Mag-log inCarlos berjalan keluar aula dengan langkah panjang dan wajah dingin. Suasana malam terasa lebih pengap dari biasanya.
Sorakan tadi, pelukan Azalea dan Mike, cincin di jari Azalea. Semuanya terus terbayang di kepalanya dan membuat suasana hatinya kacau.
Carlos membuka pintu mobilnya kasar. Namun sebelum sempat masuk, Raisa datang dengan langkah berat. Ia menahan pintu mobil.
Plak!
Sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Carlos langsung menoleh tajam. Raisa berdir
Azalea berlari keluar dari kamarnya sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Wajahnya terlihat panik.Langkahnya cepat menuruni tangga rumah. Di ruang makan, Rose dan Bryan sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.Ada nasi goreng, telur dadar, dan teh hangat di atas meja. Rose yang sedang menuang teh langsung menoleh.Bryan juga ikut mengangkat kepala. Keduanya tampak heran.“Loh?”“Bukannya kamu tidur di rumah Carlos? Kenapa keluar dari kamar?” tanya Rose bingung.Azalea bahkan tidak sempat duduk. “Nanti aja jelasinnya, Bu. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”Rose dan Bryan langsung saling pandang. “Rumah sakit?”
Azalea langsung mendesah panjang. “Emangnya kenapa?”Mike berkedip bingung.Azalea menatapnya datar. “Nggak boleh gue udah terbiasa sama hal begitu?”Mike langsung terdiam.Azalea melanjutkan santai. “Lo sama Leon juga pasti udah sering kan?”Wajah Mike langsung memerah.“AZALEA!”Azalea malah terkekeh kecil melihat reaksinya.“Apaan?”Mike menutup wajahnya sebentar.“Bukan gitu maksud gue. Sumpah.” Ia menghela napas panjang.“Gue cuma nggak nyangka aja.”Azalea yang tadinya bercanda perlahan kembali terdiam. Ia tahu Mike tidak sedang menghakiminya. Pria itu memang hanya terkejut.Namun tetap saja membahas semua itu membuat Azalea kembali teringat pada Carlos. Dan itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.Akhirnya ia berdiri dari sofa. “Ya udahlah. Nggak usah dibahas lagi.”Mike memperh
Mobil Mike akhirnya berhenti tepat di depan rumah Azalea. Lampu jalan menerangi dua rumah yang berdampingan itu. Rumah Azalea yang sederhana. Dan rumah Carlos yang jauh lebih besar dan mewah tepat di sebelahnya.Mike mematikan mesin mobil lalu turun terlebih dahulu. Ia berjalan ke belakang mobil dan mengambil salah satu karung cabe hasil panen tadi. Azalea langsung ikut turun dengan panik kecil di dalam hati. Karena Mike sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya rumah di sebelah itu adalah rumah tempat Azalea tinggal bersama Carlos.Dan lebih parahnya lagi… Mereka sudah menikah.Mike mengangkat karung cabe itu ke pundaknya.“Gue bawain masuk.”Azalea langsung menggeleng cepat. “Nggak usah, nanti gue bawa sendiri aja.”Mike tertawa kecil. “Ini berat banget. Udah nggak papa.”Azalea menggigit bibirnya gugup.Akhirnya ia tidak punya pilihan selain membuka pintu pagar rumahnya sendiri.
Lampu club malam berkelap-kelip memenuhi ruangan. Musik berdentum keras. Orang-orang menari sambil tertawa dan menikmati alkohol.Namun di salah satu sofa VIP Carlos justru duduk diam sambil meminum whiskeynya perlahan. Kemeja hitamnya terbuka beberapa kancing.Tatapannya kosong. Pikirannya penuh.“WOI!”Alex datang dengan heboh sambil langsung duduk di samping Carlos.“Gue denger Azalea pacaran sama Mike?!”Carlos langsung mendecakkan lidah kesal.“Gue juga nggak ngerti.” Ia meminum whiskeynya lagi. “Kenapa Azalea tiba-tiba berubah begitu?”Alex mengangkat alis.Carlos mengusap rambutnya frustrasi. “Dia sekarang jadi sering dandan.”“Sering pergi sama Mike. Bahkan jadi punya pacar.”Nada suaranya terdengar makin kesal tiap mengucapkan itu.Alex malah tertawa keras. “HAHAHA MAMPUSS!”Carlos langsung melotot.
Azalea baru saja keluar dari gedung kelas sambil membawa laptop di pelukannya.“Hei, Azalea!”Mike melambaikan tangan dari parkiran kampus sambil tersenyum. Ia memakai jaket hitam dan berdiri di samping mobilnya.Citra yang berjalan di samping Azalea langsung menyeringai jahil.“Wihhhh. Sekarang ada yang jemput terus nih.”Azalea langsung mendelik malu.“Citra…”Mike malah tertawa kecil sambil menghampiri mereka.“Nggak salah kan jemput pacar sendiri?”Citra langsung heboh sendiri. “Duh manis banget.”Azalea cuma bisa memijat pelipisnya pelan. Namun tiba-tiba sebuah suara lain terdengar.“Azalea.”Ketiganya langsung menoleh. Leon berdiri beberapa meter dari sana. Wajahnya terlihat lelah. Matanya bahkan sedikit sembab seperti kurang tidur.Begitu melihat Mike berdiri dekat Azalea, ekspresi Leon langsung berubah tidak
Esok paginya pintu kamar terbuka perlahan. Carlos masuk dengan langkah sedikit sempoyongan. Kemejanya kusut. Rambutnya berantakan. Bau alkohol bercampur parfum wanita langsung memenuhi ruangan.Matanya tampak lelah, namun begitu melihat Azalea yang masih tertidur di atas ranjang, ekspresinya perlahan melunak.Carlos mendekat pelan. Lalu tanpa ragu merebahkan dirinya di sisi Azalea. Tangannya langsung memeluk tubuh Azalea dari belakang.Bahkan wajahnya mendekat dan mencium leher Azalea pelan.Azalea yang terbangun refleks langsung tersentak. “Carlos!”Ia buru-buru mendorong tubuh pria itu menjauh.“Jangan cium-cium gue!”Carlos mengernyit sambil memejamkan mata lelah.“Kenapa?” Ia membuka matanya perlahan lalu menatap Azalea.“Karena sekarang lo udah punya pacar?”Nada suaranya terdengar sinis.Azalea langsung menatap tajam. “Apa hubungannya? Apa gue ngga
Azalea mencoba mendorong kepala Carlos, tapi Carlos melepaskan dasinya dan mengikat tangan Azalea ke belakang.“Jangan hentiin gue!” katanya dengan mata penuh amarah, “lo udah bikin gue marah malam ini, sekarang ... terima hukuman dari gue,” lanjutnya sambil menggendong Azalea dan mereba
Acara pesta masih berlangsung meriah dengan musik dan obrolan para tamu yang memenuhi ballroom.Namun karena waktu sudah cukup malam, Carlos akhirnya memutuskan untuk pulang lebih dulu bersama Azalea.Mereka berjalan keluar hotel bersama Mike yang ikut mengantar sampai depan lobby.
Alunan musik di ballroom perlahan berubah menjadi lebih lembut dan romantis. Lampu utama diredupkan sedikit, sementara area tengah mulai dipenuhi pasangan-pasangan yang berjalan menuju lantai dansa.Suasana pesta berubah jauh lebih hangat.Carlos yang sedari tadi masih berdiri di sa
Begitu mobil berhenti di depan gedung hotel mewah tempat pesta berlangsung, Azalea langsung menarik napas panjang.Lampu-lampu kristal berkilauan memenuhi area depan ballroom. Deretan mobil mahal terparkir rapi, sementara para tamu datang dengan pakaian elegan dan wajah-wajah yang sering m







