Share

Chapter 7

last update publish date: 2026-05-19 10:00:02

Azalea langsung nengok cepat. “Hah?”

Carlos menyandarkan tubuhnya ke kursi mobil. “Tentang semalam.”

Bug!

Azalea langsung mukul lengan Carlos cukup keras.

“Tentu aja gue keberatan!” protesnya kesal. “Inget ya, kita nikah kontrak. Bukan berarti lo bisa nyentuh gue seenaknya kayak gitu!”

Carlos malah mendengus kecil seolah nggak merasa bersalah.

“Ya nggak apa-apa lah,” katanya santai. “Gue suami lo sekarang. Kita udah sah.”

Azalea langsung melotot.

Carlos lanjut ngomong tanpa dosa, “Lo hamil juga orang-orang nggak bakal ngomong aneh-aneh.”

“Gue belum mau hamil, Carlos!” Azalea langsung panik.

Carlos malah ketawa kecil sambil menahan tawa melihat muka Azalea yang langsung pucat.

“Tapi bikinnya mau kan?” godanya santai.

Azalea langsung nyubit lengan Carlos lagi. “Najis banget sih lo ngomongnya!”

Carlos terkekeh pelan. “Santai napa.”

Azalea langsung menyilangkan tangan di dada sambil buang muka kesal.

Namun Carlos justru terus memperhatikan Azalea dengan ekspresi jahil.

“Jadi cewek jangan pick me gitu lah,” katanya tiba-tiba.

Azalea langsung nengok. “Hah? Pick me apaan?”

Carlos mengangkat bahu santai. “Ya jangan sok dingin terus. Lo tuh harus belajar pelan-pelan.”

“Belajar apa?”

“Biar nggak kaku amat pas ketemu cowok yang lo suka.”

Azalea langsung mengernyit. “Maksudnya?”

Carlos menatap Azalea beberapa detik, “Lo pernah jatuh cinta nggak sih?”

Pertanyaan itu bikin Azalea langsung diam. Jantungnya refleks berdetak aneh. Karena masalahnya… Dia justru jatuh cinta sama orang yang lagi duduk di sampingnya sekarang.

Namun tentu aja Azalea nggak mungkin ngomong itu.

Akhirnya dia langsung geleng cepat. “Nggak.”

Carlos terlihat nggak percaya. “Serius?”

Azalea buru-buru mengangguk. “Lo tau sendiri gue lebih suka baca buku daripada pacaran.”

Carlos langsung ketawa kecil sambil geleng-geleng kepala.

“Nah itu masalahnya.”

Azalea mendelik. “Apaan?”

“Itu yang bikin lo jomblo terus.”

Azalea langsung kesel. “Emang kenapa kalau jomblo?!”

Carlos malah makin santai. “Karena lo nggak ngerti cara nikmatin hubungan.”

Azalea langsung mendecih malas. “Nggak penting.”

“Penting.”

Azalea mengernyit kecil.

Carlos lalu menyender santai sambil melipat tangan di belakang kepala.

“Dengar ya,” katanya penuh percaya diri. “Mulai detik ini gue putusin bakal bikin lo lebih dewasa.”

Azalea langsung melotot. “Hah?!”

Carlos lanjut ngomong tanpa peduli protesnya.

“Lo terlalu polos. Terlalu kaku. Kalau nanti suka sama cowok beneran aja pasti gampang dibohongin.”

Azalea langsung kesal. “Gue nggak butuh diajarin!”

Carlos malah menunjuk dirinya sendiri sambil nyengir. “Makanya beruntung ada gue.”

“Gue nggak merasa beruntung sama sekali!”

Carlos ketawa puas melihat Azalea mulai emosi lagi.

“Pokoknya,” lanjutnya santai, “selama setahun ini, gue bakal ngajarin lo soal hubungan.”

Azalea langsung menatap Carlos nggak percaya.

“Dan suatu hari nanti,” Carlos mencondongkan tubuh sedikit sambil senyum jahil, “lo bakal makasih sama gue.”

Azalea langsung terdiam setelah mendengar ucapan Carlos barusan. Entah kenapa kata-kata itu terus berputar di kepalanya.

Carlos yang melihat Azalea mendadak diam malah tertawa kecil.

Puk.

Ia menepuk pelan kepala Azalea.

“Dah,” katanya santai. “Sekarang kita pulang.”

Azalea langsung nengok. “Hah?”

Carlos menyalakan mesin mobil sambil mengusap rambutnya ke belakang. “Gue harus cepet ke kantor. Hari ini ada rapat penting.”

Azalea langsung mengerutkan dahi. “Lo masih harus kerja setelah nikah kemarin?”

“Iyalah.” Carlos mendengus kecil lalu mulai menjalankan mobil keluar dari area hotel. “Sekarang gue harus gantiin bokap gue. Mau nggak mau ya kerja.”

“Makanya, harusnya lo bersyukur,” lanjut Carlos sambil melirik Azalea sekilas.

Azalea langsung curiga. “Bersyukur apaan?”

Carlos nyengir kecil. “Di balik kesibukan gue yang segila ini, gue masih sempet mau bikin lo jadi wanita sesungguhnya.”

“CARLOS!”

Carlos langsung ngakak puas melihat Azalea panik sendiri. Sementara Azalea cuma bisa mendecih kesal sambil memalingkan wajahnya ke jendela.

Mobil itu pun melaju meninggalkan hotel, membawa mereka menuju kehidupan baru yang bahkan belum siap mereka jalani.

***

Mobil Carlos akhirnya berhenti di depan rumah besar keluarga Rigel. Pagar hitam tinggi terbuka otomatis, memperlihatkan halaman luas dengan taman yang tertata rapi dan air mancur di tengahnya.

Azalea masih diam menatap rumah itu beberapa detik. Meski sudah sering datang sejak kecil, rasanya tetap berbeda sekarang. Karena kali ini… ia datang sebagai istri Carlos.

Carlos turun lebih dulu lalu berjalan santai masuk ke dalam rumah. Azalea mengikuti di belakang sambil menggenggam tas kecilnya gugup.

Begitu pintu utama terbuka, suasana hangat langsung terasa dari ruang keluarga.

Sisca duduk di sofa menemani Tommy yang masih berada di kursi roda. Selang oksigen masih terpasang di wajah Tommy, sementara infus tergantung di samping kursinya.

Namun begitu melihat Carlos dan Azalea masuk bersama, wajah keduanya langsung terlihat jauh lebih bahagia.

“Kalian pulang,” ucap Sisca tersenyum hangat.

Azalea langsung mendekat sopan. “Pagi, Tante… Om…”

“Eh.” Sisca langsung menggeleng kecil sambil tersenyum. “Sekarang nggak boleh panggil tante sama om lagi.”

Azalea langsung kaku.

“Panggil Papa sama Mama,” lanjut Sisca lembut.

Wajah Azalea langsung memanas sedikit. Namun akhirnya ia mengangguk pelan.

“Iya… Ma.”

Sisca langsung tersenyum senang mendengarnya.

Sementara itu, Carlos berjalan mendekati Tommy lalu jongkok sedikit di depan kursi roda ayahnya.

“Gimana keadaan Papa?” tanyanya pelan.

Tommy tersenyum tipis. “Udah lebih baik.”

“Bohong,” Carlos mendengus kecil sambil melirik selang oksigen dan infus di tangan Tommy.

Tommy malah tertawa pelan.

Sisca lalu ikut bicara, “Oh iya, semua barang dan baju Azalea udah pindahin semalam ke kamar Carlos oleh Rose.”

Azalea langsung membelalak kecil. “Apa?”

“Mulai sekarang kalian tinggal di sini,” lanjut Sisca santai.

Azalea langsung merasa nggak enak. “Maaf jadi merepotkan.”

Sisca langsung menggeleng cepat. “Nggak merepotkan sama sekali.”

Rose dan Bryan memang sudah pulang pagi tadi setelah memastikan kondisi Tommy membaik. Dan kini Azalea benar-benar harus mulai tinggal bersama keluarga Rigel.

“Pergilah ke kamar dan istirahat dulu ya,” ujar Sisca lembut sambil tersenyum penuh arti. “Kalian pasti capek sekali semalam.”

Azalea langsung tersedak ludah sendiri. Wajahnya otomatis memanas mengingat kejadian semalam. Namun sebelum ia sempat menjawab, Carlos malah bersandar santai di sofa sambil nyengir kecil.

“Tenang aja, Ma,” katanya santai tanpa dosa. “Azalea sangat memuaskan.”

DEG.

Azalea langsung melotot shock.

“CARLOS!” desisnya panik.

Sisca langsung menutup mulut menahan tawa kecil, sementara Tommy terlihat terkekeh pelan meski masih lemah.

Carlos sendiri malah tertawa puas melihat wajah Azalea yang merah padam. Tanpa merasa bersalah sedikit pun, ia langsung berjalan santai menuju tangga.

“Gue mandi dulu,” katanya santai sambil naik ke lantai dua.

Azalea cuma bisa menunduk malu setengah mati.

Lalu buru-buru mengikuti langkah Carlos ke atas sambil berharap dirinya bisa menghilang saat itu juga.

Begitu pintu kamar Carlos tertutup, Azalea langsung berjalan cepat menghampirinya.

“Carlos, kenapa bilang gitu sih sama tan—eh, Mama!” protesnya kesal.

Carlos yang sedang membuka kancing kemejanya satu per satu cuma melirik santai. “Emang kenapa?”

“Maluuu tau!”

Carlos malah terkekeh kecil. Ia tiba-tiba mendekat. Refleks Azalea langsung diam. Carlos kini berdiri tepat di depannya dengan kemeja yang seluruh kancingnya sudah terbuka. Dada bidang dan tubuh sixpacknya terekspos jelas di depan mata Azalea.

Dan sialnya… Azalea malah jadi salah fokus lagi. Carlos menunduk sedikit mendekati wajah Azalea yang langsung membeku di tempat.

“Kenapa diem?” bisiknya pelan.

Azalea buru-buru memalingkan wajah. “Nggak ada.”

Carlos tersenyum miring lalu berbisik rendah di dekat telinganya. “Lo mau liat tubuh gue lagi?”

Continue to read this book for free
Scan code to download App
Comments (11)
goodnovel comment avatar
Manissss
pede banget yah si carlosss
goodnovel comment avatar
Grace
heyyy Carlos hahaha
goodnovel comment avatar
Hinamorydyla Oren
hahahahaha.. bagaimana azalea.. jantung aman.. awas ketagihan.. ...
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 50

    Azalea berlari keluar dari kamarnya sambil merapikan rambutnya yang masih sedikit berantakan. Wajahnya terlihat panik.Langkahnya cepat menuruni tangga rumah. Di ruang makan, Rose dan Bryan sedang menikmati sarapan pagi seperti biasa.Ada nasi goreng, telur dadar, dan teh hangat di atas meja. Rose yang sedang menuang teh langsung menoleh.Bryan juga ikut mengangkat kepala. Keduanya tampak heran.“Loh?”“Bukannya kamu tidur di rumah Carlos? Kenapa keluar dari kamar?” tanya Rose bingung.Azalea bahkan tidak sempat duduk. “Nanti aja jelasinnya, Bu. Aku harus ke rumah sakit sekarang.”Rose dan Bryan langsung saling pandang. “Rumah sakit?”

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 49

    Azalea langsung mendesah panjang. “Emangnya kenapa?”Mike berkedip bingung.Azalea menatapnya datar. “Nggak boleh gue udah terbiasa sama hal begitu?”Mike langsung terdiam.Azalea melanjutkan santai. “Lo sama Leon juga pasti udah sering kan?”Wajah Mike langsung memerah.“AZALEA!”Azalea malah terkekeh kecil melihat reaksinya.“Apaan?”Mike menutup wajahnya sebentar.“Bukan gitu maksud gue. Sumpah.” Ia menghela napas panjang.“Gue cuma nggak nyangka aja.”Azalea yang tadinya bercanda perlahan kembali terdiam. Ia tahu Mike tidak sedang menghakiminya. Pria itu memang hanya terkejut.Namun tetap saja membahas semua itu membuat Azalea kembali teringat pada Carlos. Dan itu membuat dadanya terasa tidak nyaman.Akhirnya ia berdiri dari sofa. “Ya udahlah. Nggak usah dibahas lagi.”Mike memperh

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 48

    Mobil Mike akhirnya berhenti tepat di depan rumah Azalea. Lampu jalan menerangi dua rumah yang berdampingan itu. Rumah Azalea yang sederhana. Dan rumah Carlos yang jauh lebih besar dan mewah tepat di sebelahnya.Mike mematikan mesin mobil lalu turun terlebih dahulu. Ia berjalan ke belakang mobil dan mengambil salah satu karung cabe hasil panen tadi. Azalea langsung ikut turun dengan panik kecil di dalam hati. Karena Mike sama sekali tidak tahu kalau sebenarnya rumah di sebelah itu adalah rumah tempat Azalea tinggal bersama Carlos.Dan lebih parahnya lagi… Mereka sudah menikah.Mike mengangkat karung cabe itu ke pundaknya.“Gue bawain masuk.”Azalea langsung menggeleng cepat. “Nggak usah, nanti gue bawa sendiri aja.”Mike tertawa kecil. “Ini berat banget. Udah nggak papa.”Azalea menggigit bibirnya gugup.Akhirnya ia tidak punya pilihan selain membuka pintu pagar rumahnya sendiri.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 47

    Lampu club malam berkelap-kelip memenuhi ruangan. Musik berdentum keras. Orang-orang menari sambil tertawa dan menikmati alkohol.Namun di salah satu sofa VIP Carlos justru duduk diam sambil meminum whiskeynya perlahan. Kemeja hitamnya terbuka beberapa kancing.Tatapannya kosong. Pikirannya penuh.“WOI!”Alex datang dengan heboh sambil langsung duduk di samping Carlos.“Gue denger Azalea pacaran sama Mike?!”Carlos langsung mendecakkan lidah kesal.“Gue juga nggak ngerti.” Ia meminum whiskeynya lagi. “Kenapa Azalea tiba-tiba berubah begitu?”Alex mengangkat alis.Carlos mengusap rambutnya frustrasi. “Dia sekarang jadi sering dandan.”“Sering pergi sama Mike. Bahkan jadi punya pacar.”Nada suaranya terdengar makin kesal tiap mengucapkan itu.Alex malah tertawa keras. “HAHAHA MAMPUSS!”Carlos langsung melotot.

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 46

    Azalea baru saja keluar dari gedung kelas sambil membawa laptop di pelukannya.“Hei, Azalea!”Mike melambaikan tangan dari parkiran kampus sambil tersenyum. Ia memakai jaket hitam dan berdiri di samping mobilnya.Citra yang berjalan di samping Azalea langsung menyeringai jahil.“Wihhhh. Sekarang ada yang jemput terus nih.”Azalea langsung mendelik malu.“Citra…”Mike malah tertawa kecil sambil menghampiri mereka.“Nggak salah kan jemput pacar sendiri?”Citra langsung heboh sendiri. “Duh manis banget.”Azalea cuma bisa memijat pelipisnya pelan. Namun tiba-tiba sebuah suara lain terdengar.“Azalea.”Ketiganya langsung menoleh. Leon berdiri beberapa meter dari sana. Wajahnya terlihat lelah. Matanya bahkan sedikit sembab seperti kurang tidur.Begitu melihat Mike berdiri dekat Azalea, ekspresi Leon langsung berubah tidak

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 45

    Esok paginya pintu kamar terbuka perlahan. Carlos masuk dengan langkah sedikit sempoyongan. Kemejanya kusut. Rambutnya berantakan. Bau alkohol bercampur parfum wanita langsung memenuhi ruangan.Matanya tampak lelah, namun begitu melihat Azalea yang masih tertidur di atas ranjang, ekspresinya perlahan melunak.Carlos mendekat pelan. Lalu tanpa ragu merebahkan dirinya di sisi Azalea. Tangannya langsung memeluk tubuh Azalea dari belakang.Bahkan wajahnya mendekat dan mencium leher Azalea pelan.Azalea yang terbangun refleks langsung tersentak. “Carlos!”Ia buru-buru mendorong tubuh pria itu menjauh.“Jangan cium-cium gue!”Carlos mengernyit sambil memejamkan mata lelah.“Kenapa?” Ia membuka matanya perlahan lalu menatap Azalea.“Karena sekarang lo udah punya pacar?”Nada suaranya terdengar sinis.Azalea langsung menatap tajam. “Apa hubungannya? Apa gue ngga

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 25

    Carlos memasuki club malam yang ramai dengan langkah santai. Lampu berwarna-warni dan dentuman musik keras langsung menyambutnya. Tak lama, suara seseorang memanggil dari sofa VIP. “WOI, CARLOS!” Carlos menoleh la

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 24

    Kini Carlos dan Olivia berada di salah satu ruangan privat di club terbesar di Jakarta. Lampu remang-remang memenuhi ruangan mewah itu. Aroma alkohol, parfum mahal, dan asap rokok bercampur menjadi satu. Di atas meja kaca sudah tersaji

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 23

    Di kampus, suasana siang itu cukup ramai karena banyak mahasiswa baru selesai kelas.Azalea berjalan keluar gedung sambil membawa beberapa buku di dadanya. Di sampingnya, Citra terus melirik aneh ke arah Azalea sejak tadi.“Azalea…”“Hm?”“Kenapa jalan lo aneh?

  • Gadis Tomboy Incaran CEO Playboy   Chapter 22

    Di dalam kamar mandi, Azalea berdiri diam di depan cermin dengan napas masih belum beraturan. Tangannya perlahan melepaskan selimut yang sejak tadi menutupi tubuhnya erat. Dan saat matanya melihat pantulan dirinya sendiri, Azalea langsung menutup mulutnya pelan.

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status