LOGINNayla Handoko, seorang janda muda yang cantik jelita. Untuk memenuhi kebutuhan hidupnya dan anak semata wayangnya, ia harus bekerja keras. Namun takdir seolah mempermainkannya, karena tempat perusahaan ia bekerja sekarang ternyata adalah milik mantan suaminya, yang memiliki sifat posesif. Akankah Nayla berhenti dari perusahaan itu? Atau tetap bekerja dan bersikap profesional? yuk ikutin kisahnya..
View MoreNayla menelan ludah. "Pak... lepaskan." Namun bukannya langsung melepaskan, Arga justru mempererat genggamannya sesaat. Tatapannya masih terpaku pada wajah Nayla yang kini berada begitu dekat. Terlalu dekat. Untuk pertama kalinya sejak mereka bertemu kembali, Arga membiarkan tembok yang selama ini ia bangun sedikit retak. Sorot dingin itu masih ada. Namun di baliknya tersimpan sesuatu yang jauh lebih rumit. Kerinduan. Kerinduan yang selama bertahun-tahun ia paksa untuk mati. Perlahan Arga mendekat. "Pak Arga..." Suara Nayla terdengar lirih. Ada kegugupan yang jelas di sana. Namun kali ini Arga tidak mengindahkannya. Tatapannya tetap terkunci pada wanita di hadapannya. Wanita yang pernah menjadi istrinya. Wanita yang pernah mengisi seluruh hidupnya. Dan wanita yang hingga kini masih tinggal di sudut hatinya, meski ia terus menyangkalnya. Di luar mobil, hujan turun semakin deras. Suara rintiknya memukul kaca, seolah menjadi satu-satunya saksi bi
Arga menatap beberapa lembar tisu yang masih terulur di tangan Nayla. Tatapannya turun sesaat, lalu kembali naik menatap wajah wanita itu. Sorot matanya mendadak berubah dingin. "Apa kamu ingin menggoda saya dengan memberikan perhatian seperti ini?" tanyanya datar. Nayla tercengang. "Hah? Anda salah paham. tisu ini saya berikan karena Kamu basah kuyup." ralatnya. Arga tertawa pendek. Namun tidak ada sedikit pun nada geli di sana. "Haruskah saya ter
Arga masih menatap Nayla yang berdiri mematung. Tatapannya tajam, seolah berusaha membaca apa yang sedang dipikirkan wanita itu. "Ada apa? Apa yang kamu lihat?" Nayla tersentak. Refleks, kakinya melangkah mundur saat menyadari Arga kini sudah berdiri tepat di hadapannya. Namun gerakannya terlalu cepat. Tumit sepatunya sedikit tergelincir hingga tubuhnya kehilangan keseimbangan. "Hah—" Sebelum benar-benar jatuh, sebuah tangan kuat melingkar di pinggangnya. Arga menahannya. Tubuh Nayla membeku ketika merasakan telapak tangan lelaki itu menahan pinggangnya dengan mantap. Jarak mereka mendadak begitu dekat hingga ia bisa mencium aroma parfum yang sangat dikenalnya. Arga menatap wajah Nayla beberapa detik lebih lama dari yang seharusnya. "Kamu masih sama," gumamnya pelan. Nayla segera menegakkan tubuh dan berusaha melepaskan diri dari sentuhan itu. Jantungnya berdetak tidak nyaman. "Aku bisa berdiri sendiri." Arga mengangkat sebelah alis, namun perlahan melepaskan p
Rosa mendengus pelan melihat senyum miring Nayla. "Aku tanya baik-baik. Jangan pura-pura tidak mengerti." Nayla menatap langit mendung sesaat sebelum kembali mengalihkan pandangan pada wanita di depannya. "Aku mengerti pertanyaanmu." "Kalau begitu jawab." Rosa melangkah mendekat. "Apa tujuanmu kembali? Setelah dua tahun menghilang, sekarang tiba-tiba muncul lagi tepat di hadapan Arga." Nada suaranya semakin tajam. "Jangan bilang ini kebetulan." Nayla terdiam beberapa detik. Dulu... Mungkin ia akan memilih diam.












Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.