LOGINAleska melihat Gaharu aneh, ternyata Gaharu juga mengenal nama itu. Setelah memutuskan sambungan telfonnya dengan Gerald, Gaharu kembali fokus pada Aleska. "Sudah tenang belum?" tanya Gaharu dengan rambut. Gaharu merapikan anak rambut Aleska yang menutupi wajahnya. "Kalau sudah tenang, aku akan menceritakan semuanya padamu. Tapi jangan menyela ku, oke?" Aleska mengangguk, meskipun dia ragu apa dia bisa percaya pada apa yang dikatakan oleh Gaharu nantinya. Gaharu tersenyum, dia tahu ekspresi wajah Aleska saat ini menunjukkan jika gadisnya itu belum sepenuhnya bisa percaya padanya karena masalah ini. "Sayang, aku tak minta kau langsung percaya pada apa yang aku jelaskan. Tapi aku cuma minta kau dengarkan dari sisi ku tentang apa yang terjadi. Setelah itu kau bisa menilai semuanya lagi." Gaharu menceritakan semuanya tak ada yang di kurangi atau di tambahi. Mulai dari awal meting sampai pada Tanaka menawarkan Hera untuk menjadi wanitanya. Gaharu langsung menolaknya mentah
Gaharu seperti orang kesetanan saat mencari Aleska. Gerald sudah mengerahkan semua anak buahnya untuk mencari keberadaan Aleska. Saat Gaharu sudah keliling mencari Aleska barulah Gerald memberitahu jika Aleska pulang ke apartemen nya. Gaharu langsung membanting setirnya dan berputar untuk pergi kesana. "Gerald cari tahu penyebab Aleska seperti ini. Tadi siang dia pergi bersama Keira. Dan Keira bercerita sedikit tentang Aleska. Temui Keira dan tanya pada nya untuk mencari tahu penyebab nya." Setelah memberi perintah pada Gerald, Gaharu melajukan mobilnya dengan kecepatan penuh ke apartemen Aleska. Dia mendapatkan info dari Gerald di unit mana Aleska berada. Gaharu mencoba menghubungi Aleska kembali tapi tetap saja tak mendapat respon apapun. Gaharu mencari cara agar dia bisa masuk ke dalam tanpa menimbulkan keributan dengan penghuni apartemen yang lainnya. Gaharu mencoba berbagai cara sampai Gaharu melihat ada beberapa orang membawa paperbag berisi makanan yang mungkin di
Gaharu yang baru saja tiba di rumahnya membuka pesan singkat dari Aleska. "Dia seperti tak habis tenaganya." gumam Gaharu. Norah yang sejak tadi memperhatikan Gaharu yang senyum senyum sendiri pun penasaran. "Kau bahagia sekali pulang dari Jepang? Kau dapat tender besar?" "Eh ....." Gaharu sampai berjingkat karena tiba tiba Norah sang Mami muncul di sampingnya. "Mam... astaga...." "Kenapa suka sekali muncul tiba tiba?" Gaharu mengomel sambil mengusap dadanya. Norah mencebikkan bibir bawahnya melihat reaksi Gaharu. "Mami penasaran, kau ini kenapa? Senang sekali. Makanya Mami penasaran, apa yang bikin kau sebahagia ini. Kau tak lupa bukan jika wajahmu ini seperti kulkas empat pintu." "Ck, sudahlah... aku lelah... aku akan langsung ke kamar. Mami jangan ganggu. Aku nanti malam mau ajak Aleska pergi." Gaharu langsung melangkah cepat naik ke lantai atas. Dia tak ingin di tanya macam macam oleh Norah. "Eh...." "Dasar anak nakal." gerutu Norah. Norah
Keira masih syok melihat perlakuan Gaharu pada Aleska. Gaharu yang Keira kenal selalu datar dan dingin. Tapi hari ini yang Keira lihat adalah Gaharu yang lembut penuh kasih sayang. "Al, kau pakai apa sampai Om Aru bisa begitu?" tanya Keira penasaran. "Tidak ada, kenapa kau bertanya seperti itu?" Keira tak langsung percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Aleska. Dia menarik Aleska untuk kembali duduk. Aleska pasrah, Keira pasti akan bertanya macam macam kepadanya. "Katakan padaku, kenapa bisa Om Aru tiba tiba ada disini? Bukannya dia masih di Jepang?" Aleska menceritakan semuanya pada Keira kecuali dengan apa yang mereka lakukan berdua di ruang tadi. Keira ikut kesal mendengar Luke malah mengamuk disana. "Gila, memang tak ada malunya sama sekali itu mereka berdua. Untungnya semua sudah kau ambil. Ada yang tertinggal?" Aleska terlihat berpikir, mengingat apa saja yang pernah Asila dan Luke bawa tapi dia langsung menggeleng. "Tidak, sudah semua. Yang ter
Luke berteriak ketika di seret paksa, doa memaki dan juga mengumpat Aleska serat Gaharu. Melihat kepergian Luke membuat Aleska bernapas lega. Tapi tiba tiba tubuhnya menegang ketika sebuah pelukan hangat menyentuhnya. Siapa lagi jika bukan Gaharu. Gaharu menaruh kepalanya di pundak Aleska. Mengeratkan pelukannya pada pinggang Aleska. "Sayang, apa kau sudah lega?" Aleska mengangguk, meskipun menahan gemuruh di dadanya karena mengingat semua kelakuan Luke dan juga Asila. "Om lepas dulu, senang sekali Om peluk peluk aku. Nanti kalau ada yang melihat bagaimana?" protes Aleska. Tapi bukan Gaharu jika dia tak membuat Aleska kesal terlebih dahulu.. Cup.... "Jangan mengomel terus sayang, kau cepat tua nanti." Mata Aleska membola, dia lalu mencubit lengan Gaharu yang masih melingkar di perutnya. "Harusnya aku yang bilang begitu, Om Aru jangan. mesum mesum nanti cepat tua." Gaharu langsung melepas pelukannya pada Aleska, dia membalik tubuh Aleska yang meliha
Luke mulai kelabakan karena Aleska ternyata malah meminta Gaharu untuk memeriksa semua perjalanan dinas Luke selama ini. Luke mencari akal agar dia tak sampai kena masalah. Lalu dia ingat, kenapa Gaharu jika mengambil harus ke ruangan Aleska? Kenapa tak menunggu diluar saja? "Tunggu, aku baru sadar. Kenapa kau dan Tuan Gaharu ada di dalam sini berdua saja. Kau tak selingkuh bukan?" Luke menunjuk wajah Aleska dengan sorot mata yang tajam. Aleska bersandar santai pada meja di belakangnya. Menatap Luke dengan tenang. "Kenapa memang? Aku terbiasa bertemu dengan Om Aru karena Mamanya sering pesan roti disini. Dan keluarga Om Aru juga baik dengan ku. Apa salahnya kalau Om Aru menunggu disini?" Luke semakin geram dengan Aleska. Dia merasa jika Aleska benar benar berubah saat ini. Tak seperti biasanya yang selalu menurut kepadanya. "Aleska kau ini kenapa? Tiba tiba sekali kau berubah, dan kau mengambil semua yang kau berikan pada ku juga Asila? Apa mau mu sebenarnya?
Aleska hari ini pergi ke toko kue miliknya. Dia sejak semalam tak bisa tidur karena memikirkan pernikahannya yang mendadak dengan Gaharu. Huft..... Semua karyawannya menatap aneh pada Aleska. "Nona seperti orang putus cinta, kenapa lemas sekali hari ini?" Aleska mengerjapkan matanya saat
Langkah Gaharu membawanya ke taman belakang dimana Aleska baru saja kabur. Duk.... "Aw ...." Sret .... Gaharu menarik pinggang Aleska agar Aleska tak sampai terjatuh karena baru saja menabrak dada bidangnya. Mata Aleska mengerjap ketika mendapati dia dalam pelukan Gaharu. Dia lalu me
"Ahhh .... sayang..... " "Kenapa hemm? Kau menikmatinya?" "Iya..... ah...... tapi.... apa kau tak takut jika Aleska tahu apa yang kita lakukan?" "Kenapa harus takut, dia hanya gadis yatim piatu yang polos." Tangan seseorang yang baru saja disebut itu menggantung di udara. Dadanya terasa
Gaharu yang mendengar teriakan Aleska menepuk keningnya. Dia lupa jika dia belum mengenakan pakaiannya setelah mandi. ( "Maaf sayang, aku baru selesai mandi. Tunggu sebentar, aku pakai baju dulu." ) Pipi Aleska menjadi panas karena panggilan Gaharu kepadanya. Dia belum terbiasa dengan itu, ras







