan mereka menculiknya. Dan lagi, stickynote yang tertempel di atas nakas tadi. Naya sama sekali tidak mengerti dengan apa yang tertulis di sana.

Arghhh! Naya mengacak-ngacak rambutnya sendiri, terlalu bingung memikirkan apa yang sebenarnya telah terjadi.

•••

"Lo tau Azka gak Nay?" Lara bertanya pada Naya yang sedang jalan bersampingan dengannya. Kedua orang itu kini tengah berjalan bersamaan menuju ruang kelas, saat sebelumnya tak sengaja bertemu di depan parkiran.

Naya menggeleng, "nggak. Siapa tuh?"

"Idol. Masa lo gak tahu sih? Dia lagi kena skandal, katanya dia sering tidur sama banyak cewek. Hadeh, ganteng-ganteng kok gitu ya?" Lara tidak habis pikir.

Naya hanya mengangguk-angguk sebagai respon. Nampak tidak peduli dengan orang yang dibicarakan oleh temannya itu.

"Awalnya gue gak percaya gitu Nay, soalnya selama ini dia tuh gak pernah ada skandal yang jelek-jelek. Tapi pas tau ada fotonya gue langsung percaya!" Ucap Lara menggebu-gebu.

"Nih ya fotonya, coba lo lihat." Lara membuka foto Azka yang sedang berada di atas kasur dengan seorang wanita di sisi lelaki itu. Kemudian, dengan sengaja memperbesar foto yang ia dapat dari salah satu situs web yang memuat berita tentang Azka beberapa menit lalu.

Lara perbesar foto itu, yang lantas membuatnya mengernyit. Ia lihat foto di ponselnya, dan sosok Naya berada di sampingnya secara bergantian. "Nay! Cewek ini elo?" Tanyanya heboh setelah menyadari jika gadis yang ada di foto itu sangat mirip dengan temannya, atau bahkan gadis di foto itu memang sosok Naya.

Naya segera meraih ponsel Lara dari tangan gadis itu. Menatap lamat-lamat gadis yang ada di foto itu.

Dan dalam hitungan detik, Naya dibuat melotot. Gadis yang ada di foto itu benar-benar dirinya!

在 APP 繼續免費閱讀本書
掃碼下載 APP

最新章節

  • Fake Marriage   [10] - Bertemu Ayah Kevin

    Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Setelah selesai makan siang bersama, Naya lanjut berbincang dengan Azka mengenai pernikahan kontrak mereka. Dan ternyata perbincangan mereka menghabiskan cukup banyak waktu.Naya merapikan diri, dan bersiap-siap untuk pulang. "Mau kemana?" Tanya Azka."Pulang," Naya melangkahkan kakinya menuju pintu."Lo yakin?" Ucap Azka yg membuat langkah kaki Naya terhenti. "Setau gue sih, fans gue masih pada nunggu di depan rumah lo. Gak takut lo sama mereka?" Ucap Azka lagi, yang lantas membuat Naya refleks menepuk jidat. Ia hampir melupakan fans barbar Azka yang masih setia berdiri di depan rumahnya.Naya berbalik, menatap pada Azka yang bersandar pada tembok. "Terus gue harus tidur di mana? disini?"Azka mengedikkan bahu, "terserah lo. Gue sih gak keberatan kalau lo tinggal disini.""Nggak!" Naya menggeleng cepat."Kenapa?""Kamar lo cuman satu."Azka menaikkan salah satu alisnya. "Kenapa? Lo takut gue bakal ngapa-ngapain lo?" Azka melangkahkan kaki mendekat ke

  • Fake Marriage   [9] - Undangan

    Naya membuka pintu kamar apartemen dengan menggunakan access card yang sebelumnya diberikan oleh Azka. Setelah pintu terbuka, gadis itu masuk ke dalam. Ia melihat-lihat sekeliling. Apartemen itu terlihat besih dan sangat rapi, juga memiliki satu kamar di dalamnya.Tunggu... Satu kamar?! Naya melotot menyadari itu, tapi kemudian ia menggeleng membuang jauh pikiran itu. Mereka tidak akan tidur di satu kamar bukan?Naya duduk di sofa, matanya melihat pada tumpukan undangan yang berada di atas meja. Ia mengambil salah satu undangan itu dan membacanya.Naya mendengus membaca undangan itu. "Sampai sekarang gue masih gak percaya kalau gue bakalan nikah, mana nikah kontrak lagi." Benda pipih yang berada di dalam tas Naya berbunyi, dengan segera cewek itu mengambilnya. Dilihatnya, ada panggilan masuk dari Lara."Halo?" Ucapnya setelah menggeser ikon hijau yang ada di layar. Bisa Naya dengar melalui telepon bahwa Lara sedang berada di tempat yang banyak orang, terdengar sangat berisik."Nay, l

  • Fake Marriage   [8] - Protes Penggemar

    Saat ini, di tempat agensi yang menaungi Azka, dipenuhi oleh para penggemar dirinya. Mereka semua melakukn protes karena tidak terima dengan Azka yang akan menikah sebentar lagi.Azka melihat keluar, melalui jendela ruangannya. Halaman agensinya itu dipenuhi oleh penggemarnya sendiri. "Aku tidak menyangka mereka akan melakukan protes seperti ini." Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Ternyata CEO agensinya yang bernama Danil itu masuk. Lelaki itu duduk di sofa yang ada di sana. Azka pun ikut duduk bersebrangan dengannya."Jadi, ini maksudmu untuk mengatasinya sendiri? Aku bahkan terlalu terkejut mendengar kau akan menikahi wanita itu." Azka menghembuskan napasnya perlahan. "Aku juga tidak menyangka aku akan mengatasinya dengan cara seperti ini." Danil kemudian berdiri. "Yasudahlah, lagian ini juga sudah terjadi bukan? Para penggemarmu juga nantinya akan berhenti sendiri untuk melakukan protes, tidak mungkin juga kan mereka secara terus-terusan melarang idola mereka sendiri untuk me

  • Fake Marriage   [7] - Komentar Jahat

    Steve duduk sambil menonton acara infotainment yang menampilkan wajah cucunya itu di televisi.Ia tertawa senang, yang lantas menarik perhatian Dhiran yang ada di belakangnya."Lagi nonton apa, ayah?" Tanya Dhiran."Itu, Azka. Cucuku." Tunjuk Steve pada layar televisi yang menampilkan wajah Azka di sana.Dhiran mendengus, lalu ia ikut duduk di samping Steve. "Dhiran heran sama Azka. Kenapa dia tetap milih jadi aktor, daripada ngurusin perusahaan Dhiran."Steve mengedikkan bahu. "Mau gimana lagi? Itu kan memang pilihannya. Ia bahkan rela meninggalkan rumah, dan memilih pergi tanpa menyandang nama Charles di belakangnya.""Ngomong-ngomong, Ayah." Dhiran menatap serius ke arah Steve. "Bagaimana Ayah punya ide untuk membuat skandal seperti itu dan berhasil? Azka bahkan sampai kembali menginjakkan kakinya ke rumah ini lagi." Dhiran tidak habis pikir."Bertahun-tahun Dhiran mencoba membuat Azka untuk kembali menginjakkan kaki di rumah ini, tapi tidak pernah berhasil." Keluh Dhiran.Steve te

  • Fake Marriage   [6] - Wawancara

    Naya begitu gugup sekarang. Sebentar lagi wajahnya akan muncul di televisi. Dan pastinya wajahnya juga akan tersebar di media sosial."Kau baik-baik saja?" Rivi menghampiri Naya yang tampak terlihat gugup. "Kau gugup?""Ah? Ngga kok." Jawaban yang sama sekali tidak sinkron melihat dari wajahnya yang tampak begitu gugup.Selang beberapa menit, Azka akhirnya datang. Mereka berdua pun mulai ditanyai perihal hubungan asmara keduanya."Jadi, selama ini kalian sudah berpacaran selama 2 tahun ya? Dan ini kali pertama pacar kamu muncul di hadapan publik ya Azka?”"Iya. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Azka menjawab. "Dan ini pacar saya, namanya Kanaya Sivia dia seorang mahasiswi di salah satu universitas negeri di kota ini. Dan benar, ini kali pertama saya memperkenalkan Naya ke hadapan publik.""Kanaya, bagaimana rasanya mempunyai pacar seorang aktor yang sangat terkenal?"Ha? Aktor terkenal apaan? Ujar Naya dalam hati. Mati-matian gadis itu menahan untuk tidak memutar bola matanya mend

  • Fake Marriage   [5] - Foto PreWed

    NayaRa, izinan gue ya gamasuk kelas hari ini. PlizzzzLaraHa? Tumbenan lo gk masuk. Lo sakit apa gimana???NayaAdalah pokoknya. Ntar gue jelasin okeee???Naya mendengus. Sumpah! Dia tidak menyangka kalau dia harus menikah kontrak.Alih-alih menikah dengan sah dan bahagia dengan orang yang ia cintai, ia malah harus menikah kontrak dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.Arghhh! Dunia tidak adil!!! Naya berteriak dalam hati.DrtttNaya merasakan jika ponselnya bergetar, ia mencek ponselnya dan ada pesan masuk dari Rivi.RiviNaya. Saya dan Azka sudah smpai di tempat pre wed.Read.Naya memutar bola matanya usai membaca pesan masuk yang tadi. Lalu mengusap-ngusap dadanya sendiri dengan pelan. Sambil berucap, "sabar Naya, sabar."***"Rivi, dimana dia? Belum sampai juga?"Rivi menggeleng. "Belum, tapi aku sudah memberitahunya kalau kita sudah sampai."10 menit menunggu, akhirnya Naya pun datang. Azka melirik ke arah Naya, lalu berucap. "Gak bisa on time apa lo? 10 menit gue yang

  • Fake Marriage   [4] - Kontrak

    Azka tampak begitu gugup. Hari ini ia akan mengadakan konferensi pers, dan pada konferensi pers nanti dia akan berbohong kepada seluruh media, mengatakan jika wanita yang bersamanya semalam adalah calon istrinya.Padahal Azka mengenalnya saja tidak! Tetapi ia harus mengatakan pada media bahwa wanit

  • Fake Marriage   [3] - Saran Aneh

    Naya benar-benar dibuat shock melihat bahwa gadis yang ada di foto itu benar dirinya."Nay, lo saling kenal sama Azka? Atau lo one night stand sama dia?" Lara bertanya penasaran.Naya menggeleng-geleng. "Nggak! Gue gak kenal sama dia. Gue gak ngelakuin apa-apa sama dia sumpah!" Bantahnya."Terus? M

  • Fake Marriage   [1] - Jebakan

    Azka duduk menyenderkan tubuhnya di sofa. Lelaki itu tampak begitu lelah, usai melakukan pemotretan untuk cover sebuah majalah. Azka memijit kepalanya pelan, "setelah ini aku tidak ada jadwal apapun kan?" Rivi, yang merupakan manajer dari Azka itu mencek tablet di tangannya, kemudian menggeleng.

更多章節
探索並免費閱讀 優質小說
GoodNovel APP 免費暢讀海量優秀小說,下載喜歡的書籍,隨時隨地閱讀。
在 APP 免費閱讀書籍
掃碼在 APP 閱讀
DMCA.com Protection Status