LOGIN"Kau tak takut jika Aleska tahu kita selingkuh di belakangnya?" "Biarkan saja, dia bahkan tak mau menyenangkan ku seperti mu." Tangan Aleska yang ingin membuka pintu kamar apartemen itu menggantung di udara. Aleska hapal sekali dengan dua suara yang sedang bermesraan di dalam kamar itu. "Jadi mereka mengkhianati ku? Sejak kapan mereka melakukannya?" Tubuh Aleska gemetar, dia melangkah mundur dengan pelan dan berlari keluar dari apartemen itu. Seorang laki laki, yang tak sengaja melintas di lorong apartemen mengerutkan keningnya ketika mengenali Aleska yang berlari sambil menangis. Gaharu Jagara Arkadewa, meminta asistennya memeriksa apa yang terjadi dengan Aleska barusan. "Aleska menangis? Apa dia melihat sesuatu?" # "Om maukah menikahiku? Aku akan jadi istri penurut dan tak akan membuat Om malu. Aku janji akan jadi perempuan yang mengikuti semua kemauan om." Gaharu, terkejut tapi dia menyeringai ke arah Aleska yang tiba tiba menawarkan diri kepadanya. "Kau tahu, saat kau masuk ke kehidupan ku, kau tak akan bisa keluar lagi bagaimana pun caranya!" Detik berikutnya, mata Gaharu membola ketika benda kenyal milik Aleska menempel pada bibirnya. # Apa yang akan terjadi pada mereka berdua selanjutnya? Dan apa yang akan di lakukan Aleska pada dua orang yang sudah mengkhianati nya? Lalu apakah keputusan Aleska selanjutnya bersama Gaharu bisa membuatnya bahagia? follow IG : Sangkarachan
View More"Ahhh .... sayang..... "
"Kenapa hemm? Kau menikmatinya?" "Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?" "Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos." Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa sesak mendengar percakapan dua orang yang ada di dalamnya. Aleska Renavie Maheswari, sangat mengenal dua orang yang ada di dalam kamar apartemen miliknya. Pasokan udara di sekitarnya seakan menipis ketika melihat apa yang terjadi di kamar itu. Dua orang yang dekat dengannya tanpa busana dan sedang melakukan hal yang selama ini Aleska tolak. Dengan tangan gemetar, Aleska mengeluarkan ponsel miliknya lalu menekan tombol rekam. Meskipun sambil menahan tangis, Aleska tetap melakukan nya. Setelah di rasa dia cukup mendapat bukti, dia pergi dari sana. "Sejak kapan mereka bersama? Kenapa aku tak tahu jika mereka berdua mengkhianati ku?" gumam Aleska pelan. Sambil berlari keluar dari apartemen, air mata Aleska tak kunjung mau berhenti dan malah semakin mengalir deras mengingat semua momen kebersamaan mereka bertiga. Luke dan Asila, kekasihnya selama tiga tahun ini dan juga Asila orang yang sudah di anggap nya keluarga. Bahkan beberapa kebutuhan Asila juga Aleska yang memenuhi karena Asila selalu bilang tak mempunyai uang. "Sialan kalian berdua, aku sudah sering membantu kalian tapi kalian menjadi manusia tak tahu diri." Aleska menangis di dalam mobilnya meratapi semua yang dia alami. Sementara itu, sejak Aleska berlari keluar dari dalam apartemennya seorang laki laki juga melihatnya penasaran. "Kenapa dia menangis? Apa yang terjadi disana?" gumamnya. "Perlu ku cari tahu tuan?" tanya sng asisten. Gaharu Jagara Arkadewa langsung mengangguk yakin. Dia meminta asistennya untuk memeriksa. Sedangkan dia kembali turun ke basement untuk mencari Aleska. Saat Gaharu tiba di basement, dia melihat mobil Aleska disana. Nampak dari tempatnya berdiri, Aleska sedang meletakkan kepalanya di setir mobilnya. "Dia menangis? Kenapa? Apa dia bertengkar dengan kekasihnya itu?" gumam Gaharu. Tak lama ponsel Gaharu bergetar, ada pesan masuk dari asistennya yang dia suruh mencari tahu apa yang terjadi. Matanya membola ketika melihat isi pesan itu. Tanpa sadar Gaharu mencengkeram erat ponsel miliknya. Di dalam pesan singkat itu ada video Luke dan Asila sedang memadu kasih. Tak hanya itu yang membuat Gaharu marah. Kata kata yang terekam disana membuatnya jijik pada dua manusia itu. Tapi dia tak akan bertindak sekarang. "Selidiki semuanya, dan aku mau semua info itu ada di mejaku besok pagi." Gaharu mengirim pesan singkat pada assisten nya. Sedangkan kaki Gaharu bergerak melangkah ke mobil Aleska tanpa sadar. Tapi saat Gaharu sadar dia melewati mobil itu begitu saja. "Hampir saja, tak mungkin aku tiba tiba datang sebagai pahlawan. Harusnya aku tetap pura pura tak tahu apa yang terjadi padanya." Gaharu masih mengawasi mobil Aleska yang terparkir disana. Tapi kemudian, mobil Aleska meninggalkan basement apartemen. "Awasi mobil Aleska, jaga dia kemanapun dia pergi. Laporkan semua kegiatannya kepadaku." Gaharu menghubungi anak buahnya untuk mengikuti mobil Aleska. Dia tak mah Aleska kenapa Napa di jalan. Setelah itu Gaharu juga ikut pergi dari sana bersama sang Asisten yang baru saja kembali. "Kembali ke kantor, urusan ini nanti saja." # Selama dalam perjalanan Aleska sudah menguatkan dirinya agar tak berlarut dalam kesedihannya. Dia sudah bertekad untuk membalas kedua orang yang sudah mengkhianati nya. Beruntung selama ini, Aleska tak membuka identitas dirinya. Jadi Like dan Asila hanya tahu jika dia pemilik florist dan anak yatim piatu. Setiap kali Luke dan Asila membahas keluarganya, Aleska selalu menjelaskan secara abu abu. "Tak akan aku biarkan kalian menikmati semua hartaku. Enak sekali kalian, tak pernah bekerja malah memakai semua uangku." Setelahnya, Aleska menghubungi seseorang yang selalu dia percaya. "Blokir semua kartu yang di bawa Luke dan juga Asila. Blokir semua akses mereka ke semua tempat yang biasa mereka datangi. Jika mereka bertindak seenaknya, laporkan kepada polisi." Aleska tersenyum masam mengingat jika dia menjaga semuanya agar bisa memberikannya pada Luke ketika menikah nanti tetapi Luke malah membuat harga dirinya terhina dengan melakukan hal itu dengan Asila. "Huft, pasti mommy sama Daddy ngetawain aku setelah ini. Sebelumnya di jodohin juga tak mau." Setelah itu Aleska melajukan mobilnya menuju kediaman utama. Ketika dia sampai disana, Aleska mengerutkan keningnya bingung karena ada beberapa mobil yang terparkir rapi di halaman rumahnya. "Loh, Daddy punya acara ya? Kok aku tak tahu?" gumam Aleska. Dia masuk ke rumah dengan tatapan yang kebingungan. Terlebih ternyata di dalam rumah ada beberapa orang yang menunggunya. "Nah, ini anak nakalnya baru saja pulang." celetuk sang mommy. Aleska semakin kebingungan ketika tangannya langsung di tarin oleh sang mommy. Lalu tak sengaja tatapan matanya bertubrukan dengan mata seseorang. "Om Aru...." Gaharu yang sangat peka dengan sekelilingnya langsung melihat Aleska dengan mata elangnya. Perbedaan umur mereka yang mencolok membuat Aleska selalu memanggil Gaharu dengan sebutan Om. Dan Gaharu pun tak pernah menolaknya sama sekali. Tatapan elang itu membuat Aleska tak bisa berpikir jernih. Dia meremas gaun yang di pakainya dan juga menggigit bibirnya seolah apa yang akan dia katakan adalah keputusan yang besar untuk hidupnya. "Om Aru, mau kah menikahiku? Aku janji akan jadi istri penurut dan tak akan pernah macam macam. Aku juga janji aku tak akan menyusahkan Om Aru. Yang penting om mau menikahiku." Byur.... Kael langsung menyemburkan kopi yang baru di minumnya. Dia menatap tak percaya pada putrinya yang tiba tiba meminta Gaharu untuk menikahinya. Sementara yang lain sontak melongo. Gaharu yang sempat terkejut pun tersenyum samar. Dia tahu betul alasan Aleska mengatakan itu semua dan itu tak masalah baginya. "Kau yakin ingin aku menikahimu? Pernikahan bukan untuk permainan Aleska. Sekali kau masuk ke keluarga ku, kau tak akan bisa lepas begitu saja." Suara bariton yang dingin menusuk indera telinga Aleska. Terlebih tatapan elang itu seperti sudah mendapatkan mangsanya. Plak.... "Aru jangan menakutinya, lagi pula kita datang kesini memang untuk melamarnya. Kenapa kau kaku sekali seperti papimu." "Hah? Bagaimana maksudnya? Melamar?" Tiba tiba otak Aleska kosong, apa yang tak di ketahuinya saat ini. Lalu melihat ke arah Mommynya yang sudah tersenyum lebar. Aleska menutup wajahnya kedua tangannya karena malu. Lalu dia berlalu keluar ke taman belakang. Gaharu yang melihat itu pun tersenyum tipis. "Biar aku yang menyusulnya." Tanpa menunggu jawaban para orang tua, Gaharu sudah beranjak ke taman belakang menyusul Aleska. "Dia lebih menggemaskan ternyata." to be continuedAleska melihat Gaharu aneh, ternyata Gaharu juga mengenal nama itu. Setelah memutuskan sambungan telfonnya dengan Gerald, Gaharu kembali fokus pada Aleska. "Sudah tenang belum?" tanya Gaharu dengan rambut. Gaharu merapikan anak rambut Aleska yang menutupi wajahnya. "Kalau sudah tenang, aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi jangan menyela ku, oke?" Aleska mengangguk, meskipun dia ragu apa dia bisa percaya pada apa yang dikatakan oleh Gaharu nantinya. Gaharu tersenyum, dia tahu ekspresi wajah Aleska saat ini menunjukkan jika gadisnya itu belum sepenuhnya bisa percaya padanya karena masalah ini. "Sayang, aku tak minta kau langsung percaya pada apa yang aku jelaskan. Tapi aku cuma minta kau dengarkan dari sisi ku tentang apa yang terjadi. Setelah itu kau bisa menilai semuanya lagi." Gaharu menceritakan semuanya tak ada yang di kurangi atau di tambahi. Mulai dari awal meting sampai pada Tanaka menawarkan Hera untuk menjadi wanitanya. Gaharu langsung menolaknya mentah
Gaharu seperti orang kesetanan saat mencari Aleska. Gerald sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Aleska. Saat Gaharu sudah keliling mencari Aleska barulah Gerald memberitahu jika Aleska pulang ke apartemen nya. Gaharu langsung membanting setirnya dan berputar untuk pergi kesana. "Gerald cari tahu penyebab Aleska seperti ini. Tadi siang dia pergi bersama Keira. Dan Keira bercerita sedikit tentang Aleska. Temui Keira dan tanya pada nya untuk mencari tahu penyebab nya." Setelah memberi perintah pada Gerald, Gaharu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ke apartemen Aleska. Dia mendapatkan info dari Gerald di unit mana Aleska berada. Gaharu mencoba menghubungi Aleska kembali tapi tetap saja tak mendapat respon apapun. Gaharu mencari cara agar dia bisa masuk ke dalam tanpa menimbulkan keributan dengan penghuni apartemen yang lainnya. Gaharu mencoba berbagai cara sampai Gaharu melihat ada beberapa orang membawa paperbag berisi makanan yang mungkin di
Gaharu yang baru saja tiba di rumahnya membuka pesan singkat dari Aleska. "Dia seperti tak habis tenaganya." gumam Gaharu. Norah yang sejak tadi memperhatikan Gaharu yang senyum senyum sendiri pun penasaran. "Kau bahagia sekali pulang dari Jepang? Kau dapat tender besar?" "Eh ....." Gaharu sampai berjingkat karena tiba tiba Norah sang Mami muncul di sampingnya. "Mam... astaga...." "Kenapa suka sekali muncul tiba tiba?" Gaharu mengomel sambil mengusap dadanya. Norah mencebikkan bibir bawahnya melihat reaksi Gaharu. "Mami penasaran, kau ini kenapa? Senang sekali. Makanya Mami penasaran, apa yang bikin kau sebahagia ini. Kau tak lupa bukan jika wajahmu ini seperti kulkas empat pintu." "Ck, sudahlah... aku lelah... aku akan langsung ke kamar. Mami jangan ganggu. Aku nanti malam mau ajak Aleska pergi." Gaharu langsung melangkah cepat naik ke lantai atas. Dia tak ingin di tanya macam macam oleh Norah. "Eh...." "Dasar anak nakal." gerutu Norah. Norah
Keira masih syok melihat perlakuan Gaharu pada Aleska. Gaharu yang Keira kenal selalu datar dan dingin. Tapi hari ini yang Keira lihat adalah Gaharu yang lembut penuh kasih sayang. "Al, kau pakai apa sampai Om Aru bisa begitu?" tanya Keira penasaran. "Tidak ada, kenapa kau bertanya seperti itu?" Keira tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Aleska. Dia menarik Aleska untuk kembali duduk. Aleska pasrah, Keira pasti akan bertanya macam macam kepadanya. "Katakan padaku, kenapa bisa Om Aru tiba tiba ada disini? Bukannya dia masih di Jepang?" Aleska menceritakan semuanya pada Keira kecuali dengan apa yang mereka lakukan berdua di ruang tadi. Keira ikut kesal mendengar Luke malah mengamuk disana. "Gila, memang tak ada malunya sama sekali itu mereka berdua. Untungnya semua sudah kau ambil. Ada yang tertinggal?" Aleska terlihat berpikir, mengingat apa saja yang pernah Asila dan Luke bawa tapi dia langsung menggeleng. "Tidak, sudah semua. Yang ter
Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras
Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama
Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku
Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews