Sampai Maut Memisahkan Cinta

Sampai Maut Memisahkan Cinta

last updateLast Updated : 2026-07-02
By:  Stary DreamUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
14Chapters
382views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

Ketika kamu pergi, seluruh hidupku ikut mati.. Tak ada lagi alasan untukku menatap dunia.. semua percuma tanpa ada senyum manismu.. Tak ada lagi yang bisa kulakukan disini.. semua sia-sia karena kamu yang memilih pergi.. Aku mencintaimu sampai maut memisahkan. Seperti janji kita saat dahulu.. Tapi kenapa semesta lebih menyayangimu? **** Nicho harus kehilangan istri yang dicintainya untuk selamanya. Setiap hari, ia berdoa merayu malaikat maut untuk menjemput ajalnya. Namun jiwa yang rapuh itu kembali menguat akan kehadiran seorang wanita yang mampu menyinari kehidupannya. Seorang wanita yang mirip sekali dengan mendiang istrinya.. Wanita yang rupanya datang untuk menyibak pengkhianatan yang telah terjadi di masa lalu..

View More

Chapter 1

Bab 1

"Kanker ovarium."

Dengan mulut bergetar, Citra menyebutkan diagnosa yang tertulis di atas kertas. Helaan nafasnya begitu berat, wajahnya tak mampu tegak untuk membalas tatapan kedua sahabatnya.

Hari ini, dunia kedua pasangan ini sudah hancur karena selembar kertas. Sebuah penyakit yang mengantarkan Bunga ke batas tipis antara hidup dan kematian.

Nicho merasa dunianya berhenti berputar. Ia mengerjap meneliti wajah Citra yang tertunduk disana. Bibirnya kelu. Air mata mulai menggenang menyibak netranya. Ia merasa semuanya begitu gelap.

Penyakit itu... bukankah itu penyakit yang akan mengantarkan istrinya ke kematian?

"Apa masih ada harapan?" Tanya Bunga.

Nicho dan Citra tersentak. Mereka menoleh pada Bunga. Menatap wajah sendu yang duduk di sisi suaminya. Wajah cantik yang berubah tirus dan pucat. Tubuhnya sekarang ringkih seakan termakan usia. Padahal ia masih muda. Baru berusia 34 tahun, tapi penyakit ini terlalu jauh mencekik sinarnya.

Nicho yang ingin menangis lalu menahan air matanya. Ia meraih tangan istrinya dan menggenggamnya erat.

"Akan selalu ada harapan, sayang.." ucap Nicho tegar sambil memandang istrinya.

Bunga membalas tatapan itu dengan sama lembutnya. Di bibirnya tersungging senyuman getir yang juga terlihat Citra.

Sekonyong-konyong ia merasa bersalah. Cinta kedua anak manusia ini begitu besar. Bahkan semakin besar di menjelang usia pernikahan mereka yang menuju sembilan tahun.

"Kamu bisa menjalani kemoterapi, Bunga. Kamu tenang aja.. aku akan mengupayakan semuanya demi kamu. Yakinlah kamu akan sembuh." Sekarang Citra ikut menegakkan punggungnya. Ia memandang sahabatnya dengan penuh semangat.

Apakah harapan itu masih ada? Citra tak tahu. Citra tak bisa memastikan.

Dia adalah seorang dokter kandungan yang sering kali menangani kasus seperti ini. Dan yang bisa sembuh dari penyakit mematikan ini hanya segelintir orang. Yaitu orang-orang yang lolos karena berhasil merayu Tuhannya.

Ia sudah sering kali melihat wanita yang harus menjalani kemoterapi karena kanker dengan berbagai macam jenisnya.

Citra juga sering menjadi saksi dimana ketangguhan wanita diuji saat sakit ini menerpa. Dimana cinta dan kesetiaan dibuktikan melalui kehadiran. Ia pun pernah melihat beberapa kali dimana sang suami yang mengantarkan istrinya sendiri ke ranjang kematian. Dimana selimut putih menutup wajah cantik itu selama-lamanya.

Namun, Citra tak menyangka jika ujian ini menimpa sahabatnya. Pasangan suami istri yang tengah menanti kabar baik melalui proses bayi tabung namun beralih mendapatkan kabar buruk karena penyakit yang menghancurkan harapan mereka.

Selepas itu, Nicho mengajak Bunga kembali ke rumah. Sebuah tempat pulang yang sederhana. Jauh dari kata mewah dan megah.

Hanya rumah kecil yang jauh dari kehidupan perkotaan. Di depan rumah ada taman kecil yang dipenuhi bunga mawar. Seperti namanya, Bunga menyukai mawar merah. Ia rawat bunga-bunga itu dengan baik meskipun jemarinya sering tertusuk oleh duri.

Tapi disinilah tempat mereka menepi. Menjadi tempat pulang yang menenangkan setelah lepas dari pekerjaan dunia yang begitu berat.

Setibanya di rumah, Bunga masuk ke kamar mandi. Mengganti pembalutnya yang sudah penuh dengan pembalut lain.

Air mata ini jatuh jua. Ada alasan kenapa selama ini haidnya tak pernah teratur. Seluruh gejala yang awalnya disangka hanya sakit perut karena maag biasa menjadi kompleks saat Bunga menjalani pemeriksaan lanjutan.

Dimana ada sebuah tumor yang bersarang di rahimnya. Sebuah tumor yang berbuah disana.

Bunga mencuci tangannya. Ia menyeka air mata dan membilas wajahnya. Wanita ini berusaha menampilkan senyum terbaiknya.

Tidak!

Penyakit ini memang akan merenggut nyawanya. Tapi tidak dengan jiwanya. Dia akan menjadi Bunga yang lembut, tegar dan berlapang dada.

Bunga keluar dari kamar mandi dan menatap Nicho yang terduduk di tepi pembaringan. Keduanya saling melempar pandangan. Bunga tersenyum manis. Nicho bangun dan berjalan ke arah istrinya. Tubuh itu ia peluk dengan erat.

Bunga mengusap punggung suaminya dengan lembut. Seolah membisikkan bahwa semuanya baik-baik saja. Tidak akan ada hal berat mengusik dirinya.

Nicho menarik diri dan memandang lekat istrinya. Dahi itu lalu diciumnya dengan penuh kasih sayang.

Bunga mengusap wajahnya dan tersenyum mesra tanpa beban.

"Bersihkan dirimu, mas. Kamu dari rumah sakit!" Ucap Bunga sambil tertawa pelan.

Bunga si antiseptik berjalan. Itulah julukan Nicho padanya! Istrinya si pecinta kerapian dan kebersihan. Dia tak mau ada kuman yang menempel sedikit pun di rumah ini.

Nicho mengangguk. Ia masuk ke kamar mandi dan menutup pintu. Tubuh pria ini merosot begitu saja di lantai. Ia menangis. Menumpahkan semua kemarahannya pada Tuhan.

Dinding ini menjadi saksi betapa hancurnya hati Nicho saat ini.

Kenapa??

Kenapa di seluruh wanita yang ada di dunia ini harus istrinya yang menderita penyakit mematikan itu?

Kenapa bukan wanita lain saja? Wanita yang jelas-jelas berdosa dan tak bisa menjaga dirinya?

Mengapa harus istrinya yang setia. Yang patuh dan menjaga kehormatannya hanya untuk suaminya??

Dunia Nicho hancur! Sambil meremas rambutnya ia berteriak. Ia ingin semuanya diputar. Dia rela menggantikan posisi istrinya dengan dirinya saat ini. Ia rela mati demi Bunga.

Tahun ini, mereka berencana memiliki anak setelah sembilan tahun hanya hidup berdua saja.

Program bayi tabung sudah dilakukan sejak dua bulan yang lalu. Mereka tengah berdebar untuk mendapatkan kabar baik. Namun jantung itu terlepas dari tempatnya saat Citra malah memberikan kabar yang berbeda.

Bunga terduduk lemas di lantai sambil menekuk lututnya. Ia ikut menangis mendengar lirihan suaminya dari dalam.

"Maaf, mas.. maaf aku tidak bisa memberikanmu keturunan.." lirih Bunga menangis tersedu-sedu.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
14 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status