Share

Chapter 5

last update publish date: 2026-05-11 14:23:13

Carlos makin mendekatkan wajahnya. Tatapannya turun ke bibir Azalea yang langsung membuat Azalea salah tingkah sendiri. Jantungnya mulai nggak karuan. Entah kenapa, dia nggak tahu harus ngomong apa.

Napas Carlos terasa dekat banget. Azalea bahkan tanpa sadar mulai memejamkan mata pelan. Tapi… Bukannya mencium, Carlos malah berhenti.

“Lo belum pernah pacaran sebelumnya, kan?” tanyanya tiba-tiba dengan nada santai.

Azalea langsung buka mata.

Carlos masih menatap dia sambil senyum tipis penuh godaan.

“Berarti…” Carlos mendekat sedikit lagi. “Gue first kiss lo?”

Wajah Azalea langsung merah padam.

Bruk!

Dia langsung mendorong dada Carlos kuat-kuat.

“Jangan pernah sentuh gue lagi!” bentaknya malu sekaligus kesal.

Carlos malah ketawa kecil melihat reaksinya. Azalea langsung pergi cepat ke kamar mandi sambil menutup pintu cukup keras.

Begitu masuk, dia langsung nyender di wastafel sambil napas buru-buru. Tangannya cepat nyalain air lalu membasuh wajahnya sendiri.

“Sadarlah, Azalea…” gumamnya pelan sambil menatap pantulan dirinya di cermin. “Jangan gampang kebawa!”

Dia menarik napas panjang. “Ini cuma pernikahan kontrak. Dan Carlos itu playboy.”

Sementara di luar, Carlos masih berdiri santai sambil senyum kecil. Entah kenapa dia puas banget ngeledekin Azalea barusan.

“Lucu juga…” gumamnya pelan.

Tak lama kemudian, ponselnya berdering. Carlos langsung ngangkat tanpa lihat layar.

“Ya?”

“Lo serius nikah sama Azalea?!” suara Alex langsung teriak dari seberang telepon.

Carlos langsung menjauhkan ponselnya sebentar. “Anjir, kenceng banget.”

“Jawab dulu!”

Carlos mengernyit. “Dari mana lo tahu?”

Alex langsung ketawa nggak percaya. “Raisa ngamuk-ngamuk di kampus, bro. Dia bilang lo mutusin dia terus nikah sama sahabat kecil lo.”

Carlos mendesah sambil duduk di pinggir sofa. “Ya gimana… gue kemarin emang berantem hebat sama Raisa.”

Alex langsung penasaran. “Serius?”

Carlos nyender malas. “Iya. Dia bilang… kalau dia nggak selingkuh, apa gue bakal nikah sama dia dibanding Azalea.”

“Terus?”

Carlos ketawa kecil. “Nggak lah. Gue dijodohin, mana bisa gue milih pengantin gue sendiri.”

Alex langsung ngakak keras. “Gila… gue masih nggak nyangka lo beneran nikah.”

Carlos cuma senyum tipis sambil melirik pintu kamar mandi tempat Azalea masih ngumpet.

Lalu Alex kembali ngomong dengan nada jahil. “Jadi malam ini lo bakal malam pertama sama Azalea dong?”

Carlos mengangkat alis.

Alex ketawa lagi. “Inget, pelan-pelan. Jangan bikin dia kesakitan.”

Carlos malah terkekeh santai sambil menyandarkan kepala ke sofa.

“Tenang aja,” katanya penuh percaya diri. “Gue paling ahli bikin cewek melayang.”

“Buset.” Alex langsung siulan dari seberang sana. “Selamat ya, bro.”

Carlos cuma tertawa kecil. Lalu mematikan ponselnya.

***

Beberapa saat kemudian, Azalea duduk di atas ranjang dengan piyama panjang berwarna cream. Rambut pendeknya sudah sedikit lembap, sementara tangannya sibuk memegang ponsel sambil pura-pura fokus membaca sesuatu.

Namun tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka. Carlos keluar dengan hanya handuk melilit di pinggangnya. Rambutnya masih basah, tetesan air turun melewati leher hingga dada bidangnya yang terbuka begitu saja.

Pria itu memilih duduk santai di sisi ranjang yang membuat Azalea langsung kaku. Sialnya… badan Carlos memang terlalu bagus buat diabaikan.

Perut sixpack itu makin bikin Azalea salah fokus. Ia langsung buru-buru menarik selimut sampai hampir menutupi wajahnya.

“K-kenapa lo nggak pakai baju sih?” protesnya cepat.

Carlos menoleh santai. “Lupa bawa.”

Azalea langsung melotot. “Jangan bercanda!”

Carlos malah kelihatan santai banget sambil mengusap rambutnya pakai handuk kecil.

“Cepet pakai baju atau—”

“Atau apa?” potong Carlos sambil menaikkan alis jahil.

Azalea langsung terdiam.

Carlos malah senyum miring. “Lagian nanti juga dilepas lagi. Ngapain pakai baju segala?”

Bug!

Bantal langsung melayang ke wajah Carlos.

“Gue nggak sudi disentuh sama cowok kayak lo!” bentak Azalea kesal sekaligus malu.

Bantal itu jatuh ke pangkuan Carlos. Namun kali ini Carlos nggak ketawa. Ekspresinya perlahan berubah.

“Cowok kayak gue?” ulangnya pelan.

Azalea langsung sadar ucapannya mungkin keterlaluan. Tapi karena gengsi, ia tetap mengangkat dagu.

“Maksud lo apaan?”

Azalea menggigit bibir bawahnya sebentar sebelum akhirnya bicara pelan.

“Ya… lo kan punya banyak mantan. Banyak gebetan.” Tatapannya mulai turun. “Mungkin buat lo ini hal biasa.”

Carlos diam mendengarkan.

“Tapi buat gue… Ini penting,” suara Azalea mengecil.

Ia meremas ujung selimut pelan.

“Buat gue… kehormatan itu nggak bisa dikasih sembarangan orang.”

Carlos menatap Azalea beberapa detik tanpa bercanda lagi seperti biasanya. Lalu perlahan mendekat dan menyingkap selimut yang menutup tubuh Azalea, menarik kakinya hingga tubuh Azalea mendekat.

Carlos langsung menerkam Azalea dan tepat berada di atas tubuh Azela. Tetesan rambut Carlos mengenai wajah Azalea yang menegang dengan napas yang mulai tersendat.

“Lo ... mau apa?” tanya Azalea panik.

“Azalea,” ucap Carlos pelan.

Jantung Azalea langsung berdebar lagi.

“Kita udah nikah secara hukum dan agama.”

Azalea menelan ludah gugup.

Carlos menatap matanya lekat-lekat, jemarinya mengusap pelipis Azalea dengan pelan.

“Jadi nggak ada lagi yang namanya kehormatan diantara kita.”

Tangan Carlos turun, menyentuh dagu Azalea supaya gadis itu menatapnya.

“Karena mulai malam ini…” bisiknya pelan, “gue suami lo.”

Carlos menatap Azalea beberapa detik tanpa melepas wajah gadis itu. Napas mereka terasa saling bertabrakan dalam jarak yang terlalu dekat.

Dan detik berikutnya, Carlos langsung mencium bibir Azalea. Mata Azalea langsung membesar. Tangannya refleks menepuk dada Carlos pelan, mencoba menjauh karena terkejut dengan tindakan tiba-tiba itu.

Namun Carlos menahan tubuhnya, membuat jarak di antara mereka semakin rapat. Ciuman itu awalnya terasa asing bagi Azalea. Jantungnya berdetak sangat cepat sampai membuat kepalanya kosong.

Ciuman itu perlahan turun ke leher Azalea, lembut, hangat dan mendebarkan.

“Ca-carlos…” bisik Azalea pelan di sela napasnya.

Namun Carlos tidak berhenti, jemarinya melepaskan kancing piyama Azalea satu persatu, membuat tubuhnya yang tertutup terekspos dalam sekali tarikan.

Azalea langsung mendorong tubuh Carlos dan menatapnya dengan mata berkaca-kaca.

“Kenapa?” tanya Carlos dengan nada kecewa. “Lo mau berhenti?” tanyanya.

Azalea terdiam, seolah bingung dengan apa yang sedang mereka lakukan saat ini.

Carlos menatap tubuh Azalea yang seksi, ini pertama kalinya ia melihat karena selama ini tubuh Azalea selalu tertutup kaos oversizenya. Jemari Carlos menyentuh bibir Azalea, mengusapnya dengan jempolnya.

“Lo belum pernah kan? Gue ... janji bakal bikin lo keenakkan. Tapi ...” jemari itu turun menelusuri leher Azalea, mengusap atas dadanya dengan lembut.

Jantung Azalea berdetak semakin cepat. Ia harusnya menolak, ia harusnya menghentikannya. Tapi, entah kenapa Azalea hanya diam menantikan sesuatu yang mungkin sudah Azalea bayangkan sebelumnya.

Carlos berhenti tepat di tengah-tengah titik sensitif Azaela, menekannya sedikit dan mencubitnya.

“Ahh,” desahan kecil lolos dari bibir Azalea.

“Kalo lo mau berhenti, bilang aja. Gue nggak akan maksa,” lanjut Carlos. Tanpa menunggu jawaban, ia melepaskan kain terakhir yang menutupi dada Azalea. Membuatnya mencuat keluar.

Carlos menelan ludahnya dengan susah payah. Baginya mungkin ini bukanlah yang pertama kali. Tapi, sadar siapa yang ada di bawahnya membuat Carlos juga merasakan degup jantung yang tak berarturan.

Tubuh Azalea yang tadinya tegang perlahan mengendur. Matanya menutup pelan, sementara jemarinya tanpa sadar meremas lengan Carlos cukup kuat.

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (246)
goodnovel comment avatar
Razi Maulidi
duhh bikin penasaran...
goodnovel comment avatar
mayasaryi246
Aku semakin penasaran melihat perkembangan hubungan mereka setelah bab ini
goodnovel comment avatar
sintaparilia56
Chemistry mereka semakin berkembang dengan cara yang manis
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 52

    Tak lama kemudian, makanan yang dipesan Carlos untuk Azalea akhirnya datang. Aroma burger hangat langsung memenuhi ruangan.Bersamaan dengan itu, petugas rumah sakit juga mengantarkan makan siang Carlos. Sebuah nampan berisi bubur ayam, sup bening, dan beberapa potong buah.Carlos langsung menatap nampan itu seolah sedang melihat hukuman hidup."Ini makanan atau siksaan?"Azalea yang sedang membuka bungkus burger langsung mendelik."Udah syukur dikasih makan."Carlos mendesah panjang."Kok hidup gue menyedihkan banget sih."Meski mengeluh, akhirnya mereka mulai makan. Ruangan menjadi tenang. Hanya terdengar suara plastik burger dan sendok yang sesekali menyentuh mangkuk.A

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 51

    Sudah lebih dari satu jam Azalea duduk di kursi samping ranjang rumah sakit. Awalnya ia sempat membaca materi kuliah dari ponselnya.Lalu mencoba bermain game. Namun pada akhirnya ia hanya melamun sambil sesekali melihat infus Carlos.Pria itu masih tertidur. Atau setidaknya begitulah yang Azalea kira. Karena merasa bosan, Azalea akhirnya menghubungi Citra.Panggilan langsung tersambung."Halo?"Suara Citra terdengar heboh seperti biasa."Lo di mana? Dosennya udah masuk nih."Azalea menghela napas. "Gue nggak bisa masuk hari ini."Citra langsung penasaran."Hah? Kenapa?"Azalea melirik ke arah Carlos yang masih tampak tertidur.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 50

    Azalea berlari keluar dari kamarnya sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Wajahnya terlihat panik.Langkahnya cepat menuruni tangga rumah. Di ruang makan, Rose dan Bryan sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.Ada nasi goreng, telur dadar, dan teh hangat di atas meja. Rose yang sedang menuang teh langsung menoleh.Bryan juga ikut mengangkat kepala. Keduanya tampak heran.“Loh?”“Bukannya kamu tidur di rumah Carlos? Kenapa keluar dari kamar?” tanya Rose bingung.Azalea bahkan tidak sempat duduk. “Nanti aja jelasinnya, Bu. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”Rose dan Bryan langsung saling pandang. “Rumah sakit?”

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 49

    Azalea langsung mendesah panjang. “Emangnya kenapa?”Mike berkedip bingung.Azalea menatapnya datar. “Nggak boleh gue udah terbiasa sama hal begitu?”Mike langsung terdiam.Azalea melanjutkan santai. “Lo sama Leon juga pasti udah sering kan?”Wajah Mike langsung memerah.“AZALEA!”Azalea malah terkekeh kecil melihat reaksinya.“Apaan?”Mike menutup wajahnya sebentar.“Bukan gitu maksud gue. Sumpah.” Ia menghela napas panjang.“Gue cuma nggak nyangka aja.”Azalea yang tadinya bercanda perlahan kembali terdiam. Ia tahu Mike tidak sedang menghakiminya. Pria itu memang hanya terkejut.Namun tetap saja membahas semua itu membuat Azalea kembali teringat pada Carlos. Dan itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.Akhirnya ia berdiri dari sofa. “Ya udahlah. Nggak usah dibahas lagi.”Mike memperh

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 48

    Mobil Mike akhirnya berhenti tepat di depan rumah Azalea. Lampu jalan menerangi dua rumah yang berdampingan itu. Rumah Azalea yang sederhana. Dan rumah Carlos yang jauh lebih besar dan mewah tepat di sebelahnya.Mike mematikan mesin mobil lalu turun terlebih dahulu. Ia berjalan ke belakang mobil dan mengambil salah satu karung cabe hasil panen tadi. Azalea langsung ikut turun dengan panik kecil di dalam hati. Karena Mike sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya rumah di sebelah itu adalah rumah tempat Azalea tinggal bersama Carlos.Dan lebih parahnya lagi… Mereka sudah menikah.Mike mengangkat karung cabe itu ke pundaknya.“Gue bawain masuk.”Azalea langsung menggeleng cepat. “Nggak usah, nanti gue bawa sendiri aja.”Mike tertawa kecil. “Ini berat banget. Udah nggak papa.”Azalea menggigit bibirnya gugup.Akhirnya ia tidak punya pilihan selain membuka pintu pagar rumahnya sendiri.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 47

    Lampu club malam berkelap-kelip memenuhi ruangan. Musik berdentum keras. Orang-orang menari sambil tertawa dan menikmati alkohol.Namun di salah satu sofa VIP Carlos justru duduk diam sambil meminum whiskeynya perlahan. Kemeja hitamnya terbuka beberapa kancing.Tatapannya kosong. Pikirannya penuh.“WOI!”Alex datang dengan heboh sambil langsung duduk di samping Carlos.“Gue denger Azalea pacaran sama Mike?!”Carlos langsung mendecakkan lidah kesal.“Gue juga nggak ngerti.” Ia meminum whiskeynya lagi. “Kenapa Azalea tiba-tiba berubah begitu?”Alex mengangkat alis.Carlos mengusap rambutnya frustrasi. “Dia sekarang jadi sering dandan.”“Sering pergi sama Mike. Bahkan jadi punya pacar.”Nada suaranya terdengar makin kesal tiap mengucapkan itu.Alex malah tertawa keras. “HAHAHA MAMPUSS!”Carlos langsung melotot.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 36

    Esok paginya, Azalea langsung terbangun dengan panik. Matanya membesar saat menyadari sisi ranjang di sebelahnya kosong.“Carlos?”Ia langsung duduk sambil melihat sekitar kamar. Selimut di sisi Carlos sudah rapi. Tanda pria itu sudah bangun sejak tadi.Azalea bur

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 35

    Mobil Carlos dan Azalea akhirnya sampai di rumah saat malam sudah cukup larut. Tubuh mereka sama-sama terasa lelah setelah seharian penuh kegiatan.Mulai dari panjat tebing… Bertengkar… Sampai ikut panen kentang di kebun. Begitu masuk rumah, keduanya langsung bergantian membe

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 34

    Malam akhirnya tiba. Udara kebun terasa jauh lebih dingin dibanding siang tadi. Lampu-lampu kuning kecil menyala di rumah sederhana milik Rose dan Bryan yang memang biasa mereka gunakan untuk beristirahat saat mengurus kebun sampai malam.Rumah kayu itu sederhana, hangat, dan penuh aroma m

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 33

    Mobil Carlos akhirnya memasuki area perkebunan yang luas. Hamparan tanah cokelat dan tanaman kentang terlihat memenuhi area kebun dengan para petani yang masih sibuk memanen hasil panen sore itu.Azalea langsung membuka pintu mobil lebih dulu tanpa menunggu Carlos. Udara kebun yang segar l

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status