Home / All / Fake Marriage / [5] - Foto PreWed

Share

[5] - Foto PreWed

Author: timah
last update publish date: 2026-04-07 21:25:22

Naya

Ra, izinan gue ya gamasuk kelas hari ini. Plizzzz

Lara

Ha? Tumbenan lo gk masuk.

Lo sakit apa gimana???

Naya

Adalah pokoknya.

Ntar gue jelasin okeee???

Naya mendengus. Sumpah! Dia tidak menyangka kalau dia harus menikah kontrak.

Alih-alih menikah dengan sah dan bahagia dengan orang yang ia cintai, ia malah harus menikah kontrak dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.

Arghhh! Dunia tidak adil!!! Naya berteriak dalam hati.

Drttt

Naya merasakan jika ponselnya bergetar, ia mencek ponselnya dan ada pesan masuk dari Rivi.

Rivi

Naya. Saya dan Azka sudah smpai di tempat pre wed.

Read.

Naya memutar bola matanya usai membaca pesan masuk yang tadi. Lalu mengusap-ngusap dadanya sendiri dengan pelan. Sambil berucap, "sabar Naya, sabar."

***

"Rivi, dimana dia? Belum sampai juga?"

Rivi menggeleng. "Belum, tapi aku sudah memberitahunya kalau kita sudah sampai."

10 menit menunggu, akhirnya Naya pun datang. Azka melirik ke arah Naya, lalu berucap. "Gak bisa on time apa lo? 10 menit gue yang berharga terbuang sia-sia cuman karna nungguin lo."

Naya mengerutkan dahinya. Apa? Waktunya terbuang sia-sia? Hello harusnya disini Naya yang bilang begitu karena ia harus melewatkan kuliahnya.

"Kok malah lo yang marah? Harusnya gue dong! Gue harus izin gak masuk kuliah cuman gara-gara foto pre wed yang gak penting ini."

Pertikaian keduanya jelas membuat karyawan-karyawan di toko menatap ke arah mereka.

"Sudah-sudah." Rivi menengahi. "Daripada waktu kalian semakin terbuang sia-sia. Lebih baik sekarang kalian langsung ganti pakaian oke?"

Naya dan Azka pun menuruti. Masing-masing dari mereka menuju ruang ganti, dan mengganti pakaian mereka.

Menghabiskan beberapa menit, akhirnya Azka dan Naya pun selesai berganti pakaian. Azka tampak begitu tampan dengan setelan jas berwarna hitam yang tampak pas di tubuhnya. Sedang Naya, tampak begitu cantik dengan gaun putihnya.

Azka menatap Naya dari atas sampai bawah. Membuat Naya tampak risih, "apaan sih lo liatin gue kaya gitu?!"

"Cantik juga lo," sahut Azka santai.

"Tanpa lo bilang juga, gue udah tahu kalau gue cantik."

"Harusnya lo senang dapat pujian dari orang ganteng kaya gue."

Naya memutar bola matanya. "Gue gak butuh pujian dari orang jelek kaya lo."

"Apa lo bilang?!?" Azka mulai geram.

"Sudah-sudah!" Rivi sedikit berteriak. Ia mulai pusing melihat pertengkaran kedua orang itu. Ia pun kemudian berjalan mendekat ke arah Naya dan Azka. Dan berbicara dengan sedikit berbisik. "Bisakah kalian berhenti? Dari tadi para karyawan melihat ke arah kalian. Bisa-bisa para karyawan tahu jika kalian bukanlah pasangan yang sudah berpacaran selama 2 tahun."

Setelah mendengar ucapan Rivi. Azka dan Naya pun diam, walaupun masing-masing dari mereka saling menatap dengan kesal.

"Apakah sudah siap? Kalau sudah kita akan mulai mengambil foto." Ujar Fotografer.

Azka dan Naya mulai berpose untuk pengambilan gambar.

"Bisakah kalian lebih dekat lagi? Kalian tampak seperti sedang bermusuhan dengan jarak yang begitu jauh."

Azka dan Naya membenarkan jarak mereka sesuai arahan dari fotografer.

Fotografer terus membidik, hingga akhirnya selesai yang memakan waktu hampir satu jam.

"Gila capek banget, mana gerah lagi." Naya menggerutu.

Rivi berjalan mendekati Naya. "Naya, pemotretan sudah selesai. Kamu bisa pulang sekarang."

"Oke..."

"Tapi jangan lupa besok."

Naya mengerutkan dahinya, "besok?"

"Iya. Besok kau dan Azka akan ada jadwal bersama untuk hadir di acara infotainment, mereka akan mewawancarai kalian perihal hubungan dan perihal pernikahan." Jelas Rivi yang membuat Naya shock.

"Gak!" Naya menolak. "Udah cukup foto pre wed gua gak mau kalau harus muncul di tv segala."

Azka yang mendengar penolakan dari Naya barusan mendekat, dan ikut berbicara. "Gak bisa. Lo harus mau!"

"Kenapa juga gue harus mau?"

"Karena lo udah neken kontrak sama gue."

Naya terdiam, gadis itu benar-benar kehabisan kata. Arghhh! Kontrak sialan.

***

Naya sekarang berada di rumahnya, juga ada Lara di sana.

"Lo kenapa gak masuk tadi?" Tanya Lara sambil memakan cemilannya.

"Abis foto pre wed sama Azka."

"Ohh..." Lara manggut-manggut.

"Terus besok gue harus datang ke acara infotainment bareng dia." Naya berucap pasrah.

"HAH APA?!" Lara shock dan hampir tersedak. "Lo bercanda kan Nay?"

"Gue serius Laraaaa. Dan gue gak bisa nolak karena gue udah neken kontrak sama Azka."

Lara tidak habis pikir. "Wahh gila lo Nay, lo seriusan mau muncul di tv?"

Naya tidak menjawab.

"Nay! Lo serius? Gue gak tanggung jawab ya, kalau lo kenapa-kenapa karena wajah lo muncul di tv."

Naya masih diam dan tidak menjawab, dia benar-benar pasrah sekarang. Ia juga tidak bisa menolak untuk datang ke acara itu karena ia sudah menekan kontrak dengan Azka.

Continue to read this book for free
Scan code to download App

Latest chapter

  • Fake Marriage   [10] - Bertemu Ayah Kevin

    Waktu menunjukkan pukul 5 sore. Setelah selesai makan siang bersama, Naya lanjut berbincang dengan Azka mengenai pernikahan kontrak mereka. Dan ternyata perbincangan mereka menghabiskan cukup banyak waktu.Naya merapikan diri, dan bersiap-siap untuk pulang. "Mau kemana?" Tanya Azka."Pulang," Naya melangkahkan kakinya menuju pintu."Lo yakin?" Ucap Azka yg membuat langkah kaki Naya terhenti. "Setau gue sih, fans gue masih pada nunggu di depan rumah lo. Gak takut lo sama mereka?" Ucap Azka lagi, yang lantas membuat Naya refleks menepuk jidat. Ia hampir melupakan fans barbar Azka yang masih setia berdiri di depan rumahnya.Naya berbalik, menatap pada Azka yang bersandar pada tembok. "Terus gue harus tidur di mana? disini?"Azka mengedikkan bahu, "terserah lo. Gue sih gak keberatan kalau lo tinggal disini.""Nggak!" Naya menggeleng cepat."Kenapa?""Kamar lo cuman satu."Azka menaikkan salah satu alisnya. "Kenapa? Lo takut gue bakal ngapa-ngapain lo?" Azka melangkahkan kaki mendekat ke

  • Fake Marriage   [9] - Undangan

    Naya membuka pintu kamar apartemen dengan menggunakan access card yang sebelumnya diberikan oleh Azka. Setelah pintu terbuka, gadis itu masuk ke dalam. Ia melihat-lihat sekeliling. Apartemen itu terlihat besih dan sangat rapi, juga memiliki satu kamar di dalamnya.Tunggu... Satu kamar?! Naya melotot menyadari itu, tapi kemudian ia menggeleng membuang jauh pikiran itu. Mereka tidak akan tidur di satu kamar bukan?Naya duduk di sofa, matanya melihat pada tumpukan undangan yang berada di atas meja. Ia mengambil salah satu undangan itu dan membacanya.Naya mendengus membaca undangan itu. "Sampai sekarang gue masih gak percaya kalau gue bakalan nikah, mana nikah kontrak lagi." Benda pipih yang berada di dalam tas Naya berbunyi, dengan segera cewek itu mengambilnya. Dilihatnya, ada panggilan masuk dari Lara."Halo?" Ucapnya setelah menggeser ikon hijau yang ada di layar. Bisa Naya dengar melalui telepon bahwa Lara sedang berada di tempat yang banyak orang, terdengar sangat berisik."Nay, l

  • Fake Marriage   [8] - Protes Penggemar

    Saat ini, di tempat agensi yang menaungi Azka, dipenuhi oleh para penggemar dirinya. Mereka semua melakukn protes karena tidak terima dengan Azka yang akan menikah sebentar lagi.Azka melihat keluar, melalui jendela ruangannya. Halaman agensinya itu dipenuhi oleh penggemarnya sendiri. "Aku tidak menyangka mereka akan melakukan protes seperti ini." Tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Ternyata CEO agensinya yang bernama Danil itu masuk. Lelaki itu duduk di sofa yang ada di sana. Azka pun ikut duduk bersebrangan dengannya."Jadi, ini maksudmu untuk mengatasinya sendiri? Aku bahkan terlalu terkejut mendengar kau akan menikahi wanita itu." Azka menghembuskan napasnya perlahan. "Aku juga tidak menyangka aku akan mengatasinya dengan cara seperti ini." Danil kemudian berdiri. "Yasudahlah, lagian ini juga sudah terjadi bukan? Para penggemarmu juga nantinya akan berhenti sendiri untuk melakukan protes, tidak mungkin juga kan mereka secara terus-terusan melarang idola mereka sendiri untuk me

  • Fake Marriage   [7] - Komentar Jahat

    Steve duduk sambil menonton acara infotainment yang menampilkan wajah cucunya itu di televisi.Ia tertawa senang, yang lantas menarik perhatian Dhiran yang ada di belakangnya."Lagi nonton apa, ayah?" Tanya Dhiran."Itu, Azka. Cucuku." Tunjuk Steve pada layar televisi yang menampilkan wajah Azka di sana.Dhiran mendengus, lalu ia ikut duduk di samping Steve. "Dhiran heran sama Azka. Kenapa dia tetap milih jadi aktor, daripada ngurusin perusahaan Dhiran."Steve mengedikkan bahu. "Mau gimana lagi? Itu kan memang pilihannya. Ia bahkan rela meninggalkan rumah, dan memilih pergi tanpa menyandang nama Charles di belakangnya.""Ngomong-ngomong, Ayah." Dhiran menatap serius ke arah Steve. "Bagaimana Ayah punya ide untuk membuat skandal seperti itu dan berhasil? Azka bahkan sampai kembali menginjakkan kakinya ke rumah ini lagi." Dhiran tidak habis pikir."Bertahun-tahun Dhiran mencoba membuat Azka untuk kembali menginjakkan kaki di rumah ini, tapi tidak pernah berhasil." Keluh Dhiran.Steve te

  • Fake Marriage   [6] - Wawancara

    Naya begitu gugup sekarang. Sebentar lagi wajahnya akan muncul di televisi. Dan pastinya wajahnya juga akan tersebar di media sosial."Kau baik-baik saja?" Rivi menghampiri Naya yang tampak terlihat gugup. "Kau gugup?""Ah? Ngga kok." Jawaban yang sama sekali tidak sinkron melihat dari wajahnya yang tampak begitu gugup.Selang beberapa menit, Azka akhirnya datang. Mereka berdua pun mulai ditanyai perihal hubungan asmara keduanya."Jadi, selama ini kalian sudah berpacaran selama 2 tahun ya? Dan ini kali pertama pacar kamu muncul di hadapan publik ya Azka?”"Iya. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Azka menjawab. "Dan ini pacar saya, namanya Kanaya Sivia dia seorang mahasiswi di salah satu universitas negeri di kota ini. Dan benar, ini kali pertama saya memperkenalkan Naya ke hadapan publik.""Kanaya, bagaimana rasanya mempunyai pacar seorang aktor yang sangat terkenal?"Ha? Aktor terkenal apaan? Ujar Naya dalam hati. Mati-matian gadis itu menahan untuk tidak memutar bola matanya mend

  • Fake Marriage   [5] - Foto PreWed

    NayaRa, izinan gue ya gamasuk kelas hari ini. PlizzzzLaraHa? Tumbenan lo gk masuk. Lo sakit apa gimana???NayaAdalah pokoknya. Ntar gue jelasin okeee???Naya mendengus. Sumpah! Dia tidak menyangka kalau dia harus menikah kontrak.Alih-alih menikah dengan sah dan bahagia dengan orang yang ia cintai, ia malah harus menikah kontrak dengan seseorang yang bahkan tidak ia kenal.Arghhh! Dunia tidak adil!!! Naya berteriak dalam hati.DrtttNaya merasakan jika ponselnya bergetar, ia mencek ponselnya dan ada pesan masuk dari Rivi.RiviNaya. Saya dan Azka sudah smpai di tempat pre wed.Read.Naya memutar bola matanya usai membaca pesan masuk yang tadi. Lalu mengusap-ngusap dadanya sendiri dengan pelan. Sambil berucap, "sabar Naya, sabar."***"Rivi, dimana dia? Belum sampai juga?"Rivi menggeleng. "Belum, tapi aku sudah memberitahunya kalau kita sudah sampai."10 menit menunggu, akhirnya Naya pun datang. Azka melirik ke arah Naya, lalu berucap. "Gak bisa on time apa lo? 10 menit gue yang

  • Fake Marriage   [3] - Saran Aneh

    Naya benar-benar dibuat shock melihat bahwa gadis yang ada di foto itu benar dirinya."Nay, lo saling kenal sama Azka? Atau lo one night stand sama dia?" Lara bertanya penasaran.Naya menggeleng-geleng. "Nggak! Gue gak kenal sama dia. Gue gak ngelakuin apa-apa sama dia sumpah!" Bantahnya."Terus? M

  • Fake Marriage   [2] - Foto

    "Apakah itu semua benar?""Apakah benar tadi malam Anda tidur dengan seorang wanita?""Tolong berikan komentar Anda."Azka berjalan dengan kedua tangan yang menutupi wajah, menghindari pertanyaan juga blitz kamera dari para wartawan.Mampu masuk ke dalam gedung agensinya dengan berdesakan melewati

  • Fake Marriage   [1] - Jebakan

    Azka duduk menyenderkan tubuhnya di sofa. Lelaki itu tampak begitu lelah, usai melakukan pemotretan untuk cover sebuah majalah. Azka memijit kepalanya pelan, "setelah ini aku tidak ada jadwal apapun kan?" Rivi, yang merupakan manajer dari Azka itu mencek tablet di tangannya, kemudian menggeleng.

  • Fake Marriage   [4] - Kontrak

    Azka tampak begitu gugup. Hari ini ia akan mengadakan konferensi pers, dan pada konferensi pers nanti dia akan berbohong kepada seluruh media, mengatakan jika wanita yang bersamanya semalam adalah calon istrinya.Padahal Azka mengenalnya saja tidak! Tetapi ia harus mengatakan pada media bahwa wanit

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status