Share

Bab 2

Author: Sangkarachan
last update Petsa ng paglalathala: 2026-05-26 04:29:50

Langkah Gaharu membawanya ke taman belakang dimana Aleska baru saja kabur.

Duk....

"Aw ...."

Sret ....

Gaharu menarik pinggang Aleska agar Aleska tak sampai terjatuh karena baru saja menabrak dada bidangnya.

Mata Aleska mengerjap ketika mendapati dia dalam pelukan Gaharu. Dia lalu mendongak dan melihat Gaharu tengah menatapnya dalam.

"Kenapa tak hati hati? Kau masih saja ceroboh."

Gaharu membantu Aleska berdiri dengan benar. Aleska sendiri langsung menunduk karena ingat tentang apa yang dia katakan saat berada di dalam rumahnya.

Gaharu tersenyum tipis, semua tingkah Aleska membuatnya gemas.

Dia meraih dagu Aleska, sehingga wajah Aleska menghadap ke arahnya. Kedua pasang mata itu saling bertubrukan. Aleska tiba tiba merasa gugup saat ini.

"O-om, lepaskan aku, nanti ada yang lihat." cicit Aleska.

Tapi Gaharu menarik pinggang Aleskan semakin dekat dengan nya.

"Om, kenapa malah semakin erat pelukannya?"

"Kau keberatan? Lalu dimana keberanian mu tadi ketika menawarkan diri untuk menikah dengan ku?"

Gaharu sengaja menggoda Aleska karena wajah Aleska yang malu dan gugup membuatnya gemas.

"Itu, aku tak tahu kalau om ternyata sudah mau melamarku."

Gaharu mengusap bibir merah ceri di depannya itu. Dia menahan diri untuk tak langsung melahap bibir Aleska yang terlihat menggodanya.

"Ralat, bukan mau, tapi hanya sudah. Dan orang tua mu menerima lamaran ku."

Mata Aleska membola, dia reflek mendorong dada bidang Gaharu.

Duk...

Gaharu meringis ketika punggungnya menabrak dinding penyangga di belakangnya.

"Eh, om.... om tak apa apa?"

Aleska panik dan ingin melihat Gaharu tapi tangan Aleska malah ditarik oleh Gaharu dan lagi lagi Aleska masuk ke dalam pelukannya.

"Kita menikah seminggu lagi."

"A-apa seminggu lagi? Kenapa cepat sekali?"

Gaharu mengurai pelukan itu, dia menatap tajam kepada Aleska yang membuat Aleska meneguk ludahnya kasar.

"Kau masih berhubungan dengan laki laki itu?"

Aleska tertegun mendengar itu, dia yang semula lupa menjadi ingat kembali dengan kejadian Luke juga Asila. Melihat perubahan raut wajah Aleska membuat Gaharu bingung.

"Ck, aku bahkan sudah tak sudi mengingat namanya."

Lalu detik berikutnya Aleska menceritakan semuanya pada Gaharu meskipun Gaharu sudah mengetahui semuanya. Tapi mendengar sendiri cerita Aleska membuatnya lebih bahagia. Karena ternyata Aleska mau jujur kepadanya.

Selama ini tak pernah ada sesuatu dengan mereka berdua. Setiap kali ada pertemuan keluarga, mereka berdua juga sering bertemu. Hanya saja, Aleska sering menjaga jarak karena dia masih bersama dengan Luke.

"Kau bisa mengandalkan ku untuk membalas mereka. Bukannya mereka berdua bekerja di perusahaan ku, dan itu juga karena kebodohanmu karena merekomendasikan mereka sampai merengek kepadaku."

Bibir Aleska semakin cemberut mengingat itu semua.

"Harusnya aku tak membantu mereka."

Puk...

Gaharu mengusap puncak kepala Aleska sebagai pertanda Aleska tak perlu sedih lagi karena sudah membantu mereka.

"Tak usah menyesali keputusanmu, kebetulan sebulan lagi ada penilaian kinerja semua karyawan. Kau bisa melihat kinerja mereka selama ini seperti apa. Lagi pula mereka sudah masuk ke dalam list blacklist ku."

Aleska langsung menoleh ke arah Gaharu dengan wajah berbinar. Gaharu meneguk ludahnya kasar ketika wajah Aleska terlalu dekat denganya.

Cup.....

Aleska mencium Gaharu tiba tiba yang membuat Gaharu membelalakan matanya.

Aleska sendiri terkejut karena mendapatkan keberanian seperti itu. Saat Aleska ingin menarik wajahnya tangan Gaharu menahan tengkuk Aleska. Bergantian sekarang Gaharu yang mencium bibir Aleska. Bahkan tak hanya mencium biasa, tapi Gaharu sedikit melumat nya.

Alarm tanda bahaya di kepala Aleska berbunyi, dia lalu menggigit bibir Gaharu.

"Kenapa di gigit?" protes Gaharu.

Aleska gelagapan karena Gaharu terlihat menakutkan.

"Om tak tahu tempat, kalau ada orang lain bagaimana?"

Gaharu melihat ke arah Aleska dan menyeringai.

"Jadi, kalau tidak ada yang melihat aku bisa mencium mu lebih dari yang tadi?"

Mata Aleska kembali melotot, bagi Aleska saat ini Gaharu benar benar berbahaya dan sangat mesum. Dia menghentakkan kakinya dengan kesal lalu kembali masuk ke dalam rumah meninggalkan Gaharu yang tertawa melihat tingkah Aleska.

Keempat orang paruh baya yang ada di ruang dengan serempak menoleh ketika mendengar derap langkah masuk ke dalam ruangan itu.

Mommy Aleska menatap aneh pada Aleska yang masuk dengan wajah cemberut.

"Aleska, kau kenapa?"

Langkah Aleska langsung berhenti, dia baru sadar jika semua orang tengah menatap ke arahnya. Dia meneguk ludahnya kasar ketika dia membuat semua orang menatap aneh ke arahnya.

Greb.....

Gaharu tiba tiba memeluk pinggang Aleska dari belakang yang membuat Aleska berjingkat karena kaget.

"Tidak ada, Aleska sudah setuju kalau kami akan menikah seminggu lagi."

Mata Aleska membelalak ketika mendengar perkataan Gaharu.

Aleska mencubit pinggang Gaharu yang membuat Gaharu meringis tapi dia tetap menampilkan senyum lebarnya kepada semua orang.

Geri dan Norah menyipitkan matanya ke arah Gaharu curiga.

"Aru, jangan memaksa calon menantu mami. Kalau kau memaksa lebih baik kau tak usah menikah. Biar status dudamu terus kau sandang sampai tua." omel Norah.

Gaharu melepaskan pelukannya pada Aleska laku meraih tangan Aleska dan membawanya duduk kembali di tengah para orang tua.

"Tadi kalian semua sudah mendengar jika Aleska sendiri juga meminta ku menikahinya. Hal baik kenapa harus di tunda? Benar bukan?"

Raya menatap putrinya yang masih kebingungan tapi dia tak akan bertanya apapun pada Aleska. Yang terpenting lamaran itu berjalan dengan lancar.

Gaharu mengeluarkan sebuah kotak cincin dan memasangkan cincin itu di jari Aleska.

"Wah, Aru, bisa pas sekali cincinnya? Sepertinya kau sudah mengincar putriku dari lama?" goda Kael.

Gaharu menggaruk tengkuknya yang tak gatal. Dia menjadi salah tingkah karena godaan Kael barusan.

"Baiklah, karena sudah di putuskan, kalian berdua akan menikah satu bulan lagi. Jika seminggu itu terlalu cepat. Nanti di kira, Aleska sudah kau cicipi terlebih dahulu."

Uhuk....

Aleska tersedak ludahnya, sementara Gaharu mengalihkan pandangannya ke sembarang arah. Beruntung tak ada yang sadar atau mereka hanya berpura pura.

Lalu Raya mengajak semua orang untuk makan malam bersama. Namun, Gaharu mendadak harus pergi terlebih dahulu karena dia harus berangkat ke Jepang malam itu juga.

"Maaf aku lupa, besok sore aku ada rapat penting di Jepang dan malam ini aku harus berangkat. Semua keputusan pernikahan aku serahkan pada Aleska. Setelah aku kembali, aku akan ikut mengurus pernikahan kami."

Setelah berpamitan pada para orang tau, Gaharu berdiri di depan Aleska. Dia tak segan memeluk Aleska yang hanya diam mematung di tempatnya.

"Tunggu aku pulang, aku akan menghubungi mu nanti ketika tiba disana."

Aleska yang awalnya ragu membalas pelukan Gaharu akhirnya membalas pelukan itu meskipun tak seerat Gaharu. Itu saja sudah membuat Gaharu senang.

"Hati hati dalam perjalanan mu, Om."

to be continued

Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App

Pinakabagong kabanata

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 24

    Aleska melihat Gaharu aneh, ternyata Gaharu juga mengenal nama itu. Setelah memutuskan sambungan telfonnya dengan Gerald, Gaharu kembali fokus pada Aleska. "Sudah tenang belum?" tanya Gaharu dengan rambut. Gaharu merapikan anak rambut Aleska yang menutupi wajahnya. "Kalau sudah tenang, aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi jangan menyela ku, oke?" Aleska mengangguk, meskipun dia ragu apa dia bisa percaya pada apa yang dikatakan oleh Gaharu nantinya. Gaharu tersenyum, dia tahu ekspresi wajah Aleska saat ini menunjukkan jika gadisnya itu belum sepenuhnya bisa percaya padanya karena masalah ini. "Sayang, aku tak minta kau langsung percaya pada apa yang aku jelaskan. Tapi aku cuma minta kau dengarkan dari sisi ku tentang apa yang terjadi. Setelah itu kau bisa menilai semuanya lagi." Gaharu menceritakan semuanya tak ada yang di kurangi atau di tambahi. Mulai dari awal meting sampai pada Tanaka menawarkan Hera untuk menjadi wanitanya. Gaharu langsung menolaknya mentah

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 23

    Gaharu seperti orang kesetanan saat mencari Aleska. Gerald sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Aleska. Saat Gaharu sudah keliling mencari Aleska barulah Gerald memberitahu jika Aleska pulang ke apartemen nya. Gaharu langsung membanting setirnya dan berputar untuk pergi kesana. "Gerald cari tahu penyebab Aleska seperti ini. Tadi siang dia pergi bersama Keira. Dan Keira bercerita sedikit tentang Aleska. Temui Keira dan tanya pada nya untuk mencari tahu penyebab nya." Setelah memberi perintah pada Gerald, Gaharu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ke apartemen Aleska. Dia mendapatkan info dari Gerald di unit mana Aleska berada. Gaharu mencoba menghubungi Aleska kembali tapi tetap saja tak mendapat respon apapun. Gaharu mencari cara agar dia bisa masuk ke dalam tanpa menimbulkan keributan dengan penghuni apartemen yang lainnya. Gaharu mencoba berbagai cara sampai Gaharu melihat ada beberapa orang membawa paperbag berisi makanan yang mungkin di

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 22

    Gaharu yang baru saja tiba di rumahnya membuka pesan singkat dari Aleska. "Dia seperti tak habis tenaganya." gumam Gaharu. Norah yang sejak tadi memperhatikan Gaharu yang senyum senyum sendiri pun penasaran. "Kau bahagia sekali pulang dari Jepang? Kau dapat tender besar?" "Eh ....." Gaharu sampai berjingkat karena tiba tiba Norah sang Mami muncul di sampingnya. "Mam... astaga...." "Kenapa suka sekali muncul tiba tiba?" Gaharu mengomel sambil mengusap dadanya. Norah mencebikkan bibir bawahnya melihat reaksi Gaharu. "Mami penasaran, kau ini kenapa? Senang sekali. Makanya Mami penasaran, apa yang bikin kau sebahagia ini. Kau tak lupa bukan jika wajahmu ini seperti kulkas empat pintu." "Ck, sudahlah... aku lelah... aku akan langsung ke kamar. Mami jangan ganggu. Aku nanti malam mau ajak Aleska pergi." Gaharu langsung melangkah cepat naik ke lantai atas. Dia tak ingin di tanya macam macam oleh Norah. "Eh...." "Dasar anak nakal." gerutu Norah. Norah

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 21

    Keira masih syok melihat perlakuan Gaharu pada Aleska. Gaharu yang Keira kenal selalu datar dan dingin. Tapi hari ini yang Keira lihat adalah Gaharu yang lembut penuh kasih sayang. "Al, kau pakai apa sampai Om Aru bisa begitu?" tanya Keira penasaran. "Tidak ada, kenapa kau bertanya seperti itu?" Keira tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Aleska. Dia menarik Aleska untuk kembali duduk. Aleska pasrah, Keira pasti akan bertanya macam macam kepadanya. "Katakan padaku, kenapa bisa Om Aru tiba tiba ada disini? Bukannya dia masih di Jepang?" Aleska menceritakan semuanya pada Keira kecuali dengan apa yang mereka lakukan berdua di ruang tadi. Keira ikut kesal mendengar Luke malah mengamuk disana. "Gila, memang tak ada malunya sama sekali itu mereka berdua. Untungnya semua sudah kau ambil. Ada yang tertinggal?" Aleska terlihat berpikir, mengingat apa saja yang pernah Asila dan Luke bawa tapi dia langsung menggeleng. "Tidak, sudah semua. Yang ter

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 20

    Luke berteriak ketika di seret paksa, doa memaki dan juga mengumpat Aleska serat Gaharu. Melihat kepergian Luke membuat Aleska bernapas lega. Tapi tiba tiba tubuhnya menegang ketika sebuah pelukan hangat menyentuhnya. Siapa lagi jika bukan Gaharu. Gaharu menaruh kepalanya di pundak Aleska. Mengeratkan pelukannya pada pinggang Aleska. "Sayang, apa kau sudah lega?" Aleska mengangguk, meskipun menahan gemuruh di dadanya karena mengingat semua kelakuan Luke dan juga Asila. "Om lepas dulu, senang sekali Om peluk peluk aku. Nanti kalau ada yang melihat bagaimana?" protes Aleska. Tapi bukan Gaharu jika dia tak membuat Aleska kesal terlebih dahulu.. Cup.... "Jangan mengomel terus sayang, kau cepat tua nanti." Mata Aleska membola, dia lalu mencubit lengan Gaharu yang masih melingkar di perutnya. "Harusnya aku yang bilang begitu, Om Aru jangan. mesum mesum nanti cepat tua." Gaharu langsung melepas pelukannya pada Aleska, dia membalik tubuh Aleska yang meliha

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 19

    Luke mulai kelabakan karena Aleska ternyata malah meminta Gaharu untuk memeriksa semua perjalanan dinas Luke selama ini. Luke mencari akal agar dia tak sampai kena masalah. Lalu dia ingat, kenapa Gaharu jika mengambil harus ke ruangan Aleska? Kenapa tak menunggu diluar saja? "Tunggu, aku baru sadar. Kenapa kau dan Tuan Gaharu ada di dalam sini berdua saja. Kau tak selingkuh bukan?" Luke menunjuk wajah Aleska dengan sorot mata yang tajam. Aleska bersandar santai pada meja di belakangnya. Menatap Luke dengan tenang. "Kenapa memang? Aku terbiasa bertemu dengan Om Aru karena Mamanya sering pesan roti disini. Dan keluarga Om Aru juga baik dengan ku. Apa salahnya kalau Om Aru menunggu disini?" Luke semakin geram dengan Aleska. Dia merasa jika Aleska benar benar berubah saat ini. Tak seperti biasanya yang selalu menurut kepadanya. "Aleska kau ini kenapa? Tiba tiba sekali kau berubah, dan kau mengambil semua yang kau berikan pada ku juga Asila? Apa mau mu sebenarnya?

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 7

    Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 6

    Asila yang mendengar penuturan petugas keamanan itu membelalakan matanya. Bagaimana bisa Aleska mengatakan jika dia tak kenal dengan Asila. Mereka bersahabat cukup lama. "Itu tak mungkin, dia sahabat ku. Jadi, biarkan aku masuk." Asila memaksa ingin menerobos masuk ke dalam tapi petugas keama

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 5

    Asila mengamuk ketika mendengar semua jawaban dari Aleska. Dia lalu menghubungi Luke kembali tapi sampai malam tiba Luke pun masih tak bisa di hubungi. Sedangkan di sisi lain, Luke sudah mengerang frustasi karena pekerjaan nya terlalu banyak dan masih saja salah. "Kenapa tak selesai juga, aku

  • Om Duda, Nikah Yuk!    Bab 4

    Asila berusaha menelfon Aleska tapi tak kunjung mendapatkan jawaban. Di salon itu, dia sudah menjadi bahan tontonan banyak orang. "Bagaimana nona? Bisakah segera dibayarkan? Antriannya sudah panjang." Kasir itu kembali bertanya pada Asila dengan wajah yang ramah. Tanpa Asila tahu jika semua k

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status